Braditi Moulevey Berharap Dukungan Perantau Minang, Semen Padang FC Incar 3 Poin Saat Hadapi PSMS Medan

BEKASI – Semen Padang FC menghadapi tuntutan untuk segera bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun di Pegadaian Championship 2026/2027. Pertandingan melawan PSMS Medan pada Sabtu (17/10/2026) menjadi kesempatan bagi Kabau Sirah untuk menghentikan tren negatif sekaligus kembali meraih tiga poin. Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan timnya telah mematangkan persiapan menjelang pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Memasuki tahap akhir persiapan pada Jumat (16/10/2026), manajemen berharap para pemain mampu menunjukkan keseriusan dan memberikan respons positif setelah hasil yang tidak memuaskan dalam dua laga sebelumnya. “Kami sudah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi PSMS Medan tentunya sudah memasuki persiapan akhir pada hari ini,” katanya, Jumat (16/10/2026). Menurutnya, kesiapan pemain menjadi salah satu hal yang telah dipantau menjelang pertandingan. Ia menyebut para pemain sudah siap menghadapi PSMS dalam laga yang dinilai penting bagi perjalanan Semen Padang FC di kompetisi musim ini. “Tadi pagi pemain sudah siap untuk bermain besok melawan PSMS Medan.” Semen Padang FC datang ke pertandingan ini dengan modal yang belum ideal. Setelah sempat meraih kemenangan atas PSGC Ciamis dengan skor 2-0 pada 26 September 2026, Kabau Sirah kalah 0-1 dari PSPS Pekanbaru pada 4 Oktober, kemudian kembali menelan kekalahan 1-2 saat menghadapi Persikad Depok pada 11 Oktober. Dua hasil tersebut membuat Semen Padang FC membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi sekaligus memulihkan kepercayaan diri tim. Hingga menjelang pertandingan pekan keenam, Kabau Sirah mengoleksi enam poin dan berada di peringkat keenam klasemen. Situasi itu membuat duel melawan PSMS memiliki arti lebih dari sekadar perebutan poin. Semen Padang FC perlu menunjukkan bahwa mereka mampu menghentikan penurunan hasil pertandingan dan kembali bersaing untuk memperbaiki posisi di klasemen. Braditi Moulevey menegaskan manajemen tidak mengambil alih urusan teknis yang menjadi tanggung jawab pelatih. Penentuan strategi permainan hingga susunan pemain yang akan diturunkan sepenuhnya diserahkan kepada tim kepelatihan. “Untuk perihal teknis ataupun strategi tim, kami serahkan ke pelatih beserta jajaran, juga termasuk penyusunan starting line up untuk menghadapi PSMS Medan,” katanya. Meski demikian, manajemen memiliki harapan besar terhadap respons para pemain. Dua kekalahan beruntun menjadi evaluasi penting yang harus dijawab melalui penampilan lebih serius ketika menghadapi tim asal Medan tersebut. “Kami dari manajemen hanya mengharapkan keseriusan dari pemain walaupun kita kalah dalam dua pertandingan, kami berharap pemain bisa bangkit dan meraih lagi kemenangan atau 3 poin lagi saat melawan PSMS Medan,” ucap pria yang akrab disapa Levi tersebut. Tantangan Semen Padang FC tidak bisa dianggap ringan. PSMS Medan memiliki modal yang cukup kompetitif sepanjang awal musim, termasuk kemenangan telak 6-0 atas Persiku Kudus, kemenangan 1-0 atas Bekasi City, serta kemenangan 4-0 atas Persikad Depok. Namun, PSMS juga mengalami hasil kurang memuaskan pada pertandingan terakhir. Mereka kalah 2-1 dari PSPS Pekanbaru pada 11 Oktober 2026 lalu. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama membawa pekerjaan rumah menjelang pertemuan di Bekasi. Hingga menjelang laga, PSMS berada di peringkat ketiga dengan koleksi 10 poin, unggul empat poin dari Semen Padang FC. Perbedaan posisi itu menunjukkan PSMS memiliki catatan hasil yang lebih baik, tetapi kekalahan terakhir menjadi pengingat bahwa mereka juga perlu kembali menemukan konsistensi permainan. Bagi Kabau Sirah, kondisi tersebut membuka peluang untuk memanfaatkan momentum. Meski demikian, kemenangan tidak akan datang dengan sendirinya. Semen Padang FC perlu memaksimalkan persiapan dan menunjukkan permainan yang lebih efektif untuk mengatasi perlawanan PSMS. Levi memandang pertandingan ini sebagai momen penting yang turut menyangkut harapan suporter. Karena itu, target membawa pulang tiga poin menjadi penekanan utama dari manajemen. “Pertandingan ini juga menjadi penentu, kita semua juga sama, supporter juga merasakan hal tersebut, kami harapkan bisa pulang membawa tiga poin,” katanya. Bagaimana dengan Savio Roberto? Selain menyiapkan tim untuk menghadapi PSMS, Semen Padang FC masih menunggu kepastian mengenai kemungkinan tampilnya Savio Roberto Juliao Figueiredo. Hingga Jumat (16/10/2026), manajemen belum dapat memastikan apakah pemain tersebut sudah bisa diturunkan dalam pertandingan berikutnya. Kepastian itu masih bergantung pada proses administrasi yang sedang berjalan. Manajemen terus mengikuti perkembangan proses tersebut sebelum mengambil kesimpulan mengenai peluang Savio untuk tampil. “Mengenai Savio kami masih menunggu, apakah sudah bisa diturunkan atau belum, kita lihat saja besok, tentunya kita terus mengikuti proses administrasi yang tengah berjalan, belum bisa kita pastikan Savio tampil nanti pada saat melawan PSMS Medan,” katanya. Ketidakpastian tersebut membuat komposisi pemain yang tersedia masih menunggu perkembangan terakhir. Keputusan mengenai susunan pemain tetap menjadi kewenangan pelatih bersama jajaran kepelatihan, dengan mempertimbangkan kesiapan tim menjelang pertandingan. Di luar persoalan tersebut, Braditi Moulevry memastikan berbagai kebutuhan persiapan telah dimatangkan, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Manajemen berharap seluruh persiapan itu dapat mendukung tim untuk tampil maksimal dan mencapai target yang telah ditetapkan. Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut menegaskan pertandingan melawan PSMS Medan menjadi laga yang wajib dimenangkan Semen Padang FC. Ia berharap Kabau Sirah mampu memanfaatkan pertandingan tersebut untuk memperbaiki catatan hasil sekaligus mengakhiri tren negatif. Levi menyinggung statistik pertandingan Semen Padang FC yang telah dua kali bermain di kandang dengan catatan satu hasil imbang dan satu kekalahan. Karena itu, kemenangan pada laga berikutnya diharapkan bisa menjadi tambahan hasil positif dalam rangkaian tiga pertandingan kandang tersebut. “Pertandingan besok merupakan laga yang wajib dimenangkan Semen Padang FC. Berdasarkan statistik, kita dua kali main di kandang, di mana mendapatkan satu kali imbang dan kalah, mudah-mudahan besok bisa menang, sehingga bisa menambah satu kali menang dari tiga kali bermain di kandang,” pungkasnya. (*)

Perjalanan Terjal Kabau Sirah: Pergantian Pelatih, Evaluasi Manajemen dan Misi Kembali ke Liga 1

PERJALANAN TERJAL KABAU SIRAH Pergantian Pelatih, Evaluasi Manajemen, dan Misi Kembali ke Liga 1 Oleh: Braditi Moulevey COO dan Manajer Tim Semen Padang FC Sepak bola tidak pernah menjanjikan perjalanan yang mudah. Ada kemenangan yang membangkitkan optimisme, ada hasil imbang yang menyisakan pekerjaan rumah, dan ada kekalahan yang memaksa sebuah tim untuk berhenti sejenak, bercermin, lalu menentukan arah yang lebih baik. Bagi Semen Padang FC, perjalanan di Pegadaian Championship musim 2026/2027 adalah bagian dari proses panjang untuk membangun kembali kejayaan Kabau Sirah. Sejak awal kompetisi, kami telah menetapkan sasaran yang jelas: menjadi juara Pegadaian Championship dan kembali ke Liga 1. Target ini bukan sekadar slogan untuk membangkitkan semangat suporter. Target ini adalah komitmen yang harus diperjuangkan melalui kerja keras, disiplin, strategi yang tepat dan kesatuan seluruh elemen klub. Namun, realitas kompetisi tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Kemenangan, hasil imbang, hingga kekalahan menjadi rangkaian perjalanan yang harus kami hadapi secara dewasa. Kekalahan 0-1 dari PSPS Pekanbaru menjadi salah satu momen yang menuntut evaluasi serius, terutama terhadap efektivitas permainan dan kemampuan tim dalam mengonversi peluang menjadi gol. Dalam sepak bola profesional, hasil akhir tidak dapat dipisahkan dari proses. Ketika hasil tidak sesuai harapan, kami tidak boleh sekadar mencari alasan. Kami harus berani mengidentifikasi persoalan, mengakui kekurangan, dan mengambil keputusan demi kepentingan klub. Pergantian Pelatih Bukan Bentuk Intervensi Di tengah dinamika yang terjadi, muncul pula isu mengenai dugaan intervensi manajemen terhadap pelatih. Saya perlu menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Keputusan pergantian pelatih bukan didasarkan pada keinginan untuk mencampuri kewenangan teknis pelatih, melainkan merupakan bagian dari evaluasi manajemen terhadap perjalanan tim dan pencapaian target yang telah ditetapkan sejak awal musim. Dalam sebuah klub profesional, manajemen dan pelatih memiliki fungsi serta tanggung jawab yang berbeda, tetapi saling berkaitan. Pelatih memiliki kewenangan dalam urusan teknis, strategi dan persiapan tim, sementara manajemen bertanggung jawab memastikan klub bergerak sesuai dengan sasaran yang telah disepakati. Ketika hasil dan perkembangan tim belum memenuhi harapan, manajemen memiliki tanggung jawab untuk melakukan evaluasi dan mengambil keputusan yang dianggap perlu. Pergantian pelatih adalah salah satu langkah yang kami harapkan dapat membantu mengembalikan tim ke jalur yang tepat demi mencapai target awal: menjuarai Pegadaian Championship dan kembali promosi ke Liga 1. Keputusan ini bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, apalagi untuk membangun narasi konflik antara manajemen dan pelatih. Ini adalah keputusan profesional yang berorientasi pada kepentingan klub. Kami menghormati setiap pelatih yang telah bekerja untuk Semen Padang FC, sekaligus menyadari bahwa dalam sepak bola, evaluasi dan penyesuaian merupakan bagian dari upaya mencapai prestasi. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukanlah perdebatan mengenai siapa yang paling benar, melainkan bagaimana seluruh elemen klub menjalankan tanggung jawabnya untuk membawa Semen Padang FC mencapai target. Kami ingin energi tim tetap terfokus pada pertandingan, perbaikan performa, dan perjuangan meraih promosi. Pergantian pelatih bukanlah keputusan yang mudah, tetapi terkadang diperlukan demi menjaga arah dan tujuan bersama. Setelah melakukan evaluasi, manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Nil Maizar dan menunjuk Stefano Cugurra, yang akrab disapa Teco, sebagai pelatih kepala yang baru. Kami menghargai dedikasi dan kontribusi Coach Nil selama menangani Semen Padang FC. Setiap pelatih yang pernah menjadi bagian dari perjalanan klub memiliki perannya masing-masing, dan keputusan pergantian ini tidak menghapus penghargaan kami terhadap kerja yang telah dilakukan. Kini, bersama Coach Teco, kami memasuki fase baru. Tantangannya bukan hanya memperbaiki hasil pertandingan, tetapi juga membangun kembali konsistensi permainan, meningkatkan produktivitas gol, memperkuat organisasi tim, serta menumbuhkan kepercayaan diri para pemain. Pergantian pelatih tentu tidak bisa dipandang sebagai solusi instan. Tidak ada jaminan bahwa perubahan di pinggir lapangan akan langsung menghasilkan kemenangan beruntun. Pelatih membutuhkan waktu untuk mengenali karakter pemain, menerapkan filosofi permainan, dan membangun komunikasi yang efektif di dalam tim. Karena itu, kami harus memberikan dukungan sekaligus menetapkan standar kerja yang jelas. Evaluasi harus berjalan, tetapi proses juga harus mendapatkan ruang. Yang terpenting adalah setiap pertandingan menunjukkan perkembangan, setiap latihan menghasilkan perbaikan, dan setiap pemain memahami tanggung jawabnya terhadap lambang klub yang mereka kenakan. Target Tidak Berubah, Cara Kerja Harus Diperkuat Bagi kami, pergantian pelatih bukan berarti memulai seluruh perjalanan dari nol. Fondasi tim telah dibangun, kompetisi telah berjalan, dan pengalaman dari pertandingan-pertandingan sebelumnya harus menjadi modal untuk melangkah lebih baik. Kami harus belajar dari kekurangan yang telah terlihat. Produktivitas di depan gawang perlu ditingkatkan. Transisi permainan harus lebih efektif. Konsentrasi selama 90 menit wajib dijaga. Di atas semuanya, para pemain harus memiliki mentalitas untuk terus berjuang, bahkan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Kompetisi panjang tidak dimenangkan hanya dengan satu pertandingan. Gelar juara ditentukan oleh konsistensi, kemampuan bangkit setelah kehilangan poin, dan ketangguhan menghadapi tekanan. Oleh sebab itu, target Semen Padang FC tetap sama: Juara Pegadaian Championship 2026/2027 dan promosi ke Liga 1. Kami tidak ingin terjebak dalam kekecewaan atas hasil yang telah berlalu. Sebaliknya, kami ingin menjadikan setiap hasil sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Laga melawan Persikad Depok menjadi ujian awal bagi era baru bersama Coach Teco. Pertandingan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk mengejar tiga poin, melainkan juga momentum untuk memperlihatkan respons tim terhadap perubahan. Kami ingin melihat semangat juang, organisasi permainan yang lebih baik, serta determinasi untuk memberikan hasil maksimal. Tentu, kami menyadari bahwa lawan-lawan yang dihadapi juga memiliki ambisi dan kualitas. Tidak ada pertandingan yang boleh dianggap mudah. Setiap laga harus dipersiapkan dengan serius, baik secara taktik, fisik, mental, maupun kolektivitas. Kebangkitan Membutuhkan Kebersamaan Sebagai bagian dari manajemen, saya memahami besarnya harapan yang dititipkan oleh para pendukung Semen Padang FC. Kabau Sirah bukan sekadar sebuah tim sepak bola. Klub ini memiliki sejarah, identitas dan ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat Sumatera Barat serta para perantau Minangkabau di berbagai daerah. Kami memahami kekecewaan suporter ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan. Kritik yang konstruktif merupakan bagian dari kehidupan klub profesional. Namun, di tengah tekanan kompetisi, kami juga membutuhkan energi positif, dukungan, dan keyakinan bahwa perjuangan ini masih panjang. Dukungan tersebut bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru sebaliknya, kecintaan kepada klub harus menjadi alasan untuk terus menuntut perbaikan sekaligus memberikan ruang bagi tim untuk bangkit. Manajemen memiliki tanggung jawab memastikan klub berjalan secara profesional. Pelatih bertanggung jawab membangun strategi dan mempersiapkan tim. Pemain harus

Braditi Moulevey: Semen Padang FC Satu Grup dengan PSPS di Piala Liga, Siap Balas Kekalahan di Liga 2

JAKARTA – Semen Padang FC bersiap menghadapi persaingan di Piala Liga atau League Cup 2026/2027 setelah hasil pengundian menempatkan Kabau Sirah satu grup dengan PSPS Pekanbaru dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil drawing tersebut membuka peluang pertemuan kembali Semen Padang FC dengan PSPS Pekanbaru. Manajemen Kabau Sirah pun berharap timnya mampu membalas kekalahan dari klub asal Riau tersebut dalam pertemuan di kompetisi sebelumnya. Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, hasil pengundian Piala Liga menjadi salah satu hal yang dinantikan manajemen. Menurut pria yang akrab disapa Levi itu, pertemuan kembali dengan PSPS Pekanbaru akan menjadi kesempatan bagi Kabau Sirah untuk meraih hasil yang lebih baik. “Terkait hasil drawing Piala Liga, Semen Padang FC satu grup dengan PSPS Pekanbaru dan Bhayangkara Lampung, ini satu hal yang kami tunggu, di mana akan ada rematch antara Semen Padang FC vs Pekanbaru di Piala Liga tersebut,” katanya, Jumat (9/10/2026). Pertemuan tersebut memiliki arti tersendiri bagi Semen Padang FC setelah tim harus mengakui keunggulan PSPS Pekanbaru dengan skor 0-1 dalam pertandingan Pegadaian Championship 2026/2027 pada Minggu (4/10/2026). Kekalahan itu menjadi catatan yang ingin diperbaiki Kabau Sirah ketika kembali berhadapan dengan PSPS. Meski akan bertanding dalam kompetisi berbeda, Semen Padang FC memiliki kesempatan untuk menunjukkan perkembangan permainan dan memperjuangkan hasil maksimal. Levi berharap timnya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membalas kekalahan sekaligus membuktikan keseriusan klub dalam menghadapi Piala Liga. “Kami berharap pada Piala Liga ini, kami akan bisa membalas kekalahan dan meraih kemenangan dari PSPS Pekanbaru,” ujarnya. Namun, persaingan Semen Padang FC di fase grup tidak hanya berpusat pada PSPS Pekanbaru. Bhayangkara Presisi Lampung FC juga menjadi lawan yang harus dihadapi Kabau Sirah untuk memperjuangkan peluang melangkah ke fase berikutnya. Karena itu, persiapan tim menjadi salah satu perhatian manajemen. Semen Padang FC perlu memastikan kesiapan pemain dan menyusun strategi yang sesuai dengan kebutuhan pertandingan agar mampu bersaing menghadapi kedua lawannya. Siapkan 35 Pemain Levi mengatakan, manajemen telah berkomunikasi dengan tim pelatih mengenai persiapan menghadapi Piala Liga. Ia menyebut Semen Padang FC memiliki 35 pemain yang dapat menjadi bagian dari persiapan tim untuk menjalani kompetisi tersebut. “Kami sudah berkomunikasi dengan Tim Pelatih, jumlah pemain kita cukup banyak, sebanyak 35 orang dan kita serius menghadapi Piala Liga,” katanya. Jumlah pemain tersebut menjadi modal bagi Semen Padang FC dalam mempersiapkan tim menghadapi persaingan. Meski demikian, pemain yang akan diturunkan dalam setiap pertandingan tetap bergantung pada kebutuhan tim dan keputusan pelatih kepala Stefano Cugurra atau Teco. Komunikasi antara manajemen dan tim pelatih diperlukan untuk menyelaraskan persiapan dengan target klub. Semen Padang FC tidak hanya dituntut tampil kompetitif, tetapi juga memaksimalkan peluang yang tersedia dalam setiap pertandingan. Keseriusan menghadapi Piala Liga juga menjadi bagian dari upaya klub menjaga daya saing di tengah agenda kompetisi musim 2026/2027. Dengan persiapan yang matang, Kabau Sirah diharapkan mampu menunjukkan performa lebih baik ketika menghadapi PSPS Pekanbaru maupun Bhayangkara Presisi Lampung FC. Piala Liga atau League Cup 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026. Kompetisi tersebut menjadi agenda tambahan bagi klub-klub peserta untuk bersaing dalam format yang telah ditetapkan operator kompetisi. (*)

Semen Padang FC tak Mau Anggap Remeh Persiraja, Braditi Moulevey: Harus Semangat dan Bermain Spartan

JAKARTA – Semen Padang FC langsung menghadapi tantangan berat pada laga perdana Pegadaian Championship Liga 2 musim kompetisi 2026/2027. Tim Kabau Sirah akan bertandang ke Aceh untuk menghadapi Persiraja Banda Aceh dengan target membawa pulang tiga poin. Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengatakan tim dijadwalkan berangkat menuju Aceh pada Jumat (11/9/2026). Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari persiapan tim menghadapi laga perdana tandang melawan Persiraja Banda Aceh. Moulevey mengatakan, jajaran manajemen dan kepelatihan telah memberikan waktu persiapan lebih dari dua bulan kepada para pemain. Durasi latihan tersebut diharapkan menjadi modal bagi Semen Padang FC untuk tampil maksimal ketika pertandingan perdana Liga 2 musim 2026/2027 digelar. “Dan tentunya, kami dari jajaran Manajemen dan Kepelatihan sudah cukup memberikan waktu dua bulan lebih untuk berlatih dan tentunya kita berharap pada laga perdana ini kita bisa membawa pulang tiga poin,” katanya, Kamis (10/9/2026) malam. Persiapan panjang itu kini akan diuji dalam pertandingan yang berlangsung di markas Persiraja. Laga Persiraja Banda Aceh vs Semen Padang FC dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/9/2026) malam pukul 20.30 WIB di Stadion H Dimurthala. Salah satu persoalan yang harus disiapkan Semen Padang FC adalah komposisi pemain yang dibawa ke Aceh. Dari total 35 pemain yang dimiliki, aturan kompetisi membuat tim hanya dapat membawa 24 pemain untuk pertandingan tersebut. “Dengan total jumlah pemain sebanyak 35 orang, tentunya dengan aturan yang ditetapkan oleh Liga, kita hanya bisa bawa 24 orang pemain,” katanya. Pria yang akrab disapa Levi itu menjelaskan pemain yang tidak masuk dalam rombongan menuju Aceh tetap menjalani program latihan. Para pemain tersebut tidak berarti berhenti mengikuti persiapan tim, melainkan tetap menjalankan menu latihan yang telah disiapkan oleh tim pelatih. “Pemain yang tidak ikut tentu masih mengikuti program-program latihan yang disiapkan oleh pelatih,” ucapnya. Keberangkatan menuju Aceh juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebersamaan seluruh elemen Semen Padang FC. Manajemen ingin dukungan tidak hanya datang dari internal tim, tetapi juga dari stakeholder dan suporter. “Besok pagi kami akan berangkat dan tentunya kita berharap dengan semangat kebersamaan dari seluruh pihak, baik dari kepelatihan dan manajemen, stakeholder serta juga suporter,” katanya. Ia menilai dukungan tersebut penting karena Semen Padang FC akan memulai kompetisi dengan pertandingan tandang. Tim diharapkan mampu menjaga fokus sekaligus menikmati pertandingan tanpa terbebani tekanan berlebihan. Levi pun berharap para pemain dapat tampil lepas ketika berhadapan dengan Persiraja Banda Aceh. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak diharapkan ikut memberikan energi bagi pemain untuk menjalankan pertandingan dengan baik. “Kita mengharapkan dukungannya semoga tim ini bisa bermain bagus, lepas dan enjoy menikmati permainan,” katanya. Target Semen Padang FC pun ditegaskan sejak awal. Tim tidak sekadar ingin menjalani pertandingan pembuka, tetapi berusaha mencuri tiga poin dari kandang Persiraja Banda Aceh. “Kita sama-sama mendoakan dan berharap semoga pemain bisa bermain dengan baik serta mencuri tiga poin di kandang Persiraja Banda Aceh,” ungkapnya. Meski membawa target kemenangan, Semen Padang FC tidak ingin memandang sebelah mata kekuatan Persiraja. Braditi Moulevey menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi karena laga perdana dapat menjadi salah satu penentu momentum awal perjalanan tim di kompetisi. “Kita tahu, kita tidak ingin menganggap remeh lawan, selalu fokus, kami berharap semoga pemain bermain semangat dan spartan, karena ini menjadi modal awal di awal-awal musim ini,” pungkas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. (*)

Braditi Moulevey: Target Semen Padang FC Juara Championship dan Kembali ke Liga 1

JAKARTA – Semen Padang FC tidak ingin menjadikan Championship 2026/2027 sebagai persinggahan yang panjang. Setelah harus turun kasta dari Liga 1, Kabau Sirah langsung menyusun langkah besar untuk memastikan perjalanan mereka di kompetisi kasta kedua hanya berlangsung satu musim. Target itu ditegaskan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Semen Padang FC, Braditi Moulevey. Di bawah kepemimpinan manajemen baru, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) tersebut membidik satu tujuan yang tidak bisa ditawar, yakni menjadi juara Championship 2026/2027 sekaligus mengamankan tiket promosi kembali ke Super League atau Liga 1 musim 2027/2028. Keseriusan tersebut bukan hanya terlihat dari pernyataan manajemen, tetapi juga dari berbagai langkah yang telah diambil sejak bursa transfer dibuka. Kabau Sirah melakukan perombakan besar-besaran dengan mendatangkan sederet pemain berpengalaman yang sebelumnya tampil di Super League. Nama-nama seperti Rezaldi Hehanussa, Safrudin Tahar, Novri Setiawan, Gian Zola, Alwi Slamet, Esteban Vizcarra, Ilija Spasojevic hingga Igor Cukovic menjadi bagian dari proyek besar Semen Padang FC untuk kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Tak hanya memperkuat komposisi pemain, manajemen juga menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala. Sosok berusia 56 tahun tersebut dinilai memiliki pengalaman panjang di kompetisi sepak bola nasional sehingga dipercaya mampu membawa Kabau Sirah kembali ke jalur prestasi. Braditi Moulevey mengungkapkan, sejak dipastikan terdegradasi dari Liga 1, seluruh elemen klub langsung melakukan evaluasi menyeluruh agar Semen Padang FC tidak berlama-lama berada di kasta kedua. “Memang semenjak Semen Padang FC degradasi dari Liga 1 ke Liga 2, kami semua langsung berbenah. Suporter, manajemen, dan seluruh pecinta Semen Padang, semuanya tak ingin berlama-lama di Liga 2,” kata Braditi Moulevey dalam siniar (podcast) di kanal YouTube bertajuk Bincang Bola, Selasa (14/7/2026). Ia menegaskan target klub sudah ditetapkan sejak awal musim. “Kita telah menyiapkan target dan target kita insyaallah pada musim ini adalah juara dan kembali ke Liga 1,” tegasnya. Ambisi besar tersebut juga dibarengi dengan persiapan yang lebih awal dibandingkan banyak peserta Championship lainnya. Skuad asuhan Nil Maizar diketahui telah menggelar latihan perdana sejak awal Juli 2026 sebagai bagian dari upaya membangun kekompakan tim sebelum kompetisi dimulai. Persiapan dini itu dinilai penting karena Semen Padang FC akan menghadapi persaingan ketat di Grup Barat Championship 2026/2027. Di grup tersebut, Kabau Sirah harus bersaing dengan PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, PSPS Pekanbaru, Sumsel United, Bekasi City, Persikad Depok, PSGC Ciamis, PSIS Semarang, serta Persiku Kudus. Meski menyadari lawan-lawan yang akan dihadapi memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh, Braditi Moulevey menegaskan fokus utama manajemen bukanlah memantau perkembangan pesaing, melainkan memastikan tim sendiri berkembang sesuai target. “Yang pasti, semua tim tentu akan berbenah, kita tidak mau mengukur atau melihat bagaimana persiapan lawan kita. Yang pasti kita hanya fokus di internal tim. Bagaimana tim Semen Padang bisa saling bekerja sama dengan baik sehingga bisa yakin dan lolos ke liga 1,” ujarnya. Selain membangun kekuatan tim, Semen Padang FC juga dihadapkan pada tantangan lain. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, Kabau Sirah harus menjalani laga kandang di luar Sumatera Barat. Situasi tersebut terjadi karena Stadion Gelora Haji Agus Salim sedang menjalani proses renovasi sehingga belum bisa digunakan sebagai markas selama Championship 2026/2027 berlangsung. Sebagai solusi, Semen Padang FC memilih Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebagai kandang sementara. Pria yang akrab disapa Levi itu menyebut keputusan tersebut menjadi pengalaman baru bagi manajemen maupun tim. Karena itu, klub berupaya menyiapkan seluruh fasilitas terbaik agar para pemain tetap dapat tampil maksimal meski jauh dari rumah sendiri. “Tentu ini (bermain di luar Padang) suatu pengalaman pertama bagi manajemen dan tim. Karena ini pengalaman yang pertama tentu kita ingin memberikan yang terbaik. Mulai dari fasilitas penunjang dan lain-lainnya, kita ingin memberikan yang terbaik, kita maksimalkan untuk tim,” katanya. Ia pun berharap masyarakat Minang, khususnya para perantau yang berada di wilayah Jabodetabek, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan dukungan langsung di stadion. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan suporter akan menjadi tambahan motivasi bagi para pemain dalam mengejar kemenangan di setiap pertandingan kandang. “Untuk suporter, dengan materi pemain yang bisa dikatakan bintang ini, kita mengharapkan suporter hadir memberikan dukungan langsung ke stadion. dengan dukungan langsung suporter dari rantau kita yakin Insya Allah kita bisa memenangi setiap laga di kandang,” kata Levi. Persiapan Semen Padang FC juga akan memasuki tahapan berikutnya melalui pemusatan latihan di Yogyakarta pada 2 hingga 18 Agustus 2026. Selama menjalani training camp tersebut, skuad Kabau Sirah dijadwalkan melaksanakan sejumlah pertandingan uji coba melawan tim lokal maupun klub dengan level yang setara sebagai bagian dari proses pematangan strategi sebelum kompetisi resmi bergulir. Di sisi lain, aktivitas Semen Padang FC di bursa transfer ternyata belum berakhir. Meski telah mendatangkan banyak pemain berpengalaman, Braditi Moulevey memastikan manajemen masih menyiapkan tambahan amunisi baru. Ia mengungkapkan bahwa Semen Padang FC akan memaksimalkan kuota 35 pemain yang dapat didaftarkan untuk Championship musim ini. Menurut Braditi Moulevey, dalam waktu dekat klub akan memperkenalkan satu pemain berlabel Tim Nasional Indonesia. Namun, identitas pemain tersebut masih dirahasiakan hingga pengumuman resmi dilakukan klub. “Nanti ada kejutan (transfer) sih. Insya Allah dalam waktu dekat ini salah satu pemain Timnas Indonesia juga akan bergabung. Tunggu saja pengumuman resminya dari klub,” ungkapnya. Tak hanya pemain lokal, Semen Padang FC juga akan melengkapi komposisi legiun asing. Saat ini Kabau Sirah baru memiliki Igor Cukovic yang mengisi posisi bek tengah. Manajemen berencana menambah dua pemain asing lainnya yang akan menempati posisi gelandang serang dan penyerang. “Di regulasi kan 3 ya, Igor sudah bergabung di posisi bek. Minggu ini juga nanti ada gelandang serang, dalam waktu dekat ya sebelum Agustus sudah ada striker. Jadi posisinya itu, pemain asing akan mengisi bek, gelandang serang, dan striker,” terang dia. Braditi Moulevey juga memastikan seluruh proses perekrutan pemain dilakukan secara profesional tanpa campur tangan manajemen dalam menentukan nama pemain. Ia menegaskan semua keputusan terkait kebutuhan skuad sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala Nil Maizar. 9″Semua transparan, artinya mulai dari pemilihan pemain, asisten pelatih dan seluruh pemain yang akan kita beli tentu itu semua diminta oleh coach Nil. Kita tidak ingin mengintervensi, kita memberikan kesempatan kepada jajaran pelatih untuk memilih pemain yang ingin direkrut,” pungkas Levi. Dengan persiapan yang dimulai lebih awal, kedalaman skuad yang dipenuhi pemain berpengalaman, rencana penambahan pemain Timnas

Dayu Koto Persembahkan Lagu Kabau Sirah untuk Semen Padang FC, Braditi Moulevey: Sebuah Kehormatan

JAKARTA – Semen Padang FC tidak hanya mempersiapkan kekuatan di dalam lapangan menjelang bergulirnya Kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Di tengah proses pembentukan tim di bawah manajemen baru, dukungan dari kalangan seniman turut menjadi suntikan moral bagi Kabau Sirah untuk bangkit dan kembali bersaing. Salah satu bentuk dukungan tersebut datang dari artis Minang, Dayu Koto, yang dikenal luas di kalangan anak muda melalui karya-karya bernuansa rap dan RnB. Ia mempersembahkan lagu berjudul Kabau Sirah sebagai simbol semangat perjuangan bagi Semen Padang FC dalam mengarungi kerasnya persaingan Liga 2. Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk insan seni, menjadi energi positif bagi tim yang tengah memasuki fase baru di bawah kepengurusan manajemen terbaru. “Dalam rangka mempersiapkan Tim Semen Padang FC menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 di bawah manajemen baru, kami mengucapkan terima kasih kepada Artis Minang, Dayu Koto yang digandrungi anak muda terkait lagu bernuansa rap atau RnB yang dipersembahkan untuk Semen Padang FC sebagai bentuk semangat perjuangan bagi tim ini dalam berlaga di Liga 2,” katanya, Sabtu (4/7/2026). Braditi Moulevey juga menyoroti kondisi Semen Padang FC yang telah memutuskan menggunakan kandang di luar Sumatera Barat (Sumbar) selama mengarungi kompetisi musim ini. Karena itu, ia berharap dukungan masyarakat Minang, khususnya para perantau, semakin kuat meski tim tidak bermain di tanah kelahirannya. “Apalagi, di Liga 2 ini kita sudah putuskan untuk berkandang di luar Sumbar, tentunya kami mengharapkan Perantau Minang agar bisa membantu atau mendukung tim kebanggaan Ranah Minang ini, salah satunya yang dilakukan oleh Dayu Koto,” ujarnya. Menariknya, lagu Kabau Sirah tidak hanya dinyanyikan oleh Dayu Koto. Braditi Moulevey juga turut menyumbangkan suara pada beberapa bagian lagu tersebut sebagai bentuk dukungan langsung terhadap karya yang diharapkan mampu membangkitkan semangat suporter. “Lagu berjudul Kabau Sirah ini merupakan kolaborasi antara Dayu Koto dan juga mengajak saya untuk menyumbangkan sedikit suara di beberapa bait, tentunya ini suatu kehormatan bisa membantu Dayu Koto untuk menyanyikan lagu Kabau Sirah,” ucap Moulevey. Ia berharap lagu tersebut dapat diterima secara luas oleh masyarakat, khususnya para pendukung setia Semen Padang FC, sehingga mampu menjadi penyemangat baru dalam perjalanan Kabau Sirah menghadapi musim kompetisi. “Harapannya tentu terhadap lagu ini bisa diterima di masyarakat banyak dan tentunya di kalangan suporter dan pendukung Semen Padang FC, kami berharap semuanya bisa mendukung dan menerima lagu ini dengan baik,” tutur pria yang akrab disapa Levi tersebut. Lagu Kabau Sirah kini telah tersedia di platform Spotify dan Instagram sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Di sisi lain, Semen Padang FC juga terus mematangkan berbagai persiapan menyongsong Liga 2 musim 2026/2027. Manajemen baru melakukan sejumlah langkah strategis, mulai dari pembentukan struktur kepelatihan, penyusunan skuad, hingga penetapan home base di luar Sumbar sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kompetisi. Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari upaya klub membangun kembali kekuatan agar mampu tampil kompetitif pada musim mendatang. Dengan hadirnya lagu Kabau Sirah, dukungan terhadap Semen Padang FC kini tidak hanya datang melalui tribun stadion, tetapi juga lewat karya musik yang diharapkan mampu menyatukan semangat para pendukung Kabau Sirah, baik yang berada di Ranah Minang maupun para perantau di berbagai daerah. (*)

Braditi Moulevey: Semen Padang FC Benahi Semua Sektor Demi Kembali ke Liga 1

JAKARTA – Belum genap sehari setelah hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diumumkan, manajemen Semen Padang FC langsung menunjukkan keseriusannya menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026. Tidak sekadar menyusun rencana di atas kertas, berbagai langkah konkret telah disiapkan untuk memastikan Kabau Sirah memasuki musim baru dengan persiapan yang lebih matang dibanding musim-musim sebelumnya. Chief Operation Officer (COO) sekaligus Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa seluruh elemen klub kini bergerak cepat menyusun fondasi yang kuat, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Fokus utama yang ingin dicapai adalah membangun kesiapan tim secara menyeluruh demi mewujudkan target kembali ke Liga 1. Menurut Moulevey, agenda pertama yang akan dilakukan adalah mempertemukan seluruh unsur manajemen dan tim kepelatihan dengan Ketua Dewan Penasihat Tim, Suhatman Imam. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/6/2026). Setelah itu, pada Senin (8/6/2026), manajemen akan menggelar rapat perdana bersama tim pelatih. Pada hari yang sama, klub juga akan mengumumkan nama asisten pelatih yang akan membantu jajaran pelatih dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini. “Pasca pengumuman hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat (5/6/2026) dari pihak manajemen sudah langsung mengambil langkah cepat mengenai persiapan untuk menghadapi Liga 2,” kata Braditi Moulevey, Sabtu (6/6/2026) dalam keterangan resminya. Tidak berhenti di sana, kata Moulevey, manajemen juga mulai menyiapkan proses komunikasi dengan para pemain yang telah menyatakan kesediaan bergabung bersama Kabau Sirah. Setelah tahapan tersebut selesai, klub akan memasuki fase penandatanganan kontrak pemain yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026. Persiapan semakin intens menjelang akhir bulan. Pada 25 Juni 2026, seluruh tim direncanakan sudah memasuki mes yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan. Di lokasi yang sama, skuad Semen Padang FC juga akan memulai latihan perdana sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Langkah-langkah tersebut disebut pria yang akrab disapa Levi itu sebagai bukti nyata keseriusan manajemen dalam menghadapi Liga 2. Karena itu, ia berharap dukungan dari seluruh masyarakat serta suporter Semen Padang FC yang berada di berbagai daerah. Selain fokus membangun tim, manajemen juga berupaya memperkuat hubungan dengan basis pendukung klub. Dalam waktu dekat, jajaran pengurus berencana melakukan silaturahmi dengan kelompok suporter Semen Padang FC yang berada di wilayah Jabodetabek. Menurutnya, kebersamaan antara manajemen, tim, dan suporter menjadi elemen penting dalam perjuangan mengembalikan Kabau Sirah ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Di sektor operasional, Braditi menyebut dirinya telah berkoordinasi dengan General Manager Deni Sulton terkait pusat aktivitas klub selama kompetisi Liga 2 berlangsung. Manajemen memutuskan bahwa kantor pusat (head office) tim akan berada di kawasan mes pemain di Ciputat. Langkah tersebut diambil untuk memastikan koordinasi dan komunikasi antara manajemen, pelatih, pemain, serta seluruh perangkat tim dapat berjalan lebih efektif tanpa kendala jarak. Selain menata operasional, manajemen juga mulai melakukan inventarisasi terhadap karyawan Kabau Sirah yang saat ini bertugas di Padang. Sebagian di antaranya disiapkan untuk mendukung aktivitas tim di Jakarta dan kawasan mes selama kompetisi berlangsung. Sementara itu, karyawan yang tetap bertugas di Padang akan fokus menyelesaikan sejumlah pekerjaan strategis, termasuk renovasi mes pemain dan pembenahan fasilitas latihan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas lapangan latihan. Levi menjelaskan bahwa rumput yang saat ini terpasang di Stadion Haji Agus Salim akan dipindahkan ke lapangan latihan setelah stadion menggunakan rumput baru. Selanjutnya, rumput yang selama ini digunakan di lapangan latihan akan dipindahkan ke Lapangan Cubadak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas latihan yang dimiliki Semen Padang FC dalam menghadapi persaingan Liga 2. Tak hanya pemain dan pelatih, perhatian juga diberikan kepada sumber daya manusia yang selama ini menjadi bagian dari Kabau Sirah. “Manajemen tengah melakukan pendataan terhadap para karyawan yang berada di Padang dan siap diberangkatkan ke Jakarta atau mes tim selama Liga 2 berlangsung,” ucapnya. Sementara bagi karyawan yang tetap bertugas di Padang, mereka akan menjalankan sejumlah pekerjaan penting yang berkaitan dengan pengembangan fasilitas klub. Salah satu fokus pekerjaan tersebut adalah renovasi mes pemain serta pembenahan sarana latihan. “Rumput lapangan latihan akan diganti menggunakan kualitas yang setara dengan rumput stadion. Program peningkatan fasilitas tersebut akan dilakukan di Lapangan Cubadak,” ujar Levi. Keseriusan manajemen juga terlihat dari persiapan kebutuhan operasional harian tim. Berbagai kebutuhan mulai dari perlengkapan latihan, sarana transportasi, hingga akomodasi pertandingan telah dipetakan sejak awal. Manajemen bahkan telah menyusun skema menginap satu hari sebelum pertandingan kandang di kawasan Bekasi. Selain itu, armada bus untuk mobilitas tim dan kendaraan bagi para pemain juga sudah disiapkan. “Semuanya sudah mulai bekerja dan efektifnya nanti kita harapkan juga setelah masuk mes seluruh karyawan juga sudah masuk beriringan dengan pemain yang masuk,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa secara non-teknis seluruh kebutuhan utama tim pada dasarnya telah disiapkan. Tahapan berikutnya tinggal menyusun dan menjalankan jadwal yang telah direncanakan. Terkait komposisi skuad yang akan dibangun untuk menghadapi Liga 2, Moulevey menegaskan bahwa manajemen memberikan kewenangan penuh kepada pelatih kepala dalam menentukan kebutuhan pemain. Menurutnya, seluruh proses perekrutan akan mengacu pada rekomendasi tim pelatih agar skuad yang terbentuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan strategi dan target yang ingin dicapai musim ini. Meski demikian, manajemen memastikan dukungan penuh dari sisi pendanaan. Braditi menyebut anggaran yang disiapkan untuk menghadapi Liga 2 tergolong besar dan telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan tim secara maksimal. Dengan dukungan tersebut, manajemen optimistis proses pembentukan skuad dapat berjalan sesuai rencana. “Untuk komposisi pemain kita serahkan keputusan untuk merekrut kepada pelatih kepala. Dan kita di manajemen meyakinkan anggaran yang kita sediakan cukup besar untuk kompetisi ini. Insya Allah kombinasi dari pemain senior, junior hingga pemain timnas akan kita rekrut,” katanya. Dirinya juga menyinggung hasil risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas sejumlah kewajiban yang masih tertunggak dari periode manajemen sebelumnya. Ia menegaskan bahwa berdasarkan keputusan yang tertuang dalam risalah RUPS, penyelesaian kewajiban tersebut menjadi tanggung jawab manajemen lama. Menurutnya, proses penyelesaian berbagai kewajiban yang masih tersisa saat ini terus berjalan dan ditargetkan rampung sebelum tahapan pendaftaran pemain untuk kompetisi Liga 2 dimulai. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh proses administrasi klub dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu persiapan tim dalam menyongsong musim baru. “Berdasarkan risalah RUPS, mengenai kewajiban yang tertunggak pada manajemen yang lalu merupakan tanggung jawab manajemen yang lama dan ditargetkan selesai semuanya sebelum pendaftaran pemain dimulai,” katanya. Dengan adanya

Braditi Moulevey Pastikan Semen Padang FC Siap Tempur di Liga 2, Targetnya Kembali ke Liga 1

JAKARTA – Semen Padang FC mulai menunjukkan keseriusannya menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Di tengah proses pembentukan tim, manajemen Kabau Sirah memastikan sejumlah langkah strategis telah disiapkan demi mewujudkan target besar, yakni kembali promosi ke Liga 1 hanya dalam satu musim. Salah satu keputusan penting yang telah diumumkan adalah penetapan Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, sebagai markas tim untuk mengarungi kompetisi musim depan. Kepastian tersebut disampaikan langsung Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami umumkan stadion baru (homebase) Semen Padang FC mengarungi Liga 2 Musim 2026/2027 adalah: Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi,” tulis Andre Rosiade. Penunjukan stadion tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan besar yang tengah dilakukan manajemen. Di balik pengumuman homebase baru, proses penyusunan skuad dan perangkat tim juga terus berjalan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengungkapkan bahwa manajemen telah bergerak cepat dalam memburu pemain-pemain yang dibutuhkan untuk memperkuat tim. Bahkan, sejumlah nama sudah berhasil diamankan dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari pihak klub. Menurut Braditi, kontrak pemain ditargetkan mulai berjalan pada 15 Juni mendatang. Proses pemantauan dan perekrutan pemain telah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir guna memastikan kualitas skuad yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan tim. “15 Juni kontrak pemain, kita sudah hunting beberapa pemain, sudah dapat beberapa pemain, diumumkan nanti presiden klub,” katanya, Kamis (4/6/2026). Tak hanya pemain, susunan tim pelatih juga segera dilengkapi. Manajemen menjadwalkan pengumuman asisten pelatih pada pekan depan sebagai bagian dari finalisasi struktur kepelatihan di bawah komando Nil Maizar. Setelah proses administrasi dan pembentukan tim selesai, para pemain dijadwalkan mulai masuk Mes pada 25 Juni. Mes yang digunakan berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan. Selanjutnya, latihan perdana tim direncanakan digelar pada 26 atau 27 Juni mendatang. “Persiapan tersebut menunjukkan bahwa Semen Padang FC tidak ingin membuang waktu dalam menyongsong kompetisi Liga 2. Apalagi, target yang dibebankan kepada tim bukan sekadar bersaing di papan atas, melainkan merebut tiket promosi untuk kembali menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia,” katanya. Di sisi lain, katanya, manajemen juga memastikan berbagai persoalan administratif yang sempat menjadi perhatian publik akan segera dituntaskan. Salah satunya terkait kewajiban pembayaran denda yang menyebabkan klub mendapat sanksi larangan dari FIFA. Pria yang akrab disapa Levi itu menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak akan menjadi hambatan dalam proses registrasi pemain untuk musim depan. Manajemen telah menyiapkan langkah penyelesaian sebelum jendela pendaftaran pemain dibuka. “Persoalan kewajiban denda yang (membuat Semen Padang FC) dibanned FIFA, akan segera diselesaikan sebelum pendaftaran pemain dibuka. Jadi tak usah khawatir terkait kewajiban yang belum dibayarkan,” katanya. Hal ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran sebagian pendukung Kabau Sirah terkait kesiapan klub menghadapi musim baru. Selain itu, dukungan finansial juga mulai mengalir. Manajemen mengungkapkan bahwa beberapa sponsor telah menyatakan komitmen dan mencapai kesepakatan untuk mendukung perjalanan Semen Padang FC di Liga 2 musim 2026/2027. “Untuk sponsor? Ada beberapa yang sudah deal dan setuju, kita sudah siap mengarungi Liga 2 musim depan, target lolos Liga 1,” kata Levi Dalam proses pembentukan skuad, manajemen tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Sejumlah pemain lama masih berpeluang dipertahankan, namun seluruh komposisi tim tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan pelatih kepala Nil Maizar. Braditi Moulevey memastikan bahwa Nil Maizar diberikan keleluasaan untuk menentukan pemain yang dinilai paling sesuai dengan filosofi dan kebutuhan tim. “Pemain bertahan ada beberapa pemain lama, kita lihat komposisi, kami lagi mencari pemain bagus, kami tak ingin asal-asalan, kami berikan kesempatan Nil Maizar menentukan pemainnya. Pemain asing ada 3 yang baru,” ujarnya. Sebelumnya, Andre Rosiade juga telah menegaskan bahwa manajemen memberikan dukungan penuh kepada Nil Maizar dalam membentuk tim kepelatihan sekaligus menyusun skuad yang kompetitif. Keseriusan tersebut turut tercermin dari agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Semen Padang FC yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Dalam forum tersebut nantinya akan diterbitkan surat keputusan sebagai dasar penyusunan tim menghadapi kompetisi musim depan. Dengan homebase baru, skuad yang mulai terbentuk, dukungan sponsor yang terus bertambah, hingga penyelesaian persoalan administrasi yang tengah diproses, Semen Padang FC tampak sedang menyiapkan fondasi kuat untuk menjalani Liga 2 musim 2026/2027. “Bagi Kabau Sirah, musim depan bukan sekadar tentang bertanding. Ini adalah misi besar untuk bangkit, menata ulang kekuatan, dan merebut kembali tempat di Liga 1 yang menjadi target utama klub,” tutur Levi. (*)

Braditi Moulevey: Eks Orang Kepercayaan Shin Tae-yong Kini Pimpin Persiapan Semen Padang FC di Liga 2

JAKARTA – Langkah cepat langsung dilakukan manajemen Semen Padang FC usai menuntaskan laga terakhir Liga 1 musim ini melawan Persija beberapa waktu lalu. Klub berjuluk Kabau Sirah itu kini mulai fokus membangun kekuatan baru demi menghadapi kompetisi Liga 2 musim depan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, evaluasi langsung dilakukan manajemen sesaat setelah kompetisi berakhir. Salah satu keputusan penting yang diambil yakni menunjuk Deni Sulton sebagai General Manager baru Semen Padang FC merangkap Asisten Manajer Tim. Nama Deni Sulton sendiri bukan sosok asing di dunia sepak bola Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Timnas Indonesia pada era kepelatihan Shin Tae-yong. Berdasarkan surat keputusan manajemen, Deni mulai efektif bekerja pada Senin (25/5/2026) lalu. “Usai menghadapi Persija di laga terakhir Liga 1 musim ini, manajemen langsung bergerak, dengan langsung melakukan evaluasi, salah satunya langsung mengangkat General Manager, yakni Deni Sulton,” kata Braditi Moulevey, Jumat (29/5/2026). Menurut pria yang akrab disapa Levi tersebut, Deni dipercaya untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan tim menghadapi Liga 2. Tidak hanya soal pembentukan skuad, tetapi juga termasuk penentuan stadion kandang untuk Kabau Sirah musim depan. Hal itu dilakukan karena Semen Padang FC dipastikan tidak menggunakan Stadion Agus Salim sebagai markas pada musim depan. Stadion kebanggaan masyarakat Kota Padang tersebut akan menjalani perbaikan. Manajemen Semen Padang FC pun mulai menjajaki sejumlah stadion alternatif. Saat ini terdapat dua stadion yang masuk dalam tahap evaluasi, yakni Stadion Benteng di Tangerang dan Stadion Patriot di Bekasi. Levi menyebut kedua stadion tersebut telah disurvei secara langsung oleh manajemen. Selain itu, proses penawaran juga sudah dilakukan dan kini klub tengah mempertimbangkan stadion terbaik yang akan dipilih sebagai kandang sementara Kabau Sirah di Liga 2. “Sejauh ini, sudah ada beberapa stadion yang kita jajaki untuk menghadapi Liga 2, yakni Stadion Benteng di Tangerang dan Stadion Patriot di Bekasi,” katanya. “Kedua stadion ini sudah kita survei, sudah ada penawaran dan kita melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap stadion mana yang akan dipilih,” sambungnya. Tak hanya fokus mencari stadion, manajemen Semen Padang FC juga mulai menyusun kerangka tim untuk menghadapi Liga 2 musim depan. Target besar langsung dipasang, yakni membawa Kabau Sirah kembali promosi ke Liga 1 pada musim berikutnya. Levi mengungkapkan pihaknya saat ini masih menunggu pelaksanaan RUPS. Meski begitu, manajemen sudah mulai menginventarisasi pemain-pemain yang akan dipersiapkan untuk musim depan. Beberapa pemain lama juga disebut berpeluang tetap dipertahankan demi menjaga kekuatan tim. “Kemudian, kita segera menyusun kerangka tim untuk menghadapi Liga 2 musim depan, di mana tim ini ditargetkan lolos ke Liga 1 pada musim selanjutnya. Sembari menunggu RUPS, kami sudah menginventarisir atau melihat calon-calon pemain yang akan kita persiapkan dan juga ada beberapa pemain yang lama yang kemungkinan akan bertahan,” tuturnya. Selain Deni Sulton, sejumlah nama juga ikut bergabung dalam kepengurusan Semen Padang FC yang baru. Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah nama itu yakni Andre Rosiade sebagai Presiden Klub, Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade sebagai Chief Executive Officer (CEO), serta Braditi Moulevey sebagai Chief Operation Officer merangkap Manajer Kabau Sirah. (*)

Braditi Moulevey: Pertandingan Terakhir Melawan Persija Jakarta jadi Kesempatan Pemain Semen Padang FC Unjuk Kualitas

JAKARTA – Pertandingan terakhir musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 menjadi momen penuh tekanan bagi Semen Padang FC. Meski sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan, Kabau Sirah tetap membawa motivasi besar saat menghadapi Persija Jakarta di Jakarta International Stadium, Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB. Di balik laga penutup musim tersebut, Semen Padang FC datang dengan kondisi mental yang tidak mudah. Kekalahan telak dari Persebaya Surabaya pada pertandingan sebelumnya disebut meninggalkan beban berat bagi para pemain. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengakui situasi tim saat ini cukup sulit. Selain hasil buruk di laga sebelumnya, tim juga diterpa kabar mengenai keterlambatan pembayaran gaji pemain. “Hari ini jelang melawan Persija Jakarta di pertandingan terakhir BRI Super League musim kompetisi 2025/2026, Semen Padang FC akan bermain tandang menghadapi Persija, tentu ini merupakan pertandingan yang harus dijalani atau dilewati walaupun kondisi tim saat ini pasca kekalahan telak melawan Persebaya Surabaya sangat berat, ditambah mengenai terdengar kabar atau beredar informasi di luar bahwa ada keterlambatan gaji,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026). Namun demikian, pria yang akrab disapa Levi itu memastikan persoalan keterlambatan gaji tidak menjadi masalah besar di internal tim. Menurutnya, manajemen sudah berkomunikasi langsung dengan para pemain terkait situasi tersebut. “Namun, keterlambatan gaji itu bukan isu, karena memang kita sudah berkomunikasi dengan pemain terkait keterlambatan gaji itu tidak ada masalah, karena ada kesepakatan yang sudah kita bicarakan, artinya tidak terlalu signifikan. Dan juga untuk gaji tersebut sudah dibayarkan sebelum melawan Persija sore ini, sehingga sudah tak ada lagi persoalan,” katanya. Levi justru menilai tekanan terbesar berada pada kondisi psikologis skuad setelah Semen Padang FC dipastikan turun kasta. Tim berjuluk Kabau Sirah itu kini berada di posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 34 pertandingan. “Akan tetapi memang yang menjadi beban adalah bahwa tim ini positif degradasi, kemudian mental pemain pasca melawan Persebaya sangat berat untuk bangkit,” ungkapnya. Situasi tersebut membuat tim pelatih dan manajemen harus bekerja ekstra untuk menjaga semangat pemain menjelang pertandingan terakhir musim ini. Manajemen berharap seluruh pemain tetap tampil profesional dan menunjukkan kualitas terbaik mereka di hadapan Persija Jakarta. “Akan tetapi, dari Tim Pelatih dan Manajemen terus mencoba memberikan motivasi kepada seluruh pemain agar mereka bisa bermain lepas hari ini, karena mereka sebagai pemain bola profesional, tentunya pertandingan hari ini merupakan pertandingan yang bisa menjadi perhatian bagi klub-klub lain jika mereka bisa bermain bagus,” katanya. Menurutnya, laga kontra Persija tetap memiliki arti penting bagi karir para pemain. Karena itu, seluruh skuad diminta bermain tanpa tekanan demi menampilkan performa terbaik. “Tentu kita berharap kepada seluruh pemain yang bermain hari ini bisa bermain dengan baik, melihatkan gaya bermain lebih bagus dan meningkatkan karir mereka lebih baik,” ujar Levi. Meski harus menerima kenyataan turun ke Liga 2, manajemen Semen Padang FC tetap berupaya menjaga optimisme untuk musim mendatang. Harapan besar disampaikan agar Kabau Sirah bisa segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. “Jadi kami dari manajemen mengharapkan mereka bisa bermain lepas pada sore hari ini dan juga kami dari manajemen mengharapkan doa dari seluruh suporter serta masyarakat Minang di manapun berada, bahwa ini adalah pertandingan terakhir kita di Liga 1 musim ini, dan tentunya kita berharap ke depan kita akan memperbaiki dan membuat Semen Padang FC lebih baik lagi setelah di Liga 2 selama satu musim dan ke depan kita bermain lagi di Liga 1,” tutupnya. Semen Padang FC sendiri dipastikan terdegradasi usai terpuruk di papan bawah klasemen. Tim asuhan Imran Nahumarury menempati peringkat ke-17 dari total 18 kontestan Liga 1 musim ini dengan raihan 20 poin. Meski laga melawan Persija Jakarta tak lagi menentukan nasib klub, pertandingan tersebut tetap menjadi momentum penting bagi Kabau Sirah untuk menutup musim dengan harga diri dan semangat baru menuju Liga 2 musim depan. (*)