Braditi Moulevey: Kemenangan atas Persita jadi Modal Laga Tandang Semen Padang FC vs Arema FC

PADANG – Sinyal kebangkitan mulai terlihat dari tubuh Semen Padang FC pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Setelah melewati fase awal musim dengan tekanan berat, Kabau Sirah perlahan menunjukkan kemampuan untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. Kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (8/2/2026), menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, hasil tersebut bukan sekadar menambah poin, tetapi juga menguatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi persaingan ketat papan bawah. Gol semata wayang Semen Padang FC pada laga lawan Persita Tangerang dicetak oleh Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil tersebut menjalani debut manis bersama Kabau Sirah dengan menuntaskan penalti di menit akhir pertandingan, saat tekanan berada pada level tertinggi. Eksekusi tenang eks pemain Persebaya Surabaya tersebut memastikan tiga poin krusial tetap bertahan di Padang. “Tambahan angka dari laga melawan Persita membuat Semen Padang FC kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan awal putaran kedua,” katanya, Senin (9/2/2026). Sebelumnya, tim asuhan Dejan Antonic meraih dua hasil imbang dalam laga tandang. Rangkaian hasil tersebut memberikan ruang bernapas bagi Kabau Sirah yang sejak awal musim berkutat di papan bawah klasemen. Tidak hanya sektor penyerangan yang menunjukkan progres, Braditi Moulevey juga menyoroti lini pertahanan yang juga memperlihatkan peningkatan signifikan. “Kiper Rendy Oskaria tampil menonjol melalui sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Persita Tangerang sepanjang laga. Kontribusinya menjadi fondasi penting bagi kemenangan tipis tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut. Secara klasemen, Levi tidak menampik bahwa Semen Padang FC memang masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin. Namun, dinamika persaingan mulai berubah. “Pada pekan yang sama, informasi yang saya terima bahwa Madura United harus mengakui keunggulan Persijap Jepara, sementara PSBS Biak pulang tanpa poin usai dikalahkan PSM Makassar. Situasi ini membuat jarak poin antara Kabau Sirah dan tim-tim di atasnya semakin menipis,” katanya. Persijap Jepara, katanya, kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Semen Padang FC. Meski demikian, Kabau Sirah masih unggul dalam rekor pertemuan. “Di sisi lain, hasil imbang antara Persis Solo dan PSIM turut menjaga ketatnya persaingan di zona bawah,” katanya. Dengan masih tersisa 15 pertandingan pada putaran kedua, termasuk tujuh laga kandang, peluang Semen Padang FC untuk terus memperbaiki posisi tetap terbuka. Konsistensi dalam meraih poin menjadi kunci utama agar momentum positif tidak terhenti. Tantangan berikutnya datang pada pekan ke-21 ketika Kabau Sirah dijadwalkan bertandang ke markas Arema FC. “Laga di Stadion Kanjuruhan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Arema juga sedang berada dalam tren positif setelah menundukkan Persija Jakarta,” kata Levi. Bagi Semen Padang FC, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) pertandingan tersebut bukan hanya soal mengejar poin, melainkan juga ujian mental untuk menjaga kesinambungan performa. “Jika melihat hasil terakhir, peluang membawa pulang hasil positif tetap terbuka,” ucapnya. Di tengah ketatnya kompetisi, kebangkitan Kabau Sirah di putaran kedua menjadi sinyal bahwa Semen Padang FC belum menyerah dalam perburuan bertahan. “Setiap poin kini memiliki arti besar, dan kemenangan atas Persita menjadi pengingat bahwa harapan masih menyala di Padang. Tim kebanggaan orang Sumatera Barat (Sumbar) ini harus bertahan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia,” pungkasnya. (*)

Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Laga Semen Padang FC vs Persita di Stadion Agus Salim

PADANG – Peran penonton kembali menjadi sorotan menjelang laga kandang Semen Padang FC pada putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa dukungan dari suporter dan pendukung setia Kabau Sirah dapat menjadi faktor pembeda dalam upaya tim meraih kemenangan. Dirinya mengajak seluruh elemen pendukung Semen Padang FC untuk hadir dan memenuhi Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada pertandingan kandang pertama putaran kedua menghadapi Persita Tangerang, Minggu (8/2/2026). Menurut dia, atmosfer stadion yang hidup akan memberi dorongan besar bagi para pemain di lapangan. “Saya meminta kepada seluruh suporter dan pendukung Tim Kabau Sirah untuk meramaikan dan memerahkan Stadion Haji Agus Salim pada pertandingan kandang pertama di putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 antara dengan melawan Persita Tangerang,” kata Moulevey, Sabtu (7/2/2026). Ia menyampaikan optimisme setelah tim melakukan perombakan komposisi pemain. Perubahan tersebut diyakini membawa energi baru serta meningkatkan daya saing Kabau Sirah dalam menghadapi paruh kedua kompetisi. “Tim yang sudah dirombak ini membuat kami yakin pemain akan all out dan insya Allah kami akan optimis mendapatkan tiga poin,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan penonton bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari strategi kemenangan. Menurutnya, semangat dari tribun mampu menular langsung ke lapangan dan memengaruhi mental bertanding para pemain. Tentunya, harapannya dukungan dari seluruh penonton bisa menambah semangat pemain, suporter dan pendukung ini adalah pemain ke-12 dan itu merupakan salah satu kunci kemenangan dan mudah-mudahan Stadion Agus Salim akan kembali menjadi tempat yang ditakutkan oleh lawan-lawan Semen Padang FC. Pertandingan Semen Padang FC kontra Persita Tangerang sendiri diprediksi berlangsung ketat. Berdasarkan data Aiscore, kedua tim memiliki kekuatan yang relatif seimbang jika melihat catatan pertemuan dan tren permainan terkini. Kondisi tersebut membuat duel di Padang berpotensi berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Sejak tahun 2014, kedua tim telah bertemu sebanyak sembilan kali. Hasilnya menunjukkan keseimbangan yang mencolok, dengan masing-masing mengoleksi empat kemenangan dan satu pertandingan berakhir imbang. Dari sisi produktivitas, Semen Padang FC mencetak total 11 gol, sedangkan Persita Tangerang membukukan 9 gol. Keuntungan tersendiri dimiliki Kabau Sirah saat bermain di Stadion Haji Agus Salim. Dari empat pertemuan kandang melawan Persita, Semen Padang FC mampu meraih tiga kemenangan, sementara tim tamu hanya sekali mencuri poin penuh. Catatan tersebut memperkuat keyakinan bahwa faktor kandang bisa menjadi senjata penting. Meski demikian, Persita Tangerang datang dengan kepercayaan diri setelah memenangkan pertemuan terakhir pada 4 Oktober 2025 dengan skor tipis 1-0. Hasil itu menjadi pengingat bahwa keunggulan kandang tidak otomatis menjamin kemenangan. Dari sisi performa terkini, Semen Padang FC masih berupaya keluar dari tren kurang positif. Dalam lima laga terakhir, Kabau Sirah belum meraih kemenangan, dengan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Rata-rata gol yang dicetak berada di angka 1,2 per pertandingan, sementara kebobolan mencapai 2,4 gol. Persentase kemenangan handicap tercatat 40 persen, dengan kecenderungan total gol tinggi sekitar 60 persen. Sebaliknya, Persita Tangerang menunjukkan konsistensi yang lebih baik. Mereka membukukan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir. Rata-rata gol yang dihasilkan mencapai 1,4 per pertandingan, dengan kebobolan hanya 0,8 gol. Persentase kemenangan handicap berada di angka 60 persen, sementara kecenderungan total gol tinggi relatif rendah, yakni 20 persen. Bagi Semen Padang FC, laga ini menjadi momentum penting untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan sekaligus membuka putaran kedua dengan hasil positif. Dukungan penuh dari publik Padang diharapkan menjadi katalis kebangkitan Kabau Sirah. Sementara itu, Persita Tangerang datang dengan ambisi mempertahankan konsistensi demi menjaga posisi di papan klasemen BRI Super League 2025/2026. Keseimbangan rekor pertemuan yang berpadu dengan perbedaan tren performa membuat pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka, namun tetap sarat kehati-hatian. (*)

Braditi Moulevey: Semen Padang FC Siap Curi 3 Poin di Kandang PSM Makassar

MAKASSAR – Semen Padang FC akan menghadapi ujian penting saat melakoni laga tandang melawan PSM Makassar pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Pare-pare, Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026), dan menjadi momentum krusial bagi kedua tim yang sama-sama masih berkutat di papan bawah klasemen sementara. Laga ini tidak hanya mempertemukan dua tim dengan sejarah rivalitas panjang, tetapi juga menyajikan kontras kondisi terkini. Semen Padang FC datang dengan kepercayaan diri yang relatif terjaga, sementara PSM Makassar tengah berada dalam tekanan berat akibat tren negatif dan absennya sejumlah pemain kunci. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kondisi tim Kabau Sirah cukup ideal jelang laga penting ini. Ia memastikan hampir seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur, kecuali satu nama yang masih menjalani pemulihan cedera. “Tim bisa tampil full, semua pemain dalam kondisi siap untuk turun bertanding, kecuali Kaza yang masih cidera dan masih butuh waktu satu minggu lagi untuk tampil dan insya Allah bisa bermain di kandang ketika melawan Persita, Kazaki Nakagawa akan bisa tampil bermain,” katanya, Minggu (1/2/2026) siang. Dengan komposisi tersebut, pria yang akrab disapa Levi itu berharap pelatih Dejan Antonic mampu memaksimalkan potensi skuad untuk meraih hasil maksimal di kandang lawan. “Tentunya, dengan kondisi ini, mudah-mudahan Coach Dejan bisa memaksimalkan tim untuk mencuri 3 poin di kandang PSM Makassar,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Optimisme tersebut tidak lepas dari situasi yang tengah dihadapi PSM Makassar. Tim berjuluk Juku Eja dipastikan tidak tampil dengan kekuatan terbaik akibat kombinasi sanksi dan cedera yang menimpa beberapa pemain inti. “Karena, PSM dari sisi teknis kurang diuntungkan karena mendapatkan sanksi dari FIFA dan pemain asing yang mengatur serangan tidak bisa bermain karena kena akumulasi kartu kuning dan saya harap Coach Dejan bisa memaksimalkan kondisi ini serta bisa meraih 3 poin di Pare-pare,” ujar Levi. Sebelumnya, Kabau Sirah sukses mencuri satu poin saat bertandang ke markas Bali United pada tanggal 24 Januari 2026 lalu. Hasil tersebut menjadi suntikan moral bagi skuad Dejan Antonic yang kini telah diperkuat total 10 pemain asing, dengan tujuh di antaranya merupakan wajah baru musim ini. Sebaliknya, PSM Makassar diperkirakan harus melakukan sejumlah penyesuaian. Pemain sayap andalan mereka, Jaques Medina, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning yang diterimanya saat PSM kalah 0-2 dari Persijap Jepara. Selain itu, gelandang Ananda Raehan juga harus menjalani larangan bertanding setelah menerima kartu merah langsung pada laga melawan Bali United di pekan ke-17. Kondisi PSM kian rumit karena dua pemain asing lainnya, Gledson Paixao dan Savio Roberto, masih menjalani proses pemulihan cedera dan diragukan dapat tampil di laga ini. Meski demikian, Juku Eja tetap memiliki opsi pelapis seperti Risky Eka Pratama, Abdul Rahman, dan Gala Pagamo yang berpeluang mengisi posisi kosong di starting eleven. Dari sisi klasemen, kedua tim berada dalam situasi yang sama-sama genting. PSM Makassar menempati peringkat ke-12 dengan koleksi 10 poin dari 18 pertandingan, hasil dari empat kemenangan, tujuh kali imbang, dan tujuh kekalahan. Sementara itu, Semen Padang FC berada tepat di bawah zona aman, yakni peringkat ke-17 dengan 11 poin dari 18 laga, melalui tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan 13 kekalahan. Kondisi tersebut membuat duel di Parepare menjadi sangat penting dalam upaya menjaga peluang bertahan di kompetisi musim ini. Jika menilik data head to head yang dirilis AiScore, persaingan kedua tim terbilang ketat. Sejak 2010, PSM Makassar dan Semen Padang FC telah bertemu sebanyak 15 kali. Semen Padang unggul tipis dengan tujuh kemenangan, sementara PSM mencatatkan empat kemenangan dan empat laga lainnya berakhir imbang. Dari sisi produktivitas, kedua tim sama-sama mengoleksi 18 gol. Ketika bermain di kandang PSM Makassar, catatan pertemuan juga menunjukkan persaingan yang tidak sepenuhnya menguntungkan tuan rumah. Di Stadion Gelora BJ Habibie, kedua tim sudah delapan kali berhadapan, dengan rincian empat kemenangan untuk PSM, dua kemenangan untuk Semen Padang, dan dua hasil imbang. Sebaliknya, dominasi Kabau Sirah terlihat jelas saat laga digelar di kandang sendiri. Dari tujuh pertemuan di markas Semen Padang FC, PSM Makassar belum pernah meraih kemenangan, dengan lima kemenangan diraih tuan rumah dan dua laga berakhir imbang. Jika ditarik ke enam pertemuan terakhir, PSM Makassar memang memiliki catatan yang sedikit lebih baik dengan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Namun, tren tersebut tidak sejalan dengan performa terkini kedua tim di kompetisi. Dalam lima pertandingan terakhir, PSM Makassar mengalami periode sulit dengan catatan lima kekalahan beruntun tanpa satu pun kemenangan atau hasil imbang. Di sisi lain, Semen Padang FC mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam periode yang sama, sebuah statistik yang dinilai lebih stabil dibandingkan lawannya. Perbedaan tren performa inilah yang membuat laga di Pare-pare diprediksi berlangsung ketat dan sarat tekanan. Keunggulan bermain di kandang belum tentu menjadi jaminan bagi PSM Makassar, sementara Semen Padang FC berpeluang memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri poin penting. (*)

Semen Padang FC Rekrut Kasim Botan, Braditi Moulevey: Sesuai dengan Kebutuhan Tim

PADANG – Semen Padang FC kembali mengambil langkah strategis pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dengan mendatangkan penyerang sayap kanan Kasim Botan. Perekrutan ini bukan sekadar penambahan pemain, melainkan bagian dari upaya memperkuat variasi serangan tim jelang putaran kedua kompetisi. Manajemen menilai kehadiran Kasim Botan dapat memberikan alternatif baru di sektor sayap, terutama dalam menyesuaikan skema permainan yang akan diterapkan oleh pelatih Dejan Antonic. Pemain berusia muda itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan tim yang menginginkan keseimbangan antara kecepatan, mobilitas, dan fleksibilitas di lini depan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, membenarkan bergabungnya Kasim Botan ke dalam skuad Kabau Sirah. Ia menegaskan bahwa keputusan merekrut Kasim bukan tanpa pertimbangan matang, melainkan berdasarkan kecocokan karakter pemain dengan kebutuhan tim di putaran kedua. “Kasim Botan cocok dengan skema tim Semen Padang FC di putaran kedua,” kata Moulevey, Kamis (29/1/2026) malam. Selain memastikan kedatangan Kasim, pria yang akrab disapa Levi itu juga tidak menampik kemungkinan adanya tambahan pemain lokal lain. Namun, dirinya menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan akan dilakukan secara terukur dan diumumkan sebelum jendela transfer putaran kedua resmi ditutup. “Terkait pemain lokal lainnya, nanti akan kami informasikan secepatnya. Yang jelas sebelum bursa transfer putaran kedua ditutup,” ujarnya. Di sisi lain, kepindahan Kasim Botan ke Semen Padang FC turut dikonfirmasi oleh PSIM Jogja. Klub asal Yogyakarta itu secara resmi melepas Kasim pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, dengan pertimbangan utama agar sang pemain mendapatkan kesempatan bermain yang lebih luas. Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menyampaikan bahwa kesepakatan transfer telah dicapai oleh kedua belah pihak. Ia menjelaskan bahwa ketatnya persaingan di sektor sayap membuat Kasim kesulitan memperoleh menit bermain di putaran pertama. “Betul, kami sudah sepakat untuk transfer Kasim Botan ke Semen Padang di putaran kedua ini,” kata Razzi dalam keterangan resminya. Menurut Razzi, kebutuhan jam terbang menjadi faktor krusial dalam keputusan manajemen melepas Kasim. PSIM menilai langkah tersebut sebagai solusi terbaik agar sang pemain tetap berkembang dan menjaga performa kompetitifnya bersama klub baru. “Pertimbangan utamanya adalah kebutuhan menit bermain. Di posisinya saat ini, persaingan di PSIM memang sangat ketat,” ujarnya. Transfer ini juga berkaitan dengan strategi penyeimbangan komposisi skuad PSIM Jogja di paruh kedua musim. Setelah melepas Kasim, manajemen Laskar Mataram berencana mendatangkan satu pemain baru untuk memperkuat lini pertahanan. “Tim harus dikurangi agar kami bisa merekrut satu pemain baru. Pemain baru ini posisinya bek tengah dan dia pemain asing,” ujar Razzi. Kepindahan Kasim ke Semen Padang FC sekaligus mengakhiri kebersamaannya dengan PSIM Jogja. Kontrak sang pemain memang hanya berdurasi satu musim sehingga transfer ini menandai berakhirnya kerja sama kedua pihak. “Karena kontraknya hanya satu musim, maka kerja sama kami berakhir seiring dengan transfer ini,” tambahnya. Manajemen PSIM pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kasim selama memperkuat Laskar Mataram. Mereka berharap Kasim mampu memberikan kontribusi maksimal dan menjaga performa terbaiknya bersama Semen Padang FC hingga akhir musim kompetisi. “Harapannya dia bisa memberikan kontribusi maksimal dan menjaga performa terbaiknya hingga akhir musim,” tuturnya. (*)

Braditi Moulevey Buka Suara soal Rumor Striker Spanyol di Semen Padang FC

PADANG – Semen Padang FC kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional seiring berkembangnya rumor transfer pemain asing menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026. Klub kebanggaan asal Sumatera Barat (Sumbar) yang dikenal dengan julukan Kabau Sirah itu disebut-sebut tengah membidik striker asal Spanyol untuk memperkuat lini depan pada putaran lanjutan musim ini. Isu tersebut mencuat setelah akun media sosial Transfer News Football mengunggah informasi mengenai kemungkinan ketertarikan Semen Padang FC terhadap penyerang asal Spanyol, Koldo Obieta. Unggahan itu menyebutkan bahwa nama Obieta masuk dalam radar perekrutan pemain asing dan tengah dipantau pada bursa transfer paruh musim. Rumor tersebut dengan cepat menyebar dan memantik antusiasme pendukung Kabau Sirah. Publik menilai tambahan striker asing menjadi kebutuhan mendesak, mengingat ketatnya persaingan dan tuntutan produktivitas gol pada level kompetisi tertinggi nasional. Menanggapi kabar yang beredar, Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memberikan klarifikasi terkait isu pemain asal Spanyol tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada informasi resmi dari manajemen terkait nama yang disebutkan dalam rumor. “Mengenai rumor pemain asal Spanyol, itu tidak ada kami informasikan. Tapi memang saat ini manajemen lagi mencari tambahan 1 pemain asing untuk posisi striker untuk menambah amunisi Semen Padang FC di lini depan. Manajemen serius untuk membenahi tim agar bisa bertahan di liga 1. Kemungkinan tambahan striker ini kita lagi mencari yang berasal dari Benua Afrika,” katanya, Jumat (23/1/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus manajemen saat ini bukan pada figur tertentu, melainkan pada kebutuhan strategis tim. Penambahan striker asing dipandang sebagai langkah krusial untuk meningkatkan daya saing Kabau Sirah, terutama dalam upaya bertahan di Liga 1. Sementara itu, dalam unggahan Transfer News Football, Koldo Obieta disebut memiliki rekam jejak cukup menjanjikan. Penyerang tengah berusia 32 tahun tersebut sebelumnya memperkuat Kerala Blasters FC, klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga India. Bersama klub tersebut, Obieta dilaporkan mampu menunjukkan kontribusi positif di sektor serang. Produktivitas Obieta menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian publik. Ia disebut mencatatkan tiga gol dari tiga pertandingan, sebuah catatan yang menggambarkan efektivitasnya sebagai penyerang tengah. Statistik tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa ia berpotensi menjadi solusi atas kebutuhan gol Semen Padang FC. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Kabau Sirah terkait ketertarikan terhadap Obieta. Informasi yang beredar masih berstatus rumor dan sepenuhnya bergantung pada kebijakan klub serta dinamika negosiasi yang mungkin berlangsung di balik layar. Di luar isu tersebut, Semen Padang FC memang tengah melakukan pembenahan signifikan menjelang putaran kedua kompetisi. Sejumlah pemain asing baru telah didatangkan sebagai bagian dari strategi penyegaran skuad. Nama-nama seperti Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, dan Boubakary Diara menjadi bagian dari komposisi anyar tim. Untuk posisi penjaga gawang, manajemen masih memberikan kepercayaan kepada Arthur sebagai kiper utama. Di sektor pertahanan, pengalaman Alhasan Wakasso dan Angelo Meneses tetap menjadi andalan. Selain itu, Rendi Oscario Sroyer direkrut untuk menambah kedalaman di bawah mistar gawang. Sektor sayap juga mendapat perhatian khusus melalui perekrutan Maicon de Souza dari Borneo FC. Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan variasi serangan dan meningkatkan agresivitas permainan Kabau Sirah dari sisi lapangan. Dengan komposisi tersebut, manajemen Semen Padang FC menunjukkan optimisme untuk tampil lebih kompetitif pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Target meraih hasil maksimal, termasuk dalam laga tandang yang menantang, tetap dipasang sebagai bagian dari ambisi menjaga eksistensi klub di kasta tertinggi sepak bola nasional. Di tengah dinamika bursa transfer yang terus bergerak, para pendukung Kabau Sirah kini menanti kepastian langkah berikutnya. Apakah Semen Padang FC akan benar-benar mendatangkan striker asing baru, dan dari benua mana sosok tersebut akan berasal, menjadi salah satu cerita menarik yang menyertai perjalanan Kabau Sirah musim ini. (*)

Braditi Moulevey Optimistis, Semen Padang FC Siap Putus Kutukan Lawan Bali United

PADANG – Kehadiran pemain asing baru menjadi modal utama Semen Padang FC jelang laga berat menghadapi Bali United pada lanjutan putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Di tengah catatan historis yang tidak berpihak, manajemen Kabau Sirah memastikan seluruh persiapan tim telah mencapai tahap maksimal, termasuk kelengkapan administrasi pemain anyar yang selama ini dinantikan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan bahwa seluruh pemain asing baru kini sudah dapat diturunkan. Hal tersebut membuka opsi taktik yang lebih luas bagi pelatih Dejan Antonic saat menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1/2026) sore. “Alhamdulillah persiapan Semen Padang FC dalam menghadapi Bali United pada Sabtu (24/1/2026) sudah maksimal dan alhamdulillah, seluruh pemain asing baru sudah bisa bermain dan tinggal nantinya kita harapkan tim bisa maksimal di lapangan, karena kita sudah bisa memainkan pemain asing baru,” ujar Braditi Moulevey, Jumat (23/1/2026). Kabar baik bagi tim tamu datang dari rampungnya dokumen administrasi salah satu pemain rekrutan anyar, Maicon Souza. Proses yang sempat menjadi kendala akhirnya tuntas setelah keluarnya Exit Permit Only (EPO) serta pencabutan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang sebelumnya terdaftar di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan terselesaikannya persoalan tersebut, seluruh komposisi pemain Semen Padang FC dipastikan siap diturunkan. Braditi Moulevey menegaskan, kini keputusan sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala untuk menentukan strategi dan susunan pemain terbaik. “Jadi, kita sudah bisa memainkan seluruh pemain dan tinggal pelatih Dejan Antonic menyiapkan strateginya atau menyusun susunan pemain pada besok sore,” katanya. “Kami dari manajemen berharap semua pemain bisa all out di lapangan. Bermain spartan dan bisa mencuri 3 poin di kandang Bali. Walaupun di atas kertas. Bali lebih diunggulkan, tapi di sepakbola tidak ada yang tidak mungkin,” sambungnya. Manajemen klub juga mengajak seluruh elemen pendukung untuk memberikan dukungan moral kepada tim. Pria yang akrab disapa Levi berharap doa dan sokongan dari masyarakat Minang di mana pun berada dapat menjadi energi tambahan bagi Kabau Sirah dalam laga tandang yang sarat tekanan tersebut. “Kami harapkan dukungan dari seluruh suporter dan doanya dari seluruh masyarakat Minang di manapun berada untuk bisa mendoakan kemenangan bagi tim kebanggaan Urang Minang, Semen Padang FC pada pertandingan besok,” ujarnya. Menghadapi putaran kedua kompetisi, Semen Padang FC melakukan perombakan signifikan dengan mendatangkan sejumlah pemain asing baru. Nama-nama seperti Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, dan Boubakary Diara menjadi bagian dari strategi penyegaran skuad. Di posisi penjaga gawang, manajemen tetap mempercayakan peran utama kepada Arthur. Sementara di lini belakang, Semen Padang FC masih mengandalkan pengalaman Alhasan Wakasso dan Angelo Meneses. Untuk menambah kedalaman skuad, klub juga merekrut Rendi Oscario Sroyer sebagai tambahan kekuatan di bawah mistar. Sektor sayap turut diperkuat dengan kedatangan Maicon de Souza yang direkrut dari Borneo FC. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan variasi serangan serta meningkatkan agresivitas Kabau Sirah dari sisi lapangan. Dengan komposisi tersebut, manajemen Semen Padang FC menaruh optimisme tinggi untuk tampil lebih kompetitif pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Target meraih hasil maksimal di laga tandang tetap dipasang, meski tantangan yang dihadapi terbilang berat. Laga Bali United vs Semen Padang FC sendiri menyita perhatian karena kuatnya dominasi historis tim tuan rumah. Sejak 2016, kedua tim telah bertemu sebanyak 10 kali di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, Bali United mencatatkan sembilan kemenangan, sementara Semen Padang hanya sekali meraih hasil positif, tanpa satu pun pertandingan berakhir imbang. Produktivitas gol semakin menegaskan jarak performa kedua tim. Dari total 34 gol yang tercipta, Bali United menyumbang 25 gol, sedangkan Semen Padang hanya mencetak sembilan gol. Rata-rata 2,5 gol per pertandingan menjadi cerminan ketajaman Serdadu Tridatu setiap kali berhadapan dengan Kabau Sirah. Dominasi Bali United juga terlihat jelas saat bermain di kandang. Dalam empat pertemuan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan ketika bertandang ke Padang, mereka mampu meraih lima kemenangan dari enam laga di Stadion Haji Agus Salim. Pada level kompetisi Liga 1, rekor Bali United atas Semen Padang terbilang sempurna. Dari tujuh pertemuan, seluruhnya berakhir dengan kemenangan bagi Serdadu Tridatu. Catatan tersebut menjadi modal psikologis yang kuat bagi tuan rumah menjelang laga Sabtu sore. Dari sisi performa terkini, Bali United juga berada dalam tren positif. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang tanpa mengalami kekalahan. Stabilitas ini menunjukkan konsistensi permainan Bali United di putaran kedua. Menariknya, kemenangan Bali United kerap diraih dengan selisih gol tipis. Persentase Total Goals Over mereka tercatat hanya 20 persen, menandakan efektivitas permainan serta solidnya organisasi pertahanan. Kondisi berbeda dialami Semen Padang FC. Dalam lima laga terakhir, Kabau Sirah hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan empat kekalahan. Persentase kemenangan mereka berada di angka 20 persen, dengan rata-rata kebobolan mencapai 2,2 gol per pertandingan. Meski persentase Total Goals Over Semen Padang mencapai 60 persen, tingginya angka tersebut lebih disebabkan oleh lemahnya sektor pertahanan dibandingkan produktivitas serangan. Kekalahan pada laga terakhir melawan Persis Solo turut memperpanjang tren negatif tim. Dengan mempertimbangkan rekor pertemuan, performa terkini, serta keuntungan bermain di kandang, Bali United diprediksi akan menguasai jalannya pertandingan. Disiplin lini belakang dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci bagi Serdadu Tridatu untuk mengamankan poin penuh. Di sisi lain, Semen Padang FC diperkirakan akan tampil lebih berhati-hati dan mengandalkan serangan balik cepat. Kehadiran pemain asing baru diharapkan mampu memberikan dimensi berbeda, meski catatan kebobolan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi Kabau Sirah. Jika mampu menjaga konsistensi, Bali United berpeluang melanjutkan dominasinya atas Semen Padang FC sekaligus mengamankan posisi penting di klasemen putaran kedua BRI Super League 2025/2026. (*)

Kekalahan Menyakitkan Semen Padang FC, Braditi Moulevey Dorong Evaluasi Total Jelang Putaran Kedua

PADANG – Kekalahan tipis Semen Padang FC dari Persis Solo pada penutup putaran pertama BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 menyisakan catatan serius bagi manajemen klub. Hasil akhir 2-3 yang tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang pada Minggu (11/1/2026), bukan hanya memupus harapan mengamankan poin penting, tetapi juga membuka kembali persoalan mendasar yang harus segera dibenahi menjelang putaran kedua kompetisi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai hasil tersebut sebagai kerugian besar bagi klub dan seluruh pendukung Kabau Sirah. “Kegagalan meraih poin di laga krusial akhir putaran pertama akan berdampak langsung pada beratnya tantangan yang harus dihadapi pada fase berikutnya BRI Super League musim 2025/2026,” katanya usai pertandingan. Ia menegaskan, kekalahan ini menjadi catatan penting bagi jajaran manajemen dan tim pelatih. Ia mendorong agar pembenahan dilakukan secara serius, terutama dalam mempersiapkan skuad menghadapi putaran kedua. “Dengan masuknya pemain asing baru nantinya diharapkan dapat diramu dengan tepat sehingga membentuk tim yang lebih kompetitif dan mampu meraih poin secara konsisten,” katanya. Ia juga menyoroti kekecewaan besar yang dirasakan suporter Semen Padang FC. Meski hasil tersebut menyakitkan, pria yang akrab disapa Levi itu menekankan pentingnya tidak larut dalam kesedihan. “Kami meminta kepada manajemen dan seluruh jajaran pelatih untuk mengevaluasi total para pemain pada pertandingan tadi yang tidak ada semangat atau spartan bermain, dan tentunya ini harus dievaluasi besar-besaran,” katanya. Permintaan evaluasi total dari jajaran pengawas klub itu bukan tanpa dasar. Dalam pertandingan melawan Persis Solo, Semen Padang FC sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil lebih baik. Dua kesempatan emas melalui titik penalti pada menit ke-15 dan 36 menjadi momen krusial. Namun, eksekusi Cornelius Stewart dan Irsyad Maulana gagal berbuah gol, membuat peluang berharga tersebut terbuang sia-sia. Meski demikian, Kabau Sirah sempat membangkitkan optimisme publik tuan rumah setelah Irsyad Maulana mencetak gol pembuka pada menit ke-35. Gol tersebut memberi harapan bahwa Semen Padang FC mampu mengendalikan jalannya laga dan menutup putaran pertama dengan hasil positif. Momentum itu tidak bertahan lama. Persis Solo merespons dengan efektif dan menunjukkan mental kuat. Gol penyama kedudukan yang dicetak Zanadin Fariz pada masa injury time babak pertama mengubah alur pertandingan. Tekanan berlanjut di awal babak kedua ketika Kazuma Tanaka membawa tim tamu berbalik unggul. Semen Padang FC berupaya mengejar ketertinggalan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun, efektivitas Persis Solo kembali menjadi pembeda. Gol Irfan Jauhari pada menit ke-90+1 semakin memperkecil peluang tuan rumah untuk menyelamatkan poin. Gol Ricki Ariansyah di menit ke-90+6 hanya mampu memperkecil jarak, tanpa mengubah hasil akhir. “Pelatih dan manajemen harus segera mengambil keputusan strategis tanpa berlarut-larut. Pasalnya, pada awal putaran kedua, Semen Padang FC sudah dihadapkan pada tantangan berat dengan menghadapi Bali United pada 24 Januari 2026,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Dirinya berharap pelatih Dejan Antonic segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan strategi serta taktik yang lebih matang. “Sehingga permainan akan lebih meningkat dan lebih baik di putaran kedua, itu yang menjadi catatan kami selaku jajaran pengawas dari klub ini,” tuturnya. (*)

Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Stadion Agus Salim Saat Semen Padang FC vs Persis Solo

PADANG – Laga penutup putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 menjadi momentum krusial bagi Semen Padang FC. Menjelang duel melawan Persis Solo yang akan digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026), Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengajak seluruh pendukung Kabau Sirah untuk memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan Ranah Minang. Ajakan tersebut disampaikan Braditi Moulevey sehari sebelum pertandingan. Ia menilai kehadiran suporter di stadion bukan sekadar formalitas, melainkan elemen penting yang dapat menentukan nasib Semen Padang FC di kompetisi tertinggi sepakbola nasional. “Dukungan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diyakini mampu menjadi pembeda, terutama dalam laga kandang yang menentukan arah perjalanan tim di BRI Super League,” katanya, Sabtu (10/1/2026). Pria yang akrab disapa Levi itu menegaskan, pertandingan melawan Persis Solo memiliki makna strategis karena menjadi penutup putaran pertama musim ini. Ia menekankan bahwa perjuangan Semen Padang FC untuk bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia membutuhkan sinergi antara pemain, manajemen, dan suporter. “Oleh karena itu, Stadion Agus Salim diharapkan menjadi rumah yang benar-benar hidup bagi Kabau Sirah dengan kehadiran suporter,” katanya. Menurut Levi, seluruh elemen tim telah menyiapkan diri secara maksimal. Ia memastikan pemain, jajaran pelatih, serta manajemen berada dalam kondisi siap tempur dan akan mengerahkan seluruh kemampuan demi mengamankan poin penuh di kandang. “Tekad untuk bermain total menjadi komitmen bersama demi menjaga asa Semen Padang FC tetap bersaing di BRI Super League musim depan,” katanya. Selain fokus pada laga terdekat, Braditi juga mengungkapkan optimisme menyongsong putaran kedua kompetisi. Ia menyebutkan bahwa Semen Padang FC akan diperkuat enam pemain asing baru pada paruh musim berikutnya. “Kehadiran amunisi tambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memompa motivasi tim untuk tampil lebih kompetitif di sisa musim,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Target kemenangan juga ditegaskan dari sisi teknis. Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan laga kandang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam sesi pre-match press conference, Dejan menekankan pentingnya meraih tiga poin di Stadion Haji Agus Salim sebagai bagian dari upaya memperbaiki posisi tim di klasemen sementara BRI Super League. Dejan menyampaikan bahwa kondisi skuad relatif ideal. Hanya satu pemain, Rui Rampa, yang dipastikan absen pada pertandingan tersebut. Selebihnya, seluruh pemain berada dalam kondisi siap bermain. “Persis Solo memiliki materi pemain yang berkualitas, namun fokus kami tidak tertuju pada kekuatan lawan, melainkan pada kekuatan kami dan permainan sendiri,” katanya. Pendekatan tersebut, menurut Dejan, menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal. Ia menilai posisi Persis Solo di klasemen tidak menjadi acuan utama, karena yang terpenting adalah konsistensi, fokus, dan disiplin permainan selama 90 menit. “Dengan bermain di kandang, saya yakin Semen Padang FC mampu mengamankan tiga poin penting,” katanya. Optimisme serupa disampaikan oleh pemain Semen Padang FC, Pedro Matos. Ia memastikan kondisi tim dalam situasi siap tempur dan mental pemain berada pada level yang baik. “Seluruh skuad telah melupakan hasil pertandingan sebelumnya dan kini sepenuhnya memusatkan perhatian pada laga kontra Persis Solo,” katanya. Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal menutup putaran pertama, tetapi juga menjaga momentum positif sekaligus memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League musim 2025/2026. Dukungan penuh dari suporter Kabau Sirah di tribun Stadion Agus Salim diharapkan menjadi energi tambahan yang mampu mengangkat performa tim di lapangan. (*)

Braditi Moulevey: Semen Padang FC Pakai 11 Pemain Asing di Putaran Kedua BRI Super League

PADANG – Semen Padang FC bersiap melakukan perubahan signifikan menjelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Manajemen klub Kabau Sirah menunjukkan keseriusan menghadapi fase krusial kompetisi dengan memperkuat skuad melalui perekrutan pemain baru, terutama dari jalur asing, demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepakbola nasional. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa timnya tidak ingin terjebak dalam tren negatif yang sempat membayangi perjalanan klub pada paruh pertama musim. Dengan membawa sejumlah amunisi baru, manajemen berharap tim mampu tampil lebih kompetitif dan menjawab ekspektasi besar publik Sumatera Barat (Sumbar). Pria yang akrab disapa Levi itu menyebutkan, total 11 pemain asing telah disiapkan untuk mengisi kebutuhan tim pada putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026. Para pemain tersebut diharapkan dapat segera diturunkan dan memberi dampak nyata bagi performa tim di lapangan. “Total ada 11 pemain asing yang siap untuk dimainkan pada putaran kedua ini. Dan diharapkan pada putaran kedua ini mereka bisa bermain,” ujar Braditi Moulevey, Kamis (8/1/2026). Sejumlah nama anyar pun telah resmi diperkenalkan kepada publik. Di sektor tengah, Semen Padang FC mendatangkan Kazaki Nakagawa, gelandang serang asal Jepang yang diharapkan mampu meningkatkan kreativitas permainan. Sementara di lini pertahanan, manajemen merekrut Jaime Giraldo, bek asal Kolombia, untuk memperkuat barisan belakang yang kerap menjadi sorotan. Tidak hanya itu, Kabau Sirah juga mengamankan jasa seorang penyerang asal Spanyol yang sebelumnya merumput di Liga India. Kehadirannya diproyeksikan menjadi solusi atas minimnya produktivitas gol yang dialami tim pada putaran pertama. “Selain itu, kita juga kedatangan pemain asal Spanyol di posisi penyerang yang sebelumnya bermain di Liga India,” kata Moulevey. Menurut Braditi Moulevey, para pemain baru tersebut disiapkan untuk menutup celah yang selama ini menjadi titik lemah tim. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang dan Semen Padang FC mampu keluar dari tekanan klasemen. “Pemain tersebut diharapkan bisa mengisi kekosongan dan lubang yang selama ini menjadi celah atas berbagai kekalahan yang dialami selama ini,” ujarnya. Di tengah tekanan akibat hasil kurang maksimal pada awal musim, manajemen baru terus berupaya menjaga semangat juang tim. Dukungan dari suporter dan masyarakat Minang dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan diri pemain. Braditi Moulevey pun mengajak seluruh pendukung untuk tetap kritis, namun dengan cara yang konstruktif dan beradab. “Memberi kritik boleh, tapi tetap dengan semangat membangun dan tidak menyerang personal pihak tertentu. Kita harus tetap mengedepankan adab sebagai masyarakat Minang yang menjunjung tinggi raso jo pareso,” tuturnya. Sebelumnya, Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, juga telah mengungkapkan rencana klub terkait penggunaan pemain asing pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @andre_rosiade, Andre menyampaikan bahwa enam pemain asing baru telah direkrut. “Ada enam pemain asing baru, di mana empat orang sudah di Padang, pemain asal Jepang sudah dalam perjalanan ke Padang, dan penyerang asal Spanyol yang bermain di Liga India sudah menandatangani surat penawaran kerja sama resmi,” tulis Andre. Selain fokus pada pemain asing, Semen Padang FC tetap memberi perhatian pada penguatan pemain lokal. Manajemen berkomitmen menjaga keseimbangan skuad dengan merekrut pemain lokal berkualitas guna memperdalam komposisi tim. “Pemain lokal berkualitas terus kita upayakan direkrut agar tim ini lolos dari degradasi,” imbuh Andre. Dengan kombinasi pemain asing dan lokal yang lebih solid, Semen Padang FC berharap mampu bangkit pada putaran kedua dan keluar dari bayang-bayang degradasi di BRI Super League 2025/2026. (*)

Tanpa Dua Pemain Asing Hadapi PSIM Yogyakarta, Braditi Moulevey: Semen Padang FC Harus Tetap Bermain Lepas

YOGYAKARTA – Menjelang laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, Semen Padang FC membawa tekad besar meski tengah berada dalam situasi sulit. Tim berjuluk Kabau Sirah itu tidak hanya berupaya menghentikan tren negatif, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa perjuangan keluar dari zona degradasi masih terbuka. Harapan tersebut ditegaskan Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, pada Minggu (4/2/2026) pagi. Ia menekankan pentingnya bermain lepas dan tanpa tekanan berlebih agar tim mampu meraih poin pada laga yang digelar jauh dari markas sendiri. “Yang jelas tujuan kita adalah mendapatkan poin saat menjalani laga tandang,” ujarnya. Levi, sapaan akrabnya, mengingatkan bahwa kondisi tim belum ideal akibat beberapa pemain inti mengalami cedera. Namun, ia berharap semangat bertarung para pemain tidak menurun, terutama ketika kompetisi memasuki putaran kedua yang sangat menentukan perjalanan klub. “Bagaimanapun, kita saat ini terus berjuang keluar dari zona degradasi dan bisa bertahan di kompetisi teratas sepakbola Indonesia,” katanya. Optimisme itu tetap dipelihara meskipun pada laga sebelumnya Semen Padang FC harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 5-1. Levi mendorong skuad Kabau Sirah agar tampil gembira, menikmati permainan, dan tidak terbebani oleh hasil-hasil sebelumnya. Pertemuan PSIM Yogyakarta vs Semen Padang FC dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026) pukul 15.30 WIB. Bagi Semen Padang FC, duel ini menjadi momen penting karena posisi tim masih tertahan di papan bawah. Hingga pekan ke-15, Kabau Sirah menempati peringkat ke-16 dengan 10 poin dari 15 pertandingan, atau maish bertahan di zona merah degradasi. Tantangan semakin berat karena tim datang ke Bantul hanya bermodal hasil kurang memuaskan. Pada laga tunda pekan ke-8, anak asuh Dejan Antonic kalah 1-5 dari Madura United FC. Kekalahan itu menjadi bayang-bayang tersendiri jelang pertandingan krusial melawan PSIM. Situasi kebugaran pemain pun belum sepenuhnya pulih. Dejan Antonic mengakui bahwa skuadnya masih tidak berada dalam kondisi terbaik. “Kita fokus penuh untuk pertandingan lawan PSIM. Dari sebelum laga lawan Madura United, memang ada banyak pemain yang pemain yg sakit. Kita tidak dengan kekuatan 100 persen. Tapi saya senang pemain tetap ingin berikan yang terbaik,” kata pelatih Semen Padang FC tersebut. Semen Padang FC juga harus menerima kenyataan kehilangan dua pemain asing andalan. Ketiadaan mereka membuat opsi rotasi semakin terbatas. “Tidak ada Rui Rampa dan Alhassan Wakaso. Sementara yang lain, kita masih menunggu kondisi mereka, semoga cepat sembuh,” ucap Dejan. Meski begitu, semangat bertahan di kompetisi tertinggi tetap dipegang teguh. Dejan menegaskan target mencuri poin tetap menjadi prioritas. Pelatih asal Serbia tersebut tidak menampik bahwa PSIM Yogyakarta tampil meyakinkan sepanjang musim. “Kita tahu PSIM adalah tim yang bagus pada musim ini. Dan kita pasti akan fight di pertandingan nanti,” ujarnya. Menurut Dejan, PSIM memiliki komposisi pemain berpengalaman, termasuk dukungan legiun asing yang memberi keseimbangan di setiap lini. Posisi PSIM yang relatif aman di klasemen menjadikan laga ini sebagai ujian karakter bagi Kabau Sirah. “Mereka punya banyak pemain asing berkualitas. PSIM juga punya banyak pemain berpengalaman. Dan kini posisi mereka di klasemen juga bagus. Tapi yang pasti, kita datang kesini untuk mencuri poin. Kami selalu berpikir positif,” katanya menegaskan. Dengan kondisi tim yang belum lengkap, Semen Padang FC berusaha mengandalkan kedisiplinan, motivasi, serta mental pantang menyerah. Manajemen dan tim pelatih berharap, bermain tanpa beban justru dapat memunculkan kejutan di markas lawan. Pertandingan diprediksi berjalan ketat. PSIM membutuhkan konsistensi untuk menjaga posisi, sementara Semen Padang FC menjadikan laga ini sebagai momentum kebangkitan. Jika mampu membawa pulang poin, peluang dan harapan agar Kabau Sirah bisa menjauh dari ancaman degradasi akan tetap terjaga. (*)