Kekalahan Menyakitkan Semen Padang FC, Braditi Moulevey Dorong Evaluasi Total Jelang Putaran Kedua

PADANG – Kekalahan tipis Semen Padang FC dari Persis Solo pada penutup putaran pertama BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 menyisakan catatan serius bagi manajemen klub. Hasil akhir 2-3 yang tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang pada Minggu (11/1/2026), bukan hanya memupus harapan mengamankan poin penting, tetapi juga membuka kembali persoalan mendasar yang harus segera dibenahi menjelang putaran kedua kompetisi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai hasil tersebut sebagai kerugian besar bagi klub dan seluruh pendukung Kabau Sirah. “Kegagalan meraih poin di laga krusial akhir putaran pertama akan berdampak langsung pada beratnya tantangan yang harus dihadapi pada fase berikutnya BRI Super League musim 2025/2026,” katanya usai pertandingan. Ia menegaskan, kekalahan ini menjadi catatan penting bagi jajaran manajemen dan tim pelatih. Ia mendorong agar pembenahan dilakukan secara serius, terutama dalam mempersiapkan skuad menghadapi putaran kedua. “Dengan masuknya pemain asing baru nantinya diharapkan dapat diramu dengan tepat sehingga membentuk tim yang lebih kompetitif dan mampu meraih poin secara konsisten,” katanya. Ia juga menyoroti kekecewaan besar yang dirasakan suporter Semen Padang FC. Meski hasil tersebut menyakitkan, pria yang akrab disapa Levi itu menekankan pentingnya tidak larut dalam kesedihan. “Kami meminta kepada manajemen dan seluruh jajaran pelatih untuk mengevaluasi total para pemain pada pertandingan tadi yang tidak ada semangat atau spartan bermain, dan tentunya ini harus dievaluasi besar-besaran,” katanya. Permintaan evaluasi total dari jajaran pengawas klub itu bukan tanpa dasar. Dalam pertandingan melawan Persis Solo, Semen Padang FC sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil lebih baik. Dua kesempatan emas melalui titik penalti pada menit ke-15 dan 36 menjadi momen krusial. Namun, eksekusi Cornelius Stewart dan Irsyad Maulana gagal berbuah gol, membuat peluang berharga tersebut terbuang sia-sia. Meski demikian, Kabau Sirah sempat membangkitkan optimisme publik tuan rumah setelah Irsyad Maulana mencetak gol pembuka pada menit ke-35. Gol tersebut memberi harapan bahwa Semen Padang FC mampu mengendalikan jalannya laga dan menutup putaran pertama dengan hasil positif. Momentum itu tidak bertahan lama. Persis Solo merespons dengan efektif dan menunjukkan mental kuat. Gol penyama kedudukan yang dicetak Zanadin Fariz pada masa injury time babak pertama mengubah alur pertandingan. Tekanan berlanjut di awal babak kedua ketika Kazuma Tanaka membawa tim tamu berbalik unggul. Semen Padang FC berupaya mengejar ketertinggalan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun, efektivitas Persis Solo kembali menjadi pembeda. Gol Irfan Jauhari pada menit ke-90+1 semakin memperkecil peluang tuan rumah untuk menyelamatkan poin. Gol Ricki Ariansyah di menit ke-90+6 hanya mampu memperkecil jarak, tanpa mengubah hasil akhir. “Pelatih dan manajemen harus segera mengambil keputusan strategis tanpa berlarut-larut. Pasalnya, pada awal putaran kedua, Semen Padang FC sudah dihadapkan pada tantangan berat dengan menghadapi Bali United pada 24 Januari 2026,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Dirinya berharap pelatih Dejan Antonic segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan strategi serta taktik yang lebih matang. “Sehingga permainan akan lebih meningkat dan lebih baik di putaran kedua, itu yang menjadi catatan kami selaku jajaran pengawas dari klub ini,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Stadion Agus Salim Saat Semen Padang FC vs Persis Solo

PADANG – Laga penutup putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 menjadi momentum krusial bagi Semen Padang FC. Menjelang duel melawan Persis Solo yang akan digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026), Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengajak seluruh pendukung Kabau Sirah untuk memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan Ranah Minang. Ajakan tersebut disampaikan Braditi Moulevey sehari sebelum pertandingan. Ia menilai kehadiran suporter di stadion bukan sekadar formalitas, melainkan elemen penting yang dapat menentukan nasib Semen Padang FC di kompetisi tertinggi sepakbola nasional. “Dukungan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diyakini mampu menjadi pembeda, terutama dalam laga kandang yang menentukan arah perjalanan tim di BRI Super League,” katanya, Sabtu (10/1/2026). Pria yang akrab disapa Levi itu menegaskan, pertandingan melawan Persis Solo memiliki makna strategis karena menjadi penutup putaran pertama musim ini. Ia menekankan bahwa perjuangan Semen Padang FC untuk bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia membutuhkan sinergi antara pemain, manajemen, dan suporter. “Oleh karena itu, Stadion Agus Salim diharapkan menjadi rumah yang benar-benar hidup bagi Kabau Sirah dengan kehadiran suporter,” katanya. Menurut Levi, seluruh elemen tim telah menyiapkan diri secara maksimal. Ia memastikan pemain, jajaran pelatih, serta manajemen berada dalam kondisi siap tempur dan akan mengerahkan seluruh kemampuan demi mengamankan poin penuh di kandang. “Tekad untuk bermain total menjadi komitmen bersama demi menjaga asa Semen Padang FC tetap bersaing di BRI Super League musim depan,” katanya. Selain fokus pada laga terdekat, Braditi juga mengungkapkan optimisme menyongsong putaran kedua kompetisi. Ia menyebutkan bahwa Semen Padang FC akan diperkuat enam pemain asing baru pada paruh musim berikutnya. “Kehadiran amunisi tambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memompa motivasi tim untuk tampil lebih kompetitif di sisa musim,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Target kemenangan juga ditegaskan dari sisi teknis. Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan laga kandang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam sesi pre-match press conference, Dejan menekankan pentingnya meraih tiga poin di Stadion Haji Agus Salim sebagai bagian dari upaya memperbaiki posisi tim di klasemen sementara BRI Super League. Dejan menyampaikan bahwa kondisi skuad relatif ideal. Hanya satu pemain, Rui Rampa, yang dipastikan absen pada pertandingan tersebut. Selebihnya, seluruh pemain berada dalam kondisi siap bermain. “Persis Solo memiliki materi pemain yang berkualitas, namun fokus kami tidak tertuju pada kekuatan lawan, melainkan pada kekuatan kami dan permainan sendiri,” katanya. Pendekatan tersebut, menurut Dejan, menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal. Ia menilai posisi Persis Solo di klasemen tidak menjadi acuan utama, karena yang terpenting adalah konsistensi, fokus, dan disiplin permainan selama 90 menit. “Dengan bermain di kandang, saya yakin Semen Padang FC mampu mengamankan tiga poin penting,” katanya. Optimisme serupa disampaikan oleh pemain Semen Padang FC, Pedro Matos. Ia memastikan kondisi tim dalam situasi siap tempur dan mental pemain berada pada level yang baik. “Seluruh skuad telah melupakan hasil pertandingan sebelumnya dan kini sepenuhnya memusatkan perhatian pada laga kontra Persis Solo,” katanya. Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal menutup putaran pertama, tetapi juga menjaga momentum positif sekaligus memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League musim 2025/2026. Dukungan penuh dari suporter Kabau Sirah di tribun Stadion Agus Salim diharapkan menjadi energi tambahan yang mampu mengangkat performa tim di lapangan. (*)
Braditi Moulevey: Semen Padang FC Pakai 11 Pemain Asing di Putaran Kedua BRI Super League

PADANG – Semen Padang FC bersiap melakukan perubahan signifikan menjelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Manajemen klub Kabau Sirah menunjukkan keseriusan menghadapi fase krusial kompetisi dengan memperkuat skuad melalui perekrutan pemain baru, terutama dari jalur asing, demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepakbola nasional. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa timnya tidak ingin terjebak dalam tren negatif yang sempat membayangi perjalanan klub pada paruh pertama musim. Dengan membawa sejumlah amunisi baru, manajemen berharap tim mampu tampil lebih kompetitif dan menjawab ekspektasi besar publik Sumatera Barat (Sumbar). Pria yang akrab disapa Levi itu menyebutkan, total 11 pemain asing telah disiapkan untuk mengisi kebutuhan tim pada putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026. Para pemain tersebut diharapkan dapat segera diturunkan dan memberi dampak nyata bagi performa tim di lapangan. “Total ada 11 pemain asing yang siap untuk dimainkan pada putaran kedua ini. Dan diharapkan pada putaran kedua ini mereka bisa bermain,” ujar Braditi Moulevey, Kamis (8/1/2026). Sejumlah nama anyar pun telah resmi diperkenalkan kepada publik. Di sektor tengah, Semen Padang FC mendatangkan Kazaki Nakagawa, gelandang serang asal Jepang yang diharapkan mampu meningkatkan kreativitas permainan. Sementara di lini pertahanan, manajemen merekrut Jaime Giraldo, bek asal Kolombia, untuk memperkuat barisan belakang yang kerap menjadi sorotan. Tidak hanya itu, Kabau Sirah juga mengamankan jasa seorang penyerang asal Spanyol yang sebelumnya merumput di Liga India. Kehadirannya diproyeksikan menjadi solusi atas minimnya produktivitas gol yang dialami tim pada putaran pertama. “Selain itu, kita juga kedatangan pemain asal Spanyol di posisi penyerang yang sebelumnya bermain di Liga India,” kata Moulevey. Menurut Braditi Moulevey, para pemain baru tersebut disiapkan untuk menutup celah yang selama ini menjadi titik lemah tim. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang dan Semen Padang FC mampu keluar dari tekanan klasemen. “Pemain tersebut diharapkan bisa mengisi kekosongan dan lubang yang selama ini menjadi celah atas berbagai kekalahan yang dialami selama ini,” ujarnya. Di tengah tekanan akibat hasil kurang maksimal pada awal musim, manajemen baru terus berupaya menjaga semangat juang tim. Dukungan dari suporter dan masyarakat Minang dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan diri pemain. Braditi Moulevey pun mengajak seluruh pendukung untuk tetap kritis, namun dengan cara yang konstruktif dan beradab. “Memberi kritik boleh, tapi tetap dengan semangat membangun dan tidak menyerang personal pihak tertentu. Kita harus tetap mengedepankan adab sebagai masyarakat Minang yang menjunjung tinggi raso jo pareso,” tuturnya. Sebelumnya, Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, juga telah mengungkapkan rencana klub terkait penggunaan pemain asing pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @andre_rosiade, Andre menyampaikan bahwa enam pemain asing baru telah direkrut. “Ada enam pemain asing baru, di mana empat orang sudah di Padang, pemain asal Jepang sudah dalam perjalanan ke Padang, dan penyerang asal Spanyol yang bermain di Liga India sudah menandatangani surat penawaran kerja sama resmi,” tulis Andre. Selain fokus pada pemain asing, Semen Padang FC tetap memberi perhatian pada penguatan pemain lokal. Manajemen berkomitmen menjaga keseimbangan skuad dengan merekrut pemain lokal berkualitas guna memperdalam komposisi tim. “Pemain lokal berkualitas terus kita upayakan direkrut agar tim ini lolos dari degradasi,” imbuh Andre. Dengan kombinasi pemain asing dan lokal yang lebih solid, Semen Padang FC berharap mampu bangkit pada putaran kedua dan keluar dari bayang-bayang degradasi di BRI Super League 2025/2026. (*)
Tanpa Dua Pemain Asing Hadapi PSIM Yogyakarta, Braditi Moulevey: Semen Padang FC Harus Tetap Bermain Lepas

YOGYAKARTA – Menjelang laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, Semen Padang FC membawa tekad besar meski tengah berada dalam situasi sulit. Tim berjuluk Kabau Sirah itu tidak hanya berupaya menghentikan tren negatif, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa perjuangan keluar dari zona degradasi masih terbuka. Harapan tersebut ditegaskan Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, pada Minggu (4/2/2026) pagi. Ia menekankan pentingnya bermain lepas dan tanpa tekanan berlebih agar tim mampu meraih poin pada laga yang digelar jauh dari markas sendiri. “Yang jelas tujuan kita adalah mendapatkan poin saat menjalani laga tandang,” ujarnya. Levi, sapaan akrabnya, mengingatkan bahwa kondisi tim belum ideal akibat beberapa pemain inti mengalami cedera. Namun, ia berharap semangat bertarung para pemain tidak menurun, terutama ketika kompetisi memasuki putaran kedua yang sangat menentukan perjalanan klub. “Bagaimanapun, kita saat ini terus berjuang keluar dari zona degradasi dan bisa bertahan di kompetisi teratas sepakbola Indonesia,” katanya. Optimisme itu tetap dipelihara meskipun pada laga sebelumnya Semen Padang FC harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 5-1. Levi mendorong skuad Kabau Sirah agar tampil gembira, menikmati permainan, dan tidak terbebani oleh hasil-hasil sebelumnya. Pertemuan PSIM Yogyakarta vs Semen Padang FC dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026) pukul 15.30 WIB. Bagi Semen Padang FC, duel ini menjadi momen penting karena posisi tim masih tertahan di papan bawah. Hingga pekan ke-15, Kabau Sirah menempati peringkat ke-16 dengan 10 poin dari 15 pertandingan, atau maish bertahan di zona merah degradasi. Tantangan semakin berat karena tim datang ke Bantul hanya bermodal hasil kurang memuaskan. Pada laga tunda pekan ke-8, anak asuh Dejan Antonic kalah 1-5 dari Madura United FC. Kekalahan itu menjadi bayang-bayang tersendiri jelang pertandingan krusial melawan PSIM. Situasi kebugaran pemain pun belum sepenuhnya pulih. Dejan Antonic mengakui bahwa skuadnya masih tidak berada dalam kondisi terbaik. “Kita fokus penuh untuk pertandingan lawan PSIM. Dari sebelum laga lawan Madura United, memang ada banyak pemain yang pemain yg sakit. Kita tidak dengan kekuatan 100 persen. Tapi saya senang pemain tetap ingin berikan yang terbaik,” kata pelatih Semen Padang FC tersebut. Semen Padang FC juga harus menerima kenyataan kehilangan dua pemain asing andalan. Ketiadaan mereka membuat opsi rotasi semakin terbatas. “Tidak ada Rui Rampa dan Alhassan Wakaso. Sementara yang lain, kita masih menunggu kondisi mereka, semoga cepat sembuh,” ucap Dejan. Meski begitu, semangat bertahan di kompetisi tertinggi tetap dipegang teguh. Dejan menegaskan target mencuri poin tetap menjadi prioritas. Pelatih asal Serbia tersebut tidak menampik bahwa PSIM Yogyakarta tampil meyakinkan sepanjang musim. “Kita tahu PSIM adalah tim yang bagus pada musim ini. Dan kita pasti akan fight di pertandingan nanti,” ujarnya. Menurut Dejan, PSIM memiliki komposisi pemain berpengalaman, termasuk dukungan legiun asing yang memberi keseimbangan di setiap lini. Posisi PSIM yang relatif aman di klasemen menjadikan laga ini sebagai ujian karakter bagi Kabau Sirah. “Mereka punya banyak pemain asing berkualitas. PSIM juga punya banyak pemain berpengalaman. Dan kini posisi mereka di klasemen juga bagus. Tapi yang pasti, kita datang kesini untuk mencuri poin. Kami selalu berpikir positif,” katanya menegaskan. Dengan kondisi tim yang belum lengkap, Semen Padang FC berusaha mengandalkan kedisiplinan, motivasi, serta mental pantang menyerah. Manajemen dan tim pelatih berharap, bermain tanpa beban justru dapat memunculkan kejutan di markas lawan. Pertandingan diprediksi berjalan ketat. PSIM membutuhkan konsistensi untuk menjaga posisi, sementara Semen Padang FC menjadikan laga ini sebagai momentum kebangkitan. Jika mampu membawa pulang poin, peluang dan harapan agar Kabau Sirah bisa menjauh dari ancaman degradasi akan tetap terjaga. (*)
Braditi Moulevey: Semen Padang FC Siap Curi Poin di Laga Tandang Melawan Madura United

PADANG – Semen Padang FC diklaim siap menjalani laga tandang menghadapi Madura United dalam lanjutan BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 yang akan diselenggarakan pada Minggu (28/12/2025) malam. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memastikan dukungan penuh bagi tim yang datang dengan modal kemenangan tipis 1-0 atas Persija pada Senin (22/12/2025) lalu. Moulevey menilai hasil tersebut menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk kembali tampil percaya diri. “Jika tidak ada kendala, saya akan hadir langsung di stadion guna memberi semangat kepada skuad Kabau Sirah. Dukungan penuh dari manajemen diharapkan memperkuat motivasi tim agar tetap stabil menghadapi tekanan laga tandang,” katanya, Sabtu (27/12/2025). Dari laporan yang diterimanya, jajaran pelatih memastikan persiapan berjalan sesuai rencana. Skuad Kabau Sirah disebut siap kembali berlatih intensif dan melanjutkan kompetisi dengan target jelas, membawa pulang tiga poin. Di tengah jadwal yang padat, Braditi Moulevey menekankan pentingnya kebugaran dan kesiapan mental seluruh pemain, terutama karena laga ini menjadi rangkaian penutup pertandingan pada putaran pertama BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Ia menambahkan, strategi yang telah disusun pelatih perlu dijalankan secara disiplin. Para pemain, kata Levi, diminta fokus mengikuti instruksi, menjaga ritme permainan dan menghindari kesalahan yang tak perlu. “Kedisiplinan menjadi penentu dalam laga tandang, terlebih menghadapi tim dengan dukungan publik tuan rumah Laskar Sapi Kerrab (julukan Madura United, red),” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Braditi Moulevey juga menggarisbawahi bahwa upaya meraih tiga poin di kandang Madura United bukan sekadar target jangka pendek. Hasil maksimal di sisa pertandingan putaran pertama akan membuka ruang evaluasi yang lebih positif ketika tim memasuki putaran kedua. Dengan landasan tersebut, dukungan langsung dari manajemen dianggap penting agar seluruh elemen tim memiliki semangat yang sama. Semen Padang FC, katanya, membutuhkan kontinuitas performa. Kemenangan atas Persija memberi gambaran bahwa tim mampu tampil efektif, dan kini tantangannya adalah mempertahankan konsistensi. “Saya berharap, kebersamaan tim, kesiapan pelatih, serta dukungan suporter dapat terjalin harmonis menuju hasil terbaik,” katanya. Dalam pandangannya, setiap pertandingan memiliki nilai strategis bagi perjalanan klub di Liga Indonesia musim ini. Karena itu, ia menegaskan kembali kepercayaan kepada pelatih dan pemain untuk menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan. “Harapannya, tim bisa menutup putaran pertama dengan poin maksimal, lalu melangkah lebih baik pada putaran kedua,” ujarnya. Dengan komitmen tersebut, Semen Padang FC datang ke markas lawan bukan hanya membawa semangat usai kemenangan sebelumnya, tetapi juga tekad memperbaiki posisi dan membangun momentum di BRI Super League. “Konsistensi, disiplin, dan dukungan menyeluruh menjadi kunci agar Kabau Sirah terus melangkah mantap di persaingan Liga Indonesia,” imbuh Levi. (*)
Braditi Moulevey: Kemenangan Semen Padang FC atas Persija jadi Pelipur Lara Masyarakat Sumbar Pasca Banjir Bandang

PADANG – Kemenangan Semen Padang FC atas Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar raihan tiga poin. Di tengah suasana duka akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) hasil tersebut dimaknai sebagai suntikan harapan bagi masyarakat Ranah Minang. Di Stadion Agus Salim Padang, Senin (22/12/2025) malam WIB, Kabau Sirah berhasil menundukkan Persija dengan skor tipis 1-0 dalam laga sarat drama dan tensi tinggi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kemenangan tersebut sebagai kado terindah bagi masyarakat Sumbar yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam. “Keberhasilan Semen Padang FC menang dan meraih poin penuh mampu menjadi penghibur di tengah situasi sulit yang dirasakan banyak pihak,” katanya. Menurut Moulevey, hasil positif ini diharapkan dapat menguatkan mental masyarakat sekaligus memberi semangat baru bagi tim untuk terus berjuang di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. Selain bernilai emosional, kemenangan atas Persija juga membawa dampak penting secara kompetitif. Tambahan tiga poin membuat Semen Padang FC kini mengoleksi total 10 poin. Meski masih berada di peringkat ke-16 dan belum keluar dari zona degradasi, posisi Kabau Sirah semakin mendekati area aman dengan jarak dua angka. Situasi tersebut menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Dejan Antonic untuk menghadapi laga-laga berikutnya di BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan pekan ke-15 ini berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Persija Jakarta harus bermain dengan 10 pemain lebih dulu setelah Figo Dennis menerima kartu kuning kedua pada menit ke-37 akibat pelanggaran terhadap Irsyad Maulana. Unggul jumlah pemain, Semen Padang meningkatkan intensitas serangan dan berupaya menekan pertahanan tim tamu. Sejumlah peluang berhasil diciptakan tuan rumah. Salah satu kesempatan emas datang melalui sundulan Angelo Meneses, namun bola masih membentur mistar gawang. Meski kehilangan satu pemain, Persija tetap mampu memberikan perlawanan dan menjaga kedisiplinan lini belakang hingga memasuki fase akhir pertandingan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-83. Berawal dari skema serangan balik cepat, Semen Padang FC mendapat keuntungan setelah upaya Jordi Amat menghalau bola justru berujung gol bunuh diri. Gol tersebut disambut gegap gempita pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Agus Salim. Drama belum berakhir. Persija kembali harus kehilangan pemain pada masa injury time setelah Fabio Calonego diganjar kartu merah akibat menyikut pemain Semen Padang. Keputusan wasit diambil setelah melakukan peninjauan ulang melalui VAR. Situasi ini semakin menyulitkan langkah Macan Kemayoran untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit-menit akhir yang menegangkan, Persija sempat mencetak gol penyama kedudukan melalui sepakan Maxwell Souza pada menit ke-100. Namun, setelah kembali memeriksa VAR, wasit menganulir gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran yang dilakukan Allano dalam proses terjadinya gol. Keputusan ini memastikan kemenangan tetap menjadi milik Semen Padang FC hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut membuat Persija Jakarta gagal merebut kembali posisi kedua klasemen dari Persib Bandung. Tim Ibu Kota itu harus puas bertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 29 poin. Sementara bagi Semen Padang FC, kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan, baik secara mental maupun kompetitif, di tengah situasi berat yang sedang dihadapi Sumatera Barat. Susunan Pemain Semen Padang FC: Arthur Augusto, Angelo Meneses, Ricki Ariansyah, Rui Rampa, Samuel Christianson Simanjuntak, Alhassan Wakaso, Pedro Matos, Ripal Wahyudi, Firman Juliansyah, Irsyad Maulana, Muhamad Ridwan. Persija Jakarta: Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Dony Try Pamungkas, Jordi Amat, Rizky Ridho, Fabio Calonego, Figo Dennis, Witan Sulaeman, Allano Lima, Eksel Runtukahu, Maxwell Souza. (*)
Kabau Sirah Siap Kejutkan Persija, Braditi Moulevey Ungkap Kunci Optimisme Semen Padang FC

PADANG – Semen Padang FC menunjukkan optimisme tinggi menjelang laga krusial menghadapi Persija Jakarta pada Senin (22/12/2025) malam di Stadion GOR Agus Salim dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Meski mengalami pengurangan komposisi pemain asing dan tak dijagokan, manajemen Kabau Sirah menegaskan kesiapan tim untuk bersaing dan meraih hasil maksimal. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kondisi tim berada pada jalur yang tepat setelah menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) selama dua pekan di Jakarta. Selama periode tersebut, tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek permainan yang dinilai masih menjadi kelemahan pada laga-laga sebelumnya. “Pada prinsipnya, Semen Padang FC siap menghadapi Persija Jakarta. Meski ada pemain asing yang keluar dan masuk, kami tetap optimistis. TC di Jakarta selama dua pekan dimanfaatkan untuk mengevaluasi kekurangan tim,” ujar Braditi Moulevey, Senin (22/12/2025). Ia menambahkan, dengan sisa pertandingan pada putaran pertama musim ini, Semen Padang FC memasang target realistis namun tegas, yakni mengamankan minimal empat poin. Target tersebut dinilai penting sebagai pijakan menuju konsistensi performa dan kepercayaan diri tim. “Meskipun banyak yang tidak menjagokan Semen Padang FC, kami yakin dengan tim ini. Insya Allah kami bisa bermain bagus dan meraih poin penuh saat menjamu Persija di kandang,” kata Moulevey. Sebagai bagian dari proses pembenahan, Semen Padang FC juga aktif melakukan perombakan skuad, khususnya di sektor pemain asing. Dua pemain asing baru telah bergabung dan langsung mengikuti TC serta laga uji coba. Dari hasil evaluasi tersebut, manajemen menemukan adanya kekosongan di sektor kanan dan gelandang serang. “Selain itu, satu pemain asing tambahan didatangkan untuk mengisi posisi gelandang bertahan, serta satu pemain lagi di sektor bek tengah. Pada bulan Januari 2026, kita akan menambah pemain asing di posisi penyerang dan sayap. Insya Allah kita targetkan pada awal putaran kedua diharapkan semuanya sudah bisa bergabung dan bermain,” katanya. Langkah ini, kata Moulevey, diambil untuk menyeimbangkan komposisi tim dan memperkuat lini-lini yang dinilai masih membutuhkan kedalaman. Menurut Moulevey, keseriusan klub juga tercermin dari target yang disampaikan Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, yang menargetkan kedatangan total enam pemain asing baru. Target tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka menengah menghadapi putaran kedua kompetisi. Setelah laga kontra Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/12/2025), Semen Padang FC akan melanjutkan perjuangan dengan pertandingan tandang menghadapi Madura United pada Minggu (28/12/2025). Rangkaian laga ini diharapkan mampu menjaga tren positif performa tim. Di luar aspek teknis, Semen Padang FC juga menaruh perhatian pada aspek sosial dan empati. Moulevey mengungkapkan bahwa sebagian hasil penjualan tiket laga kandang melawan Persija akan disumbangkan kepada korban terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Dalam suasana duka tersebut, manajemen memastikan suporter tidak membawa alat-alat musik ke dalam stadion sebagai bentuk penghormatan. Kendati demikian, Moulevey tetap mengajak pendukung Kabau Sirah untuk hadir langsung memberikan dukungan moral kepada tim. “Mohon doa dari seluruh suporter Semen Padang FC di mana pun berada, khususnya yang ada di Kota Padang. Mari datang ke stadion dan berikan dukungan terbaik,” imbuhnya. Ke depan, manajemen juga terus memantau potensi pemain lokal berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim. Penambahan kekuatan dari pemain lokal dinilai penting untuk memperkokoh identitas dan daya saing Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. (*)
Menang atas Persijap Jepara, Braditi Moulevey Sebut Semen Padang FC Sudah Bangkit

JEPARA – Kemenangan Semen Padang FC atas Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 menjadi momen penting yang menghidupkan kembali optimisme di kubu Kabau Sirah. Hasil 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (20/11/2025), bukan sekadar tiga poin, tetapi titik balik yang memutus delapan kekalahan beruntun sekaligus memulihkan mental tim yang sempat terpuruk di dasar klasemen. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyambut kemenangan tersebut dengan ekspresi penuh kegembiraan. Ia menilai hasil itu sebagai awalan baik untuk menggerakkan kembali kepercayaan diri tim. “Alhamdulillah, menang 1-2,” katanya saat dihubungi, Kamis (20/11/2025) malam. Ia percaya hasil positif ini akan berlanjut, terutama menjelang laga tandang berikutnya melawan Persik Kediri pada Selasa (25/11/2025). “Kemenangan beruntun sebagai satu-satunya cara bagi Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi yang membayangi mereka sejak awal musim,” kata Moulevey. Meski demikian, pria yang akrab disapa Levi itu meminta agar tim tidak boleh langsung jumawa dan cepat berpuas diri, mengingat Kabau Sirah masih berada di zona degradasi. Ia mengatakan, kemenangan atas Persijap Jepara sebagai titik balik untuk membawa kemenangan yang telah banyak hilang pada laga sebelumnya. “Menjelang putaran kedua nanti, dibutuhkan evaluasi menyeluruh agar penampilan tim yang kita cintai bisa lebih meningkat dan mampu bertahan di BRI Super League pada musim depan,” katanya. Keyakinan serupa datang dari Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. Lewat unggahannya di platform media spasial resmi, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan merebut tiga poin di Jepara menjadi modal penting untuk membangkitkan semangat tim. Menurutnya, kemenangan tersebut membuktikan bahwa skuad asuhan Dejan Antonic mampu mengakhiri rentetan hasil buruk yang menekan mental pemain. “Alhamdulillah Semen Padang FC kembali meraih kemenangan dan naik dari posisi juru kunci,” tulis Andre. Kemenangan dramatis di Jepara berawal dari performa agresif Semen Padang sejak menit awal. Pedro Matos mencetak gol pembuka pada menit ke-27, memecah kebuntuan dan memberikan energi baru bagi permainan tim. Persijap sempat menyamakan kedudukan melalui Sudi Abdallah menjelang turun minum, namun Kabau Sirah tetap tampil disiplin dan intensif dalam menekan. Puncak momen terjadi pada menit ke-66 ketika Armando Oropa melesakkan gol penentu yang membuat seluruh stadion terdiam. Persijap berupaya keras mengejar ketertinggalan, tetapi lini belakang Semen Padang tampil kokoh hingga menit 90+7. Meski dua kartu kuning mewarnai akhir pertandingan, fokus para pemain tidak goyah dalam menjaga keunggulan. Tekanan tuan rumah yang ditopang ribuan suporter tidak mampu menggoyahkan struktur pertahanan yang hari itu tampil nyaris tanpa celah. Sementara bagi Persijap Jepara, kekalahan ini memperpanjang tren negatif menjadi enam laga tanpa kemenangan dan menambah tekanan bagi tim yang sedang berjuang bangkit. Sebaliknya, bagi Semen Padang FC, hasil ini menjadi pemantik optimisme bahwa musim 2025/2026 masih menyimpan peluang untuk memperbaiki posisi. Kemenangan di Jepara bukan hanya menghapus catatan buruk, tetapi juga memberikan keyakinan baru jelang rangkaian laga penting selanjutnya di BRI Super League. Dengan kemenangan ini, manajemen dan jajaran pembina klub melihat secercah harapan baru. Tekanan yang sebelumnya menumpuk perlahan berubah menjadi energi positif bagi Kabau Sirah untuk kembali bersaing. (*)
Tur Tandang Paling Menegangkan, Braditi Moulevey: Semen Padang FC Cinta yang Takkan Pernah jadi Mantan

JEPARA – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, keterikatan dengan Kabau Sirah menyerupai rasa yang tidak pernah putus, bak cinta yang takkan pernah menjadi mantan. Ia menggambarkan hubungan itu di tengah situasi sulit yang kini membayangi tim, saat Semen Padang FC berjuang keras keluar dari tekanan hasil negatif dan posisi buncit klasemen BRI Super League 2025/2026. Di saat klub berada pada fase paling rapuh, Moulevey menilai justru di situlah loyalitas dan komitmen diuji, bagaimana tetap berdiri bersama ketika kondisi terburuk datang bertubi-tubi. Sebagai komisaris, ia menegaskan bahwa perannya berfokus pada pengawasan dan pemberian masukan strategis kepada direksi, agar setiap kebijakan selaras dengan kebutuhan pengembangan klub. Menurut Braditi Moulevey, Semen Padang FC memiliki posisi istimewa dalam identitas masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Klub tersebut bukan hanya sekumpulan pemain yang bertanding di lapangan, tetapi lambang kebanggaan bagi warga lokal maupun perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah. Ia menilai bahwa setiap tantangan yang muncul harus dihadapi secara kolektif, karena nilai besar Kabau Sirah terletak pada solidaritas dan keteguhan pendukungnya di Ranah Minang. “Setiap hambatan harus diselesaikan bersama. Tidak ada alasan untuk menyerah, karena Kabau Sirah adalah kebanggaan Ranah Minang,” katanya jelang pertandingan Persijap Jepara vs Semen Padang FC, Kamis (20/11/2025). Pernyataan Moulevey datang pada saat yang sensitif bagi Semen Padang FC. Musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 memasuki fase penting, sementara tim masih berjuang keluar dari tekanan hasil negatif. Inkonsistensi performa dan keterpurukan di papan bawah membuat langkah mereka semakin berat. Situasi ini diperparah oleh tren tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir serta delapan kekalahan beruntun, yang menempatkan Kabau Sirah pada posisi ke-18 klasemen sementara dengan hanya empat poin dari 11 laga. Di tengah situasi yang belum stabil, Semen Padang menghadapi periode yang berpotensi menentukan arah musim. Mereka bersiap menjalani dua laga tandang yang dianggap sangat krusial. Pada pekan ke-13 ini, Kabau Sirah melawat ke Jepara menghadapi Persijap pada Kamis (20/11/2025). Seminggu setelahnya, giliran Persik Kediri yang menjadi tuan rumah pada Kamis (27/11/2025). Dua pertandingan ini dipandang sebagai ujian mental sekaligus peluang untuk menghentikan tren buruk yang membayangi tim sepanjang kompetisi. Persiapan menuju tur tandang ini dimulai sejak Selasa (18/11/2025), ketika tim asuhan Dejan Antonic terbang ke Jepara dengan membawa 22 pemain. Keputusan komposisi pemain menunjukkan kondisi sulit yang tengah dihadapi Kabau Sirah. Dua pilar asing yang selama ini menjadi penopang performa tim, Bruno Gomes dan Filipe Chaby, tidak dapat ambil bagian. Gomes mengalami cedera paha, sementara Chaby sedang sakit sehingga harus absen dari rombongan. Ketidakhadiran keduanya membuat kekuatan lini tengah dan lini depan Semen Padang berkurang signifikan. Meski demikian, skuad yang dibawa tetap mencakup pemain dari seluruh posisi. Di bawah mistar, Semen Padang mengandalkan duo penjaga gawang Arthur Augusto dan Muhammad Farel. Lini belakang diisi oleh pemain-pemain yang telah menjadi tulang punggung tim, seperti Angelo Meneses, Rui Rampa, Herwin Tri Saputra, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, dan Zidane Afandi. Mereka diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan yang menjadi salah satu sorotan sepanjang musim ini. Sementara itu, sektor gelandang terdiri dari Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Dimas Roni, Ripal Wahyudi, Ambrizal Umanailo, Pedro Matos, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Ferdiansyah, Febrian Tri Saputra, dan Armando Oropa. Banyaknya pemain di lini tengah menunjukkan upaya Antonic untuk memperkuat distribusi permainan di tengah absennya dua pemain asing yang biasanya menjadi motor serangan. Untuk lini depan, harapan gol bertumpu pada Cornelius Stewart yang akan ditemani supersub Muhammad Ridwan. Di tengah tekanan besar, pelatih Dejan Antonic menyadari betul bahwa dua laga tandang ini bisa menjadi titik balik atau justru memperburuk keadaan. Ia menekankan bahwa seluruh pemain harus tampil dengan keseriusan penuh untuk memaksimalkan peluang keluar dari zona degradasi. “Dua laga berikutnya adalah kunci untuk kita. Pertandingan lawan Persijap di Jepara akan berlangsung ketat karena sama-sama ada di papan bawah. Dua laga nanti anak-anak harus sampai 150 persen serius,” ujar Antonic. Duel melawan Persijap menjadi ujian hidup-mati bagi kedua tim yang sama-sama berjuang lepas dari tekanan papan bawah. Sementara partai melawan Persik dapat menjadi kesempatan untuk membangun momentum positif, apabila Semen Padang mampu menjaga organisasi permainan sepanjang tur tandang ini. Kondisi skuad yang tidak lengkap juga menegaskan betapa pentingnya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi taktik, mental, maupun kemampuan menghadapi tekanan. Braditi Moulevey melihat periode ini sebagai pengingat bahwa perjalanan panjang klub tidak pernah terlepas dari masa-masa sulit. Namun ia percaya bahwa kegigihan pemain, soliditas tim, serta dukungan publik Minang dapat kembali menjadi kekuatan utama Semen Padang FC. “Menjaga marwah Kabau Sirah berarti memastikan klub tetap berdiri tegak di tengah tantangan, sembari membuka jalan bagi perubahan yang lebih baik pada masa mendatang,” imbuh Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. (*)
Braditi Moulevey: Kami tak Akan Biarkan Semen Padang FC Terpuruk

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menghadiri rapat evaluasi bersama jajaran direksi dan tim pelatih Kabau Sirah di Kantor PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (4/11/2025). Pertemuan itu digelar untuk membahas rentetan hasil buruk yang diderita klub dalam tiga laga terakhir BRI Super League 2025/2026. Rapat tertutup tersebut hanya dihadiri jajaran direksi, staf teknis, serta pelatih kepala Dejan Antonic, tanpa kehadiran pemain. Dalam pertemuan itu, Moulevey menegaskan perlunya langkah konkret dan keseriusan semua unsur kepelatihan dan ofisial dalam membenahi performa tim yang kian menurun. “Rapat ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kami meminta pelatih Dejan dan timnya berjuang lebih keras agar Semen Padang FC bisa bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia,” ujar Moulevey, Kamis (6/11/2025). Moulevey juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis pemain. Menurutnya, deretan hasil negatif tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga menekan mental para pemain. Ia mengusulkan agar ofisial menyiapkan konselor atau pendamping psikologis untuk membantu menjaga stabilitas mental tim. “Pemain perlu mendapat pendampingan agar tetap fokus dan termotivasi. Kekalahan beruntun tentu memengaruhi psikologis mereka. Klub harus menyediakan konselor yang bisa membantu pemain keluar dari tekanan,” katanya. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan para pemain tetap memiliki semangat juang dan tidak larut dalam tekanan kompetisi. “Mental kuat sama pentingnya dengan strategi permainan,” katanya. Selain menyoroti aspek teknis dan mental, Moulevey menyampaikan komitmen jajaran komisaris dalam memperkuat fondasi klub, termasuk sektor finansial. Salah satu bentuk dukungan nyata ialah pengembangan store merchandise resmi Semen Padang FC sebagai sumber pemasukan baru. Ia menjelaskan, pengembangan toko resmi di pusat Kota Padang menjadi tahap awal dalam memperluas jaringan pemasaran klub. Selain itu, manajemen juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal. “Kami siap memberikan dukungan, baik berupa modal maupun kemitraan strategis. Komitmen kami jelas, Semen Padang FC harus dikelola secara profesional dan modern,” katanya. Sebagai Komisaris, Moulevey menilai tugas utamanya adalah mengawasi dan memberikan masukan kepada direksi agar setiap kebijakan mengarah pada kemajuan klub. Kehadiran Moulevey dalam rapat itu tidak lepas dari performa buruk Kabau Sirah yang belum menemukan ritme terbaiknya. Pada laga pekan ke-11 BRI Super League 2025/26, Semen Padang FC kembali menelan kekalahan 1-2 dari Arema FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (3/11/2025). Tim asuhan Dejan Antonic tertinggal dua gol di babak pertama lewat Valdeci da Silva pada menit ke-30 dan Dalberto Luan Belo di menit ke-42. Semen Padang FC hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Cornelius Stewart pada menit ke-68. Pelatih Dejan Antonic menyebut hasil itu sangat mengecewakan, terutama karena tim telah mempersiapkan diri dengan baik. “Kami sudah berlatih dengan baik, tapi di babak pertama pemain tidak menjalankan apa yang direncanakan. Di babak kedua permainan membaik dan kami punya dua peluang emas. Saya percaya kami bisa keluar dari kondisi ini,” kata Dejan. Meski demikian, ia mengakui bahwa Arema FC tampil lebih matang dan berpengalaman. “Kadang kita butuh keberuntungan. Yang terpenting saat ini adalah hasil, bukan sekadar permainan indah,” ujarnya. Kekalahan dari Arema FC menjadi kekalahan ketujuh beruntun bagi Semen Padang FC musim ini. Dari 11 pertandingan yang telah dijalani, Kabau Sirah baru mengumpulkan empat poin hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan delapan kekalahan. Capaian ini membuat Semen Padang FC terpuruk di posisi ke-18 atau dasar klasemen sementara. Kondisi itu menjadi alarm bagi manajemen untuk segera melakukan pembenahan total. Tantangan berikutnya datang dari Borneo FC Samarinda, pemuncak klasemen sementara, yang akan dijamu Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu (9/11/2025). Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Kabau Sirah untuk menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Moulevey menegaskan, meski posisi tim terpuruk, seluruh elemen klub harus tetap optimistis. “Kami semua di jajaran komisaris dan penasihat siap bekerja keras. Kami tidak akan membiarkan Semen Padang FC terus terpuruk. Klub ini kebanggaan Sumatera Barat dan para perantau Minang di manapun berada,” tuturnya. (*)