Braditi Moulevey di Padang TV

Moulevey Padang TV

Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) Padang, Braditi Moulevey memaparkan sejumlah program kerjanya dalam memimpin Ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu jika dipercaya oleh rakyat. Terbaru, Braditi Moulevey tampil sebagai bakal calon perdana di program Alek Demokrasi yang disiarkan oleh stasiun televisi swasta, Padang TV yang dipandu oleh Oktafril Febriansyah pada Rabu (12/6/2024) malam. Program Alek Demokrasi yang disiarkan Padang TV bekerjasama dengan Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) mengangkat tema ‘Tantangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial Kota Padang’. Dalam pemaparannya, Braditi Moulevey mengatakan, dirinya sudah mewakafkan diri untuk kembali ke Kota Padang untuk mengabdi di kampung halamannya tersebut. Sebagai Ibukota Sumbar, Kota Padang merupakan pintu masuk ekonomi, pariwisata dan sosial lainnya harus tumbuh. Pasca Covid-19, seperti stagnan, pertumbuhan ekonomi tidak tumbuh dengan baik, bagaimana komunikasi pimpinan daerah dengan masyarakat sepertinya ada hambatan. Dengan jaringan yang saya punya, khususnya Presiden Indonesia yang terpilih adalah Prabowo Subianto tentu memudahkan kita untuk berkomunikasi ataupun meminta bantuan agar Kota Padang ini menjadi lebih baik lagi,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu. Braditi Moulevey mengatakan, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kurang dari Rp1 triliun, membuat Kota Padang membutuhkan bantuan sumber lain dari APBN, investasi luar atau pihak ketiga. “Itu adalah opsi-opsi yang kita pilih. Tentunya kebijakan saya sebagai Wali Kota, in shaa Allah jika dipilih oleh partai, tentu kita membawa konsep bagaimana semua pihak, baik antara masyarakat, generasi muda, kelompok disabilitas, lansia itu semua mendapatkan kesempatan yang sama,” kata pria yang juga Wasekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. Dengan melibatkan semua pihak, katanya, bisa meningkatkan ekonomi dan program yang diusung bisa berjalan dengan baik. “Saya dulu pernah jadi Ketua HIPMI Kota Padang dan saat ini sebagai pengurus di HIPMI Pusat, artinya apa? Kami sebagai pengusaha tentu melihat peluang, peluang investasi di Padang ini sangat banyak dan terbuka lebar,” katanya. “Saya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan teman pengusaha, mereka sebenarnya berminat berinvestasi di Kota Padang, namun leadership, kebijakan apa yang bisa kita berikan kepada mereka?,” sambungnya. Braditi Moulevey juga menyoroti kondisi Pasar Raya saat sekarang yang semrawut, meskipun sebagai pusat perekonomian di Kota Padang. “Kemudian, tempat lain yang bisa dimaksimalkan sebagai pendapatan daerah itu sangat semrawut, parkir, trotoar semrawut, membuat Kota Padang kurang seksi untuk para investor, ditambah kebijakan yang tidak maksimal, khususnya UMKM. Saya melihat pemerintah perlu memberikan intervensi untuk memberikan stimulus,” katanya. Dalam sejarahnya, kata Moulevey, Kota Padang, merupakan pusat perdagangan negara lain melalui Muaro. Selain itu, Padang juga merupakan kota maritim. “Selama ini kita lihat, cold storage itu tidak mencukupi di Kota Padang, sementara Padang ini Kota Maritim, kita punya Pelabuhan Teluk Bayur namun tidak bisa dimaksimalkan dengan baik, hasil perikanan bisa kita ekspor, ini suatu kerugian yang besar, padahal permintaan daging dan ikan itu sangat besar, terutama di wilayah pesisir barat Sumatera. Seandainya ada investor yang berminat, ini peluang besar bagi Kota Padang,” katanya. Braditi Moulevey akan meminta kepada pemerintah pusat untuk menjadikan Teluk Bayur menjadi salah satu pelabuhan yang bisa mengekspor hasil bumi dan perikanan. “Sehingga hasil bumi itu bisa langsung diekspor tanpa harus berputar atau transit melalui provinsi lain,” katanya. Untuk menyiapkan itu semua, katanya, tentu pemimpin Kota Padang harus memiliki jaringan, menyiapkan infrastruktur, kebijakan dan memberikan kesempatan kepada UMKM, generasi muda, serta pengusaha. “Masyarakat Kota Padang ini pada umumnya berjiwa pedagang, jarang yang bermental, mohon maaf buruh, tapi memang yang ini kita berikan stimulus, jadi bagaimana pedagang pemula ini mendapat ruang. Apalagi ada program Pak Prabowo kredit khusus pengusaha startup, sehingga itu bisa menjadi bagian untuk meningkatkan ekonomi,” tutur Fungsionaris Badan Pimpinan Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut.

Braditi Moulevey Lepas Hendri Septa Tunaikan Ibadah Haji

Hendri Septa Moulevey

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Barat (Sumbar), Braditi Moulevey melepas Wali Kota Padang periode 2021-2024, Hendri Septa menunaikan ibadah haji ke tanah suci, Sabtu (8/6/2024) sore. Jamaah haji undangan khusus itu berjumlah 60 orang dari seluruh Indonesia dan dilepas langsung oleh Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, H E Faisal bin Abdullah Al-Mudi. Braditi Moulevey mengatakan, Hendri Septa berangkat ke Tanah Suci untuk memenuhi undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi. “Pelepasannya di salah satu hotel berbintang kawasan Jakarta Selatan. Jadi keberangkatan beliau tanpa didampingi istri dan anak-anak, hanya Hendri Septa seorang, karena ini undangan khusus, sifatnya by name, by address,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. Pria yang digadang-gadang kuat berpasangan dengan Hendri Septa di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Padang itu mengatakan, dirinya ikut melepas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang itu sebagai bentuk penghormatan. “Kami tidak ada membahas politik, tidak ada membahas apapun soal Pilkada, murni saya hanya ikut melepas Uda Hendri Septa, karena selain beliau, dari Sumbar itu ada Rektor Unand, Efa Yonnedi dan salah satu Forkopimda juga ikut berangkat haji,” kata Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) Padang itu. Dalam pertemuan itu, Braditi Moulevey juga meminta doa kepada Hendri Septa agar setiap langkah dan niat baiknya selalu dimudahkan oleh Allah SWT. “Beliau memastikan tidak akan lupa mendoakan semua orang di dalam kehidupannya, termasuk dia berjanji akan mendoakan saya, karena itu termasuk utang di dalam hidupnya yang harus dilunasi,” tuturnya. (rdr)

Bertemu dengan Jubir PKS, Braditi Moulevey Diterima dan Bisa Berpasangan dengan Siapapun

IQBAL PKS

Momen pertemuan tak terduga kembali dialami oleh Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) Padang, Braditi Moulevey dengan tokoh politik yang ikut kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Braditi Moulevey bisa diterima dan bisa berpasangan dengan siapapun di Pilkada Kota Padang tahun 2024. Terbaru, pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia (Gerindra) Raya itu bertemu dengan Juru Bicara (Jubir) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Iqbal di Rumah Makan Bendungan Hilir (RM Benhil), Jakarta. Kedua tokoh politik yang sama-sama berasal dari Pariaman itu bertemu pada Kamis (6/5/2024) siang. Meski baru berinteraksi pertama kali, keduanya tampak akrab dan hangat. “Yah kami memang bertemu tadi, beliau orangnya cukup hangat, sangat ramah dan pertemuan ini tak disangka bisa terjadi, karena secara tidak sengaja bertemu, kebetulan kami sesama Sidi (gelar untuk pria Pariaman berdasarkan keturunan),” katanya. Dalam pertemuan santai itu, kata Iqbal, dirinya tidak menampik juga membahas banyak hal untuk membangun Kota Padang ke depannya. “Ada beberapa yang kami bahas, dan banyak kecocokan di antara kami berdua dalam visi-misi membangun Kota Padang ini,” katanya. Meski demikian, Iqbal tidak menampik bahwa dirinya bisa saja berpasangan dengan Braditi Moulevey di Pilkada Kota Padang tahun 2024. “Semua kemungkinan itu bisa saja terjadi, semua keputusan tergantung kepada partai nantinya (termasuk berpasangan dengan Braditi Moulevey). Saat ini masih sangat-sangat cair, apapun bisa terjadi,” katanya. Sementara itu, Braditi Moulevey mengatakan, dirinya merasa terhormat bisa bertemu dengan Muhammad Iqbal, meski pertemuan keduanya terjadi secara tidak sengaja. “Dalam pertemuan itu kami membahas banyak hal, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan, kemudian niat untuk membangun Kota Padang, saya seperti sudah lama bertemu dengannya, meski ini baru pertemuan yang pertama kalinya,” katanya. Saat ini, kata Braditi Moulevey, dirinya terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pihak dan membuka diri untuk semua kalangan. “Membangun Kota Padang itu harus dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa oleh satu pihak saja, butuh sinergitas dan kerjasama semua pihak, saya ingin membuat Padang ini naik kelas dan bahu-membahu untuk merealisasikannya,” kata Fungsionaris Badan Pimpinan Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut. Sebagai seorang kader Partai Gerindra, katanya, dirinya ikut dalam penjaringan calon kepala daerah serta berbagai tahapan lainnya di Pilkada Padang. “Keputusan ini tidak bisa dari saya sendiri, baik dari Gerindra, dan itu juga harus berkoalisi karena kekurangan kursi (minimal 9 kursi). Siapa koalisi dan calon, itu bukan kewenangan saya, saat ini tugas kami hanya bisa menyampaikan program kerja dan visi misi seperti apa Kota Padang ke depannya. Ini bukan ambisi pribadi, ada tahapan yang harus kami lalui,” katanya. Jika mendapatkan amanah memimpin Kota Padang, Braditi Moulevey mengatakan akan melakukan pembenahan dan pembangunan secara menyeluruh dari berbagai aspek. “Pilkada ini berbeda dengan Pileg, karena calon yang diusung sedikit, paling banyak tiga hingga empat pasangan calon, sehingga di sana akan ada pemaparan visi-misi. Saya mempunyai visi membangun Kota Padang secara keseluruhan,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. (*)

Tokoh Muda Minang : Keunggulan Braditi Moulevey dari Sisi Maritim

Tokoh muda minang

Tokoh Muda Minang, Braditi Moulevey Lebih Layak Dicalonkan Gerindra di Pilkada Padang: Keunggulannya dari Sisi Maritim Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI), Muhammad Rafiq Perkasa Alamsyah menilai sosok Braditi Moulevey sangat layak dicalonkan oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai calon kepala daerah di Padang pada Pilkada 2024. Selain karena lama melanglang buana di rantau, kata Rafiq, sosok Braditi Moulevey lebih paham dengan permasalahan Kota Padang lantaran juga lahir dan besar di Ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. “Saya sangat yakin, sosok Braditi Moulevey sangat cocok memimpin Kota Padang ini, karena kemampuan, jejaring (networking), kemampuan komunikasi yang bagus serta lobinya kuat di tingkat pusat, selain karena ia berasal dari partai pemenang Pilpres (Pilpres) 2024,” kata Rafiq, Senin (3/6/2024) malam. Selain itu, ia menilai Braditi Moulevey lebih paham dengan konsep maritim yang bisa dikembangkan di Kota Padang karena ia bertumbuh dan berkembang di wilayah pesisir barat Pantai Sumatera itu. “Sehingga, ketika cita-cita ingin mengembangkan city bay (Kota Pelabuhan) di Padang itu ingin direalisasikan, maka sosok Braditi Moulevey saya rasa sangat tepat untuk ditunjuk oleh Gerindra. Kemampuan organisasinya juga sudah sangat matang,” katanya. Dirinya juga menyarankan kepada Partai Gerindra, tempat Braditi Moulevey meniti karir politiknya untuk lebih memprioritaskan kader dan putra asli daerah untuk maju di kontestasi Pilkada Padang tahun 2024. “Ini saran saya, sebaiknya (Gerindra) pilih putra asli daerah (untuk Pilkada Padang) dan orang yang sudah lama di rantau, karena dia pasti memiliki keinginan kuat untuk membangun daerahnya,” katanya. Bahkan, kata pria dengan latar belakang pengusaha itu, dirinya siap untuk membantu pengembangan kawasan maritim di Kota Padang dengan menjadi konsultan atau bahkan pelaksana rencana tersebut. “Saya pasti akan mendukung Moulevey jika itu dilaksanakan,” katanya. Namun, katanya, segala hal terkait pencalonan Braditi Moulevey di Pilkada Padang tahun 2024 dikembalikan kepada partai Gerindra tempat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu bernaung. “Tentu Braditi Moulevey harus mendapatkan tiket dan restu terlebih dahulu dari Partai Gerindra, karena bagaimanapun ini adalah keputusan politik,” katanya. Selain itu, katanya, satu hal nilai positif yang bisa diambil dari Braditi Moulevey ialah, selalu mempunyai keinginan belajar dan mencoba hal baru serta tidak anti dengan masukan ataupun kritikan. “Kemudian, pemahaman agamanya cukup mumpuni, karena pemahaman agama juga harus diimbangi dengan kemampuan bekerja dengan baik. Sehingga akan berdampak kepada kemampuan manajerial” katanya. Ia melihat Braditi Moulevey bisa menjadi pembeda di antara calon lainnya di Pilkada Padang. “Ia memiliki jiwa petarung, dan itu sudah sering ia buktikan,” katanya. Sementara itu, Bakal Cawako Padang, Braditi Moulevey mengaku siap untuk bekerjasama dengan berbagai pihak dalam membangun daerah tersebut. “Termasuk rencana untuk membangun kota maritim di Kota Padang, saya rasa ini ide bagus, mengingat wilayah kita adalah kawasan perairan,” katanya. Dirinya juga mengapresiasi IPPMI yang bisa melihat dengan jernih persoalan yang terjadi di Kota Padang. “Saya mengajak siapapun, siapapun pihak yang ingin berkolaborasi membangun Padang ini, kami dengan tangan terbuka menerima. Mari kita bersinergi untuk itu, sehingga tidak sebatas orang terdekat saya saja yang boleh menyumbangkan ide fikirannya,” tutur Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu. (*)

Didukung Bamus Pauh, Braditi Moulevey : Amanahnya saya pegang!

Bamus Pauh Braditi Moulevey

Bamus Pauh Siap Dukung Braditi Moulevey jadi Cawako Padang jika Dipercaya Partai Padang – Badan Musyawarah (Bamus) Anak Nagari Pauh V menyatakan siap mendukung Braditi Moulevey menjadi Calon Wali Kota (Cawako) Padang 2024. Bahkan, tidak hanya dukungan formal yang diberikan, Bamus Anak Nagari Pauh V siap memenangkan Braditi Moulevey jika Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Waka DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diamanatkan oleh partai tempat ia bernaung untuk maju menjadi Cawako atau Calon Wakil Wali Kota (Cawawako) Padang. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Bamus Anak Nagari Pauh V, Yusrizal saat melakukan pertemuan dan audiensi dengan Braditi Moulevey pada Sabtu (1/6/2024) sore. “Kami butuh sosok kepala daerah yang serius membenahi Kota Padang ini, termasuk memperhatikan Pauh ini, sosok itu kami lihat ada pada diri Braditi Moulevey,” kata Yusrizal usai pertemuan. Salah satu hal yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya di Kecamatan Pauh, kata Yusrizal, adalah fasilitas serta sarana pendidikan yang representatif untuk generasi muda. “Salah satu kebutuhan di Kecamatan Pauh itu adalah keberadaan sekolah, jumlah SD, SMP dan SMA itu tidak cukup menampung siswa, kami sudah pernah sebenarnya mengusulkan sebelumnya ke Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Setiap tahun itu saja masalahnya,” katanya. Selain itu, katanya, masyarakat Pauh juga butuh perbaikan jalan yang rusak di beberapa titik, seperti di kawasan Pisang dan lain sebagainya. “Kami meletakkan harapan yang besar ke Braditi Moulevey bisa memperjuangkan dan mengakomodir keinginan dari masyarakat Pauh dan memberi perhatian berlebih,” katanya. Sehingga, kata Yusrizal, pihaknya sangat berharap Braditi Moulevey bisa mendapatkan tiket dari Partai Gerindra untuk bisa berkompetisi di Pilkada Kota Padang tahun 2024. “Bagi kami, dengan siapapun beliau berpasangan, kami sudah menyatakan akan mendukung, tinggal dukungan dari Partai Gerindra beserta koalisinya memberikan jalan itu kepada Braditi Moulevey. Jika beliau mendapat tiket, kami dukung, jika tidak, kami tak akan deklarasi apapun,” katanya. Sementara itu, Braditi Moulevey berterima kasih karena Bamus Anak Nagari Pauh V sudah bersedia hadir dan bertemu dengan dirinya dalam suasana kekeluargaan. “Belakangan ini saya sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, karena dalam membangun Padang ini, kita harus bersama-sama,” katanya. Sebagai seorang kader Partai Gerindra, katanya, dirinya ikut dalam penjaringan calon kepala daerah serta berbagai tahapan lainnya di Pilkada Padang. “Keputusan ini tidak bisa dari saya sendiri, baik dari Gerindra, dan itu juga harus berkoalisi karena kekurangan kursi (minimal 9 kursi). Siapa koalisi dan calon, itu bukan kewenangan saya, saat ini tugas kami hanya bisa menyampaikan program kerja dan visi misi seperti apa Kota Padang ke depannya. Ini bukan ambisi pribadi, ada tahapan yang harus kami lalui,” katanya. Jika mendapatkan amanah memimpin Kota Padang, Braditi Moulevey mengatakan akan melakukan pembenahan dan pembangunan secara menyeluruh dari berbagai aspek. “Pilkada ini berbeda dengan Pileg, karena calon yang diusung sedikit, paling banyak tiga hingga empat pasangan calon, sehingga di sana akan ada pemaparan visi-misi. Saya mempunyai visi membangun Kota Padang secara keseluruhan, jadi tidak hanya pendidikan dan lain-lain, tetapi juga infrastruktur. Untuk sekolah, kewenangan Pemko Padang itu hanya untuk tingkat SD dan SMP. Solusinya, apakah nanti ditambah sekolah atau ditambah ruang kelas baru, kita lihat perkembangan yang terjadi ke depan,” tuturnya. (*)

Braditi Moulevey Ingin Tata Pemerintahan dan Peningkatan PAD

Jalani Asesmen Bakal Cawako Padang, Braditi Moulevey Ingin Tata Pemerintahan dan Peningkatan PAD PADANG, Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) Padang 2024, Braditi Moulevey memaparkan visi dan misinya di hadapan tim asesmen Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Asesmen tersebut dilakukan pada Sabtu (1/6/2024) pagi dan merupakan bagian atau rangkaian dari tahapan penjaringan bakal Cawako Padang dari Partai Gerindra. “Salah satu nanti program yang akan kita bikin atau persiapkan yaitu bagaimana menyiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tata kelola pemerintahan ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya. Dalam menjalankan roda pemerintahan, kata Braditi Moulevey, pihaknya tidak memperbolehkan ada sistem setor uang bagi ASN yang ingin mendapatkan suatu jabatan tertentu. “Yang namanya setor uang untuk jabatan itu akan dihilangkan, namun kami ingin lebih menempatkan orang-orang sesuai kapasitasnya,” katanya. Kemudian, katanya, dirinya ingin membangun sinergitas dengan aparat penegak hukum untuk tata kelola pemerintahan yang lebih baik, seperti kejaksaan, kepolisian, KPK dan aparat penegak hukum lainnya. “Memang pemerintahannya berbeda dengan perusahaan, tetapi pendekatannya tetap sama, yakni melalui human atau kemanusiaan,” katanya. Satu hal penting lainnya yang disorot oleh Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang yang pertama itu, dirinya ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang lebih naik dari saat sekarang. Menurutnya, salah satu faktor yang bisa meningkatkan PAD Kota Padang adalah dengan menempatkan orang-orang atau tim yang mempunyai jiwa entrepreneur atau kewirausahaan. Langkah tersebut, katanya, demi mencegah kebocoran PAD, terutama yang berasal dari retribusi atau pungutan resmi yang diatur oleh Peraturan Daerah (Perda). “Harapannya, saya melihat dari kota lain, khusus untuk yang memakai retribusi itu lebih ditugaskan ke BUMD, seperti pengelolaan pasar, di Jakarta itu ada Pasar Jaya, kalau untuk kendaraan ada Trans Jakarta, artinya untuk meminimalkan kebocoran PAD, kami tempatkan orang profesional, sehingga orang-orang yang memiliki mental pungli itu dari bawah sampai atas bisa kami tekan,” tuturnya. (rdr)

Pemuda Pancasila Sumatera Barat Dukung Braditi Moulevey di Pilkada Padang 2024

Pemuda Pancasila

Padang – Pemuda Pancasila Sumatera Barat (Sumbar) memastikan siap mendukung penuh dan mendorong kader yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Sekretaris Wilayah (Sekwil) Pemuda Pancasila Sumbar, Alfis Primatra mengatakan, kader dari organisasi kepemudaan yang maju tersebut yakni Braditi Moulevey. “Kita sama-sama tahu, Braditi Moulevey telah mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) Padang 2024 ini, maka otomatis, kami mendorong dan mendukung penuh Moulevey di kontestasi Pilkada,” kata Alfis, Jumat (31/5/2024) malam. Alfis menilai, Braditi Moulevey merupakan sosok yang berfikir secara terbuka atau out of the box. Sehingga, katanya, orang dengan tipikal seperti itu sangat dibutuhkan kehadiran serta perannya. “Sebagai seorang pengusaha nasional yang berasal dari Kota Padang, Moulevey selalu memikirkan bagaimana Padang ini semakin maju dan naik kelas, karena kita sudah jauh tertinggal dari kota di provinsi tetangga, seperti Jambi, Pekanbaru, bahkan Bengkulu mungkin. Beliau juga merupakan Ketua BPC HIPMI yang pertama di Kota Padang serta pernah berkecimpung di KNPI,” katanya. Sosok dengan karakter seperti Braditi Moulevey, katanya, dibutuhkan untuk menghasilkan gagasan atau karya yang bisa diterapkan jika berkecimpung di dunia pemerintahan. “Karena birokrasi kita terlalu kaku sehingga banyak ide yang bisa bermanfaat bagi orang banyak akhirnya tertahan dan tak bisa diimplementasikan, sehingga jadinya yah begitu-begitu saja,” katanya. Alfis juga menilai Braditi Moulevey sebagai orang yang berkomitmen dan bisa memegang teguh serta mengimplementasikan terhadap janji politik yang ia sampaikan ke publik. “Kami akan mendukung penuh jika mandat dari Partai Gerindra tempat beliau bernaung sudah diberikan, ketika mandat sudah diberikan, maka kami akan bergerak memberikan dukungan,” katanya. Dirinya berharap kepada Braditi Moulevey agar terus menjadi pribadi yang humble, terus berbuat kebaikan dan menjadi inspirasi bagi anak muda yang berkecimpung di dunia usaha hingga politik. “Beliau mengajarkan kita bahwa untuk meraih sesuatu harus melalui perjuangan, dan bisa berbuat kebaikan untuk orang banyak. Saya pribadi salut dan bangga akan kebaikan beliau kepada siapapun,” katanya. Sementara itu, Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) Padang, Braditi Moulevey berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan Pemuda Pancasila Sumbar kepada dirinya. “Membangun sebuah daerah itu harus melibatkan semua pihak, tanpa terkecuali organisasi kepemudaan salah salah satunya. Kita harus berkolaborasi untuk mewujudkan cita-cita Padang naik kelas,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Sumbar itu juga memohon restu dan dukungan serta doa agar mandat atau amanah diberikan oleh Partai Gerindra diberikan kepada dirinya. “Kita akan bekerja secara penuh dan total dalam membangun Kota Padang ini, hanya dengan berkolaborasi dan bekerjasama kita akan bisa melihat Padang menjadi lebih maju dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tuturnya. (*)

Braditi Moulevey : Padang harus jadi sentra perdagangan beras

Padang – Pengusaha nasional asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Braditi Moulevey terus menyusun sejumlah rencana untuk membangun tanah kelahirannya agar naik kelas dan dari saat sekarang ini. Teranyar, Moulevey berencana ingin menjadikan Kota Padang sebagai pusat perdagangan beras dan bisa melakukan swasembada bahan pangan pokok utama masyarakat Indonesia tersebut. “Salah satu program saya, yaitu menjadikan Padang sebagai daerah yang bisa melakukan swasembada beras dan juga pusat perdagangan beras dengan meningkatkan hasil pertanian di Kota Padang,” katanya, Rabu (29/5/2024) malam. Program tersebut, katanya, merupakan target jangka panjang. Moulevey juga ingin membangun Food Station yang berada di dalam naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Food Station itu akan menjadikan warga Kota Padang swasembada beras dan beras tersebut bisa kita jual ke daerah-daerah lain di luar Kota Padang dalam bentuk kemasan yang menarik dan bisa dijual retail ke warung-warung serta minimarket, sehingga akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang,” kata Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang yang pertama tersebut. Niat baik dan gagasan dari Braditi Moulevey itu ternyata disambut baik oleh investor dari PT Nusantara Merdeka Group, Ghufron M. Pria yang juga berasal dari Kota Padang itu mengatakan, dirinya sangat mendukung terkait gagasan Braditi Moulevey di bidang pertanian dan pangan untuk dikembangkan di Kota Padang. “Intinya saya diminta untuk mendukung ide dan program beliau di bidang pertanian, kebetulan kami juga bergerak di bidang pertanian, beberapa sektor pertanian bisa kami support di Kota Padang,” katanya. Dukungan yang diberikan itu, kata Ghufron adalah pemberdayaan petani, seperti penyediaan bibit dan pupuk serta alat-mesin pertanian (alsintan) yang didatangkan dari Jakarta. “Kebetulan saya berharap ketika Braditi Moulevey bisa menjadi Wali Kota )atau Wakil Wali Kota Padang), bisa membuat program lumbung pangan, yakni mengolah pertanian dari hulu ke hilir, seperti pemberian mikro kredit untuk petani, riset itu telah kami lakukan,” katanya. Permasalahan terhadap petani yang ada di Kota Padang, kata Ghufron, seperti punya lahan namun tak bisa menggarap sawah sehingga mengambil jalan pintas meminjam uang kepada toke. “Karena mereka berhutang, dibeli oleh toke itu murah. Maka, kami ingin membawa konsep kredit nol persen untuk petani, dengan syarat kami menyediakan stock center, kami membantu penjualan hasil panen dengan harga layak, kami juga bekerjasama dengan perusahaan pupuk swasta dengan harga di bawah rata-rata namun memiliki kualitas terbaik,” katanya. Selain rencana membangun lumbung pangan, Ghufron dan Moulevey tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan tanaman jagung. Namun, untuk tahap awal, lumbung pangan bisa membantu petani agar mereka tak kelimpungan. “Kalau sekarang ini, mereka hanya dapat letihnya saja. Ada petani yang punya sawah, namun diupahkan ke orang. Saya ingin mengadaptasi penggunaan peralatan penyemprot pestisida dan perangkat berupa bedeng berjalan, boleh petani menggunakannya, dengan sistem sewa,” katanya. Ketika petani memerlukan bibit dan pupuk, pihaknya juga siap menyediakan itu dengan perusahaan bibit beras, padi yang terpercaya dan berkualitas. “Kami ingin melakukannya dari hulu ke hilir, dimulai dari program kredit mikro petani, penjaminan pupuk dan bibit, penyewaan alsintan dengan harga murah hingga penggilingan padi antar jemput, kemudian agen pemasaran hasil panen petani, kami repackaging, biasanya menggunakan karung, sekarang menggunakan plastik dan divakum, itu semua bertujuan untuk menambah value atau nilai jual,” katanya. Program tersebut, katanya, bisa diterapkan kepada kelompok tani (poktan) dan harus bekerjasama dengan stakeholder terkait. Dirinya beralasan program tersebut bisa dijalankan jika Braditi Moulevey menjabat lantaran keseriusan yang ditunjukkan oleh Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut. “Beliau itu sportif, tidak muluk-muluk, apapun hal yang baik diterima, dia tidak berfikir aneh-aneh, saya bicara apa adanya,” katanya. Ghufron menilai sosok Braditi Moulevey sebagai orang yang sangat memuliakan orang tua di tengah kesibukannya sebagai pengusaha. “Wajar jika jalan Moulevey itu selalu lancar dan rezekinya lancar. Satu hal yang saya perhatikan, dia tidak suka menjelekkan orang lain,” katanya. Selain itu, dirinya sangat mendorong dan mendukung penuh keinginan dari Braditi Moulevey untuk membangun Kota Padang. “Sehebat-hebatnya kami di rantau, tujuannya adalah untuk membangun kampung halaman. Saya bisa membantu Moulevey di pemerintahan, saya di investasinya,” katanya. Ghufron menilai Braditi Moulevey punya tekad kuat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kota Padang agar bisa menjadi tuan di tanah sendiri. “Dia ingin anak muda di Kota Padang bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan di kampung halamannya. Sehebat-hebatnya di rantau, jika tak membangun kampung halaman, maka akan sia-sia,” tuturnya. (*)

Moulevey Siap Realisasikan TPST hingga Rumah Sakit dan Pusat Kuliner Premium di Tengah Kota Padang

Budaya Minang Moulevey

Upaya dari pengusaha muda nasional asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) untuk memajukan kampung halamannya tidak main-main. Terbaru, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu menyatakan siap merealisasikan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) hingga pembangunan rumah sakit dan pusat kuliner premium di tengah Kota Padang. Hal tersebut disampaikan oleh Tim Ekonomi, Pembangunan dan Investasi dari Braditi Moulevey, yakni Reza Chatab baru-baru ini. “Fokus utama adalah sampah, kami akan membawa alat untuk mengolah sampah dengan sistem RDF atau incenerator tergantung kajian di Padang jenis sampah di Padang yang banyaknya seperti apa,” katanya kepada Radarsumbar.com via seluler, Selasa (28/5/2024) siang. Menurut Reza, persoalan sampah merupakan hal krusial di setiap daerah Indonesia. Pasalnya, suatu wilayah tak akan bisa berjalan dengan baik jika permasalahan sampah tidak bisa diatasi. “Langkah pertama menanggulangi hal kritis, hal pertama itu sampah, kemudian air, sampah itu juga ada bisa menghasilkan listrik, bagaimana kita bisa menata kota kalau sampah saja tidak bisa dibersihkan. Air masih bisa kita bor tanah, listrik masih ada PLN, tapi persoalan sampah ini menjadi fokus utama,” katanya. “Air bisa kita ngebor tanah, listrik masih bisa difikirkan dari PLN, kendaraan listrik masih bisa, namun sampah ini tidak sehat. Sampah itu program utama pak Moulevey, keadaan sampah ini sangat parah, kami siap mendukung itu semua,” sambungnya. Selain itu, program lain yang hendak direalisasikan Braditi Moulevey adalah membawa investor untuk penyediaan air bersih atau water treatment, sesuai dengan program Gerindra. “Saya akan membantu Pemda menyediakan air bersih, investasinya, intinya, penyediaan air bersih,” katanya. Selanjutnya, Tim Ekonomi, Pembangunan dan Investasi Braditi Moulevey juga membangun sumber energi listrik terbarukan bernama Solar Farm. “Listrik di situ masih agak kurang, saya investasi untuk green energy, kami akan memakai solar farm, pertanian solar, yang mempunyai baterai. Jadi ketika cuaca buruk atau terjadi bencana alam, kita bisa memanfaatkan itu. Sistem kendalinya berada di luar Padang. Jadi dari pada pusing membangun PLTU, lebih baik fokus kepada pembangunan Solar Farm,” katanya. Selanjutnya, Braditi Moulevey juga hendak membangun kendaraan listrik dengan tahap awal diterapkan untuk moda transportasi massal Trans Padang. “Transportasi umum akan saya kembangkan, Trans Padang yang ada diganti dengan kendaraan listrik,” katanya. Kemudian tak kalah pentingnya, kata Reza, pihaknya juga ingin membangun pusat perbelanjaan, kuliner dan rumah sakit kelas premium di tengah Kota Padang. “Saya akan membantu Kota Padang jadi lebih berkembang, seperti mall premium dan rumah sakit lebih dari satu. Semua akan dieksekusi jika Braditi Moulevey terpilih,” katanya. Reza Chatab menilai sosok Braditi Moulevey sebagai orang yang sangat berdedikasi dan punya keinginan kuat untuk memajukan kampung halamannya di Kota Padang. “Dia peduli dengan apa yang terjadi di Padang, karena Padang sudah ketinggalan jauh dari daerah lainnya, dia itu driven untuk memajukan Kota Padang, masih muda, pengalamannya sebagai pengusaha itu sangat membantu untuk itu semua, koneksinya banyak dan bisa membawa investor masuk ke Ibukota Sumbar tersebut,” katanya. Menurutnya, dengan banyaknya investasi dan pembangunan yang dilakukan di Kota Padang, maka akan berdampak langsung kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau ekonomi maju, PAD lebih tinggi, kalau PAD tinggi bisa membangun banyak hal, seperti pendidikan, kesehatan, sosok Moulevey sangat dibutuhkan, dia itu driven dan dedicated,” katanya. Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumbar, Buchari Bachter mengapresiasi langkah dan niat baik dari Braditi Moulevey untuk membawa investor ke Kota Padang. “Karena kami di KADIN Sumbar juga mendorong agar para perantau Ranah Minang itu untuk bisa berinvestasi di kampung halamannya, karena manfaat yang akan dirasakan sangat banyak, maka kami sangat mendorong untuk itu,” katanya. “Sosok Moulevey saya lihat merupakan orang yang serius dan sangat berkomitmen dalam memajukan kampung halamannya. Baginya, kemajuan daerah asalnya merupakan suatu hal yang tak bisa ditawar dengan apapun,” tambah pria yang akrab disapa Ai tersebut. Dihubungi terpisah, Braditi Moulevey mengatakan sangat tertarik untuk merealisasikan TPST hingga pusat kuliner premium yang ada di Kota Padang. “Saya ingin ada pusat tempat anak muda berkumpul seperti Chitos kalau di Jakarta itu, sehingga pusat kuliner yang ada di tengah Kota Padang itu bisa membuat kampung halaman saya naik kelas dengan tempat yang premium,” katanya. Ia melihat banyak perantau yang pulang ke kampung halamannya, namun tidak tahu harus pergi ke mana. “Nah, dengan adanya pusat kuliner kelas premium di tengah kota, para perantau ini tidak perlu pusing lagi harus ke mana jika pulang ke Padang, itu keinginan saya,” katanya. Pusat kuliner premium ini, kata Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) itu, akan memberikan ruang atau tempat bagi pengusaha kuliner lokal yang sudah mapan untuk bisa naik kelas bersaing dengan pengusaha kuliner nasional lainnya. “Sehingga dengan adanya tempat tersebut, anak muda juga berkumpul dan juga menjadi tempat yang nyaman bagi kalangan menengah dan pekerja kantoran untuk mengadakan pertemuan dan hangout bersama teman-teman kantor selepas pulang kerja,” tutur Wakil Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. (rdr)

Budayawan: Braditi Moulevey Bisa Hidupkan Geliat Seni-Budaya Minang di Padang

Budaya Minang Moulevey

Sosok Braditi Moulevey dinilai punya rekam jejak bersih dan mampu mengayomi masyarakat serta menghidupkan geliat seni serta kebudayaan Minang di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Kesaksian tersebut terungkap dan disampaikan langsung oleh Seniman dan Budayawan Sumbar, Rizal Tanjung. Bahkan, ia melihat Moulevey sebagai sosok yang low profile dan punya wawasan. “Di samping itu dia punya wawasan dan konsep membangun Kota Padang secara baik dalam bermacam lini, mungkin dari segi ekonomi misalnya. Saya sedikit terpantik ketika Moulevey ini paham karakter masyarakat Kota Padang di 11 kecamatan dan memiliki problem yang berbeda menurutnya, serta dia bisa membantu mencarikan solusi,” katanya, Minggu (26/5/2024) malam. Sebagai seorang Seniman dan Budayawan, Rizal Tanjung memang melihat karakter masyarakat di 11 kecamatan Kota Padang itu berbeda. “Ada yang maju, terbelakang, otodidak dan ada yang masih berada di garis kemiskinan, Moulevey paham dengan persoalan itu. Itu yang kami bahas dalam pertemuan tersebut,” katanya Ketika dirinya berbicara soal Kota Padang sebagai transitnya kebudayaan, karena berstatus Sumbar, Rizal meminta kepada Moulevey agar bisa mengerahkan 104 kelurahan di Kota Padang untuk menghidupkan generasi yang positif serta terhindar dari kenakalan atau penyalahgunaan narkoba. “Saya rasa kantong-kantong kebudayaan itu bisa dibangun, di balai pertemuan anak nagari misalnya, itu bisa dibangun di tanah fasilitas umum (Fasum) sekitar 40 persen, justru Moulevey itu mengatakan, masuk dalam programnya, saya kaget, kok bisa dia berfikir begitu, saya tanya, ini serius? Serius katanya,” katanya. “Kalau begitu, saya sebagai budayawan senior di Padang saya akan bisa menularkan konsep ini ke kawan-kawan. Bagaimanapun saya akan mensupport program itu,” sambung Rizal. Secara psikologis, Rizal Tanjung mengaku ada ketenangan jiwa ketika berhadapan dengan Braditi Moulevey lantaran tidak ada kebohongan yang lahir dari gesture wajahnya. “Saya banyak bertemu tokoh politik, karena saya paham dengan psikologi, nampak dia hanya bersolek, namun Levi tampil apa adanya, terlihat kejujuran dari dirinya. Saya cukup tercengang ketika bertemu dengan orang sejujur ini dalam pandangan kejiwaan. Karena yang lahir pasti akan melihat ke yang batin,” katanya. Ia menilai, Braditi Moulevey bisa dan cocok memimpin Kota Padang, tidak saja dengan berhadapan dengan tokoh budayawan-seniman, tapi berhadapan dengan masyarakat dari berbagai aspek jika dilihat secara psikologis. “Tapi berbicara pembangunan dan segala macam, itu hanya soal dana dan keadaan sebetulnya, artinya konsep lain dalam pembangunan kota. Moulevey cocok mengayomi masyarakat,” katanya. Bahkan secara gamblang, Rizal Tanjung mengaku lebih menyukai wajah baru yang tampil di Pilkada Kota Padang karena menurutnya masih bersih dan tidak bervirus. “Banyak tokoh gagal yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, ini sebenarnya saya melihat tokoh yang seperti itu tidak bisa mengukur dirinya, dia terlalu memaksakan diri. Ibarat memancing hanya menghabiskan umpan saja,” katanya. Untuk menjadi seorang eksekutif, katanya, seseorang harus bisa membangun konsep dan memiliki feel atau rasa di dalamnya. “Levi (panggilan Moulevey, red) tidak ada masalah, karena tidak pernah dalam legislatif maupun eksekutif sebelumnya, dia uji publik dengan masyarakat. Tapi kalau yang bekas, mantan, saya rasa kenapa dia tidak terpilih, karena ada menikam jejak yang bermasalah sebelumnya, lebih dari 50 persen. Tapi kalau jejaknya bersih, dia pasti menang, dia menang kan karena rekam jejak. Menurut saya itu orang yang masuk kotak,” katanya. Saat ini, kata Rizal, dirinya mengembalikan kepada partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tempat Braditi Moulevey bernaung dan mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota (Bacawako) Padang. Bahkan dengan siapapun nantinya Braditi Moulevey berpasangan, menurutnya bukan suatu masalah. “Ketika dia berada dalam satu tempat dan berhasil, ukurannya itu berimbang, ada pemikiran Levi dan lain, apa itu nomor 1 atau 2, yang kami butuhkan itu kehadiran dari Moulevey itu sendiri,” katanya. “Saya sudah mensosialisasikan dengan para seniman-budayawan, mereka senang sekali, bahkan mereka ingin bertemu dengan Moulevey, saya minta bersabar, karena dia belum mendapatkan tiket dari partai, karena ini masalah politik. Namun yang jelas, ketika saya memaparkan tentang sosok Braditi Moulevey, respons mereka positif, saya sudah bilang sama Moulevey, ini adalah pertemuan pertama, ada pertemuan selanjutnya,” sambungnya. Rizal juga memastikan bahwa siap mendeklarasikan dan memberikan dukungan penuh kepada Braditi Moulevey ketika sudah mendapatkan mandat atau tugas dari Partai Gerindra untuk maju di Pilkada Padang. “Saya kagum sama Levi dengan meminta bersabar dahulu hingga mandat dari partai didapatkan, karena jika Levi tidak diusung, saya mungkin akan mundur dari dunia seperti ini, karena saya melihat tidak ada tampak satupun tokoh yang berkenan secara psikologi. Seorang seniman-budayawan dia menilai orang itu dari cara berbicara, mereka tak bisa ditipu dengan ekspresi, berbicara, seniman dan budayawan itu punya keahlian itu, punya kemampuan retorika yang baik. Namun, kalau tokoh politik mencoba beretorika dengan seniman atau budayawan, itu salah tempat,” katanya. Ketika disinggung terkait dengan konsep adat yang digunakan Braditi Moulevey saat mengembalikan formulir pendaftaran bacalon Wali Kota Padang ke DPC Partai Gerindra, Rizal Tanjung mengaku tidak mempersoalkan hal tersebut. “Itu tidak masalah, itu soal performance, seremonial, yang terutama sekali adalah ketika dia sudah mendapat lampu hijau dari partai. Meskipun di Padang ini multietnis, Budayawan menyarankan seorang calon kepala daerah di Sumbar berkolaborasi dengan kebudayaan Minangkabau, itu tidak jadi masalah, itu diperbolehkan saja, tidak masalah,” tuturnya. (rdr)