Braditi Moulevey Optimistis Semen Padang FC Amankan 3 Poin, Kazaki Nakagawa Siap Tampil Lawan Malut United

PADANG – Optimisme tinggi menyelimuti jajaran direksi dan komisaris Semen Padang Football Club (SPFC) jelang laga krusial pekan ke-22 BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Komisaris klub, Braditi Moulevey, menegaskan keyakinannya bahwa Kabau Sirah mampu mengamankan tiga poin penuh saat menjamu Malut United di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026) malam pukul 21.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar agenda rutin kompetisi sepak bola nasional. Bagi Kabau Sirah, duel kandang tersebut menjadi momentum menentukan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Saat ini, Semen Padang FC masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin, hanya terpaut dua angka dari zona aman. Kondisi itu membuat kemenangan menjadi kebutuhan mendesak. Braditi Moulevey menyampaikan bahwa kondisi tim secara keseluruhan berada dalam situasi siap tempur. Ia mengungkapkan kabar positif dari tim medis dan jajaran pelatih yang dinilai menjadi suntikan moral bagi seluruh elemen klub. “Insya Allah tim dalam keadaan siap dan semua pemain bisa dimainkan. Informasi terakhir yang kami terima dari jajaran kepelatihan dan dokter medis tim, bahwa Kazaki Nakagawa sudah bisa diturunkan dan tentunya ini merupakan kabar gembira untuk kita semua dan kami berharap kepada Dejan Antonic selaku Pelatih Kepala bisa meramu skuadnya agar bisa bermain bagus dan bisa mendapatkan 3 poin di kandang menghadapi Malut United,” ujar Braditi, Jumat siang. Kabar kesiapan Kazaki Nakagawa menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, dalam konferensi pers jelang pertandingan, pelatih kepala Dejan Antonic sempat menyampaikan bahwa gelandang asal Jepang tersebut masih dibekap cedera usai laga kontra Arema FC. “Namun perkembangan terakhir menunjukkan kondisi sang pemain telah membaik dan siap diturunkan,” katanya. Braditi menegaskan, harapan kemenangan tidak hanya datang dari manajemen, tetapi juga dari seluruh suporter dan masyarakat Minangkabau. Ia menilai laga kandang harus dimanfaatkan maksimal agar tiga poin tidak lepas begitu saja. “Tentunya, ini juga harapan seluruh suporter, masyarakat Minangkabau dan pendukung Semen Padang FC di manapun berada kita berharap anak-anak bisa bermain dengan baik, ngotot dan bisa mengikuti instruksi dari pelatih dan tentunya kita tidak ingin 3 poin ini lepas dari kandang,” katanya. Lebih jauh, jajaran Board of Directors (BoD) melihat pertandingan ini sebagai titik balik untuk mengejar ketertinggalan poin. Apalagi pada pekan sebelumnya, tim-tim di papan bawah tidak meraih kemenangan sehingga peluang untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka lebar. “Untuk itu, kami dari jajaran BoD mengharapkan kemenangan ini dan tentunya kemenangan ini bisa menambah semangat kita dan mengejar poin kita dari ketertinggalan agar bisa keluar dari zona degradasi, di mana kita ketahui pada pertandingan minggu lalu tim di klasemen bawah tidak ada yang menang dan mudah-mudahan di pertandingan kali ini kita bisa menang dan lolos dari zona degradasi,” katanya. Dari sisi teknis, Dejan Antonic menyebut evaluasi menyeluruh telah dilakukan usai kekalahan dari Arema FC. Pembenahan difokuskan pada efektivitas permainan agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang. “Pasca kekalahan melawan Arema FC, kami mencoba untuk bangkit dan berusaha memperbaiki semuanya. Secara umum para pemain sudah sangat siap bermain melawan Malut United,” ujar Dejan dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026). Meski sempat menghadapi kendala cedera, lini serang Kabau Sirah dinilai mulai menunjukkan progres dibandingkan putaran pertama. Dejan menyebut jarak poin yang kini hanya dua angka dari zona aman menjadi indikator adanya peningkatan performa tim yang baru terbentuk sekitar satu bulan tersebut. “Saya rasa tim ini, terutama lini serang, sudah ada peningkatan. Di putaran pertama jarak poin kami dengan zona aman sangat jauh, tapi sekarang sudah tinggal berjarak dua poin saja. Kalau ditanya progres, sedikit banyaknya pasti ada,” katanya. Menghadapi Malut United yang tengah bersaing di papan atas, Semen Padang FC dipastikan tidak akan menjalani laga mudah. Namun dengan suntikan optimisme dari jajaran direksi dan komisaris, serta kabar positif mengenai kesiapan Kazaki Nakagawa, Kabau Sirah membawa semangat baru. Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal angka di papan klasemen. Lebih dari itu, laga di Stadion Haji Agus Salim menjadi pertaruhan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional musim 2025/2026. Jika tiga poin berhasil diamankan, peluang keluar dari zona degradasi akan terbuka lebar dan menjadi fondasi kebangkitan Kabau Sirah di sisa kompetisi. (*)

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey Sesalkan Keputusan Kontroversial Wasit usai Kabau Sirah Kalah Tipis dari Malut United

TERNATE – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan apresiasi terhadap permainan tim Kabau Sirah meskipun kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari Malut United FC pada laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (27/10/2025) malam. Moulevey menilai permainan Semen Padang FC mulai menunjukkan peningkatan di bawah arahan Pelatih Dejan Antonic, walau hasil akhir belum berpihak pada tim asal Ranah Minang itu. “Secara permainan, tim ini sudah jauh lebih baik. Kekalahan tipis 1-0 bukan karena kondisi tim, tapi karena keputusan kontroversial wasit,” ujar Moulevey, Senin (27/10/2025). Kekalahan Semen Padang FC disebut Moulevey tak lepas dari keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Dalam laga tersebut, wasit memberikan hadiah penalti kepada Malut United dan mengeluarkan kartu merah untuk Rosad Setiawan. “Saya hadir langsung menyaksikan pertandingan bersama Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, dan Pelatih Dejan Antonic yang belum bisa berada di pinggir lapangan karena masalah administrasi. Dari pengamatan saya, keputusan wasit itu sangat disayangkan,” katanya. Manajemen Semen Padang FC, lanjutnya, tengah mempertimbangkan untuk menyampaikan nota keberatan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga serta PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional. Kemenangan ini menambah catatan positif Malut United FC, yang kini membukukan empat kemenangan beruntun. Gol tunggal Tyronne del Pino di menit ke-77 dari titik penalti memastikan tiga poin bagi Laskar Kie Raha, sekaligus mengantarkan mereka ke posisi ketiga klasemen sementara dengan 17 poin. Sejak menit awal, Malut United tampil agresif dengan pola permainan menyerang, didukung penuh oleh suporter tuan rumah. Namun, pertahanan disiplin Semen Padang sempat membuat tim asuhan Hendri Susilo frustrasi. Semen Padang bahkan sempat menciptakan peluang emas melalui Armando Oropa di menit ke-31, tapi tendangan jarak jauhnya masih bisa ditepis Angga Saputro. Petaka datang di menit ke-41 ketika Rosad Setiawan menerima kartu kuning kedua, membuat Kabau Sirah harus bermain dengan 10 pemain. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Malut United untuk terus menekan hingga akhirnya memperoleh penalti yang menjadi penentu kemenangan. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Semen Padang FC menjadi enam kekalahan beruntun, membuat mereka tertahan di dasar klasemen sementara. Meski begitu, Moulevey tetap optimistis timnya bisa bangkit. “Kami percaya dengan arah pembenahan yang sedang dilakukan pelatih. Ada progres nyata. Yang kami minta hanya keadilan di lapangan,” katanya. Di sisi lain, kemenangan ini membuat Malut United semakin percaya diri bersaing di papan atas. Dengan performa yang stabil dan produktivitas yang meningkat, Laskar Kie Raha mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat musim ini. Bagi Semen Padang FC, laga berikutnya akan menjadi momentum penting untuk memutus rantai kekalahan sekaligus membuktikan bahwa semangat Kabau Sirah belum padam. (*)