SLEMAN – Kemenangan Semen Padang FC atas PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026 bukan sekadar tambahan tiga poin.
Di balik hasil positif tersebut, terselip momen emosional yang mencerminkan harapan besar bagi masa depan Kabau Sirah di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (8/3/2026) pukul 20.30 WIB, Semen Padang FC berhasil mengamankan kemenangan penting dengan skor 2-0.
Dua gol kemenangan tim Kabau Sirah dicetak oleh penyerang asal Spanyol, Guillermo Fernández, yang tampil impresif sepanjang pertandingan.
Hasil tersebut menjadi suntikan semangat baru bagi Semen Padang FC yang tengah berjuang keras keluar dari tekanan zona degradasi dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kemenangan tersebut sebagai momentum emosional sekaligus titik penting dalam perjalanan tim pada sisa kompetisi musim ini.
“Kemenangan ini harus menjadi bahan bakar bagi seluruh elemen tim untuk terus berjuang mempertahankan posisi Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia,” katanya usai pertandingan.
Moulevey juga menyoroti peran pelatih baru Semen Padang FC, Imran Nahumarury, yang dinilai memikul tanggung jawab besar untuk meracik tim agar mampu bertahan di kasta tertinggi musim depan.
“Kemenangan atas PSBS Biak menunjukkan bahwa Kabau Sirah masih memiliki peluang besar untuk bangkit jika mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir musim,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tugas utama Imran Nahumarury sebagai pelatih baru adalah memastikan Semen Padang FC tetap bertahan di kompetisi teratas sepakbola Indonesia musim depan, apa pun strategi yang harus dilakukan dalam meracik komposisi tim.
Braditi Moulevey menaruh harapan besar terhadap pengalaman yang dimiliki Imran di dunia sepakbola nasional. Sebelumnya, Imran dikenal sukses membawa Malut United promosi dari Liga 2 ke Liga 1 dan menjadikan klub asal Maluku Utara tersebut sebagai tim yang disegani di kompetisi nasional.
“Dengan rekam jejak tersebut, kami berharap Imran mampu membawa Semen Padang FC meraih kemenangan di sisa pertandingan musim ini,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan antara PSBS Biak dan Semen Padang FC berlangsung cukup ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha membangun serangan secara terukur untuk menghindari kesalahan fatal.
Sepanjang babak pertama, duel di lini tengah berlangsung sengit. Baik PSBS Biak maupun Semen Padang FC saling mencoba membuka ruang serangan, namun rapatnya pertahanan kedua tim membuat peluang yang tercipta belum mampu berbuah gol.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor masih tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Kedua tim mulai tampil lebih agresif dan berupaya mencari celah untuk memecah kebuntuan.
Semen Padang FC langsung melakukan dua pergantian pemain pada menit ke-46. Muhamad Kasim Botan masuk menggantikan F. Juliansyah di posisi penyerang, sementara Kazaki Nakagawa diturunkan menggantikan Kianz Froese di lini tengah.
PSBS Biak juga merespons dengan melakukan perubahan komposisi pemain. Pada menit yang sama, R. Blanco masuk menggantikan M. Hassan guna menambah variasi serangan tim tuan rumah.
Pertandingan semakin memanas ketika gelandang PSBS Biak, Luquinhas, menerima kartu kuning pada menit ke-56 setelah melakukan pelanggaran.
Semen Padang FC kembali melakukan pergantian pemain satu menit kemudian. Irsyad Maulana masuk menggantikan Maicon untuk memperkuat sektor penyerangan tim Kabau Sirah.
Keputusan tersebut terbukti efektif. Pada menit ke-70, Semen Padang FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan.
Berawal dari umpan Irsyad Maulana, Guillermo Fernández sukses menuntaskan peluang dengan baik dan membawa Semen Padang FC unggul 1-0.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. PSBS Biak mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan melakukan pergantian pemain.
Nelson Alom masuk menggantikan Ilham Udin Armayn pada menit ke-65 untuk menambah kekuatan lini tengah. Kemudian pada menit ke-78, R. I. Siregar diturunkan menggantikan Heri Susanto guna menambah daya gedor di lini depan.
Namun hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan, upaya PSBS Biak untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil.
Pada menit ke-85, pemain bertahan PSBS Biak Sandro Sakho juga harus menerima kartu kuning dari wasit setelah melakukan pelanggaran.
Alih-alih mencetak gol balasan, PSBS Biak justru kembali kebobolan pada masa injury time.
Guillermo Fernández kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kedua pada menit 90+5. Gol tersebut memastikan Semen Padang FC memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Pertandingan pun berakhir pada menit 90+7 dengan kemenangan Semen Padang FC atas PSBS Biak.
Tiga Poin Krusial
Penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade, turut mengapresiasi kemenangan tim Kabau Sirah dalam pertandingan tersebut.
Ia menilai kemenangan ini menjadi tiga poin yang sangat penting bagi perjuangan Semen Padang FC di sisa kompetisi musim ini.
“Alhamdulillah, tiga poin krusial berhasil kita amankan di pertandingan hari ini melawan PSBS Biak. Kemenangan Semen Padang FC kali ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja keras seluruh tim di lapangan,” ujar Andre melalui unggahan di media sosialnya, Senin (9/3/2026).
Andre berharap kemenangan ini dapat menjadi titik balik bagi kebangkitan Semen Padang FC dalam menghadapi sisa pertandingan BRI Super League musim 2025/2026.
“Saya berharap hasil positif ini menjadi titik balik sekaligus awal kebangkitan kita untuk terus mengejar poin di sisa laga musim ini. Kita maksimalkan momentum ini dengan fokus dan konsistensi dalam setiap pertandingan ke depannya,” lanjutnya.
Kemenangan atas PSBS Biak menjadi modal penting bagi Semen Padang FC untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim.
Dengan sisa pertandingan yang masih harus dijalani, Kabau Sirah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan momentum kemenangan tersebut demi keluar dari zona degradasi dan tetap bertahan di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia musim depan. (*)







