Dampingi Kunjungan Andre Rosiade, Braditi Moulevey: Perantau Minang Harus Terlibat Majukan Sumbar

Padang – Selama enam hari penuh dari tanggal 10 hingga 15 Agustus 2025, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi saksi rangkaian kunjungan kerja yang padat dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.

Dalam setiap langkahnya, Andre didampingi oleh Braditi Moulevey, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar yang juga Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Keduanya mengunjungi berbagai daerah, dari Dharmasraya di ujung timur hingga Pasaman di utara Sumbar dengan membawa pesan yang sama, pembangunan harus dirasakan merata oleh masyarakat, tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

Perjalanan dimulai pada Minggu (10/8/2025). Braditi, Andre, dan rombongan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta dan mendarat di Muaro Bungo, Jambi menuju Dharmasraya via jalur darat. Udara sore di Bandara Muaro Bungo terasa hangat menyambut.

Agenda utama hari itu adalah peresmian Tower BTS Sungai Rumbai, Kecamatan Asam Jujuhan.

Bagi masyarakat setempat, BTS ini bukan sekadar menara besi. Ini adalah pintu gerbang menuju dunia digital.

Braditi Moulevey menyebut, kehadiran infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil akan membuka peluang besar bagi pendidikan, perdagangan, dan layanan publik.

“Kita tidak ingin ada lagi cerita anak sekolah harus memanjat bukit atau mencari titik sinyal. Ini era di mana akses internet adalah kebutuhan dasar,” ujar Braditi Moulevey, Selasa (12/8/2025).

Malam harinya, mereka menghadiri ramah tamah bersama Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani dan para penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Moulevey terlihat akrab berbincang dengan para pelajar, menyemangati mereka untuk terus belajar. Menurutnya, investasi pada pendidikan akan menjadi pondasi pembangunan jangka panjang.

Pada Senin (11/8/2025), rombongan bertolak ke Sijunjung. Pagi itu dimulai dengan kunjungan ke Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto bersama Wali Kota setempat. Gedung ini adalah simbol upaya melestarikan sejarah dan budaya kota tambang tua itu.

Dalam kunjungan ke dua wilayah itu, Andre Rosiade, Braditi Moulevey dan jajaran tim didampingi oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota (Wawako) Jeffry Hibatullah.

“Budaya adalah identitas kita. Kalau hilang, kita akan kehilangan arah. Karena itu, pembangunan fisik harus sejalan dengan pelestarian budaya,” kata Braditi.

Siang harinya, agenda bergeser ke peresmian beberapa BTS di Silongo, Pasilihan, dan Kotaluo, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Solok. Kedua kepala daerah ikut mendampingi mereka.

Mereka yakni, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir dan Bupati Solok, Jon Firman Pandu.

Setiap lokasi diresmikan dengan harapan yang sama, memperkecil kesenjangan digital antara kota dan desa. Braditi Moulevey menekankan, pembangunan jaringan telekomunikasi akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“UMKM bisa memasarkan produknya lebih luas. Petani bisa mengakses informasi harga. Anak-anak bisa belajar tanpa hambatan. Semua ini hanya mungkin jika internet tersedia,” jelasnya.

Pada Selasa (12/8/2025), menjadi hari yang padat di Kota Padang. Rombongan mengawali kegiatan dengan meninjau Dapur MBG di Ujung Gurun, sebuah program sosial yang menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Andre dan Braditi juga meninjau langsung program makan siang gratis di SDN 24 Ujung Gurun, di mana keduanya berinteraksi langsung dengan guru dan murid.

Di sela kegiatan, Braditi Moulevey mengungkapkan, infrastruktur sosial seperti dapur umum dan sekolah harus mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan infrastruktur fisik.

Setelah itu, mereka meninjau Titik Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan rencana pembangunan GOR Agus Salim.

Ia menilai, revitalisasi GOR akan menjadi ruang publik penting untuk olahraga dan kegiatan masyarakat.

Pada Rabu (13/8/2025), kegiatan perjalanan direncanakan berlanjut ke Pasaman. Di sini, mereka meninjau lokasi pembangunan jembatan strategis yang menghubungkan daerah-daerah penghasil komoditas pertanian dengan jalur distribusi utama.

“Jembatan ini akan memangkas waktu tempuh, mengurangi biaya transportasi, dan membuka akses pasar bagi petani. Dampaknya langsung terasa pada kesejahteraan masyarakat,” kata Braditi.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan agar proyek infrastruktur berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi.

Selanjutnya pada Kamis (14/8/2025), agenda kembali ke Padang dengan sorotan utama pada Flyover Sitinjau Lauik.

Proyek ini digadang-gadang akan mengurai kemacetan di jalur vital Padang-Solok yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna jalan.

Braditi Moulevey menegaskan, proyek ini tidak hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga keselamatan. “Medan Sitinjau Lauik terkenal rawan kecelakaan. Flyover ini akan mengurangi risiko itu,” ujarnya.

Siang harinya, rombongan dijadwalkan bergerak ke Pesisir Selatan untuk meninjau pembangunan jembatan penghubung.

Menurut Braditi, infrastruktur penghubung di daerah pesisir sangat penting untuk mendukung sektor perikanan dan pariwisata.

“Sebagai perantau, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk ikut membangun kampung halaman. Tidak cukup hanya datang saat Lebaran, kita harus hadir membawa solusi,” katanya.

Peran Perantau dalam Pembangunan

Sebagai Sekjen DPP IKM, Braditi melihat perantau Minang sebagai aset besar yang belum dimanfaatkan optimal. Ia mengajak diaspora Minang untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.

“Perantau punya jejaring, modal, dan pengetahuan. Kalau semua potensi itu dikelola dengan baik, Sumbar bisa bergerak jauh lebih cepat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi upaya Andre Rosiade yang konsisten memperjuangkan proyek strategis di tingkat pusat.

Menurutnya, kemitraan antara wakil rakyat, pemerintah, dan komunitas perantau adalah formula terbaik untuk kemajuan daerah.

Kunjungan kerja ini menegaskan satu pesan, yakni pembangunan di Sumbar tidak boleh terpusat di kota besar.

Braditi Moulevey menekankan, daerah-daerah terpencil harus mendapat prioritas agar kesenjangan tidak melebar.

“Infrastruktur telekomunikasi, jembatan, jalan, dan fasilitas publik harus menyentuh semua lapisan masyarakat. Hanya dengan begitu kita bisa bicara tentang kemajuan yang adil,” tuturnya. (*)

Terbaru

  • All Posts
  • IKM
  • Kegiatan bang levi
  • Media
  • OPINI
  • PILKADA KOTA PADANG
  • pilkada sumbar
  • Relawan Braditi Moulevey
  • Semen Padang FC
  • UMKM Padang