Buntut Banjir Bandang, Perantau Minang hingga DPR RI Desak Penegakan Hukum Dugaan Pembalakan Liar Hutan Sumbar

PADANG – Desakan agar pemerintah menindak tegas praktik pembalakan liar yang dituding menjadi pemicu rangkaian banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menguat. Gelombang kritik datang dari berbagai kelompok, mulai dari perantau Minang, anggota DPR, pejabat pemerintah, hingga organisasi lingkungan. Mereka menilai kerusakan ekologis yang terjadi merupakan akumulasi dari kelalaian panjang dalam mengawasi kawasan hulu dan lemahnya penegakan hukum terhadap jaringan illegal logging yang diduga bekerja secara sistematis. Kritik paling awal disuarakan oleh Perantau Minang, Braditi Moulevey, yang menegaskan bahwa rangkaian bencana hidrometeorologi yang menghantam sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar bukan dapat disebut musibah alam semata. Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi secara meluas memperlihatkan adanya campur tangan manusia yang menyulut kerentanan ekologis di wilayah yang memang dikenal rawan bencana tersebut. Braditi menilai banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi berulang seharusnya menjadi titik balik evaluasi menyeluruh. Ia menyoroti penyempitan aliran sungai, pembangunan yang menabrak kawasan rawan, serta minimnya pengawasan terhadap aktivitas di daerah hulu. “Semua itu memperlihatkan bahwa pemerintah daerah belum mengendalikan risiko bencana dengan baik, meski sejumlah wilayah sudah berulang kali mengalami kejadian serupa dalam satu dekade terakhir,” katanya, Selasa (2/12/2025). Meski mengapresiasi pemerintah yang bergerak cepat menetapkan status tanggap darurat serta menyalurkan bantuan awal, Moulevey menekankan bahwa langkah-langkah itu tidak cukup bila tidak dibarengi penertiban serius terhadap akar persoalan. “Mitigasi harus dibangun secara sistematis, bukan hanya sebagai respons sementara setelah bencana terjadi,” katanya. Menurutnya, pengawasan tata ruang, penertiban pembukaan lahan, pembatasan aktivitas pembalakan liar, dan edukasi kebencanaan harus dibenahi sebagai langkah permanen. “Cuaca ekstrem yang makin sering terjadi akibat perubahan iklim membuat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menjadi keharusan, bukan pilihan,” katanya. Pria yang akrab disapa Levi itu juga menyoroti pentingnya sistem peringatan dini. Ia menilai informasi dari BMKG harus disebarkan lebih cepat dan menjangkau masyarakat hingga ke lapisan terbawah agar risiko korban jiwa dapat ditekan. “Pemerintah harus lebih aware dan memasifkan informasi peringatan dini dari BMKG. Ini penting untuk menekan dampak bencana. Seharusnya hal ini menjadi pelajaran ke depannya,” ujarnya. Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, Braditi Moulevey mengajak seluruh masyarakat Minang, baik di kampung maupun di rantau untuk memperkuat solidaritas. “Bencana ini merupakan pengingat agar semua pemangku kepentingan menanggalkan ego sektoral dan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Sebagai Sekjen DPP IKM, saya menyerukan kepada seluruh anggota organisasi itu untuk bergerak membantu pemulihan secepat mungkin,” kata Komisaris Semen Padang FC tersebut. Di sisi lain, tekanan publik terhadap pemerintah daerah kian kuat setelah Anggota DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade, melemparkan kritik terbuka terhadap Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Dalam video yang beredar luas, Andre mempertanyakan langkah konkret pemerintah provinsi dalam menindak aktivitas illegal logging yang diduga terjadi di kawasan Suaka Margasatwa Bukit Barisan. Seruan Andre bernada keras dan langsung menyasar Gubernur. Ia meminta pemerintah provinsi bersama Forkopimda menggunakan kewenangan penuh untuk menertibkan para pelaku illegal logging beserta pihak-pihak yang diduga membekingi kegiatan tersebut. Ia bahkan menantang Gubernur untuk memerintahkan operasi penertiban dan penangkapan pelaku. Menurut Andre, pembiaran bertahun-tahun terhadap aktivitas penebangan di kawasan hulu menjadi penyebab kerusakan ekologis yang memperparah banjir bandang. “Pemerintah daerah selama ini minim inisiatif dalam menekan perambahan hutan, sehingga jaringan illegal logging dapat tumbuh bebas,” katanya. Desakan pengusutan illegal logging juga datang dari Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang menegaskan bahwa banjir bandang di Sumbar, Aceh, dan Sumatera Utara tidak bisa dianggap semata-mata akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, 99 persen kejadian itu dipicu kerusakan hutan akibat praktik penebangan ilegal. Dony menyoroti beredarnya foto dan video yang memperlihatkan banjir membawa gelondongan kayu ke permukiman warga. Fenomena itu, katanya, merupakan indikator bahwa fungsi hutan sebagai penyerap air telah rusak. Ia meminta Polda di tiga provinsi tersebut segera menindak para pelaku untuk mencegah bencana berulang, terutama karena curah hujan tinggi diprediksi masih berlangsung. “Pemerintah daerah harus memperkuat mitigasi bencana dengan bekerja dalam satu komando. Sinergi lintas sektor menjadi penentu keberhasilan pemulihan wilayah terdampak,” katanya. Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat kembali mengingatkan bahwa rangkaian banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi secara bersamaan merupakan puncak dari krisis ekologis yang berlangsung lama. WALHI menilai kerusakan dari hulu hingga hilir merupakan dampak akumulasi tata kelola ruang yang abai terhadap keselamatan publik. WALHI juga menyebut ketidakadilan pengelolaan ruang, alih fungsi kawasan hulu, tambang ilegal, pembukaan lahan tanpa kajian risiko serta illegal logging sebagai akar persoalan. Mereka menilai pemerintah daerah gagal menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga hak warga atas lingkungan yang sehat sebagaimana diatur Pasal 28H UUD 1945. Tommy Adam dari Divisi Hukum dan Penguatan Kelembagaan WALHI Sumbar mengatakan kelengkapan data mitigasi dan kajian risiko selama ini tidak pernah diimplementasikan secara serius oleh pemerintah daerah. “Karena itu, wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terus mengalami bencana ekologis setiap tahun,” katanya. Lebih dari dua dekade terakhir, WALHI mencatat Sumbar kehilangan 320 ribu hektare hutan primer lembap dan 740 ribu hektare total tutupan pohon. “Pada 2024 saja, 32 ribu hektare hutan hilang. Angka itu menunjukkan degradasi ekologis yang berlangsung masif dan sistematis,” katanya. Di Kota Padang, katanya, tekanan ekologis paling parah terjadi di kawasan hulu, terutama DAS Aia Dingin dan DAS Kuranji. WALHI menyebut Aia Dingin kehilangan 780 hektare tutupan pohon sejak 2001. “Hulu DAS yang seharusnya menjadi benteng ekologis kini mengalami deforestasi berat sehingga meningkatkan erosi dan sedimentasi yang memicu banjir bandang,” katanya. WALHI menilai selama paradigma pembangunan masih menempatkan investasi sebagai prioritas, bencana ekologis akan terus berulang. “Banjir bandang yang terjadi ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan peringatan keras bahwa tata ruang yang abai akan keselamatan rakyat,” katanya. Di tengah kritik tersebut, Dinas Kehutanan (Dishut) Sumbar memberikan bantahan. Kadishut Ferdinan Asmin menegaskan bahwa ribuan potongan kayu yang terbawa banjir ke muara Batang Kuranji dan Pantai Parkit bukan hasil illegal logging, melainkan material pohon yang hanyut akibat longsor dan potongan dari ladang atau bangunan warga. Menurutnya, kawasan hulu Batang Kuranji merupakan campuran hutan konservasi, hutan lindung, dan lahan masyarakat, dengan aktivitas dominan berupa perkebunan rakyat. Ia menyebut tidak ada perusahaan pemegang izin yang beroperasi di wilayah tersebut. Analisis citra penggunaan lahan 2019 hingga 2024 menunjukkan perubahan tutupan hutan di Kota Padang sekitar 1,08 persen. “Untuk tingkat Sumbar, perubahannya 1 hingga 1,5 persen. Dishut masih melakukan

Menang atas Persijap Jepara, Braditi Moulevey Sebut Semen Padang FC Sudah Bangkit

JEPARA – Kemenangan Semen Padang FC atas Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 menjadi momen penting yang menghidupkan kembali optimisme di kubu Kabau Sirah. Hasil 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (20/11/2025), bukan sekadar tiga poin, tetapi titik balik yang memutus delapan kekalahan beruntun sekaligus memulihkan mental tim yang sempat terpuruk di dasar klasemen. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyambut kemenangan tersebut dengan ekspresi penuh kegembiraan. Ia menilai hasil itu sebagai awalan baik untuk menggerakkan kembali kepercayaan diri tim. “Alhamdulillah, menang 1-2,” katanya saat dihubungi, Kamis (20/11/2025) malam. Ia percaya hasil positif ini akan berlanjut, terutama menjelang laga tandang berikutnya melawan Persik Kediri pada Selasa (25/11/2025). “Kemenangan beruntun sebagai satu-satunya cara bagi Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi yang membayangi mereka sejak awal musim,” kata Moulevey. Meski demikian, pria yang akrab disapa Levi itu meminta agar tim tidak boleh langsung jumawa dan cepat berpuas diri, mengingat Kabau Sirah masih berada di zona degradasi. Ia mengatakan, kemenangan atas Persijap Jepara sebagai titik balik untuk membawa kemenangan yang telah banyak hilang pada laga sebelumnya. “Menjelang putaran kedua nanti, dibutuhkan evaluasi menyeluruh agar penampilan tim yang kita cintai bisa lebih meningkat dan mampu bertahan di BRI Super League pada musim depan,” katanya. Keyakinan serupa datang dari Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. Lewat unggahannya di platform media spasial resmi, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan merebut tiga poin di Jepara menjadi modal penting untuk membangkitkan semangat tim. Menurutnya, kemenangan tersebut membuktikan bahwa skuad asuhan Dejan Antonic mampu mengakhiri rentetan hasil buruk yang menekan mental pemain. “Alhamdulillah Semen Padang FC kembali meraih kemenangan dan naik dari posisi juru kunci,” tulis Andre. Kemenangan dramatis di Jepara berawal dari performa agresif Semen Padang sejak menit awal. Pedro Matos mencetak gol pembuka pada menit ke-27, memecah kebuntuan dan memberikan energi baru bagi permainan tim. Persijap sempat menyamakan kedudukan melalui Sudi Abdallah menjelang turun minum, namun Kabau Sirah tetap tampil disiplin dan intensif dalam menekan. Puncak momen terjadi pada menit ke-66 ketika Armando Oropa melesakkan gol penentu yang membuat seluruh stadion terdiam. Persijap berupaya keras mengejar ketertinggalan, tetapi lini belakang Semen Padang tampil kokoh hingga menit 90+7. Meski dua kartu kuning mewarnai akhir pertandingan, fokus para pemain tidak goyah dalam menjaga keunggulan. Tekanan tuan rumah yang ditopang ribuan suporter tidak mampu menggoyahkan struktur pertahanan yang hari itu tampil nyaris tanpa celah. Sementara bagi Persijap Jepara, kekalahan ini memperpanjang tren negatif menjadi enam laga tanpa kemenangan dan menambah tekanan bagi tim yang sedang berjuang bangkit. Sebaliknya, bagi Semen Padang FC, hasil ini menjadi pemantik optimisme bahwa musim 2025/2026 masih menyimpan peluang untuk memperbaiki posisi. Kemenangan di Jepara bukan hanya menghapus catatan buruk, tetapi juga memberikan keyakinan baru jelang rangkaian laga penting selanjutnya di BRI Super League. Dengan kemenangan ini, manajemen dan jajaran pembina klub melihat secercah harapan baru. Tekanan yang sebelumnya menumpuk perlahan berubah menjadi energi positif bagi Kabau Sirah untuk kembali bersaing. (*)

Tur Tandang Paling Menegangkan, Braditi Moulevey: Semen Padang FC Cinta yang Takkan Pernah jadi Mantan

JEPARA – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, keterikatan dengan Kabau Sirah menyerupai rasa yang tidak pernah putus, bak cinta yang takkan pernah menjadi mantan. Ia menggambarkan hubungan itu di tengah situasi sulit yang kini membayangi tim, saat Semen Padang FC berjuang keras keluar dari tekanan hasil negatif dan posisi buncit klasemen BRI Super League 2025/2026. Di saat klub berada pada fase paling rapuh, Moulevey menilai justru di situlah loyalitas dan komitmen diuji, bagaimana tetap berdiri bersama ketika kondisi terburuk datang bertubi-tubi. Sebagai komisaris, ia menegaskan bahwa perannya berfokus pada pengawasan dan pemberian masukan strategis kepada direksi, agar setiap kebijakan selaras dengan kebutuhan pengembangan klub. Menurut Braditi Moulevey, Semen Padang FC memiliki posisi istimewa dalam identitas masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Klub tersebut bukan hanya sekumpulan pemain yang bertanding di lapangan, tetapi lambang kebanggaan bagi warga lokal maupun perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah. Ia menilai bahwa setiap tantangan yang muncul harus dihadapi secara kolektif, karena nilai besar Kabau Sirah terletak pada solidaritas dan keteguhan pendukungnya di Ranah Minang. “Setiap hambatan harus diselesaikan bersama. Tidak ada alasan untuk menyerah, karena Kabau Sirah adalah kebanggaan Ranah Minang,” katanya jelang pertandingan Persijap Jepara vs Semen Padang FC, Kamis (20/11/2025). Pernyataan Moulevey datang pada saat yang sensitif bagi Semen Padang FC. Musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 memasuki fase penting, sementara tim masih berjuang keluar dari tekanan hasil negatif. Inkonsistensi performa dan keterpurukan di papan bawah membuat langkah mereka semakin berat. Situasi ini diperparah oleh tren tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir serta delapan kekalahan beruntun, yang menempatkan Kabau Sirah pada posisi ke-18 klasemen sementara dengan hanya empat poin dari 11 laga. Di tengah situasi yang belum stabil, Semen Padang menghadapi periode yang berpotensi menentukan arah musim. Mereka bersiap menjalani dua laga tandang yang dianggap sangat krusial. Pada pekan ke-13 ini, Kabau Sirah melawat ke Jepara menghadapi Persijap pada Kamis (20/11/2025). Seminggu setelahnya, giliran Persik Kediri yang menjadi tuan rumah pada Kamis (27/11/2025). Dua pertandingan ini dipandang sebagai ujian mental sekaligus peluang untuk menghentikan tren buruk yang membayangi tim sepanjang kompetisi. Persiapan menuju tur tandang ini dimulai sejak Selasa (18/11/2025), ketika tim asuhan Dejan Antonic terbang ke Jepara dengan membawa 22 pemain. Keputusan komposisi pemain menunjukkan kondisi sulit yang tengah dihadapi Kabau Sirah. Dua pilar asing yang selama ini menjadi penopang performa tim, Bruno Gomes dan Filipe Chaby, tidak dapat ambil bagian. Gomes mengalami cedera paha, sementara Chaby sedang sakit sehingga harus absen dari rombongan. Ketidakhadiran keduanya membuat kekuatan lini tengah dan lini depan Semen Padang berkurang signifikan. Meski demikian, skuad yang dibawa tetap mencakup pemain dari seluruh posisi. Di bawah mistar, Semen Padang mengandalkan duo penjaga gawang Arthur Augusto dan Muhammad Farel. Lini belakang diisi oleh pemain-pemain yang telah menjadi tulang punggung tim, seperti Angelo Meneses, Rui Rampa, Herwin Tri Saputra, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, dan Zidane Afandi. Mereka diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan yang menjadi salah satu sorotan sepanjang musim ini. Sementara itu, sektor gelandang terdiri dari Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Dimas Roni, Ripal Wahyudi, Ambrizal Umanailo, Pedro Matos, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Ferdiansyah, Febrian Tri Saputra, dan Armando Oropa. Banyaknya pemain di lini tengah menunjukkan upaya Antonic untuk memperkuat distribusi permainan di tengah absennya dua pemain asing yang biasanya menjadi motor serangan. Untuk lini depan, harapan gol bertumpu pada Cornelius Stewart yang akan ditemani supersub Muhammad Ridwan. Di tengah tekanan besar, pelatih Dejan Antonic menyadari betul bahwa dua laga tandang ini bisa menjadi titik balik atau justru memperburuk keadaan. Ia menekankan bahwa seluruh pemain harus tampil dengan keseriusan penuh untuk memaksimalkan peluang keluar dari zona degradasi. “Dua laga berikutnya adalah kunci untuk kita. Pertandingan lawan Persijap di Jepara akan berlangsung ketat karena sama-sama ada di papan bawah. Dua laga nanti anak-anak harus sampai 150 persen serius,” ujar Antonic. Duel melawan Persijap menjadi ujian hidup-mati bagi kedua tim yang sama-sama berjuang lepas dari tekanan papan bawah. Sementara partai melawan Persik dapat menjadi kesempatan untuk membangun momentum positif, apabila Semen Padang mampu menjaga organisasi permainan sepanjang tur tandang ini. Kondisi skuad yang tidak lengkap juga menegaskan betapa pentingnya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi taktik, mental, maupun kemampuan menghadapi tekanan. Braditi Moulevey melihat periode ini sebagai pengingat bahwa perjalanan panjang klub tidak pernah terlepas dari masa-masa sulit. Namun ia percaya bahwa kegigihan pemain, soliditas tim, serta dukungan publik Minang dapat kembali menjadi kekuatan utama Semen Padang FC. “Menjaga marwah Kabau Sirah berarti memastikan klub tetap berdiri tegak di tengah tantangan, sembari membuka jalan bagi perubahan yang lebih baik pada masa mendatang,” imbuh Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. (*)

Rekam Jejak Braditi Moulevey di HIPMI Padang jadi Inspirasi Pengusaha Muda

PADANG – Pengusaha muda asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Braditi Moulevey kembali mencuri perhatian lewat kiprahnya yang konsisten membangun kolaborasi lintas sektor. Dalam berbagai kesempatan, termasuk saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang periode 2025-2028, Moulevey tampil sebagai figur yang mendorong sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Pelantikan BPC HIPMI Kota Padang yang digelar di Grand Basko Hotel, Senin (10/11/2025), dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan sejumlah tokoh penting, termasuk pengusaha kondang dari Ranah Minang, Basrizal Koto (Basko). Di bawah kepemimpinan Wendoky Putra Basko, HIPMI Padang mengusung semangat baru dengan tema “HIPMI Padang Bergerak: Tumbuh dan Maju Bersama untuk Kejayaan Kota Padang.” Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi Braditi Moulevey, eks Ketua BPC HIPMI Kota Padang pertama periode 2009-2012, yang kini dikenal luas sebagai pengusaha sekaligus tokoh muda Minang dengan jejaring nasional. Ia menilai kehadiran HIPMI bukan sekadar wadah organisasi, melainkan sarana strategis untuk memperkuat ekosistem usaha lokal. “HIPMI Padang harus menjadi rumah bagi para pengusaha muda, tempat bertukar gagasan dan mengembangkan potensi ekonomi daerah secara kreatif dan berintegritas,” katanya. Keterlibatan pria yang akrab disapa Levi itu dalam dunia kewirausahaan tak lepas dari rekam jejak panjangnya di berbagai organisasi. Selain aktif di HIPMI, ia kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (Sekjen DPP IKM) yang berperan menjembatani kolaborasi antara para perantau Minang di Ranah dan Rantau. Kedekatannya dengan Wali Kota Padang, Fadly Amran juga menjadi salah satu titik kuat dalam kiprahnya. Pertemuan di pelantikan Ketua BPC HIPMI Padang periode 2025-2028 kembali mempertegas kedalaman hubungan persahabatan yang telah terjalin lama sejak masa muda. Dalam suasana santai, Braditi Moulevey memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk arah pembangunan Kota Padang, termasuk pengembangan sektor usaha dan investasi. “Masukan dari Bang Levi (sapaan akrab Braditi Moulevey) sangat berharga. Ia memahami betul karakter Kota Padang dan memiliki wawasan nasional yang bisa memperkaya kebijakan daerah,” kata Fadly Amran. Kolaborasi ide antara keduanya diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi Padang. Data Pemerintah Kota (Pemko) Padang mencatat, peningkatan signifikan pada jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan, dari 2.600 pada tahun 2023 menjadi lebih dari 10 ribu pada tahun 2024. Tren positif ini juga diiringi lonjakan jumlah usaha bersertifikat halal hingga delapan kali lipat. Sebagai pengusaha yang juga memahami aspek kebijakan publik, Levi menilai pertumbuhan tersebut perlu dibarengi dengan dukungan kebijakan yang mempermudah akses permodalan, pendampingan, dan sertifikasi bagi pelaku usaha baru. “Kota Padang memiliki potensi besar di sektor kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Jika digarap dengan kolaborasi yang solid, ini bisa menjadi lokomotif ekonomi baru bagi Sumatera Barat,” katanya. Suasana akrab dalam pertemuan itu menggambarkan kultur khas para pengusaha muda yang menjunjung nilai kebersamaan dan kolaborasi tanpa batas politik. Bagi Braditi Moulevey, silaturahmi semacam ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan dan memperluas peluang usaha bersama. Ia menilai, ke depan, HIPMI Padang harus mampu berperan sebagai inkubator kewirausahaan yang membina pengusaha muda agar mampu bersaing secara nasional. “Kita perlu memastikan HIPMI menjadi wadah yang melahirkan generasi pengusaha tangguh. Sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci,” katanya. Ia terus menegaskan komitmennya untuk menjadikan Padang sebagai kota yang ramah investasi dan produktif secara ekonomi. “Bagi saya, membangun Padang bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab moral para pengusaha muda. Karena lewat usaha dan kerja sama, kita bisa membawa perubahan nyata,” imbuhnya. (*)

Braditi Moulevey: Kami tak Akan Biarkan Semen Padang FC Terpuruk

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menghadiri rapat evaluasi bersama jajaran direksi dan tim pelatih Kabau Sirah di Kantor PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (4/11/2025). Pertemuan itu digelar untuk membahas rentetan hasil buruk yang diderita klub dalam tiga laga terakhir BRI Super League 2025/2026. Rapat tertutup tersebut hanya dihadiri jajaran direksi, staf teknis, serta pelatih kepala Dejan Antonic, tanpa kehadiran pemain. Dalam pertemuan itu, Moulevey menegaskan perlunya langkah konkret dan keseriusan semua unsur kepelatihan dan ofisial dalam membenahi performa tim yang kian menurun. “Rapat ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kami meminta pelatih Dejan dan timnya berjuang lebih keras agar Semen Padang FC bisa bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia,” ujar Moulevey, Kamis (6/11/2025). Moulevey juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis pemain. Menurutnya, deretan hasil negatif tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga menekan mental para pemain. Ia mengusulkan agar ofisial menyiapkan konselor atau pendamping psikologis untuk membantu menjaga stabilitas mental tim. “Pemain perlu mendapat pendampingan agar tetap fokus dan termotivasi. Kekalahan beruntun tentu memengaruhi psikologis mereka. Klub harus menyediakan konselor yang bisa membantu pemain keluar dari tekanan,” katanya. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan para pemain tetap memiliki semangat juang dan tidak larut dalam tekanan kompetisi. “Mental kuat sama pentingnya dengan strategi permainan,” katanya. Selain menyoroti aspek teknis dan mental, Moulevey menyampaikan komitmen jajaran komisaris dalam memperkuat fondasi klub, termasuk sektor finansial. Salah satu bentuk dukungan nyata ialah pengembangan store merchandise resmi Semen Padang FC sebagai sumber pemasukan baru. Ia menjelaskan, pengembangan toko resmi di pusat Kota Padang menjadi tahap awal dalam memperluas jaringan pemasaran klub. Selain itu, manajemen juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal. “Kami siap memberikan dukungan, baik berupa modal maupun kemitraan strategis. Komitmen kami jelas, Semen Padang FC harus dikelola secara profesional dan modern,” katanya. Sebagai Komisaris, Moulevey menilai tugas utamanya adalah mengawasi dan memberikan masukan kepada direksi agar setiap kebijakan mengarah pada kemajuan klub. Kehadiran Moulevey dalam rapat itu tidak lepas dari performa buruk Kabau Sirah yang belum menemukan ritme terbaiknya. Pada laga pekan ke-11 BRI Super League 2025/26, Semen Padang FC kembali menelan kekalahan 1-2 dari Arema FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (3/11/2025). Tim asuhan Dejan Antonic tertinggal dua gol di babak pertama lewat Valdeci da Silva pada menit ke-30 dan Dalberto Luan Belo di menit ke-42. Semen Padang FC hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Cornelius Stewart pada menit ke-68. Pelatih Dejan Antonic menyebut hasil itu sangat mengecewakan, terutama karena tim telah mempersiapkan diri dengan baik. “Kami sudah berlatih dengan baik, tapi di babak pertama pemain tidak menjalankan apa yang direncanakan. Di babak kedua permainan membaik dan kami punya dua peluang emas. Saya percaya kami bisa keluar dari kondisi ini,” kata Dejan. Meski demikian, ia mengakui bahwa Arema FC tampil lebih matang dan berpengalaman. “Kadang kita butuh keberuntungan. Yang terpenting saat ini adalah hasil, bukan sekadar permainan indah,” ujarnya. Kekalahan dari Arema FC menjadi kekalahan ketujuh beruntun bagi Semen Padang FC musim ini. Dari 11 pertandingan yang telah dijalani, Kabau Sirah baru mengumpulkan empat poin hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan delapan kekalahan. Capaian ini membuat Semen Padang FC terpuruk di posisi ke-18 atau dasar klasemen sementara. Kondisi itu menjadi alarm bagi manajemen untuk segera melakukan pembenahan total. Tantangan berikutnya datang dari Borneo FC Samarinda, pemuncak klasemen sementara, yang akan dijamu Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu (9/11/2025). Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Kabau Sirah untuk menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Moulevey menegaskan, meski posisi tim terpuruk, seluruh elemen klub harus tetap optimistis. “Kami semua di jajaran komisaris dan penasihat siap bekerja keras. Kami tidak akan membiarkan Semen Padang FC terus terpuruk. Klub ini kebanggaan Sumatera Barat dan para perantau Minang di manapun berada,” tuturnya. (*)

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey Sesalkan Keputusan Kontroversial Wasit usai Kabau Sirah Kalah Tipis dari Malut United

TERNATE – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan apresiasi terhadap permainan tim Kabau Sirah meskipun kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari Malut United FC pada laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (27/10/2025) malam. Moulevey menilai permainan Semen Padang FC mulai menunjukkan peningkatan di bawah arahan Pelatih Dejan Antonic, walau hasil akhir belum berpihak pada tim asal Ranah Minang itu. “Secara permainan, tim ini sudah jauh lebih baik. Kekalahan tipis 1-0 bukan karena kondisi tim, tapi karena keputusan kontroversial wasit,” ujar Moulevey, Senin (27/10/2025). Kekalahan Semen Padang FC disebut Moulevey tak lepas dari keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Dalam laga tersebut, wasit memberikan hadiah penalti kepada Malut United dan mengeluarkan kartu merah untuk Rosad Setiawan. “Saya hadir langsung menyaksikan pertandingan bersama Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, dan Pelatih Dejan Antonic yang belum bisa berada di pinggir lapangan karena masalah administrasi. Dari pengamatan saya, keputusan wasit itu sangat disayangkan,” katanya. Manajemen Semen Padang FC, lanjutnya, tengah mempertimbangkan untuk menyampaikan nota keberatan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga serta PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional. Kemenangan ini menambah catatan positif Malut United FC, yang kini membukukan empat kemenangan beruntun. Gol tunggal Tyronne del Pino di menit ke-77 dari titik penalti memastikan tiga poin bagi Laskar Kie Raha, sekaligus mengantarkan mereka ke posisi ketiga klasemen sementara dengan 17 poin. Sejak menit awal, Malut United tampil agresif dengan pola permainan menyerang, didukung penuh oleh suporter tuan rumah. Namun, pertahanan disiplin Semen Padang sempat membuat tim asuhan Hendri Susilo frustrasi. Semen Padang bahkan sempat menciptakan peluang emas melalui Armando Oropa di menit ke-31, tapi tendangan jarak jauhnya masih bisa ditepis Angga Saputro. Petaka datang di menit ke-41 ketika Rosad Setiawan menerima kartu kuning kedua, membuat Kabau Sirah harus bermain dengan 10 pemain. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Malut United untuk terus menekan hingga akhirnya memperoleh penalti yang menjadi penentu kemenangan. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Semen Padang FC menjadi enam kekalahan beruntun, membuat mereka tertahan di dasar klasemen sementara. Meski begitu, Moulevey tetap optimistis timnya bisa bangkit. “Kami percaya dengan arah pembenahan yang sedang dilakukan pelatih. Ada progres nyata. Yang kami minta hanya keadilan di lapangan,” katanya. Di sisi lain, kemenangan ini membuat Malut United semakin percaya diri bersaing di papan atas. Dengan performa yang stabil dan produktivitas yang meningkat, Laskar Kie Raha mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat musim ini. Bagi Semen Padang FC, laga berikutnya akan menjadi momentum penting untuk memutus rantai kekalahan sekaligus membuktikan bahwa semangat Kabau Sirah belum padam. (*)

Braditi Moulevey Sebut Manajemen Baru Semen Padang FC Siap Berbenah Total, Fokus Bangkit dari Zona Degradasi

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey menegaskan bahwa klub kebanggaan masyarakat Minang itu akan menjalani evaluasi besar-besaran di bawah kepemimpinan manajemen baru. Langkah ini diambil setelah rapat perdana bersama jajaran direksi dan penasihat klub untuk membenahi seluruh aspek manajemen yang dinilai masih lemah, terutama dalam hal pendanaan. “Kami sudah melakukan rapat perdana dengan jajaran direksi yang baru dan penasihat. Kami akan melakukan evaluasi besar-besaran untuk merombak sistem manajemen agar lebih baik. Saat ini, manajemen memang masih mengalami kesulitan dalam hal pendanaan klub, dan sementara akan tetap dibantu oleh Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade,” ujar Moulevey, Jumat (24/10/2025). Sebagai komisaris, kata Moulevey, tugas utamanya adalah mengawasi serta memberi masukan kepada direksi agar klub semakin profesional dan modern dalam pengelolaan. Tidak hanya memantau dari jauh, Braditi Moulevey memastikan dirinya akan hadir langsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, pada Minggu (26/10/2025) untuk memberikan dukungan moril saat Semen Padang FC bertandang melawan Malut United dalam lanjutan BRI Super League musim kompetisi 2025-2026. “Kami sudah berkomunikasi dengan Pelatih Kepala Dejan Antonic melalui sambungan seluler. Kami meyakinkan beliau agar tim bisa tampil maksimal dan meraih poin di Malut,” ujarnya. Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada suporter, pendukung, dan perantau Minang di seluruh Indonesia agar terus memberikan dukungan positif kepada tim, bukan caci maki. “Menang atau kalah, Semen Padang FC tetaplah kebanggaan orang Minang. Hentikan mencaci pemain dan ofisial yang sudah berjuang. Mereka pun tidak ingin kalah. Sekarang waktunya kita bersatu memberi semangat,” katanya. Pria yang akrab disapa Levi itu mengimbau seluruh pendukung agar memberikan kesempatan kepada manajemen baru untuk membuktikan kinerjanya. Menurutnya, perubahan besar butuh waktu, kerja sama dan dukungan penuh dari seluruh pihak. “Manajemen lama sudah berakhir, sekarang mari kita dukung manajemen yang baru ini untuk berbuat. Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat lanjutan dengan seluruh jajaran klub di Padang untuk melakukan evaluasi total,” ungkapnya. Ia menegaskan pembenahan akan menyentuh seluruh lini, mulai dari merchandise, marketing hingga pembinaan internal. “Semua akan kami benahi. Kami minta direksi yang baru untuk bergerak cepat. Ini memang tidak mudah, tapi jika dilakukan bersama, semuanya akan jadi ringan,” katanya. Bangkit dari Keterpurukan Saat ini, Semen Padang FC masih berada di posisi juru kunci klasemen sementara BRI Super League 2025–2026, dengan catatan tujuh kekalahan, satu kemenangan, dan satu hasil seri. Kekalahan terakhir di kandang sendiri dari Bhayangkara FC dengan skor tipis 0–1 menjadi alarm keras bagi manajemen baru. Braditi menyebut bahwa faktor mental menjadi persoalan utama tim. “Teknisnya kita tidak kalah dari klub lain, tapi masalahnya adalah mental. Kami yakin dengan pelatih baru Dejan Antonic dan para pemain bisa bangkit. Kami optimis meraih tiga poin melawan Malut United,” ujarnya. Pertandingan Malut United FC vs Semen Padang FC akan digelar pada Minggu (26/10/2025) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Laga ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan moral dan kepercayaan diri tim. Dengan dukungan penuh dari manajemen baru, doa masyarakat Minang, dan komitmen pelatih serta pemain, Kabau Sirah menargetkan kebangkitan nyata dari keterpurukan. “Perjalanan masih panjang. Kami yakin Semen Padang bisa bangkit jika semua pihak bersatu,” kata Levi. Dejan Antonic Siap Ubah Mental Tim Sementara itu, Pelatih Kepala Semen Padang FC Dejan Antonic sudah bisa mendampingi tim secara penuh setelah persoalan administrasinya tuntas. Sebelumnya, ia absen dari bench saat melawan Bhayangkara FC dan posisinya digantikan oleh Asisten Pelatih, FX Yanuar. Menjelang laga tandang ke Maluku Utara, Dejan menegaskan pentingnya disiplin dan kerja keras di latihan. “Karakter saya, semua harus kerja keras dan disiplin. Saya ingin Semen Padang berubah dan siap menerima hasil di lapangan dengan kepala tegak,” kata Dejan. Ia juga berencana berbicara dari hati ke hati dengan para pemain untuk memahami kendala yang mereka hadapi di lapangan. “Saya akan tanya ke pemain apa yang mereka rasakan, apa yang sulit. Saya bisa jadi teman, bisa juga jadi ayah bagi mereka,” ujarnya. Rekam jejak Dejan di sepak bola Indonesia cukup menjanjikan. Ia pernah menyelamatkan tim-tim seperti Borneo FC, Pelita Bandung Raya, dan Arema FC dari zona degradasi, sebuah pengalaman yang diharapkan bisa menular ke Kabau Sirah. (*)

Pengamat Sebut Tokoh Muda Perantau Minang, Braditi Moulevey Layak Mewakili Generasi Baru Padang

PADANG – Pengamat Politik dari Liberte Institute, Indrayadi, menilai Braditi Moulevey Rajo Mudo sebagai sosok muda yang memiliki karakter kepemimpinan kuat dan kedekatan nyata dengan masyarakat, baik di ranah maupun di rantau. Menurut Indrayadi, kepedulian Braditi Moulevey terhadap masyarakat sudah terbukti melalui aktivitas sosialnya, bukan sekadar muncul menjelang momentum politik. “Bang Levi (sapaan akrab Braditi Moulevey, red) bukan hanya aktif di organisasi, tapi juga turun langsung ke masyarakat. Ia hadir dalam berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan di Padang maupun Sumbar. Itu menunjukkan kepedulian yang konsisten,” katanya, Rabu (22/10/2025). Sebagai Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Braditi Moulevey dinilai berperan penting menjembatani hubungan antara perantau Minang dan masyarakat di kampung halaman. “Ia aktif menjalin kolaborasi lintas daerah dan membangun komunikasi antara ranah dan rantau. Ini hal yang penting, karena Padang butuh figur yang bisa menyatukan banyak kalangan,” kata Indrayadi. Di tengah perubahan dinamika politik, katanya, kemunculan figur muda seperti Braditi Moulevey menjadi warna baru. “Ia termasuk kelompok muda dengan semangat besar. Jaringannya terbukti luas, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ia punya modal sosial yang kuat dan kedekatan emosional dengan masyarakat,” ujarnya. Braditi Moulevey dikenal luas di kalangan perantau Minang. Dirinya bertumbuh sejak kecil di Jati serta Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dua kawasan tempat keluarga besar ayah dan ibunya dibesarkan. Dirinya telah lama aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk program peningkatan ekonomi, pelatihan keterampilan dan pelestarian kebudayaan. Menurut Indrayadi, akar sosial yang kuat menjadi modal penting bagi siapa pun yang ingin mengemban tanggung jawab publik. “Kota Padang membutuhkan figur yang tidak hanya memahami pemerintahan, tapi juga memahami masyarakatnya. Braditi memiliki karakter itu. Dia komunikatif, terbuka dan bisa diterima lintas kelompok,” katanya. Dapat Apresiasi dari Sejumlah Tokoh Nama Braditi Moulevey mulai ramai dibicarakan setelah beberapa kali mendampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade dalam sejumlah agenda di Sumbar beberapa waktu lalu. Dalam sebuah video yang diunggah ke akun TikTok pengacara Mukti Ali Kusmayadi Putra atau Boy London, Andre sempat menyebut Braditi sebagai sosok muda yang disiapkan untuk menjadi Wali Kota Padang di masa depan. “Saya bersama pengacara kondang asal Sumbar, Bang Boy London, kemudian ada Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan calon penggantinya, Braditi Moulevey Rajo Mudo,” ucap Andre dalam video tersebut. Pernyataan spontan itu memicu diskusi publik, namun Indrayadi menilai, hal tersebut sebaiknya dipahami sebagai bentuk kepercayaan dan dorongan moral, bukan deklarasi politik. “Dukungan seperti itu menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas seseorang, tapi proses politik tetap panjang. Politik bukan soal klaim, melainkan tentang kerja nyata dan konsistensi,” katanya. Indrayadi juga menilai, peta persaingan di Pilkada Padang mendatang akan lebih terbuka. “Berdasarkan pengalaman, posisi petahana atau wakil biasanya punya peluang kemenangan yang terbatas. Artinya, kompetisi akan dimulai dari titik nol, dan semua punya kesempatan yang sama,” katanya. Selain dari kalangan pengamat dan wakil rakyat, tokoh lokal juga memberi pandangan positif terhadap Braditi Moulevey. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dalam satu kesempatan menyebut bahwa sosok Braditi memiliki pembawaan dan karakter yang cocok untuk memimpin. “Pembawaannya memang pas sih, kita doakan saja Pak Sekjen,” ujar Jon Firman Pandu saat mendampingi Andre Rosiade dalam agenda kunjungan beberapa waktu lalu. Pernyataan itu, meski bukan bentuk dukungan politik formal, menunjukkan bahwa figur Braditi Moulevey mulai mendapat perhatian di kalangan kepala daerah dan tokoh publik. Ia dinilai mampu membawa semangat baru dalam gaya kepemimpinan yang lebih komunikatif dan kolaboratif. Kepedulian dan empati Braditi terhadap masyarakat juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kota Padang, Verry Mulyadi yang kini menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar. Menurut Verry, Braditi Moulevey termasuk sedikit dari generasi muda yang masih menunjukkan perhatian besar terhadap masyarakat, baik di ranah maupun di rantau. “Tidak banyak anak muda sekarang yang peduli terhadap daerah dan masyarakatnya, apalagi yang berada di rantau. Sosok Braditi Moulevey adalah salah satunya yang telah berbuat nyata di perantauan,” ujar Verry beberapa waktu lalu. Verry menjelaskan, kepedulian itu terlihat dari kiprah Braditi di Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) yang diketuai Andre Rosiade. Salah satu program yang ia gagas adalah bus mudik gratis bagi masyarakat Minang, yang memudahkan ribuan perantau pulang ke kampung halaman setiap tahun. Selain aktif di organisasi sosial, Ketua DPC Gerindra Padang itu menilai Moulevey juga dikenal memiliki perhatian terhadap dunia olahraga. Buktinya, saat ini Braditi Moulevey dipercaya sebagai Komisaris PT Kabau Sirah Semen Padang, perusahaan yang menaungi klub legendaris Semen Padang FC. “Kepercayaan itu menunjukkan kemampuan dan komitmen Braditi dalam membangun institusi yang ia emban. Ia punya kemampuan manajerial dan semangat menghidupkan kembali kejayaan Semen Padang FC,” ucapnya. Menurutnya, berbagai amanah yang diberikan masyarakat dan organisasi menjadi bukti bahwa Braditi memiliki integritas serta kemampuan memimpin di berbagai bidang. “Saya percaya, dengan semangat dan kerja kerasnya, ia bisa terus berkontribusi besar untuk daerah,” katanya. Lantas, apa tanggapan dari Braditi Moulevey? Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Braditi Moulevey menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para tokoh dan pengamat yang telah memberikan pandangan positif terhadap dirinya. “Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan, doa, dan pandangan baik dari banyak pihak, termasuk Pak Andre Rosiade, Pak Jon Firman Pandu, dan Pak Verry Mulyadi, termasuk dari pengamat politik, Pak Indrayadi. Semua itu saya anggap sebagai bentuk motivasi agar saya terus berbuat lebih baik bagi masyarakat,” kata Levi. Ia menegaskan, dirinya saat ini masih fokus pada kegiatan sosial dan organisasi, bukan pada agenda politik. “Saya percaya, penghargaan terbesar datang bukan dari jabatan, tapi dari manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain. Selama masih bisa berbuat untuk masyarakat, itu yang akan saya lakukan,” katanya. Dirinya juga menyebut bahwa politik adalah perjalanan panjang yang harus dilalui dengan kerja nyata, bukan sekadar wacana. “Bagi saya, semua proses harus dijalani dengan kesabaran dan niat baik. Jika nanti ada jalan ke arah itu, biarlah masyarakat yang menilai dan waktu yang menjawab,” tuturnya. (*)

Sekjen DPP IKM, Braditi Moulevey Ditunjuk jadi Komisaris Semen Padang FC, Ini yang akan Dilakukan

PADANG – Struktur manajemen PT Kabau Sirah Semen Padang resmi mengalami perombakan menyusul keputusan sirkuler para pemegang saham yang ditetapkan pada 3 Oktober 2025. Dalam keputusan tersebut, nama Braditi Moulevey resmi masuk dalam jajaran Komisaris perusahaan hingga Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2030. Perusahaan ini merupakan badan pengelola Semen Padang FC, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Masuknya pria yang akrab disapa Levi itu dalam jajaran Komisaris menjadi sorotan, mengingat perannya yang selama ini cukup aktif dalam berbagai kegiatan dan inisiatif olahraga di daerah. Braditi Moulevey menyambut penunjukan ini dengan sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa jabatan Komisaris bukanlah ruang untuk menonjolkan diri, melainkan amanah untuk bekerja bersama. “Saya hanya ingin ikut berkontribusi sebisanya. Klub ini milik banyak orang, milik masyarakat Sumatera Barat. Peran saya kecil, tapi saya berharap bisa bermanfaat,” katanya, Jumat (17/10/2025). Ia juga menambahkan bahwa membangkitkan kembali kejayaan Semen Padang FC tidak bisa dilakukan secara individual. “Diperlukan semangat kebersamaan dari berbagai pihak, baik manajemen, pemain, suporter, maupun masyarakat luas agar klub bisa kembali disegani,” katanya. “Yang penting kita jaga semangat kebersamaan. Tidak ada satu orang pun yang bisa membangun klub ini sendirian. Semuanya harus bergerak bersama,” sambung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. Lebih jauh, Levi menegaskan bahwa Semen Padang FC bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan Ranah Minang. “Semen Padang FC itu merupakan klub kebanggaan Ranah Minang. Seluruh masyarakat Ranah Minang, di manapun mereka berada, sangat menunggu-nunggu kebangkitan dan mencintai klub ini,” katanya. Selain soal kebanggaan, ia juga menyampaikan harapannya terhadap arah klub ke depan. Dirinya optimis bahwa dengan komposisi manajemen dan pelatih baru, Semen Padang FC mampu tampil lebih kompetitif di level tertinggi sepak bola nasional. “Kita tentu berharap dengan manajemen yang semakin solid dan pelatih baru, Semen Padang FC bisa terus bertarung dan memberikan yang terbaik di Liga 1. Harapan kita semua sama, yakni melihat Kabau Sirah kembali disegani,” ujarnya. Braditi Moulevey juga menekankan pentingnya dukungan seluruh masyarakat Minang, baik yang berada di Ranah maupun di Rantau. Dukungan moril, semangat, serta rasa memiliki dari masyarakat diyakini dapat menjadi energi besar bagi klub untuk terus berkembang. “Semen Padang FC tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan orang Minang di manapun berada sangat berarti. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tapi tentang harga diri dan kebanggaan kita bersama,” ujarnya dengan tegas. Langkah restrukturisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pengelolaan klub secara lebih profesional dan terbuka. Dalam struktur baru, Braditi Moulevey akan berperan mengawasi arah kebijakan perusahaan agar sejalan dengan visi jangka panjang pengembangan klub menjadi klub sepak bola yang profesional. Selain Braditi Moulevey, jajaran Komisaris dan Direksi PT Kabau Sirah Semen Padang kini terdiri dari Ilham Aldelano Azre sebagai Komisaris Utama, Erick Reza Alandri sebagai Komisaris, Hermawan Ardiyanto sebagai Direktur Utama, dan Akhmayanda Nasution sebagai Direktur Operasional. (*)

Andre Rosiade Sebut Braditi Moulevey sebagai Calon Pengganti Fadly Amran Pimpin Padang

PADANG – Braditi Moulevey Rajo Mudo, sosok perantau Minang sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), kini tengah menjadi pembicaraan publik di Sumatera Barat (Sumbar). Namanya mulai disebut-sebut dalam sejumlah perbincangan di media sosial sebagai salah satu tokoh muda yang berpotensi maju dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Padang periode 2030-2035. Isyarat tersebut mencuat setelah ia beberapa kali tampak mendampingi Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, dalam berbagai agenda kunjungan kerja di Sumbar. Dalam salah satu video yang diunggah ke akun TikTok milik pengacara kondang asal Sumbar, Mukti Ali Kusmayadi Ali Putra atau yang akrab disapa Boy London, Andre sempat melontarkan pernyataan terbuka. Ia menyebut nama Braditi Moulevey sebagai sosok yang disiapkan untuk menjadi Wali Kota Padang pengganti Fadly Amran di masa mendatang. “Saya bersama pengacara kondang asal Sumbar, Hotman Paris-nya Sumbar, bang Boy London, kemudian ada Wali Kota Padang, Fadly Amran dan calon penggantinya, Braditi Moulevey Rajo Mudo,” ujar Andre Rosiade dalam video tersebut. Pernyataan spontan Andre Rosiade itu sontak menyita perhatian warganet. Meski Pilkada 2030 masih cukup lama, sejumlah komentar mulai bermunculan, baik yang bersifat dukungan maupun sekadar menilai sosok Braditi sebagai tokoh muda yang potensial. Sejatinya, Braditi Moulevey Rajo Mudo bukan nama asing di kalangan perantau Minang. Lahir dan besar di Padang, ia dikenal sebagai figur yang aktif di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan. Kiprahnya di dunia perantauan telah lama ia ukir, terutama melalui posisinya sebagai Sekjen DPP IKM, organisasi besar yang menaungi para perantau Minang di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Dalam kapasitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Levi itu kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pembangunan, dan kolaborasi lintas daerah. Ia juga dikenal aktif menjembatani komunikasi antara perantau dan ranah Minang, terutama dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas jejaring kolaborasi bagi pembangunan daerah asal. Braditi Moulevey juga beberapa kali ikut terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat di kampung halaman. Fokusnya tak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan generasi muda. Rekam jejaknya sebagai tokoh muda perantau memberi kesan bahwa ia memiliki kedekatan emosional dan kepedulian terhadap kota kelahirannya. Dinilai Punya Karakter Pemimpin Tak hanya Andre Rosiade, sejumlah tokoh lokal juga memberi pandangan serupa. Jon Firman Pandu, Bupati Solok, dalam satu kesempatan turut memberikan pandangan bahwa sosok Braditi memang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. “Pembawaannya memang pas sih, kita doakan yah Pak Sekjen,” ujar Jon Firman Pandu saat mendampingi Andre dalam salah satu agenda kunjungan beberapa waktu lalu. Penilaian seperti ini, meski bukan bentuk dukungan politik formal, menunjukkan bahwa Braditi Moulevey mulai dilihat sebagai figur muda yang punya peluang untuk tampil dalam panggung politik lokal. Namun, baik Andre maupun Jon menegaskan bahwa semua proses politik masih panjang dan membutuhkan perjalanan serta kerja nyata, bukan sekadar wacana. Selain aktif di organisasi masyarakat, Braditi Moulevey juga dikenal sebagai kader Partai Gerindra, partai besutan Presiden Prabowo Subianto. Ia telah lama berkiprah di lingkungan politik nasional, terutama melalui jejaring partai dan komunitas perantau. Keterlibatannya di Gerindra membentuk pengalaman politik yang cukup matang bagi seorang kader muda. Ia juga dikenal sebagai sosok yang mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi lintas sektor dalam membangun jejaring. Dalam beberapa kesempatan, Braditi Moulevey juga dipercaya untuk mendampingi tokoh-tokoh nasional dalam agenda politik maupun kunjungan kerja ke Sumbar. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Braditi Moulevey terkait rencana pencalonan dirinya. Dirinya mengaku masih fokus pada aktivitas sosial dan organisasi. Isyarat dari berbagai tokoh lebih banyak dipandang publik sebagai bentuk kepercayaan dan dorongan moral agar anak muda Minang tampil dalam kepemimpinan masa depan. Jalan Panjang Perbincangan mengenai figur potensial seperti Braditi Moulevey menggambarkan dinamika politik yang mulai bergerak jauh sebelum masa Pilkada tiba. Kota Padang sebagai salah satu daerah strategis di Sumbar memang kerap melahirkan tokoh muda potensial dari kalangan perantau maupun lokal. Dengan latar belakang sosial yang kuat, jaringan perantau yang luas, dan pengalaman organisasi, Braditi dianggap memiliki bekal awal yang cukup jika kelak benar-benar terjun ke kancah politik lokal. Namun, jalan menuju pencalonan masih panjang dan penuh tahapan. Selain dukungan politik partai, faktor konsolidasi masyarakat dan rekam jejak pengabdian di lapangan akan menjadi penentu penting. Bagi sebagian masyarakat, kemunculan figur muda seperti Braditi memberi warna baru dalam peta politik Padang ke depan. Meski demikian, publik juga masih akan menilai melalui kinerja, rekam jejak serta kontribusinya terhadap kemajuan daerah, bukan sekadar melalui pernyataan atau dukungan simbolis. (*)