Braditi Moulevey: Kemenangan atas Persita jadi Modal Laga Tandang Semen Padang FC vs Arema FC

PADANG – Sinyal kebangkitan mulai terlihat dari tubuh Semen Padang FC pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Setelah melewati fase awal musim dengan tekanan berat, Kabau Sirah perlahan menunjukkan kemampuan untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. Kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (8/2/2026), menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, hasil tersebut bukan sekadar menambah poin, tetapi juga menguatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi persaingan ketat papan bawah. Gol semata wayang Semen Padang FC pada laga lawan Persita Tangerang dicetak oleh Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil tersebut menjalani debut manis bersama Kabau Sirah dengan menuntaskan penalti di menit akhir pertandingan, saat tekanan berada pada level tertinggi. Eksekusi tenang eks pemain Persebaya Surabaya tersebut memastikan tiga poin krusial tetap bertahan di Padang. “Tambahan angka dari laga melawan Persita membuat Semen Padang FC kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan awal putaran kedua,” katanya, Senin (9/2/2026). Sebelumnya, tim asuhan Dejan Antonic meraih dua hasil imbang dalam laga tandang. Rangkaian hasil tersebut memberikan ruang bernapas bagi Kabau Sirah yang sejak awal musim berkutat di papan bawah klasemen. Tidak hanya sektor penyerangan yang menunjukkan progres, Braditi Moulevey juga menyoroti lini pertahanan yang juga memperlihatkan peningkatan signifikan. “Kiper Rendy Oskaria tampil menonjol melalui sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Persita Tangerang sepanjang laga. Kontribusinya menjadi fondasi penting bagi kemenangan tipis tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut. Secara klasemen, Levi tidak menampik bahwa Semen Padang FC memang masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin. Namun, dinamika persaingan mulai berubah. “Pada pekan yang sama, informasi yang saya terima bahwa Madura United harus mengakui keunggulan Persijap Jepara, sementara PSBS Biak pulang tanpa poin usai dikalahkan PSM Makassar. Situasi ini membuat jarak poin antara Kabau Sirah dan tim-tim di atasnya semakin menipis,” katanya. Persijap Jepara, katanya, kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Semen Padang FC. Meski demikian, Kabau Sirah masih unggul dalam rekor pertemuan. “Di sisi lain, hasil imbang antara Persis Solo dan PSIM turut menjaga ketatnya persaingan di zona bawah,” katanya. Dengan masih tersisa 15 pertandingan pada putaran kedua, termasuk tujuh laga kandang, peluang Semen Padang FC untuk terus memperbaiki posisi tetap terbuka. Konsistensi dalam meraih poin menjadi kunci utama agar momentum positif tidak terhenti. Tantangan berikutnya datang pada pekan ke-21 ketika Kabau Sirah dijadwalkan bertandang ke markas Arema FC. “Laga di Stadion Kanjuruhan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Arema juga sedang berada dalam tren positif setelah menundukkan Persija Jakarta,” kata Levi. Bagi Semen Padang FC, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) pertandingan tersebut bukan hanya soal mengejar poin, melainkan juga ujian mental untuk menjaga kesinambungan performa. “Jika melihat hasil terakhir, peluang membawa pulang hasil positif tetap terbuka,” ucapnya. Di tengah ketatnya kompetisi, kebangkitan Kabau Sirah di putaran kedua menjadi sinyal bahwa Semen Padang FC belum menyerah dalam perburuan bertahan. “Setiap poin kini memiliki arti besar, dan kemenangan atas Persita menjadi pengingat bahwa harapan masih menyala di Padang. Tim kebanggaan orang Sumatera Barat (Sumbar) ini harus bertahan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia,” pungkasnya. (*)

Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Laga Semen Padang FC vs Persita di Stadion Agus Salim

PADANG – Peran penonton kembali menjadi sorotan menjelang laga kandang Semen Padang FC pada putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa dukungan dari suporter dan pendukung setia Kabau Sirah dapat menjadi faktor pembeda dalam upaya tim meraih kemenangan. Dirinya mengajak seluruh elemen pendukung Semen Padang FC untuk hadir dan memenuhi Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada pertandingan kandang pertama putaran kedua menghadapi Persita Tangerang, Minggu (8/2/2026). Menurut dia, atmosfer stadion yang hidup akan memberi dorongan besar bagi para pemain di lapangan. “Saya meminta kepada seluruh suporter dan pendukung Tim Kabau Sirah untuk meramaikan dan memerahkan Stadion Haji Agus Salim pada pertandingan kandang pertama di putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 antara dengan melawan Persita Tangerang,” kata Moulevey, Sabtu (7/2/2026). Ia menyampaikan optimisme setelah tim melakukan perombakan komposisi pemain. Perubahan tersebut diyakini membawa energi baru serta meningkatkan daya saing Kabau Sirah dalam menghadapi paruh kedua kompetisi. “Tim yang sudah dirombak ini membuat kami yakin pemain akan all out dan insya Allah kami akan optimis mendapatkan tiga poin,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan penonton bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari strategi kemenangan. Menurutnya, semangat dari tribun mampu menular langsung ke lapangan dan memengaruhi mental bertanding para pemain. Tentunya, harapannya dukungan dari seluruh penonton bisa menambah semangat pemain, suporter dan pendukung ini adalah pemain ke-12 dan itu merupakan salah satu kunci kemenangan dan mudah-mudahan Stadion Agus Salim akan kembali menjadi tempat yang ditakutkan oleh lawan-lawan Semen Padang FC. Pertandingan Semen Padang FC kontra Persita Tangerang sendiri diprediksi berlangsung ketat. Berdasarkan data Aiscore, kedua tim memiliki kekuatan yang relatif seimbang jika melihat catatan pertemuan dan tren permainan terkini. Kondisi tersebut membuat duel di Padang berpotensi berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Sejak tahun 2014, kedua tim telah bertemu sebanyak sembilan kali. Hasilnya menunjukkan keseimbangan yang mencolok, dengan masing-masing mengoleksi empat kemenangan dan satu pertandingan berakhir imbang. Dari sisi produktivitas, Semen Padang FC mencetak total 11 gol, sedangkan Persita Tangerang membukukan 9 gol. Keuntungan tersendiri dimiliki Kabau Sirah saat bermain di Stadion Haji Agus Salim. Dari empat pertemuan kandang melawan Persita, Semen Padang FC mampu meraih tiga kemenangan, sementara tim tamu hanya sekali mencuri poin penuh. Catatan tersebut memperkuat keyakinan bahwa faktor kandang bisa menjadi senjata penting. Meski demikian, Persita Tangerang datang dengan kepercayaan diri setelah memenangkan pertemuan terakhir pada 4 Oktober 2025 dengan skor tipis 1-0. Hasil itu menjadi pengingat bahwa keunggulan kandang tidak otomatis menjamin kemenangan. Dari sisi performa terkini, Semen Padang FC masih berupaya keluar dari tren kurang positif. Dalam lima laga terakhir, Kabau Sirah belum meraih kemenangan, dengan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Rata-rata gol yang dicetak berada di angka 1,2 per pertandingan, sementara kebobolan mencapai 2,4 gol. Persentase kemenangan handicap tercatat 40 persen, dengan kecenderungan total gol tinggi sekitar 60 persen. Sebaliknya, Persita Tangerang menunjukkan konsistensi yang lebih baik. Mereka membukukan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir. Rata-rata gol yang dihasilkan mencapai 1,4 per pertandingan, dengan kebobolan hanya 0,8 gol. Persentase kemenangan handicap berada di angka 60 persen, sementara kecenderungan total gol tinggi relatif rendah, yakni 20 persen. Bagi Semen Padang FC, laga ini menjadi momentum penting untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan sekaligus membuka putaran kedua dengan hasil positif. Dukungan penuh dari publik Padang diharapkan menjadi katalis kebangkitan Kabau Sirah. Sementara itu, Persita Tangerang datang dengan ambisi mempertahankan konsistensi demi menjaga posisi di papan klasemen BRI Super League 2025/2026. Keseimbangan rekor pertemuan yang berpadu dengan perbedaan tren performa membuat pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka, namun tetap sarat kehati-hatian. (*)

Braditi Moulevey: Turnamen Sepak Bola Andre Rosiade Cup I 2026 Berjalan Sukses, Pembinaan Anak Usia Dini Sangat Dibutuhkan

PADANG – Turnamen sepak bola usia dini Andre Rosiade Cup I 2026 resmi ditutup pada Minggu (1/2/2026), setelah dilaksanakan selama tiga hari dari Jumat (30/1/2026) dengan menghadirkan ratusan talenta muda dari berbagai penjuru Sumatera Barat (Sumbar). Lebih dari sekadar turnamen, ajang ini menjadi ruang pembuktian awal bagi bibit-bibit muda sepak bola untuk memasuki jalur pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kompetisi yang berlangsung sejak 30 Januari 2026 tersebut mempertandingkan Kelompok Usia (KU) 10 dan KU 12, dengan total 180 tim ambil bagian. Pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim Padang, serta beberapa stadion pendukung di berbagai daerah di Sumbar, menciptakan atmosfer kompetitif yang merata dan intens. Penutupan Andre Rosiade Cup I sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian pertandingan yang sejak awal dirancang tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, fair play, dan keselamatan pemain. Catatan panitia menunjukkan turnamen ini melahirkan juara dari masing-masing kelompok usia, penghargaan individu, hingga tim dengan perilaku paling sportif. Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Padang, Mastilizal Aye mengatakan, pelaksanaan Andre Rosiade Cup I berjalan lancar serta menghadirkan kualitas persaingan yang sehat. Ia melihat turnamen ini sebagai fondasi awal bagi masa depan sepak bola daerah. “Semoga anak-anak yang tampil di turnamen ini bisa menjadi cikal bakal pemain Semen Padang FC dan juga Tim Nasional Indonesia ke depannya,” ujarnya. Sorotan khusus datang dari Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, yang menilai Andre Rosiade Cup I bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memetakan potensi pesepak bola usia dini. Menurutnya, kompetisi yang terstruktur menjadi jembatan awal menuju jenjang pembinaan berikutnya. “Ini adalah ajang pembuktian bagi bibit sepak bola usia muda untuk menuju jenjang selanjutnya. Dari sini bisa terlihat potensi yang memang layak untuk terus dibina,” katanya. Pria yang akrab disapa Levi itu mengatakan, pembinaan usia dini membutuhkan ruang kompetisi yang konsisten agar potensi pemain tidak terputus di tengah jalan. Ia menilai turnamen seperti Andre Rosiade Cup mampu menjadi wadah seleksi alami, sekaligus sarana pembelajaran mental bertanding bagi anak-anak. Selain memperebutkan gelar juara, Andre Rosiade Cup I juga memberikan penghargaan individu sebagai bentuk apresiasi atas performa pemain muda di lapangan. Penghargaan tersebut mencakup top skor, pemain terbaik, kiper terbaik, hingga tim fair play dari masing-masing kelompok usia. Antusiasme tinggi dari peserta serta dukungan berbagai pihak mendorong panitia memastikan keberlanjutan turnamen ini. Levi, perwakilan panitia, menyebutkan bahwa Andre Rosiade Cup tidak berhenti pada edisi pertama. “Andre Rosiade Cup 2 direncanakan akan digelar di empat daerah, yakni Solok, Padang, Pasaman dan Bukittinggi,” katanya. Rencana perluasan wilayah pelaksanaan tersebut diharapkan memperluas jangkauan pembinaan, sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk tampil dan berkembang. “Turnamen ini diharapkan menjadi awal dari sistem pembinaan berkelanjutan yang mampu melahirkan pemain-pemain potensial bagi sepak bola Sumatera Barat dan nasional,” katanya. Berikut Daftar Pemenang Andre Rosiade Cup I 2026 Kelompok Usia 10 (KU 10) Juara I: Griya Elok Juara II: Imam Bonjol Padang Juara III: Mandala Juara IV: IFA Indarung Penghargaan Individu dan Tim: Top Skorer: Dayrizal El Arif (Griya Elok) Kiper Terbaik: Sahari Paja Cuellar (IFA Indarung) Pemain Terbaik: Dafa Dhiya Ulhaq (Imam Bonjol Padang) Tim Fair Play: Predator Kelompok Usia 12 (KU 12) Juara: Juara I: Padang Peduli Juara II: Victori Payakumbuh Juara III: Griya Elok Juara IV: PHTB Penghargaan Individu dan Tim: Top Skorer: Iqbal Mascerano (Padang Peduli) Kiper Terbaik: Zafran Mahdi (Victori Payakumbuh) Pemain Terbaik: Hazad Radia (Victori Payakumbuh) Tim Fair Play: SD Pertiwi 2 (*)

Braditi Moulevey: Semen Padang FC Siap Curi 3 Poin di Kandang PSM Makassar

MAKASSAR – Semen Padang FC akan menghadapi ujian penting saat melakoni laga tandang melawan PSM Makassar pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Pare-pare, Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026), dan menjadi momentum krusial bagi kedua tim yang sama-sama masih berkutat di papan bawah klasemen sementara. Laga ini tidak hanya mempertemukan dua tim dengan sejarah rivalitas panjang, tetapi juga menyajikan kontras kondisi terkini. Semen Padang FC datang dengan kepercayaan diri yang relatif terjaga, sementara PSM Makassar tengah berada dalam tekanan berat akibat tren negatif dan absennya sejumlah pemain kunci. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kondisi tim Kabau Sirah cukup ideal jelang laga penting ini. Ia memastikan hampir seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur, kecuali satu nama yang masih menjalani pemulihan cedera. “Tim bisa tampil full, semua pemain dalam kondisi siap untuk turun bertanding, kecuali Kaza yang masih cidera dan masih butuh waktu satu minggu lagi untuk tampil dan insya Allah bisa bermain di kandang ketika melawan Persita, Kazaki Nakagawa akan bisa tampil bermain,” katanya, Minggu (1/2/2026) siang. Dengan komposisi tersebut, pria yang akrab disapa Levi itu berharap pelatih Dejan Antonic mampu memaksimalkan potensi skuad untuk meraih hasil maksimal di kandang lawan. “Tentunya, dengan kondisi ini, mudah-mudahan Coach Dejan bisa memaksimalkan tim untuk mencuri 3 poin di kandang PSM Makassar,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Optimisme tersebut tidak lepas dari situasi yang tengah dihadapi PSM Makassar. Tim berjuluk Juku Eja dipastikan tidak tampil dengan kekuatan terbaik akibat kombinasi sanksi dan cedera yang menimpa beberapa pemain inti. “Karena, PSM dari sisi teknis kurang diuntungkan karena mendapatkan sanksi dari FIFA dan pemain asing yang mengatur serangan tidak bisa bermain karena kena akumulasi kartu kuning dan saya harap Coach Dejan bisa memaksimalkan kondisi ini serta bisa meraih 3 poin di Pare-pare,” ujar Levi. Sebelumnya, Kabau Sirah sukses mencuri satu poin saat bertandang ke markas Bali United pada tanggal 24 Januari 2026 lalu. Hasil tersebut menjadi suntikan moral bagi skuad Dejan Antonic yang kini telah diperkuat total 10 pemain asing, dengan tujuh di antaranya merupakan wajah baru musim ini. Sebaliknya, PSM Makassar diperkirakan harus melakukan sejumlah penyesuaian. Pemain sayap andalan mereka, Jaques Medina, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning yang diterimanya saat PSM kalah 0-2 dari Persijap Jepara. Selain itu, gelandang Ananda Raehan juga harus menjalani larangan bertanding setelah menerima kartu merah langsung pada laga melawan Bali United di pekan ke-17. Kondisi PSM kian rumit karena dua pemain asing lainnya, Gledson Paixao dan Savio Roberto, masih menjalani proses pemulihan cedera dan diragukan dapat tampil di laga ini. Meski demikian, Juku Eja tetap memiliki opsi pelapis seperti Risky Eka Pratama, Abdul Rahman, dan Gala Pagamo yang berpeluang mengisi posisi kosong di starting eleven. Dari sisi klasemen, kedua tim berada dalam situasi yang sama-sama genting. PSM Makassar menempati peringkat ke-12 dengan koleksi 10 poin dari 18 pertandingan, hasil dari empat kemenangan, tujuh kali imbang, dan tujuh kekalahan. Sementara itu, Semen Padang FC berada tepat di bawah zona aman, yakni peringkat ke-17 dengan 11 poin dari 18 laga, melalui tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan 13 kekalahan. Kondisi tersebut membuat duel di Parepare menjadi sangat penting dalam upaya menjaga peluang bertahan di kompetisi musim ini. Jika menilik data head to head yang dirilis AiScore, persaingan kedua tim terbilang ketat. Sejak 2010, PSM Makassar dan Semen Padang FC telah bertemu sebanyak 15 kali. Semen Padang unggul tipis dengan tujuh kemenangan, sementara PSM mencatatkan empat kemenangan dan empat laga lainnya berakhir imbang. Dari sisi produktivitas, kedua tim sama-sama mengoleksi 18 gol. Ketika bermain di kandang PSM Makassar, catatan pertemuan juga menunjukkan persaingan yang tidak sepenuhnya menguntungkan tuan rumah. Di Stadion Gelora BJ Habibie, kedua tim sudah delapan kali berhadapan, dengan rincian empat kemenangan untuk PSM, dua kemenangan untuk Semen Padang, dan dua hasil imbang. Sebaliknya, dominasi Kabau Sirah terlihat jelas saat laga digelar di kandang sendiri. Dari tujuh pertemuan di markas Semen Padang FC, PSM Makassar belum pernah meraih kemenangan, dengan lima kemenangan diraih tuan rumah dan dua laga berakhir imbang. Jika ditarik ke enam pertemuan terakhir, PSM Makassar memang memiliki catatan yang sedikit lebih baik dengan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Namun, tren tersebut tidak sejalan dengan performa terkini kedua tim di kompetisi. Dalam lima pertandingan terakhir, PSM Makassar mengalami periode sulit dengan catatan lima kekalahan beruntun tanpa satu pun kemenangan atau hasil imbang. Di sisi lain, Semen Padang FC mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam periode yang sama, sebuah statistik yang dinilai lebih stabil dibandingkan lawannya. Perbedaan tren performa inilah yang membuat laga di Pare-pare diprediksi berlangsung ketat dan sarat tekanan. Keunggulan bermain di kandang belum tentu menjadi jaminan bagi PSM Makassar, sementara Semen Padang FC berpeluang memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri poin penting. (*)

Semen Padang FC Rekrut Kasim Botan, Braditi Moulevey: Sesuai dengan Kebutuhan Tim

PADANG – Semen Padang FC kembali mengambil langkah strategis pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dengan mendatangkan penyerang sayap kanan Kasim Botan. Perekrutan ini bukan sekadar penambahan pemain, melainkan bagian dari upaya memperkuat variasi serangan tim jelang putaran kedua kompetisi. Manajemen menilai kehadiran Kasim Botan dapat memberikan alternatif baru di sektor sayap, terutama dalam menyesuaikan skema permainan yang akan diterapkan oleh pelatih Dejan Antonic. Pemain berusia muda itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan tim yang menginginkan keseimbangan antara kecepatan, mobilitas, dan fleksibilitas di lini depan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, membenarkan bergabungnya Kasim Botan ke dalam skuad Kabau Sirah. Ia menegaskan bahwa keputusan merekrut Kasim bukan tanpa pertimbangan matang, melainkan berdasarkan kecocokan karakter pemain dengan kebutuhan tim di putaran kedua. “Kasim Botan cocok dengan skema tim Semen Padang FC di putaran kedua,” kata Moulevey, Kamis (29/1/2026) malam. Selain memastikan kedatangan Kasim, pria yang akrab disapa Levi itu juga tidak menampik kemungkinan adanya tambahan pemain lokal lain. Namun, dirinya menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan akan dilakukan secara terukur dan diumumkan sebelum jendela transfer putaran kedua resmi ditutup. “Terkait pemain lokal lainnya, nanti akan kami informasikan secepatnya. Yang jelas sebelum bursa transfer putaran kedua ditutup,” ujarnya. Di sisi lain, kepindahan Kasim Botan ke Semen Padang FC turut dikonfirmasi oleh PSIM Jogja. Klub asal Yogyakarta itu secara resmi melepas Kasim pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, dengan pertimbangan utama agar sang pemain mendapatkan kesempatan bermain yang lebih luas. Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menyampaikan bahwa kesepakatan transfer telah dicapai oleh kedua belah pihak. Ia menjelaskan bahwa ketatnya persaingan di sektor sayap membuat Kasim kesulitan memperoleh menit bermain di putaran pertama. “Betul, kami sudah sepakat untuk transfer Kasim Botan ke Semen Padang di putaran kedua ini,” kata Razzi dalam keterangan resminya. Menurut Razzi, kebutuhan jam terbang menjadi faktor krusial dalam keputusan manajemen melepas Kasim. PSIM menilai langkah tersebut sebagai solusi terbaik agar sang pemain tetap berkembang dan menjaga performa kompetitifnya bersama klub baru. “Pertimbangan utamanya adalah kebutuhan menit bermain. Di posisinya saat ini, persaingan di PSIM memang sangat ketat,” ujarnya. Transfer ini juga berkaitan dengan strategi penyeimbangan komposisi skuad PSIM Jogja di paruh kedua musim. Setelah melepas Kasim, manajemen Laskar Mataram berencana mendatangkan satu pemain baru untuk memperkuat lini pertahanan. “Tim harus dikurangi agar kami bisa merekrut satu pemain baru. Pemain baru ini posisinya bek tengah dan dia pemain asing,” ujar Razzi. Kepindahan Kasim ke Semen Padang FC sekaligus mengakhiri kebersamaannya dengan PSIM Jogja. Kontrak sang pemain memang hanya berdurasi satu musim sehingga transfer ini menandai berakhirnya kerja sama kedua pihak. “Karena kontraknya hanya satu musim, maka kerja sama kami berakhir seiring dengan transfer ini,” tambahnya. Manajemen PSIM pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kasim selama memperkuat Laskar Mataram. Mereka berharap Kasim mampu memberikan kontribusi maksimal dan menjaga performa terbaiknya bersama Semen Padang FC hingga akhir musim kompetisi. “Harapannya dia bisa memberikan kontribusi maksimal dan menjaga performa terbaiknya hingga akhir musim,” tuturnya. (*)

Braditi Moulevey Buka Suara soal Rumor Striker Spanyol di Semen Padang FC

PADANG – Semen Padang FC kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional seiring berkembangnya rumor transfer pemain asing menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026. Klub kebanggaan asal Sumatera Barat (Sumbar) yang dikenal dengan julukan Kabau Sirah itu disebut-sebut tengah membidik striker asal Spanyol untuk memperkuat lini depan pada putaran lanjutan musim ini. Isu tersebut mencuat setelah akun media sosial Transfer News Football mengunggah informasi mengenai kemungkinan ketertarikan Semen Padang FC terhadap penyerang asal Spanyol, Koldo Obieta. Unggahan itu menyebutkan bahwa nama Obieta masuk dalam radar perekrutan pemain asing dan tengah dipantau pada bursa transfer paruh musim. Rumor tersebut dengan cepat menyebar dan memantik antusiasme pendukung Kabau Sirah. Publik menilai tambahan striker asing menjadi kebutuhan mendesak, mengingat ketatnya persaingan dan tuntutan produktivitas gol pada level kompetisi tertinggi nasional. Menanggapi kabar yang beredar, Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memberikan klarifikasi terkait isu pemain asal Spanyol tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada informasi resmi dari manajemen terkait nama yang disebutkan dalam rumor. “Mengenai rumor pemain asal Spanyol, itu tidak ada kami informasikan. Tapi memang saat ini manajemen lagi mencari tambahan 1 pemain asing untuk posisi striker untuk menambah amunisi Semen Padang FC di lini depan. Manajemen serius untuk membenahi tim agar bisa bertahan di liga 1. Kemungkinan tambahan striker ini kita lagi mencari yang berasal dari Benua Afrika,” katanya, Jumat (23/1/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus manajemen saat ini bukan pada figur tertentu, melainkan pada kebutuhan strategis tim. Penambahan striker asing dipandang sebagai langkah krusial untuk meningkatkan daya saing Kabau Sirah, terutama dalam upaya bertahan di Liga 1. Sementara itu, dalam unggahan Transfer News Football, Koldo Obieta disebut memiliki rekam jejak cukup menjanjikan. Penyerang tengah berusia 32 tahun tersebut sebelumnya memperkuat Kerala Blasters FC, klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga India. Bersama klub tersebut, Obieta dilaporkan mampu menunjukkan kontribusi positif di sektor serang. Produktivitas Obieta menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian publik. Ia disebut mencatatkan tiga gol dari tiga pertandingan, sebuah catatan yang menggambarkan efektivitasnya sebagai penyerang tengah. Statistik tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa ia berpotensi menjadi solusi atas kebutuhan gol Semen Padang FC. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Kabau Sirah terkait ketertarikan terhadap Obieta. Informasi yang beredar masih berstatus rumor dan sepenuhnya bergantung pada kebijakan klub serta dinamika negosiasi yang mungkin berlangsung di balik layar. Di luar isu tersebut, Semen Padang FC memang tengah melakukan pembenahan signifikan menjelang putaran kedua kompetisi. Sejumlah pemain asing baru telah didatangkan sebagai bagian dari strategi penyegaran skuad. Nama-nama seperti Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, dan Boubakary Diara menjadi bagian dari komposisi anyar tim. Untuk posisi penjaga gawang, manajemen masih memberikan kepercayaan kepada Arthur sebagai kiper utama. Di sektor pertahanan, pengalaman Alhasan Wakasso dan Angelo Meneses tetap menjadi andalan. Selain itu, Rendi Oscario Sroyer direkrut untuk menambah kedalaman di bawah mistar gawang. Sektor sayap juga mendapat perhatian khusus melalui perekrutan Maicon de Souza dari Borneo FC. Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan variasi serangan dan meningkatkan agresivitas permainan Kabau Sirah dari sisi lapangan. Dengan komposisi tersebut, manajemen Semen Padang FC menunjukkan optimisme untuk tampil lebih kompetitif pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Target meraih hasil maksimal, termasuk dalam laga tandang yang menantang, tetap dipasang sebagai bagian dari ambisi menjaga eksistensi klub di kasta tertinggi sepak bola nasional. Di tengah dinamika bursa transfer yang terus bergerak, para pendukung Kabau Sirah kini menanti kepastian langkah berikutnya. Apakah Semen Padang FC akan benar-benar mendatangkan striker asing baru, dan dari benua mana sosok tersebut akan berasal, menjadi salah satu cerita menarik yang menyertai perjalanan Kabau Sirah musim ini. (*)

Braditi Moulevey Optimistis, Semen Padang FC Siap Putus Kutukan Lawan Bali United

PADANG – Kehadiran pemain asing baru menjadi modal utama Semen Padang FC jelang laga berat menghadapi Bali United pada lanjutan putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Di tengah catatan historis yang tidak berpihak, manajemen Kabau Sirah memastikan seluruh persiapan tim telah mencapai tahap maksimal, termasuk kelengkapan administrasi pemain anyar yang selama ini dinantikan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan bahwa seluruh pemain asing baru kini sudah dapat diturunkan. Hal tersebut membuka opsi taktik yang lebih luas bagi pelatih Dejan Antonic saat menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1/2026) sore. “Alhamdulillah persiapan Semen Padang FC dalam menghadapi Bali United pada Sabtu (24/1/2026) sudah maksimal dan alhamdulillah, seluruh pemain asing baru sudah bisa bermain dan tinggal nantinya kita harapkan tim bisa maksimal di lapangan, karena kita sudah bisa memainkan pemain asing baru,” ujar Braditi Moulevey, Jumat (23/1/2026). Kabar baik bagi tim tamu datang dari rampungnya dokumen administrasi salah satu pemain rekrutan anyar, Maicon Souza. Proses yang sempat menjadi kendala akhirnya tuntas setelah keluarnya Exit Permit Only (EPO) serta pencabutan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang sebelumnya terdaftar di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan terselesaikannya persoalan tersebut, seluruh komposisi pemain Semen Padang FC dipastikan siap diturunkan. Braditi Moulevey menegaskan, kini keputusan sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala untuk menentukan strategi dan susunan pemain terbaik. “Jadi, kita sudah bisa memainkan seluruh pemain dan tinggal pelatih Dejan Antonic menyiapkan strateginya atau menyusun susunan pemain pada besok sore,” katanya. “Kami dari manajemen berharap semua pemain bisa all out di lapangan. Bermain spartan dan bisa mencuri 3 poin di kandang Bali. Walaupun di atas kertas. Bali lebih diunggulkan, tapi di sepakbola tidak ada yang tidak mungkin,” sambungnya. Manajemen klub juga mengajak seluruh elemen pendukung untuk memberikan dukungan moral kepada tim. Pria yang akrab disapa Levi berharap doa dan sokongan dari masyarakat Minang di mana pun berada dapat menjadi energi tambahan bagi Kabau Sirah dalam laga tandang yang sarat tekanan tersebut. “Kami harapkan dukungan dari seluruh suporter dan doanya dari seluruh masyarakat Minang di manapun berada untuk bisa mendoakan kemenangan bagi tim kebanggaan Urang Minang, Semen Padang FC pada pertandingan besok,” ujarnya. Menghadapi putaran kedua kompetisi, Semen Padang FC melakukan perombakan signifikan dengan mendatangkan sejumlah pemain asing baru. Nama-nama seperti Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, dan Boubakary Diara menjadi bagian dari strategi penyegaran skuad. Di posisi penjaga gawang, manajemen tetap mempercayakan peran utama kepada Arthur. Sementara di lini belakang, Semen Padang FC masih mengandalkan pengalaman Alhasan Wakasso dan Angelo Meneses. Untuk menambah kedalaman skuad, klub juga merekrut Rendi Oscario Sroyer sebagai tambahan kekuatan di bawah mistar. Sektor sayap turut diperkuat dengan kedatangan Maicon de Souza yang direkrut dari Borneo FC. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan variasi serangan serta meningkatkan agresivitas Kabau Sirah dari sisi lapangan. Dengan komposisi tersebut, manajemen Semen Padang FC menaruh optimisme tinggi untuk tampil lebih kompetitif pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Target meraih hasil maksimal di laga tandang tetap dipasang, meski tantangan yang dihadapi terbilang berat. Laga Bali United vs Semen Padang FC sendiri menyita perhatian karena kuatnya dominasi historis tim tuan rumah. Sejak 2016, kedua tim telah bertemu sebanyak 10 kali di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, Bali United mencatatkan sembilan kemenangan, sementara Semen Padang hanya sekali meraih hasil positif, tanpa satu pun pertandingan berakhir imbang. Produktivitas gol semakin menegaskan jarak performa kedua tim. Dari total 34 gol yang tercipta, Bali United menyumbang 25 gol, sedangkan Semen Padang hanya mencetak sembilan gol. Rata-rata 2,5 gol per pertandingan menjadi cerminan ketajaman Serdadu Tridatu setiap kali berhadapan dengan Kabau Sirah. Dominasi Bali United juga terlihat jelas saat bermain di kandang. Dalam empat pertemuan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan ketika bertandang ke Padang, mereka mampu meraih lima kemenangan dari enam laga di Stadion Haji Agus Salim. Pada level kompetisi Liga 1, rekor Bali United atas Semen Padang terbilang sempurna. Dari tujuh pertemuan, seluruhnya berakhir dengan kemenangan bagi Serdadu Tridatu. Catatan tersebut menjadi modal psikologis yang kuat bagi tuan rumah menjelang laga Sabtu sore. Dari sisi performa terkini, Bali United juga berada dalam tren positif. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang tanpa mengalami kekalahan. Stabilitas ini menunjukkan konsistensi permainan Bali United di putaran kedua. Menariknya, kemenangan Bali United kerap diraih dengan selisih gol tipis. Persentase Total Goals Over mereka tercatat hanya 20 persen, menandakan efektivitas permainan serta solidnya organisasi pertahanan. Kondisi berbeda dialami Semen Padang FC. Dalam lima laga terakhir, Kabau Sirah hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan empat kekalahan. Persentase kemenangan mereka berada di angka 20 persen, dengan rata-rata kebobolan mencapai 2,2 gol per pertandingan. Meski persentase Total Goals Over Semen Padang mencapai 60 persen, tingginya angka tersebut lebih disebabkan oleh lemahnya sektor pertahanan dibandingkan produktivitas serangan. Kekalahan pada laga terakhir melawan Persis Solo turut memperpanjang tren negatif tim. Dengan mempertimbangkan rekor pertemuan, performa terkini, serta keuntungan bermain di kandang, Bali United diprediksi akan menguasai jalannya pertandingan. Disiplin lini belakang dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci bagi Serdadu Tridatu untuk mengamankan poin penuh. Di sisi lain, Semen Padang FC diperkirakan akan tampil lebih berhati-hati dan mengandalkan serangan balik cepat. Kehadiran pemain asing baru diharapkan mampu memberikan dimensi berbeda, meski catatan kebobolan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi Kabau Sirah. Jika mampu menjaga konsistensi, Bali United berpeluang melanjutkan dominasinya atas Semen Padang FC sekaligus mengamankan posisi penting di klasemen putaran kedua BRI Super League 2025/2026. (*)

Perantau Minang Apresiasi Ketegasan Andre Rosiade dan Kapolda Sumbar Berantas Tambang Liar

PADANG – Perhatian serius terhadap persoalan tambang ilegal di Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya datang dari pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga dari kalangan perantau Minang. Perantau Minang, Braditi Moulevey Rajo Mudo menyuarakan apresiasi sekaligus harapan agar upaya penindakan tambang ilegal dilakukan secara konsisten demi menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan kampung halaman. Braditi Moulevey Rajo Mudo menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade yang dinilai aktif mendorong aparat kepolisian, khususnya Kapolda Sumbar untuk segera mengusut dan menyelidiki praktik tambang ilegal yang selama ini merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Apresiasi juga disampaikan kepada Polda Sumbar yang dinilai sigap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas tambang liar. “Perantau Minang mengapresiasi Andre Rosiade yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Sumbar-1 yang mendorong Kapolda segera mengusut dan menyelidiki persoalan tambang ilegal dan tentunya kita juga mengapresiasi Polda Sumbar untuk langsung menindaklanjuti dan juga laporan dari masyarakat,” katanya, Selasa (20/1/2026). Bagi kalangan perantau, persoalan tambang ilegal bukan sekadar isu penegakan hukum, tetapi juga menyangkut keberlangsungan alam Minangkabau yang dikenal rawan bencana. Pria yang akrab disapa Levi itu menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat di kampung halaman untuk menjaga lingkungan sebagai benteng utama dari berbagai potensi bencana. “Untuk menyikapi ini, kami Perantau Minang berharap pada seluruh warga di kampung halaman untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan, karena bencana merupakan suatu hal yang tak bisa kita hindari, sehingga terjadi kerusakan alam,” ujar Levi. Menurutnya, Perantau Minang pada prinsipnya mendukung program pemerintah yang membuka ruang bagi aktivitas tambang rakyat. Namun, dukungan tersebut harus sejalan dengan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dan prinsip keberlanjutan lingkungan. “Kita mendukung program pemerintah yang mendorong adanya tambang rakyat, tapi tentunya harus mengikuti aturan yang berlaku,” katanya. Ia mengingatkan, kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal akan berdampak besar terhadap kondisi alam Sumbar yang dikenal rawan bencana. Aktivitas pertambangan tanpa pengawasan berpotensi memperparah risiko banjir bandang, longsor dan bencana lainnya. “Kemudian, jangan sampai dampaknya merusak lingkungan yang tentunya akan menganggu kondisi alam, karena daerah kita rawan bencana, kerusakan itu akan sangat berdampak terhadap bencana-bencana yang akan muncul di daerah,” katanya. Catatan kritis ini, menurut Moulevey, harus menjadi pengingat bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan tidak abai terhadap dampak jangka panjang dari kerusakan alam. “Tentunya, ini menjadi catatan kita semua bahwa seharusnya masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, terhadap kerusakan alam tentu harus kita hindari,” katanya. Dalam konteks penegakan hukum, Perantau Minang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran aparat kepolisian, mulai dari Mabes Polri hingga Polda Sumbar, yang dinilai menunjukkan komitmen dalam menindaklanjuti kasus tambang ilegal. “Tentunya, itulah hal-hal yang menjadi catatan kita semua, kita sangat mengapresiasi seluruh aparat kepolisian, aparat penegak hukum mulai dari Mabes Polri, Polda Sumbar dan seluruh jajarannya untuk bisa menindaklanjuti dan tentu bisa mengungkap dan menyelidiki persoalan kasus tambang ilegal ini,” ucapnya. Lebih jauh, Levi berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas dan menyeluruh, termasuk terhadap oknum aparat yang diduga membekingi tambang ilegal demi keuntungan pribadi. “Kami berharap polisi bisa bertindak tegas terhadap oknum-oknum aparat yang membekingi tambang-tambang liar ini dan mendapatkan keuntungan dari sana,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Sejalan dengan suara perantau, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan bahwa penertiban tambang ilegal di Sumbar tidak dimaksudkan untuk mematikan mata pencaharian masyarakat. Penertiban tersebut justru bertujuan mengakhiri praktik perampasan sumber daya oleh pemodal besar sekaligus memulihkan lingkungan hidup. Hal tersebut disampaikan Andre saat berkunjung ke Kabupaten Pasaman bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Gatot Tri Suryanta serta jajaran pemerintah daerah. Menurut Andre, langkah tegas ini merupakan bagian dari transisi menuju tata kelola pertambangan yang legal, adil, dan berpihak pada masyarakat lokal. “Penertiban ini bukan mematikan hak masyarakat, tetapi memastikan yang menikmati sumber daya adalah masyarakat asli, bukan cukong. Lingkungan juga harus dijaga,” tegas Andre di hadapan warga saat menjenguk nenek Saudah (68), korban penganiayaan dari oknum penambang liar di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Minggu (18/1/2026) lalu. Andre menjelaskan, selama ini aktivitas tambang ilegal lebih banyak menguntungkan pemodal besar, sementara masyarakat kecil justru menanggung dampak kerusakan lingkungan dan masalah sosial. Pasca penertiban, perubahan positif mulai dirasakan oleh warga, mulai dari kondisi air sungai yang berangsur jernih hingga berkurangnya antrean panjang BBM subsidi di SPBU yang sebelumnya diduga digunakan untuk operasional alat berat tambang ilegal. “Ini bukti bahwa tambang liar bukan menyejahterakan rakyat, justru merampas hak masyarakat dan merusak lingkungan,” kata Andre. Sebagai solusi jangka panjang, Andre Rosiade menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar masyarakat dapat menambang secara legal dan berkelanjutan. Ia memaparkan tahapan administratif yang tengah berjalan hingga penerbitan IPR oleh Gubernur Sumbar. Melalui skema tersebut, koperasi masyarakat dapat mengelola hingga 10 hektare lahan tambang, sementara perseorangan memperoleh izin maksimal 5 hektare. Andre menegaskan, skema ini dirancang agar manfaat pertambangan benar-benar dirasakan masyarakat lokal. “Dengan IPR, masyarakat Pasaman dan daerah lain bisa menambang emas secara legal. Yang untung rakyat, bukan cukong, bukan pemodal, apalagi orang luar,” katanya. Sementara itu, Kapolda Sumbar, Irjen Gatot Tri Suryanta menegaskan komitmen kepolisian untuk menindak tegas pelaku kekerasan di kawasan tambang serta memastikan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di provinsi tersebut. (*)

Kekalahan Menyakitkan Semen Padang FC, Braditi Moulevey Dorong Evaluasi Total Jelang Putaran Kedua

PADANG – Kekalahan tipis Semen Padang FC dari Persis Solo pada penutup putaran pertama BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 menyisakan catatan serius bagi manajemen klub. Hasil akhir 2-3 yang tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang pada Minggu (11/1/2026), bukan hanya memupus harapan mengamankan poin penting, tetapi juga membuka kembali persoalan mendasar yang harus segera dibenahi menjelang putaran kedua kompetisi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai hasil tersebut sebagai kerugian besar bagi klub dan seluruh pendukung Kabau Sirah. “Kegagalan meraih poin di laga krusial akhir putaran pertama akan berdampak langsung pada beratnya tantangan yang harus dihadapi pada fase berikutnya BRI Super League musim 2025/2026,” katanya usai pertandingan. Ia menegaskan, kekalahan ini menjadi catatan penting bagi jajaran manajemen dan tim pelatih. Ia mendorong agar pembenahan dilakukan secara serius, terutama dalam mempersiapkan skuad menghadapi putaran kedua. “Dengan masuknya pemain asing baru nantinya diharapkan dapat diramu dengan tepat sehingga membentuk tim yang lebih kompetitif dan mampu meraih poin secara konsisten,” katanya. Ia juga menyoroti kekecewaan besar yang dirasakan suporter Semen Padang FC. Meski hasil tersebut menyakitkan, pria yang akrab disapa Levi itu menekankan pentingnya tidak larut dalam kesedihan. “Kami meminta kepada manajemen dan seluruh jajaran pelatih untuk mengevaluasi total para pemain pada pertandingan tadi yang tidak ada semangat atau spartan bermain, dan tentunya ini harus dievaluasi besar-besaran,” katanya. Permintaan evaluasi total dari jajaran pengawas klub itu bukan tanpa dasar. Dalam pertandingan melawan Persis Solo, Semen Padang FC sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil lebih baik. Dua kesempatan emas melalui titik penalti pada menit ke-15 dan 36 menjadi momen krusial. Namun, eksekusi Cornelius Stewart dan Irsyad Maulana gagal berbuah gol, membuat peluang berharga tersebut terbuang sia-sia. Meski demikian, Kabau Sirah sempat membangkitkan optimisme publik tuan rumah setelah Irsyad Maulana mencetak gol pembuka pada menit ke-35. Gol tersebut memberi harapan bahwa Semen Padang FC mampu mengendalikan jalannya laga dan menutup putaran pertama dengan hasil positif. Momentum itu tidak bertahan lama. Persis Solo merespons dengan efektif dan menunjukkan mental kuat. Gol penyama kedudukan yang dicetak Zanadin Fariz pada masa injury time babak pertama mengubah alur pertandingan. Tekanan berlanjut di awal babak kedua ketika Kazuma Tanaka membawa tim tamu berbalik unggul. Semen Padang FC berupaya mengejar ketertinggalan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun, efektivitas Persis Solo kembali menjadi pembeda. Gol Irfan Jauhari pada menit ke-90+1 semakin memperkecil peluang tuan rumah untuk menyelamatkan poin. Gol Ricki Ariansyah di menit ke-90+6 hanya mampu memperkecil jarak, tanpa mengubah hasil akhir. “Pelatih dan manajemen harus segera mengambil keputusan strategis tanpa berlarut-larut. Pasalnya, pada awal putaran kedua, Semen Padang FC sudah dihadapkan pada tantangan berat dengan menghadapi Bali United pada 24 Januari 2026,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Dirinya berharap pelatih Dejan Antonic segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan strategi serta taktik yang lebih matang. “Sehingga permainan akan lebih meningkat dan lebih baik di putaran kedua, itu yang menjadi catatan kami selaku jajaran pengawas dari klub ini,” tuturnya. (*)

Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Stadion Agus Salim Saat Semen Padang FC vs Persis Solo

PADANG – Laga penutup putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 menjadi momentum krusial bagi Semen Padang FC. Menjelang duel melawan Persis Solo yang akan digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026), Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengajak seluruh pendukung Kabau Sirah untuk memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan Ranah Minang. Ajakan tersebut disampaikan Braditi Moulevey sehari sebelum pertandingan. Ia menilai kehadiran suporter di stadion bukan sekadar formalitas, melainkan elemen penting yang dapat menentukan nasib Semen Padang FC di kompetisi tertinggi sepakbola nasional. “Dukungan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diyakini mampu menjadi pembeda, terutama dalam laga kandang yang menentukan arah perjalanan tim di BRI Super League,” katanya, Sabtu (10/1/2026). Pria yang akrab disapa Levi itu menegaskan, pertandingan melawan Persis Solo memiliki makna strategis karena menjadi penutup putaran pertama musim ini. Ia menekankan bahwa perjuangan Semen Padang FC untuk bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia membutuhkan sinergi antara pemain, manajemen, dan suporter. “Oleh karena itu, Stadion Agus Salim diharapkan menjadi rumah yang benar-benar hidup bagi Kabau Sirah dengan kehadiran suporter,” katanya. Menurut Levi, seluruh elemen tim telah menyiapkan diri secara maksimal. Ia memastikan pemain, jajaran pelatih, serta manajemen berada dalam kondisi siap tempur dan akan mengerahkan seluruh kemampuan demi mengamankan poin penuh di kandang. “Tekad untuk bermain total menjadi komitmen bersama demi menjaga asa Semen Padang FC tetap bersaing di BRI Super League musim depan,” katanya. Selain fokus pada laga terdekat, Braditi juga mengungkapkan optimisme menyongsong putaran kedua kompetisi. Ia menyebutkan bahwa Semen Padang FC akan diperkuat enam pemain asing baru pada paruh musim berikutnya. “Kehadiran amunisi tambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memompa motivasi tim untuk tampil lebih kompetitif di sisa musim,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Target kemenangan juga ditegaskan dari sisi teknis. Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan laga kandang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam sesi pre-match press conference, Dejan menekankan pentingnya meraih tiga poin di Stadion Haji Agus Salim sebagai bagian dari upaya memperbaiki posisi tim di klasemen sementara BRI Super League. Dejan menyampaikan bahwa kondisi skuad relatif ideal. Hanya satu pemain, Rui Rampa, yang dipastikan absen pada pertandingan tersebut. Selebihnya, seluruh pemain berada dalam kondisi siap bermain. “Persis Solo memiliki materi pemain yang berkualitas, namun fokus kami tidak tertuju pada kekuatan lawan, melainkan pada kekuatan kami dan permainan sendiri,” katanya. Pendekatan tersebut, menurut Dejan, menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal. Ia menilai posisi Persis Solo di klasemen tidak menjadi acuan utama, karena yang terpenting adalah konsistensi, fokus, dan disiplin permainan selama 90 menit. “Dengan bermain di kandang, saya yakin Semen Padang FC mampu mengamankan tiga poin penting,” katanya. Optimisme serupa disampaikan oleh pemain Semen Padang FC, Pedro Matos. Ia memastikan kondisi tim dalam situasi siap tempur dan mental pemain berada pada level yang baik. “Seluruh skuad telah melupakan hasil pertandingan sebelumnya dan kini sepenuhnya memusatkan perhatian pada laga kontra Persis Solo,” katanya. Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal menutup putaran pertama, tetapi juga menjaga momentum positif sekaligus memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League musim 2025/2026. Dukungan penuh dari suporter Kabau Sirah di tribun Stadion Agus Salim diharapkan menjadi energi tambahan yang mampu mengangkat performa tim di lapangan. (*)