Braditi Moulevey, Sahabat Lama Fadly Amran Berbagi Gagasan untuk Kemajuan Padang

Padang – Jalinan persahabatan yang telah terbangun lama antara Braditi Moulevey dan Wali Kota Padang, Fadly Amran, kembali membuahkan kolaborasi positif bagi pengembangan Ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. Dalam pertemuan santai yang digelar beberapa waktu lalu di Kota Padang, Braditi Moulevey yang akrab disapa Levi memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk pemerintahan kota yang kini dipimpin sahabatnya tersebut. Pertemuan yang dihadiri oleh beberapa sahabat lainnya itu berlangsung dalam suasana akrab namun tetap produktif. Braditi Moulevey, yang merupakan putra asli Kota Padang mengungkapkan bahwa kedekatan personal dengan Fadly Amran telah terjalin sejak lama, terlebih dengan latar belakang keduanya yang sama-sama aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). “Hubungan baik ini sudah lama terbangun, terutama karena kedekatan kami di berbagai organisasi seperti HIPMI,” ungkap Braditi Moulevey saat ditemui dalam pertemuan tersebut. Fadly Amran yang kini menjabat sebagai Wali Kota Padang periode 2025-2030 menyambut baik gagasan-gagasan yang diutarakan oleh Braditi yang sudah dianggapnya sebagai abang sendiri. Keakraban keduanya terlihat jelas dari interaksi yang terjalin selama pertemuan berlangsung. “Masukan dari Bang Levi sangat berharga bagi kami di pemerintahan kota. Perspektif dari seseorang yang memahami betul kondisi Padang namun juga memiliki wawasan nasional tentu akan memperkaya kebijakan-kebijakan yang kami kembangkan,” kata Fadly Amran. Sebagaimana diketahui, Braditi Moulevey bukan sembarang figur di kalangan pebisnis dan politisi asal Sumbar. Ia tercatat sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) HIPMI Kota Padang yang pertama, menduduki jabatan tersebut dari tahun 2009 hingga 2012. Pengalaman memimpin organisasi pengusaha muda ini memberikannya pemahaman mendalam tentang potensi ekonomi dan tantangan pembangunan di Kota Padang. Saat ini, Braditi Moulevey masih aktif berkiprah di berbagai organisasi strategis. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, sebuah posisi yang memungkinkannya membangun jembatan kolaborasi antara perantau Minang di ibukota dengan daerah asalnya. Selain itu, Braditi Moulevey juga dikenal sebagai politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Meskipun tidak diungkapkan secara detail, pertemuan tersebut diperkirakan membahas berbagai aspek pengembangan Kota Padang, mulai dari sektor ekonomi, pariwisata, hingga pembangunan infrastruktur. Dengan latar belakang Braditi Moulevey sebagai pengusaha dan pemahaman lokalnya tentang Kota Padang, masukan yang diberikannya dipandang sebagai kontribusi berharga bagi kepemimpinan Fadly Amran. Hubungan kolaboratif antara kedua tokoh ini mencerminkan pentingnya jejaring sosial dalam pembangunan daerah. Melalui persahabatan yang telah terjalin lama dan diperkuat oleh kesamaan visi untuk memajukan Kota Padang, diharapkan banyak gagasan inovatif yang dapat diwujudkan untuk kesejahteraan masyarakat Padang. Kota Padang sendiri saat ini tengah berada pada fase penting dalam pembangunannya. Di bawah kepemimpinan Fadly Amran yang baru memasuki periode jabatannya, berbagai program dan kebijakan strategis sedang dirumuskan dan diimplementasikan. Kontribusi pemikiran dari tokoh-tokoh seperti Braditi Moulevey tentu akan memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan di tingkat kota. (*)
Kader Gerindra Braditi Moulevey Diskusikan Kemandirian Finansial Daerah dengan Bupati Bogor

Bogor – Politisi Partai Gerindra, Braditi Moulevey, melakukan pertemuan dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam rangka silaturahmi dan diskusi strategis pembangunan daerah. Kedua tokoh yang sama-sama berasal dari partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto ini menyelenggarakan dialog hangat namun substantif mengenai berbagai aspek pemerintahan. “Mengingat beliau menjabat sebagai Bupati Bogor, saya menilai sangat penting untuk menyerap pengetahuan tentang model kepemimpinan yang diterapkan,” ungkap Braditi Moulevey mengenai motivasi pertemuannya dengan Rudy Susmanto beberapa waktu lalu. Dalam perbincangan tersebut, kedua tokoh Gerindra ini membahas beragam isu krusial mulai dari pengembangan infrastruktur, sistem tata kelola pemerintahan yang efektif, hingga strategi inovatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa harus selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Braditi Moulevey menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam mengelola potensi daerah. “Salah satu caranya adalah dengan mengidentifikasi dan memaksimalkan seluruh potensi yang tersedia sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan PAD,” jelasnya. Dalam diskusi tersebut, keduanya sepakat bahwa kunci peningkatan PAD terletak pada kemampuan kepala daerah untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam memimpin wilayahnya. Pendekatan ini membutuhkan dukungan dari berbagai aspek pemerintahan yang kompeten dan berorientasi pada hasil. “PAD suatu daerah tidak akan mengalami peningkatan signifikan tanpa adanya kemauan politik dan tekad kuat dari pemerintah daerah untuk melakukan terobosan-terobosan strategis,” katanya. Politisi Gerindra ini juga menyoroti dampak jangka panjang dari inisiatif peningkatan PAD. “Langkah-langkah terobosan yang diambil oleh pemerintah daerah akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan berpotensi meningkatkan taraf kesejahteraan secara keseluruhan,” katanya. Pertemuan ini menunjukkan komitmen kedua tokoh politik tersebut untuk berbagi pengalaman dan wawasan dalam upaya memajukan daerah melalui pengelolaan keuangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan fokus pada peningkatan PAD melalui pendekatan kreatif, diharapkan daerah dapat lebih berdikari dalam pembiayaan pembangunan tanpa harus selalu bergantung pada alokasi anggaran dari pemerintah pusat. “Inisiatif seperti ini menjadi semakin penting dalam konteks otonomi daerah yang memberikan keleluasaan bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk mengembangkan strategi pembangunan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayahnya masing-masing,” tutur pria asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. (*)
Braditi Moulevey: Depok Menjadi Contoh Kota Penyangga Ibu Kota yang Berkembang

Jakarta – Politisi Partai Gerindra, Braditi Moulevey, mengungkapkan berbagai wawasan berharga yang diperolehnya dari pertemuan dengan Wali Kota Depok, Supian Suri. Pertemuan yang berlangsung beberapa waktu lalu di Jakarta ini membahas beragam isu strategis terkait pengelolaan perkotaan. “Saya menyerap banyak ilmu dan pengalaman serta pembelajaran kepemimpinan dari Supian Suri dalam memimpin Kota Depok yang menjadi penyangga Jakarta,” ungkap Braditi Moulevey, Senin (28/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh terlibat dalam diskusi mendalam mengenai beberapa topik krusial, seperti pengelolaan sampah, isu lingkungan, strategi pembangunan kota, hingga pengembangan sumber daya manusia. Meskipun dilangsungkan dalam suasana santai, pertemuan tersebut tetap mengedepankan substansi permasalahan. “Diskusi kami berjalan santai namun tak mengurangi substansi persoalan yang kami bahas,” tambah Moulevey. Braditi menekankan bahwa Kota Depok memiliki peran strategis sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Jakarta. Dengan posisi tersebut, pengelolaan dan pembangunan Kota Depok memerlukan pendekatan khusus yang mempertimbangkan berbagai aspek perkotaan modern. Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus perbincangan dalam pertemuan tersebut. Sebagai kota dengan populasi yang terus bertambah, Depok menghadapi tantangan dalam mengelola volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. Strategi pengelolaan yang efektif menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kota yang bersih dan nyaman. Selain itu, pembahasan mengenai lingkungan dan pembangunan kota juga menjadi topik utama yang diangkat. Keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kota yang berkelanjutan. Tak kalah pentingnya, pengembangan sumber daya manusia turut menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Braditi Moulevey mengapresiasi strategi Supian Suri dalam mengoptimalkan potensi masyarakat Depok sebagai penggerak utama kemajuan kota. “Pengalaman dan pengetahuan beliau dalam memimpin Kota Depok memberikan perspektif baru bagi saya mengenai tata kelola perkotaan yang efektif,” ujar politisi Gerindra tersebut. Pertemuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran ide antar tokoh politik dalam upaya mewujudkan pembangunan kota yang lebih baik. Melalui diskusi semacam ini, berbagai strategi dan pendekatan inovatif dapat dihasilkan untuk mengatasi permasalahan perkotaan yang semakin kompleks. Sebagai politisi yang aktif dalam isu pembangunan dan lingkungan, Braditi Moulevey berharap dapat menerapkan wawasan yang diperolehnya dari pertemuan tersebut dalam kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Dengan demikian, pengalaman dari Kota Depok dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan kota-kota lain di Indonesia. “Meskipun pertemuan tersebut berlangsung dalam format informal berupa makan malam, namun substansi pembicaraan mencerminkan keseriusan dalam mendiskusikan berbagai isu strategis terkait pengelolaan dan pembangunan perkotaan,” tuturnya. (*)
Silaturahmi Lebaran Tanpa Agenda Politik: Braditi Moulevey Terima Kunjungan Ketua DPC Gerindra Padang

Jakarta – Perantau Minang yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Jakarta, Braditi Moulevey, menggelar acara silaturahmi dalam rangka Halal Bi Halal menyambut Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah di kediamannya yang berlokasi di kawasan Jakarta Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (1/4/2025). Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, Braditi Moulevey menerima kunjungan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Padang, Verry Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Braditi Moulevey yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumbar menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni sebagai bagian dari tradisi silaturahmi Lebaran, tanpa membahas agenda politik tertentu. “Kami tidak ada berbicara politik. Ini murni Halal Bihalal, tidak ada pembahasan politik sama sekali,” ungkap Moulevey di kediamannya. Menurut penuturannya, pertemuan tersebut lebih difokuskan pada diskusi tentang upaya pengembangan Sumbar ke depan, khususnya mengenai bagaimana memperkuat sinergi antara masyarakat yang berada di kampung halaman (ranah) dengan perantau Minang (rantau). “Hanya silaturahmi biasa saja, kami membahas bagaimana membangun Sumbar ke depannya, sehingga hubungan antara Ranah dan Rantau bisa lebih baik ke depannya,” kata Moulevey. Silaturahmi ini, katanya, menunjukkan kuatnya tradisi masyarakat Minang dalam menjaga hubungan kekerabatan, terutama di momen Lebaran yang menjadi waktu istimewa untuk mempererat tali silaturahmi. Tradisi ini tetap terjaga meski berada di perantauan. Sebagai tokoh masyarakat Jakarta yang berasal dari Minangkabau, Braditi Moulevey dikenal aktif menjaga hubungan baik dengan berbagai kalangan masyarakat Minang, baik yang berada di perantauan maupun yang masih menetap di kampung halaman. “Momentum Lebaran seperti ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat perantau Minang untuk memperkuat jaringan dan membahas potensi kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah asal mereka,” katanya. Pertemuan ini, kata pria yang akrab disapa Levi itu, menggarisbawahi pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemimpin di daerah dengan para tokoh perantau dalam upaya memajukan daerah asalnya, terlepas dari latar belakang politik masing-masing. “Saya ingin menyampaikan pesan bahwa momen silaturahmi Lebaran seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan konstruktif, seperti berbagi gagasan untuk kemajuan daerah, bukan untuk kepentingan politik praktis,” imbuhnya. (*)