Braditi Moulevey: FIFA Harus Tepis Dugaan Pengaturan Pertandingan Mesir vs Argentina

JAKARTA – Laga babak 16 besar Piala Dunia antara Mesir dan Argentina pada Selasa (7/7/2026) malam pukul 23.00 WIB menjadi salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian publik. Argentina yang berstatus juara bertahan justru dibuat kesulitan menghadapi permainan disiplin yang diperagakan Mesir sejak menit awal. Tim berjuluk The Pharaohs itu tampil berani dengan menekan pertahanan lawan dan membuka keunggulan melalui sundulan Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Tak lama berselang, Argentina memperoleh hadiah penalti, namun eksekusi Lionel Messi mampu digagalkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, sehingga keunggulan Mesir tetap bertahan. Memasuki babak kedua, Mesir kembali mengejutkan Argentina. Mostafa Ziko sempat mencetak gol yang kemudian dianulir setelah tinjauan VAR akibat pelanggaran pada awal proses serangan. Keputusan tersebut memicu perdebatan karena jarak antara insiden pelanggaran dan terciptanya gol dinilai cukup jauh. Meski demikian, Mesir tidak kehilangan semangat dan akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-67 melalui penyelesaian Ziko, membuat Argentina tertinggal 0-2. Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79 memanfaatkan umpan Lionel Messi. Empat menit kemudian, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti dengan mencetak gol penyeimbang. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Enzo Fernández muncul sebagai pahlawan lewat sundulan pada masa injury time yang memastikan kemenangan dramatis Argentina 3-2 sekaligus membawa Albiceleste melaju ke perempat final. Meski menyajikan drama comeback yang luar biasa, pertandingan tersebut juga dibayangi kontroversi. Sejumlah keputusan wasit dan VAR menjadi sorotan tajam, terutama terkait gol Mesir yang dianulir serta beberapa insiden pelanggaran yang dinilai tidak mendapat hukuman. Polemik itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi dari sebagian penggemar sepak bola. Perdebatan mengenai kepemimpinan wasit dalam laga Mesir melawan Argentina juga ramai bergulir di media sosial. Salah satunya datang dari akun Threads @kautsarjuhari yang mengunggah komentar bernada kritik terhadap jalannya pertandingan. Dalam unggahannya, akun tersebut menulis, “FIFA masih aja dipercaya. Kelihatan banget kan di akhir akhir ketika udah pada stress pemain Argentina, wasit jadi buta. Entah dapat instruksi dari siapa ya YTTA. Nice try Mesir, respect.” Sementara itu, penggemar sepak bola sekaligus Fans AC Milan (Milanisti), Braditi Moulevey menilai pertandingan tersebut meninggalkan banyak tanda tanya, terutama terkait sejumlah keputusan wasit yang dinilai berdampak langsung terhadap hasil akhir pertandingan. Menurut Moulevey, Mesir sebenarnya tampil lebih meyakinkan sepanjang pertandingan. Tim tersebut dinilai mampu memperagakan permainan yang rapi, disiplin, dan penuh semangat sehingga layak memperoleh hasil maksimal. “Memang ini sangat disayangkan yah, penyelenggaraan event Piala Dunia ini sangat disayangkan dengan merugikan tim lain, kami melihat ini dari pertandingan semalam antara Mesir vs Argentina itu, kami sampaikan bahwa Mesir sejatinya layak meraih kemenangan, permainan mereka bagus, rapih, memiliki disiplin yang tinggi dan tentunya gol yang mereka hasilkan itu dibuat sangat bagus, dengan semangat dan mengejutkan dunia,” katanya. Meski demikian, ia menilai kualitas permainan belum tentu menjadi penentu kemenangan dalam sepak bola. Hasil akhir pertandingan tetap menjadi tolok ukur utama, meskipun menurutnya terdapat sejumlah keputusan yang memicu kontroversi. “Tetapi yah karena itu tadi, bola itu tidak cukup keindahan atau kerja keras, akan tetapi hasil akhirlah yang menentukan kekalahan atau menang,” ucapnya. Pria yang akrab disapa Levi itu juga menyoroti kepemimpinan wasit beserta jajaran VAR yang dianggap melakukan banyak kekeliruan. Menurutnya, sejumlah pelanggaran yang dilakukan pemain Argentina tidak memperoleh tindakan tegas berupa peringatan ataupun kartu dari wasit. “Tentunya kami melihat ini sangat disayangkan wasit dan seluruh jajaran VAR semuanya di mana banyak melakukan kesalahan-kesalahan atau foul yang dilakukan Argentina tidak mendapatkan peringatan atau kartu dari wasit, inilah yang sangat kami sesalkan,” ucapnya. Selain itu, ia mempertanyakan keputusan wasit yang menganulir gol Mesir. Menurutnya, jarak antara dugaan pelanggaran dengan proses terjadinya gol terlalu jauh sehingga keputusan tersebut memicu perdebatan. “Dan juga gol yang dibuat Mesir dan dianulir wasit ini sangat disayangkan, karena jaraknya terlalu jauh antara pelanggaran dan gol yang tercipta,” ungkapnya. Kontroversi itu, lanjutnya, tidak hanya menjadi perhatian dirinya, tetapi juga memicu banyak komentar dari masyarakat pecinta sepak bola. Ia menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada pertandingan mendatang. “Hal ini membuat banyak orang sudah berkomentar dan sangat menyayangkan kejadian ini, sehingga perlu dievaluasi lagi ke depannya,” harap Levi. Lebih jauh, Levi berharap FIFA dapat memberikan respons yang tegas terhadap berbagai dugaan yang berkembang. Menurutnya, badan sepak bola dunia tersebut perlu membuktikan bahwa tidak ada pengaturan pertandingan sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik. “Kami berharap FIFA bisa bertindak tegas, bisa menepis dugaan-dugaan yang muncul atau menjadi perbincangan di masyarakat dunia bahwa sudah ada permainan yang diatur oleh FIFA maupun wasit.” Ia menambahkan, transparansi dan ketegasan menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sepak bola internasional. “FIFA harus membuktikan dugaan tersebut tidak benar dan tentunya kami sebagai penggemar sepak bola berharap hal-hal seperti ini tak terjadi lagi di masa mendatang.” Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi maupun bukti yang menyatakan adanya pengaturan pertandingan oleh FIFA atau perangkat pertandingan. (*)

Braditi Moulevey Jagokan Portugal Juara Piala Dunia 2026, Optimistis Singkirkan Spanyol

JAKARTA – Gelaran Piala Dunia 2026 semakin memasuki fase krusial. Pertandingan-pertandingan babak gugur menghadirkan duel antar raksasa sepak bola dunia, termasuk laga yang paling dinanti antara Portugal menghadapi Spanyol pada babak 16 besar. Di tengah antusiasme pecinta sepak bola dunia, dukungan terhadap Portugal juga datang dari Manajer Tim Semen Padang FC sekaligus fans AC Milan atau Milanisti, Braditi Moulevey. Menurutnya, Portugal memiliki kapasitas untuk melangkah hingga partai puncak bahkan mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Braditi menilai skuad asuhan Roberto Martinez memiliki perpaduan ideal antara pengalaman dan regenerasi. Kehadiran Cristiano Ronaldo sebagai sosok pemimpin di ruang ganti berpadu dengan kualitas pemain-pemain seperti Bruno Fernandes, Rafael Leao, Vitinha, Joao Neves hingga Goncalo Ramos menjadi modal besar bagi Selecao das Quinas untuk bersaing memperebutkan gelar juara. “Saya menjagokan Portugal menjadi juara Piala Dunia 2026. Mereka memiliki kombinasi pemain senior dan pemain muda yang sangat berkualitas. Pengalaman Ronaldo tetap penting, sementara pemain-pemain muda mereka semakin matang dan mampu menjadi pembeda,” katanya, Senin (6/7/2026). Sebagai seorang Milanisti, pria yang akrab disapa Levi itu mengaku selalu mengikuti perkembangan kompetisi sepak bola Eropa. Menurutnya, karakter pemain Portugal yang banyak ditempa di liga-liga elite Eropa membuat mereka memiliki mental bertanding yang kuat ketika tampil di turnamen besar. Ia mengakui perjalanan Portugal menuju tangga juara tidak akan mudah. Namun, tim tersebut dinilai memiliki kedalaman skuad yang cukup merata sehingga mampu bersaing menghadapi siapa pun. Ujian pertama Portugal di fase gugur datang dari rival sekawasan, Spanyol. Duel bertajuk Iberian Derby itu diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Portugal melaju ke fase ini setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor 2-1 melalui pertandingan yang berlangsung dramatis. Di sisi lain, Spanyol tampil lebih meyakinkan usai mengalahkan Austria 3-0 dan bahkan belum kebobolan sepanjang turnamen hingga menjelang pertandingan ini. Meski banyak pengamat menempatkan Spanyol sebagai favorit berkat performa yang lebih konsisten, Braditi Moulevey tetap percaya Portugal mampu memberikan kejutan. “Sepak bola bukan hanya soal statistik. Portugal punya mental bertanding yang kuat. Pada pertandingan besar, pengalaman sering menjadi faktor penentu. Saya optimistis Portugal bisa melewati Spanyol dan terus melangkah hingga menjadi juara dunia,” katanya. Laga Portugal melawan Spanyol juga mempertemukan dua generasi berbeda. Di satu sisi terdapat Cristiano Ronaldo yang masih menjadi ikon sepak bola Portugal, sementara Spanyol mengandalkan generasi baru dengan permainan kolektif yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik sepanjang turnamen. Banyak pihak menilai Spanyol unggul dari sisi performa, tetapi Portugal tetap memiliki kualitas individu yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Secara historis, duel Portugal melawan Spanyol selalu berlangsung sengit. Rivalitas kedua negara di Semenanjung Iberia kerap menghadirkan pertandingan dengan tensi tinggi, baik di ajang Piala Dunia maupun kompetisi internasional lainnya. Karena itu, pertandingan kali ini diprediksi berlangsung ketat hingga menit-menit akhir. Levi berharap pertandingan berlangsung sportif dan menyajikan kualitas sepak bola terbaik. Namun, di balik harapan tersebut, ia tetap yakin Portugal akan keluar sebagai pemenang. “Kalau ditanya siapa yang akan menjadi juara Piala Dunia 2026, pilihan saya tetap Portugal. Saya percaya mereka memiliki kesempatan besar untuk mengangkat trofi apabila mampu melewati laga berat melawan Spanyol,” tuturnya. Pertandingan Portugal kontra Spanyol pada Selasa (7/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB diperkirakan menjadi salah satu laga paling menarik di babak 16 besar. Pemenang pertandingan tersebut akan menjaga asa menuju perempat final dan semakin dekat dengan impian meraih gelar juara dunia 2026. (*)

Perantau Minang-Tokoh Masyarakat Jakarta, Braditi Moulevey Buka Bersama Serta Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin

JAKARTA – Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Tokoh Masyarakat Jakarta sekaligus Perantau Minang, Braditi Moulevey, di kawasan Duren Sawit menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada warga sekitar, khususnya anak yatim dan fakir miskin. Acara yang berlangsung pada Jumat (15/3/2026) itu digelar secara sederhana di kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Meski tidak mengundang banyak tokoh, kegiatan tersebut tetap berlangsung hangat dengan kehadiran sejumlah tokoh masyarakat setempat serta unsur pemerintahan. Dalam kegiatan tersebut hadir Lurah Duren Sawit Santi Nur Rifiandini, ketua RT dan RW setempat, Ketua DPC IKM Jakarta Timur, serta pengurus DPW IKM Jakarta. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Ketua MUI Kelurahan Duren Sawit, KH Nasrullah Jamaluddin. Braditi Moulevey mengatakan, kegiatan ini memang tidak digelar secara besar-besaran karena fokus utama kegiatan adalah berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. “Kami telah melakukan buka puasa bersama dengan warga sekitar dan beberapa tokoh masyarakat yang ada di sekitar kediaman saya, di Duren Sawit dan juga dihadiri oleh Lurah Duren Sawit, Santi Nur Rifiandini dan juga RT, RW setempat, selain itu juga juga ada Ketua DPC IKM Jakarta Timur dan DPW Jakarta,” katanya, Minggu (15/3/2026). Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lebih menitikberatkan pada kepedulian sosial kepada anak-anak yatim serta warga kurang mampu di sekitar lingkungannya. “Kegiatan ini memang terbatas, kami juga tak mengundang seluruh tokoh masyarakat karena memang esensi kegiatan ini kami berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang berada di sekitar kediaman saya, kemudian memberikan santunan untuk anak-anak yatim serta warga fakir miskin di sekitar kediaman saya, yaitu berupa paket sembako dan juga kain sarung untuk lebaran,” katanya. Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan ratusan paket sembako kepada warga sekitar. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan kain sarung yang diberikan sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan sosial tersebut merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Tijarotaan Lan Taburro yang dipimpin Braditi Moulevey dengan sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan. “Alhamdulillah, kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk kebersamaan dan berbagi kebahagiaan yang kami lakukan dengan bekerjasama antara yayasan saya, Tijarotaan Lan Taburro dan beberapa pihak donatur yang telah bersedia membantu meringankan beban saudara-saudara kita ini,” katanya. Sebagai tokoh masyarakat di Jakarta Timur yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pria yang akrab disapa Levi itu berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilakukan setiap Ramadan. Ia menyebut bahwa semangat berbagi di bulan suci menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial antara masyarakat sekaligus membantu warga yang membutuhkan. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan, dimulai dari pembukaan, penyerahan santunan, hingga acara buka puasa bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah bersama warga sekitar. “Alhamdulillah berjalan lancar, dari pembukaan hingga berbuka bersama dan salat tarawih berjamaah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Melalui kegiatan ini, Braditi Moulevey berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus terjaga. Khususnya selama Ramadan 1447 Hijriah, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Braditi Moulevey: Turnamen Sepak Bola Andre Rosiade Cup I 2026 Berjalan Sukses, Pembinaan Anak Usia Dini Sangat Dibutuhkan

PADANG – Turnamen sepak bola usia dini Andre Rosiade Cup I 2026 resmi ditutup pada Minggu (1/2/2026), setelah dilaksanakan selama tiga hari dari Jumat (30/1/2026) dengan menghadirkan ratusan talenta muda dari berbagai penjuru Sumatera Barat (Sumbar). Lebih dari sekadar turnamen, ajang ini menjadi ruang pembuktian awal bagi bibit-bibit muda sepak bola untuk memasuki jalur pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kompetisi yang berlangsung sejak 30 Januari 2026 tersebut mempertandingkan Kelompok Usia (KU) 10 dan KU 12, dengan total 180 tim ambil bagian. Pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim Padang, serta beberapa stadion pendukung di berbagai daerah di Sumbar, menciptakan atmosfer kompetitif yang merata dan intens. Penutupan Andre Rosiade Cup I sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian pertandingan yang sejak awal dirancang tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, fair play, dan keselamatan pemain. Catatan panitia menunjukkan turnamen ini melahirkan juara dari masing-masing kelompok usia, penghargaan individu, hingga tim dengan perilaku paling sportif. Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Padang, Mastilizal Aye mengatakan, pelaksanaan Andre Rosiade Cup I berjalan lancar serta menghadirkan kualitas persaingan yang sehat. Ia melihat turnamen ini sebagai fondasi awal bagi masa depan sepak bola daerah. “Semoga anak-anak yang tampil di turnamen ini bisa menjadi cikal bakal pemain Semen Padang FC dan juga Tim Nasional Indonesia ke depannya,” ujarnya. Sorotan khusus datang dari Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, yang menilai Andre Rosiade Cup I bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memetakan potensi pesepak bola usia dini. Menurutnya, kompetisi yang terstruktur menjadi jembatan awal menuju jenjang pembinaan berikutnya. “Ini adalah ajang pembuktian bagi bibit sepak bola usia muda untuk menuju jenjang selanjutnya. Dari sini bisa terlihat potensi yang memang layak untuk terus dibina,” katanya. Pria yang akrab disapa Levi itu mengatakan, pembinaan usia dini membutuhkan ruang kompetisi yang konsisten agar potensi pemain tidak terputus di tengah jalan. Ia menilai turnamen seperti Andre Rosiade Cup mampu menjadi wadah seleksi alami, sekaligus sarana pembelajaran mental bertanding bagi anak-anak. Selain memperebutkan gelar juara, Andre Rosiade Cup I juga memberikan penghargaan individu sebagai bentuk apresiasi atas performa pemain muda di lapangan. Penghargaan tersebut mencakup top skor, pemain terbaik, kiper terbaik, hingga tim fair play dari masing-masing kelompok usia. Antusiasme tinggi dari peserta serta dukungan berbagai pihak mendorong panitia memastikan keberlanjutan turnamen ini. Levi, perwakilan panitia, menyebutkan bahwa Andre Rosiade Cup tidak berhenti pada edisi pertama. “Andre Rosiade Cup 2 direncanakan akan digelar di empat daerah, yakni Solok, Padang, Pasaman dan Bukittinggi,” katanya. Rencana perluasan wilayah pelaksanaan tersebut diharapkan memperluas jangkauan pembinaan, sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk tampil dan berkembang. “Turnamen ini diharapkan menjadi awal dari sistem pembinaan berkelanjutan yang mampu melahirkan pemain-pemain potensial bagi sepak bola Sumatera Barat dan nasional,” katanya. Berikut Daftar Pemenang Andre Rosiade Cup I 2026 Kelompok Usia 10 (KU 10) Juara I: Griya Elok Juara II: Imam Bonjol Padang Juara III: Mandala Juara IV: IFA Indarung Penghargaan Individu dan Tim: Top Skorer: Dayrizal El Arif (Griya Elok) Kiper Terbaik: Sahari Paja Cuellar (IFA Indarung) Pemain Terbaik: Dafa Dhiya Ulhaq (Imam Bonjol Padang) Tim Fair Play: Predator Kelompok Usia 12 (KU 12) Juara: Juara I: Padang Peduli Juara II: Victori Payakumbuh Juara III: Griya Elok Juara IV: PHTB Penghargaan Individu dan Tim: Top Skorer: Iqbal Mascerano (Padang Peduli) Kiper Terbaik: Zafran Mahdi (Victori Payakumbuh) Pemain Terbaik: Hazad Radia (Victori Payakumbuh) Tim Fair Play: SD Pertiwi 2 (*)

Perantau Minang Apresiasi Ketegasan Andre Rosiade dan Kapolda Sumbar Berantas Tambang Liar

PADANG – Perhatian serius terhadap persoalan tambang ilegal di Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya datang dari pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga dari kalangan perantau Minang. Perantau Minang, Braditi Moulevey Rajo Mudo menyuarakan apresiasi sekaligus harapan agar upaya penindakan tambang ilegal dilakukan secara konsisten demi menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan kampung halaman. Braditi Moulevey Rajo Mudo menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade yang dinilai aktif mendorong aparat kepolisian, khususnya Kapolda Sumbar untuk segera mengusut dan menyelidiki praktik tambang ilegal yang selama ini merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Apresiasi juga disampaikan kepada Polda Sumbar yang dinilai sigap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas tambang liar. “Perantau Minang mengapresiasi Andre Rosiade yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Sumbar-1 yang mendorong Kapolda segera mengusut dan menyelidiki persoalan tambang ilegal dan tentunya kita juga mengapresiasi Polda Sumbar untuk langsung menindaklanjuti dan juga laporan dari masyarakat,” katanya, Selasa (20/1/2026). Bagi kalangan perantau, persoalan tambang ilegal bukan sekadar isu penegakan hukum, tetapi juga menyangkut keberlangsungan alam Minangkabau yang dikenal rawan bencana. Pria yang akrab disapa Levi itu menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat di kampung halaman untuk menjaga lingkungan sebagai benteng utama dari berbagai potensi bencana. “Untuk menyikapi ini, kami Perantau Minang berharap pada seluruh warga di kampung halaman untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan, karena bencana merupakan suatu hal yang tak bisa kita hindari, sehingga terjadi kerusakan alam,” ujar Levi. Menurutnya, Perantau Minang pada prinsipnya mendukung program pemerintah yang membuka ruang bagi aktivitas tambang rakyat. Namun, dukungan tersebut harus sejalan dengan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dan prinsip keberlanjutan lingkungan. “Kita mendukung program pemerintah yang mendorong adanya tambang rakyat, tapi tentunya harus mengikuti aturan yang berlaku,” katanya. Ia mengingatkan, kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal akan berdampak besar terhadap kondisi alam Sumbar yang dikenal rawan bencana. Aktivitas pertambangan tanpa pengawasan berpotensi memperparah risiko banjir bandang, longsor dan bencana lainnya. “Kemudian, jangan sampai dampaknya merusak lingkungan yang tentunya akan menganggu kondisi alam, karena daerah kita rawan bencana, kerusakan itu akan sangat berdampak terhadap bencana-bencana yang akan muncul di daerah,” katanya. Catatan kritis ini, menurut Moulevey, harus menjadi pengingat bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan tidak abai terhadap dampak jangka panjang dari kerusakan alam. “Tentunya, ini menjadi catatan kita semua bahwa seharusnya masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, terhadap kerusakan alam tentu harus kita hindari,” katanya. Dalam konteks penegakan hukum, Perantau Minang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran aparat kepolisian, mulai dari Mabes Polri hingga Polda Sumbar, yang dinilai menunjukkan komitmen dalam menindaklanjuti kasus tambang ilegal. “Tentunya, itulah hal-hal yang menjadi catatan kita semua, kita sangat mengapresiasi seluruh aparat kepolisian, aparat penegak hukum mulai dari Mabes Polri, Polda Sumbar dan seluruh jajarannya untuk bisa menindaklanjuti dan tentu bisa mengungkap dan menyelidiki persoalan kasus tambang ilegal ini,” ucapnya. Lebih jauh, Levi berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas dan menyeluruh, termasuk terhadap oknum aparat yang diduga membekingi tambang ilegal demi keuntungan pribadi. “Kami berharap polisi bisa bertindak tegas terhadap oknum-oknum aparat yang membekingi tambang-tambang liar ini dan mendapatkan keuntungan dari sana,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Sejalan dengan suara perantau, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan bahwa penertiban tambang ilegal di Sumbar tidak dimaksudkan untuk mematikan mata pencaharian masyarakat. Penertiban tersebut justru bertujuan mengakhiri praktik perampasan sumber daya oleh pemodal besar sekaligus memulihkan lingkungan hidup. Hal tersebut disampaikan Andre saat berkunjung ke Kabupaten Pasaman bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Gatot Tri Suryanta serta jajaran pemerintah daerah. Menurut Andre, langkah tegas ini merupakan bagian dari transisi menuju tata kelola pertambangan yang legal, adil, dan berpihak pada masyarakat lokal. “Penertiban ini bukan mematikan hak masyarakat, tetapi memastikan yang menikmati sumber daya adalah masyarakat asli, bukan cukong. Lingkungan juga harus dijaga,” tegas Andre di hadapan warga saat menjenguk nenek Saudah (68), korban penganiayaan dari oknum penambang liar di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Minggu (18/1/2026) lalu. Andre menjelaskan, selama ini aktivitas tambang ilegal lebih banyak menguntungkan pemodal besar, sementara masyarakat kecil justru menanggung dampak kerusakan lingkungan dan masalah sosial. Pasca penertiban, perubahan positif mulai dirasakan oleh warga, mulai dari kondisi air sungai yang berangsur jernih hingga berkurangnya antrean panjang BBM subsidi di SPBU yang sebelumnya diduga digunakan untuk operasional alat berat tambang ilegal. “Ini bukti bahwa tambang liar bukan menyejahterakan rakyat, justru merampas hak masyarakat dan merusak lingkungan,” kata Andre. Sebagai solusi jangka panjang, Andre Rosiade menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar masyarakat dapat menambang secara legal dan berkelanjutan. Ia memaparkan tahapan administratif yang tengah berjalan hingga penerbitan IPR oleh Gubernur Sumbar. Melalui skema tersebut, koperasi masyarakat dapat mengelola hingga 10 hektare lahan tambang, sementara perseorangan memperoleh izin maksimal 5 hektare. Andre menegaskan, skema ini dirancang agar manfaat pertambangan benar-benar dirasakan masyarakat lokal. “Dengan IPR, masyarakat Pasaman dan daerah lain bisa menambang emas secara legal. Yang untung rakyat, bukan cukong, bukan pemodal, apalagi orang luar,” katanya. Sementara itu, Kapolda Sumbar, Irjen Gatot Tri Suryanta menegaskan komitmen kepolisian untuk menindak tegas pelaku kekerasan di kawasan tambang serta memastikan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di provinsi tersebut. (*)

Rekam Jejak Braditi Moulevey di HIPMI Padang jadi Inspirasi Pengusaha Muda

PADANG – Pengusaha muda asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Braditi Moulevey kembali mencuri perhatian lewat kiprahnya yang konsisten membangun kolaborasi lintas sektor. Dalam berbagai kesempatan, termasuk saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang periode 2025-2028, Moulevey tampil sebagai figur yang mendorong sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Pelantikan BPC HIPMI Kota Padang yang digelar di Grand Basko Hotel, Senin (10/11/2025), dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan sejumlah tokoh penting, termasuk pengusaha kondang dari Ranah Minang, Basrizal Koto (Basko). Di bawah kepemimpinan Wendoky Putra Basko, HIPMI Padang mengusung semangat baru dengan tema “HIPMI Padang Bergerak: Tumbuh dan Maju Bersama untuk Kejayaan Kota Padang.” Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi Braditi Moulevey, eks Ketua BPC HIPMI Kota Padang pertama periode 2009-2012, yang kini dikenal luas sebagai pengusaha sekaligus tokoh muda Minang dengan jejaring nasional. Ia menilai kehadiran HIPMI bukan sekadar wadah organisasi, melainkan sarana strategis untuk memperkuat ekosistem usaha lokal. “HIPMI Padang harus menjadi rumah bagi para pengusaha muda, tempat bertukar gagasan dan mengembangkan potensi ekonomi daerah secara kreatif dan berintegritas,” katanya. Keterlibatan pria yang akrab disapa Levi itu dalam dunia kewirausahaan tak lepas dari rekam jejak panjangnya di berbagai organisasi. Selain aktif di HIPMI, ia kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (Sekjen DPP IKM) yang berperan menjembatani kolaborasi antara para perantau Minang di Ranah dan Rantau. Kedekatannya dengan Wali Kota Padang, Fadly Amran juga menjadi salah satu titik kuat dalam kiprahnya. Pertemuan di pelantikan Ketua BPC HIPMI Padang periode 2025-2028 kembali mempertegas kedalaman hubungan persahabatan yang telah terjalin lama sejak masa muda. Dalam suasana santai, Braditi Moulevey memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk arah pembangunan Kota Padang, termasuk pengembangan sektor usaha dan investasi. “Masukan dari Bang Levi (sapaan akrab Braditi Moulevey) sangat berharga. Ia memahami betul karakter Kota Padang dan memiliki wawasan nasional yang bisa memperkaya kebijakan daerah,” kata Fadly Amran. Kolaborasi ide antara keduanya diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi Padang. Data Pemerintah Kota (Pemko) Padang mencatat, peningkatan signifikan pada jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan, dari 2.600 pada tahun 2023 menjadi lebih dari 10 ribu pada tahun 2024. Tren positif ini juga diiringi lonjakan jumlah usaha bersertifikat halal hingga delapan kali lipat. Sebagai pengusaha yang juga memahami aspek kebijakan publik, Levi menilai pertumbuhan tersebut perlu dibarengi dengan dukungan kebijakan yang mempermudah akses permodalan, pendampingan, dan sertifikasi bagi pelaku usaha baru. “Kota Padang memiliki potensi besar di sektor kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Jika digarap dengan kolaborasi yang solid, ini bisa menjadi lokomotif ekonomi baru bagi Sumatera Barat,” katanya. Suasana akrab dalam pertemuan itu menggambarkan kultur khas para pengusaha muda yang menjunjung nilai kebersamaan dan kolaborasi tanpa batas politik. Bagi Braditi Moulevey, silaturahmi semacam ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan dan memperluas peluang usaha bersama. Ia menilai, ke depan, HIPMI Padang harus mampu berperan sebagai inkubator kewirausahaan yang membina pengusaha muda agar mampu bersaing secara nasional. “Kita perlu memastikan HIPMI menjadi wadah yang melahirkan generasi pengusaha tangguh. Sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci,” katanya. Ia terus menegaskan komitmennya untuk menjadikan Padang sebagai kota yang ramah investasi dan produktif secara ekonomi. “Bagi saya, membangun Padang bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab moral para pengusaha muda. Karena lewat usaha dan kerja sama, kita bisa membawa perubahan nyata,” imbuhnya. (*)

Braditi Moulevey Sebut Manajemen Baru Semen Padang FC Siap Berbenah Total, Fokus Bangkit dari Zona Degradasi

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey menegaskan bahwa klub kebanggaan masyarakat Minang itu akan menjalani evaluasi besar-besaran di bawah kepemimpinan manajemen baru. Langkah ini diambil setelah rapat perdana bersama jajaran direksi dan penasihat klub untuk membenahi seluruh aspek manajemen yang dinilai masih lemah, terutama dalam hal pendanaan. “Kami sudah melakukan rapat perdana dengan jajaran direksi yang baru dan penasihat. Kami akan melakukan evaluasi besar-besaran untuk merombak sistem manajemen agar lebih baik. Saat ini, manajemen memang masih mengalami kesulitan dalam hal pendanaan klub, dan sementara akan tetap dibantu oleh Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade,” ujar Moulevey, Jumat (24/10/2025). Sebagai komisaris, kata Moulevey, tugas utamanya adalah mengawasi serta memberi masukan kepada direksi agar klub semakin profesional dan modern dalam pengelolaan. Tidak hanya memantau dari jauh, Braditi Moulevey memastikan dirinya akan hadir langsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, pada Minggu (26/10/2025) untuk memberikan dukungan moril saat Semen Padang FC bertandang melawan Malut United dalam lanjutan BRI Super League musim kompetisi 2025-2026. “Kami sudah berkomunikasi dengan Pelatih Kepala Dejan Antonic melalui sambungan seluler. Kami meyakinkan beliau agar tim bisa tampil maksimal dan meraih poin di Malut,” ujarnya. Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada suporter, pendukung, dan perantau Minang di seluruh Indonesia agar terus memberikan dukungan positif kepada tim, bukan caci maki. “Menang atau kalah, Semen Padang FC tetaplah kebanggaan orang Minang. Hentikan mencaci pemain dan ofisial yang sudah berjuang. Mereka pun tidak ingin kalah. Sekarang waktunya kita bersatu memberi semangat,” katanya. Pria yang akrab disapa Levi itu mengimbau seluruh pendukung agar memberikan kesempatan kepada manajemen baru untuk membuktikan kinerjanya. Menurutnya, perubahan besar butuh waktu, kerja sama dan dukungan penuh dari seluruh pihak. “Manajemen lama sudah berakhir, sekarang mari kita dukung manajemen yang baru ini untuk berbuat. Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat lanjutan dengan seluruh jajaran klub di Padang untuk melakukan evaluasi total,” ungkapnya. Ia menegaskan pembenahan akan menyentuh seluruh lini, mulai dari merchandise, marketing hingga pembinaan internal. “Semua akan kami benahi. Kami minta direksi yang baru untuk bergerak cepat. Ini memang tidak mudah, tapi jika dilakukan bersama, semuanya akan jadi ringan,” katanya. Bangkit dari Keterpurukan Saat ini, Semen Padang FC masih berada di posisi juru kunci klasemen sementara BRI Super League 2025–2026, dengan catatan tujuh kekalahan, satu kemenangan, dan satu hasil seri. Kekalahan terakhir di kandang sendiri dari Bhayangkara FC dengan skor tipis 0–1 menjadi alarm keras bagi manajemen baru. Braditi menyebut bahwa faktor mental menjadi persoalan utama tim. “Teknisnya kita tidak kalah dari klub lain, tapi masalahnya adalah mental. Kami yakin dengan pelatih baru Dejan Antonic dan para pemain bisa bangkit. Kami optimis meraih tiga poin melawan Malut United,” ujarnya. Pertandingan Malut United FC vs Semen Padang FC akan digelar pada Minggu (26/10/2025) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Laga ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan moral dan kepercayaan diri tim. Dengan dukungan penuh dari manajemen baru, doa masyarakat Minang, dan komitmen pelatih serta pemain, Kabau Sirah menargetkan kebangkitan nyata dari keterpurukan. “Perjalanan masih panjang. Kami yakin Semen Padang bisa bangkit jika semua pihak bersatu,” kata Levi. Dejan Antonic Siap Ubah Mental Tim Sementara itu, Pelatih Kepala Semen Padang FC Dejan Antonic sudah bisa mendampingi tim secara penuh setelah persoalan administrasinya tuntas. Sebelumnya, ia absen dari bench saat melawan Bhayangkara FC dan posisinya digantikan oleh Asisten Pelatih, FX Yanuar. Menjelang laga tandang ke Maluku Utara, Dejan menegaskan pentingnya disiplin dan kerja keras di latihan. “Karakter saya, semua harus kerja keras dan disiplin. Saya ingin Semen Padang berubah dan siap menerima hasil di lapangan dengan kepala tegak,” kata Dejan. Ia juga berencana berbicara dari hati ke hati dengan para pemain untuk memahami kendala yang mereka hadapi di lapangan. “Saya akan tanya ke pemain apa yang mereka rasakan, apa yang sulit. Saya bisa jadi teman, bisa juga jadi ayah bagi mereka,” ujarnya. Rekam jejak Dejan di sepak bola Indonesia cukup menjanjikan. Ia pernah menyelamatkan tim-tim seperti Borneo FC, Pelita Bandung Raya, dan Arema FC dari zona degradasi, sebuah pengalaman yang diharapkan bisa menular ke Kabau Sirah. (*)

Pengamat Sebut Tokoh Muda Perantau Minang, Braditi Moulevey Layak Mewakili Generasi Baru Padang

PADANG – Pengamat Politik dari Liberte Institute, Indrayadi, menilai Braditi Moulevey Rajo Mudo sebagai sosok muda yang memiliki karakter kepemimpinan kuat dan kedekatan nyata dengan masyarakat, baik di ranah maupun di rantau. Menurut Indrayadi, kepedulian Braditi Moulevey terhadap masyarakat sudah terbukti melalui aktivitas sosialnya, bukan sekadar muncul menjelang momentum politik. “Bang Levi (sapaan akrab Braditi Moulevey, red) bukan hanya aktif di organisasi, tapi juga turun langsung ke masyarakat. Ia hadir dalam berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan di Padang maupun Sumbar. Itu menunjukkan kepedulian yang konsisten,” katanya, Rabu (22/10/2025). Sebagai Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Braditi Moulevey dinilai berperan penting menjembatani hubungan antara perantau Minang dan masyarakat di kampung halaman. “Ia aktif menjalin kolaborasi lintas daerah dan membangun komunikasi antara ranah dan rantau. Ini hal yang penting, karena Padang butuh figur yang bisa menyatukan banyak kalangan,” kata Indrayadi. Di tengah perubahan dinamika politik, katanya, kemunculan figur muda seperti Braditi Moulevey menjadi warna baru. “Ia termasuk kelompok muda dengan semangat besar. Jaringannya terbukti luas, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ia punya modal sosial yang kuat dan kedekatan emosional dengan masyarakat,” ujarnya. Braditi Moulevey dikenal luas di kalangan perantau Minang. Dirinya bertumbuh sejak kecil di Jati serta Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dua kawasan tempat keluarga besar ayah dan ibunya dibesarkan. Dirinya telah lama aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk program peningkatan ekonomi, pelatihan keterampilan dan pelestarian kebudayaan. Menurut Indrayadi, akar sosial yang kuat menjadi modal penting bagi siapa pun yang ingin mengemban tanggung jawab publik. “Kota Padang membutuhkan figur yang tidak hanya memahami pemerintahan, tapi juga memahami masyarakatnya. Braditi memiliki karakter itu. Dia komunikatif, terbuka dan bisa diterima lintas kelompok,” katanya. Dapat Apresiasi dari Sejumlah Tokoh Nama Braditi Moulevey mulai ramai dibicarakan setelah beberapa kali mendampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade dalam sejumlah agenda di Sumbar beberapa waktu lalu. Dalam sebuah video yang diunggah ke akun TikTok pengacara Mukti Ali Kusmayadi Putra atau Boy London, Andre sempat menyebut Braditi sebagai sosok muda yang disiapkan untuk menjadi Wali Kota Padang di masa depan. “Saya bersama pengacara kondang asal Sumbar, Bang Boy London, kemudian ada Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan calon penggantinya, Braditi Moulevey Rajo Mudo,” ucap Andre dalam video tersebut. Pernyataan spontan itu memicu diskusi publik, namun Indrayadi menilai, hal tersebut sebaiknya dipahami sebagai bentuk kepercayaan dan dorongan moral, bukan deklarasi politik. “Dukungan seperti itu menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas seseorang, tapi proses politik tetap panjang. Politik bukan soal klaim, melainkan tentang kerja nyata dan konsistensi,” katanya. Indrayadi juga menilai, peta persaingan di Pilkada Padang mendatang akan lebih terbuka. “Berdasarkan pengalaman, posisi petahana atau wakil biasanya punya peluang kemenangan yang terbatas. Artinya, kompetisi akan dimulai dari titik nol, dan semua punya kesempatan yang sama,” katanya. Selain dari kalangan pengamat dan wakil rakyat, tokoh lokal juga memberi pandangan positif terhadap Braditi Moulevey. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dalam satu kesempatan menyebut bahwa sosok Braditi memiliki pembawaan dan karakter yang cocok untuk memimpin. “Pembawaannya memang pas sih, kita doakan saja Pak Sekjen,” ujar Jon Firman Pandu saat mendampingi Andre Rosiade dalam agenda kunjungan beberapa waktu lalu. Pernyataan itu, meski bukan bentuk dukungan politik formal, menunjukkan bahwa figur Braditi Moulevey mulai mendapat perhatian di kalangan kepala daerah dan tokoh publik. Ia dinilai mampu membawa semangat baru dalam gaya kepemimpinan yang lebih komunikatif dan kolaboratif. Kepedulian dan empati Braditi terhadap masyarakat juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kota Padang, Verry Mulyadi yang kini menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar. Menurut Verry, Braditi Moulevey termasuk sedikit dari generasi muda yang masih menunjukkan perhatian besar terhadap masyarakat, baik di ranah maupun di rantau. “Tidak banyak anak muda sekarang yang peduli terhadap daerah dan masyarakatnya, apalagi yang berada di rantau. Sosok Braditi Moulevey adalah salah satunya yang telah berbuat nyata di perantauan,” ujar Verry beberapa waktu lalu. Verry menjelaskan, kepedulian itu terlihat dari kiprah Braditi di Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) yang diketuai Andre Rosiade. Salah satu program yang ia gagas adalah bus mudik gratis bagi masyarakat Minang, yang memudahkan ribuan perantau pulang ke kampung halaman setiap tahun. Selain aktif di organisasi sosial, Ketua DPC Gerindra Padang itu menilai Moulevey juga dikenal memiliki perhatian terhadap dunia olahraga. Buktinya, saat ini Braditi Moulevey dipercaya sebagai Komisaris PT Kabau Sirah Semen Padang, perusahaan yang menaungi klub legendaris Semen Padang FC. “Kepercayaan itu menunjukkan kemampuan dan komitmen Braditi dalam membangun institusi yang ia emban. Ia punya kemampuan manajerial dan semangat menghidupkan kembali kejayaan Semen Padang FC,” ucapnya. Menurutnya, berbagai amanah yang diberikan masyarakat dan organisasi menjadi bukti bahwa Braditi memiliki integritas serta kemampuan memimpin di berbagai bidang. “Saya percaya, dengan semangat dan kerja kerasnya, ia bisa terus berkontribusi besar untuk daerah,” katanya. Lantas, apa tanggapan dari Braditi Moulevey? Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Braditi Moulevey menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para tokoh dan pengamat yang telah memberikan pandangan positif terhadap dirinya. “Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan, doa, dan pandangan baik dari banyak pihak, termasuk Pak Andre Rosiade, Pak Jon Firman Pandu, dan Pak Verry Mulyadi, termasuk dari pengamat politik, Pak Indrayadi. Semua itu saya anggap sebagai bentuk motivasi agar saya terus berbuat lebih baik bagi masyarakat,” kata Levi. Ia menegaskan, dirinya saat ini masih fokus pada kegiatan sosial dan organisasi, bukan pada agenda politik. “Saya percaya, penghargaan terbesar datang bukan dari jabatan, tapi dari manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain. Selama masih bisa berbuat untuk masyarakat, itu yang akan saya lakukan,” katanya. Dirinya juga menyebut bahwa politik adalah perjalanan panjang yang harus dilalui dengan kerja nyata, bukan sekadar wacana. “Bagi saya, semua proses harus dijalani dengan kesabaran dan niat baik. Jika nanti ada jalan ke arah itu, biarlah masyarakat yang menilai dan waktu yang menjawab,” tuturnya. (*)

Sekjen DPP IKM, Braditi Moulevey Ditunjuk jadi Komisaris Semen Padang FC, Ini yang akan Dilakukan

PADANG – Struktur manajemen PT Kabau Sirah Semen Padang resmi mengalami perombakan menyusul keputusan sirkuler para pemegang saham yang ditetapkan pada 3 Oktober 2025. Dalam keputusan tersebut, nama Braditi Moulevey resmi masuk dalam jajaran Komisaris perusahaan hingga Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2030. Perusahaan ini merupakan badan pengelola Semen Padang FC, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Masuknya pria yang akrab disapa Levi itu dalam jajaran Komisaris menjadi sorotan, mengingat perannya yang selama ini cukup aktif dalam berbagai kegiatan dan inisiatif olahraga di daerah. Braditi Moulevey menyambut penunjukan ini dengan sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa jabatan Komisaris bukanlah ruang untuk menonjolkan diri, melainkan amanah untuk bekerja bersama. “Saya hanya ingin ikut berkontribusi sebisanya. Klub ini milik banyak orang, milik masyarakat Sumatera Barat. Peran saya kecil, tapi saya berharap bisa bermanfaat,” katanya, Jumat (17/10/2025). Ia juga menambahkan bahwa membangkitkan kembali kejayaan Semen Padang FC tidak bisa dilakukan secara individual. “Diperlukan semangat kebersamaan dari berbagai pihak, baik manajemen, pemain, suporter, maupun masyarakat luas agar klub bisa kembali disegani,” katanya. “Yang penting kita jaga semangat kebersamaan. Tidak ada satu orang pun yang bisa membangun klub ini sendirian. Semuanya harus bergerak bersama,” sambung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. Lebih jauh, Levi menegaskan bahwa Semen Padang FC bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan Ranah Minang. “Semen Padang FC itu merupakan klub kebanggaan Ranah Minang. Seluruh masyarakat Ranah Minang, di manapun mereka berada, sangat menunggu-nunggu kebangkitan dan mencintai klub ini,” katanya. Selain soal kebanggaan, ia juga menyampaikan harapannya terhadap arah klub ke depan. Dirinya optimis bahwa dengan komposisi manajemen dan pelatih baru, Semen Padang FC mampu tampil lebih kompetitif di level tertinggi sepak bola nasional. “Kita tentu berharap dengan manajemen yang semakin solid dan pelatih baru, Semen Padang FC bisa terus bertarung dan memberikan yang terbaik di Liga 1. Harapan kita semua sama, yakni melihat Kabau Sirah kembali disegani,” ujarnya. Braditi Moulevey juga menekankan pentingnya dukungan seluruh masyarakat Minang, baik yang berada di Ranah maupun di Rantau. Dukungan moril, semangat, serta rasa memiliki dari masyarakat diyakini dapat menjadi energi besar bagi klub untuk terus berkembang. “Semen Padang FC tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan orang Minang di manapun berada sangat berarti. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tapi tentang harga diri dan kebanggaan kita bersama,” ujarnya dengan tegas. Langkah restrukturisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pengelolaan klub secara lebih profesional dan terbuka. Dalam struktur baru, Braditi Moulevey akan berperan mengawasi arah kebijakan perusahaan agar sejalan dengan visi jangka panjang pengembangan klub menjadi klub sepak bola yang profesional. Selain Braditi Moulevey, jajaran Komisaris dan Direksi PT Kabau Sirah Semen Padang kini terdiri dari Ilham Aldelano Azre sebagai Komisaris Utama, Erick Reza Alandri sebagai Komisaris, Hermawan Ardiyanto sebagai Direktur Utama, dan Akhmayanda Nasution sebagai Direktur Operasional. (*)

Andre Rosiade Sebut Braditi Moulevey sebagai Calon Pengganti Fadly Amran Pimpin Padang

PADANG – Braditi Moulevey Rajo Mudo, sosok perantau Minang sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), kini tengah menjadi pembicaraan publik di Sumatera Barat (Sumbar). Namanya mulai disebut-sebut dalam sejumlah perbincangan di media sosial sebagai salah satu tokoh muda yang berpotensi maju dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Padang periode 2030-2035. Isyarat tersebut mencuat setelah ia beberapa kali tampak mendampingi Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, dalam berbagai agenda kunjungan kerja di Sumbar. Dalam salah satu video yang diunggah ke akun TikTok milik pengacara kondang asal Sumbar, Mukti Ali Kusmayadi Ali Putra atau yang akrab disapa Boy London, Andre sempat melontarkan pernyataan terbuka. Ia menyebut nama Braditi Moulevey sebagai sosok yang disiapkan untuk menjadi Wali Kota Padang pengganti Fadly Amran di masa mendatang. “Saya bersama pengacara kondang asal Sumbar, Hotman Paris-nya Sumbar, bang Boy London, kemudian ada Wali Kota Padang, Fadly Amran dan calon penggantinya, Braditi Moulevey Rajo Mudo,” ujar Andre Rosiade dalam video tersebut. Pernyataan spontan Andre Rosiade itu sontak menyita perhatian warganet. Meski Pilkada 2030 masih cukup lama, sejumlah komentar mulai bermunculan, baik yang bersifat dukungan maupun sekadar menilai sosok Braditi sebagai tokoh muda yang potensial. Sejatinya, Braditi Moulevey Rajo Mudo bukan nama asing di kalangan perantau Minang. Lahir dan besar di Padang, ia dikenal sebagai figur yang aktif di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan. Kiprahnya di dunia perantauan telah lama ia ukir, terutama melalui posisinya sebagai Sekjen DPP IKM, organisasi besar yang menaungi para perantau Minang di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Dalam kapasitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Levi itu kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pembangunan, dan kolaborasi lintas daerah. Ia juga dikenal aktif menjembatani komunikasi antara perantau dan ranah Minang, terutama dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas jejaring kolaborasi bagi pembangunan daerah asal. Braditi Moulevey juga beberapa kali ikut terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat di kampung halaman. Fokusnya tak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan generasi muda. Rekam jejaknya sebagai tokoh muda perantau memberi kesan bahwa ia memiliki kedekatan emosional dan kepedulian terhadap kota kelahirannya. Dinilai Punya Karakter Pemimpin Tak hanya Andre Rosiade, sejumlah tokoh lokal juga memberi pandangan serupa. Jon Firman Pandu, Bupati Solok, dalam satu kesempatan turut memberikan pandangan bahwa sosok Braditi memang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. “Pembawaannya memang pas sih, kita doakan yah Pak Sekjen,” ujar Jon Firman Pandu saat mendampingi Andre dalam salah satu agenda kunjungan beberapa waktu lalu. Penilaian seperti ini, meski bukan bentuk dukungan politik formal, menunjukkan bahwa Braditi Moulevey mulai dilihat sebagai figur muda yang punya peluang untuk tampil dalam panggung politik lokal. Namun, baik Andre maupun Jon menegaskan bahwa semua proses politik masih panjang dan membutuhkan perjalanan serta kerja nyata, bukan sekadar wacana. Selain aktif di organisasi masyarakat, Braditi Moulevey juga dikenal sebagai kader Partai Gerindra, partai besutan Presiden Prabowo Subianto. Ia telah lama berkiprah di lingkungan politik nasional, terutama melalui jejaring partai dan komunitas perantau. Keterlibatannya di Gerindra membentuk pengalaman politik yang cukup matang bagi seorang kader muda. Ia juga dikenal sebagai sosok yang mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi lintas sektor dalam membangun jejaring. Dalam beberapa kesempatan, Braditi Moulevey juga dipercaya untuk mendampingi tokoh-tokoh nasional dalam agenda politik maupun kunjungan kerja ke Sumbar. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Braditi Moulevey terkait rencana pencalonan dirinya. Dirinya mengaku masih fokus pada aktivitas sosial dan organisasi. Isyarat dari berbagai tokoh lebih banyak dipandang publik sebagai bentuk kepercayaan dan dorongan moral agar anak muda Minang tampil dalam kepemimpinan masa depan. Jalan Panjang Perbincangan mengenai figur potensial seperti Braditi Moulevey menggambarkan dinamika politik yang mulai bergerak jauh sebelum masa Pilkada tiba. Kota Padang sebagai salah satu daerah strategis di Sumbar memang kerap melahirkan tokoh muda potensial dari kalangan perantau maupun lokal. Dengan latar belakang sosial yang kuat, jaringan perantau yang luas, dan pengalaman organisasi, Braditi dianggap memiliki bekal awal yang cukup jika kelak benar-benar terjun ke kancah politik lokal. Namun, jalan menuju pencalonan masih panjang dan penuh tahapan. Selain dukungan politik partai, faktor konsolidasi masyarakat dan rekam jejak pengabdian di lapangan akan menjadi penentu penting. Bagi sebagian masyarakat, kemunculan figur muda seperti Braditi memberi warna baru dalam peta politik Padang ke depan. Meski demikian, publik juga masih akan menilai melalui kinerja, rekam jejak serta kontribusinya terhadap kemajuan daerah, bukan sekadar melalui pernyataan atau dukungan simbolis. (*)