Braditi Moulevey: Semen Padang FC Siap Curi Poin di Laga Tandang Melawan Madura United

PADANG – Semen Padang FC diklaim siap menjalani laga tandang menghadapi Madura United dalam lanjutan BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 yang akan diselenggarakan pada Minggu (28/12/2025) malam. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memastikan dukungan penuh bagi tim yang datang dengan modal kemenangan tipis 1-0 atas Persija pada Senin (22/12/2025) lalu. Moulevey menilai hasil tersebut menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk kembali tampil percaya diri. “Jika tidak ada kendala, saya akan hadir langsung di stadion guna memberi semangat kepada skuad Kabau Sirah. Dukungan penuh dari manajemen diharapkan memperkuat motivasi tim agar tetap stabil menghadapi tekanan laga tandang,” katanya, Sabtu (27/12/2025). Dari laporan yang diterimanya, jajaran pelatih memastikan persiapan berjalan sesuai rencana. Skuad Kabau Sirah disebut siap kembali berlatih intensif dan melanjutkan kompetisi dengan target jelas, membawa pulang tiga poin. Di tengah jadwal yang padat, Braditi Moulevey menekankan pentingnya kebugaran dan kesiapan mental seluruh pemain, terutama karena laga ini menjadi rangkaian penutup pertandingan pada putaran pertama BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Ia menambahkan, strategi yang telah disusun pelatih perlu dijalankan secara disiplin. Para pemain, kata Levi, diminta fokus mengikuti instruksi, menjaga ritme permainan dan menghindari kesalahan yang tak perlu. “Kedisiplinan menjadi penentu dalam laga tandang, terlebih menghadapi tim dengan dukungan publik tuan rumah Laskar Sapi Kerrab (julukan Madura United, red),” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Braditi Moulevey juga menggarisbawahi bahwa upaya meraih tiga poin di kandang Madura United bukan sekadar target jangka pendek. Hasil maksimal di sisa pertandingan putaran pertama akan membuka ruang evaluasi yang lebih positif ketika tim memasuki putaran kedua. Dengan landasan tersebut, dukungan langsung dari manajemen dianggap penting agar seluruh elemen tim memiliki semangat yang sama. Semen Padang FC, katanya, membutuhkan kontinuitas performa. Kemenangan atas Persija memberi gambaran bahwa tim mampu tampil efektif, dan kini tantangannya adalah mempertahankan konsistensi. “Saya berharap, kebersamaan tim, kesiapan pelatih, serta dukungan suporter dapat terjalin harmonis menuju hasil terbaik,” katanya. Dalam pandangannya, setiap pertandingan memiliki nilai strategis bagi perjalanan klub di Liga Indonesia musim ini. Karena itu, ia menegaskan kembali kepercayaan kepada pelatih dan pemain untuk menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan. “Harapannya, tim bisa menutup putaran pertama dengan poin maksimal, lalu melangkah lebih baik pada putaran kedua,” ujarnya. Dengan komitmen tersebut, Semen Padang FC datang ke markas lawan bukan hanya membawa semangat usai kemenangan sebelumnya, tetapi juga tekad memperbaiki posisi dan membangun momentum di BRI Super League. “Konsistensi, disiplin, dan dukungan menyeluruh menjadi kunci agar Kabau Sirah terus melangkah mantap di persaingan Liga Indonesia,” imbuh Levi. (*)

Braditi Moulevey: Kemenangan Semen Padang FC atas Persija jadi Pelipur Lara Masyarakat Sumbar Pasca Banjir Bandang

PADANG – Kemenangan Semen Padang FC atas Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar raihan tiga poin. Di tengah suasana duka akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) hasil tersebut dimaknai sebagai suntikan harapan bagi masyarakat Ranah Minang. Di Stadion Agus Salim Padang, Senin (22/12/2025) malam WIB, Kabau Sirah berhasil menundukkan Persija dengan skor tipis 1-0 dalam laga sarat drama dan tensi tinggi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kemenangan tersebut sebagai kado terindah bagi masyarakat Sumbar yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam. “Keberhasilan Semen Padang FC menang dan meraih poin penuh mampu menjadi penghibur di tengah situasi sulit yang dirasakan banyak pihak,” katanya. Menurut Moulevey, hasil positif ini diharapkan dapat menguatkan mental masyarakat sekaligus memberi semangat baru bagi tim untuk terus berjuang di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. Selain bernilai emosional, kemenangan atas Persija juga membawa dampak penting secara kompetitif. Tambahan tiga poin membuat Semen Padang FC kini mengoleksi total 10 poin. Meski masih berada di peringkat ke-16 dan belum keluar dari zona degradasi, posisi Kabau Sirah semakin mendekati area aman dengan jarak dua angka.   Situasi tersebut menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Dejan Antonic untuk menghadapi laga-laga berikutnya di BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan pekan ke-15 ini berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Persija Jakarta harus bermain dengan 10 pemain lebih dulu setelah Figo Dennis menerima kartu kuning kedua pada menit ke-37 akibat pelanggaran terhadap Irsyad Maulana. Unggul jumlah pemain, Semen Padang meningkatkan intensitas serangan dan berupaya menekan pertahanan tim tamu. Sejumlah peluang berhasil diciptakan tuan rumah. Salah satu kesempatan emas datang melalui sundulan Angelo Meneses, namun bola masih membentur mistar gawang. Meski kehilangan satu pemain, Persija tetap mampu memberikan perlawanan dan menjaga kedisiplinan lini belakang hingga memasuki fase akhir pertandingan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-83. Berawal dari skema serangan balik cepat, Semen Padang FC mendapat keuntungan setelah upaya Jordi Amat menghalau bola justru berujung gol bunuh diri. Gol tersebut disambut gegap gempita pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Agus Salim. Drama belum berakhir. Persija kembali harus kehilangan pemain pada masa injury time setelah Fabio Calonego diganjar kartu merah akibat menyikut pemain Semen Padang. Keputusan wasit diambil setelah melakukan peninjauan ulang melalui VAR. Situasi ini semakin menyulitkan langkah Macan Kemayoran untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit-menit akhir yang menegangkan, Persija sempat mencetak gol penyama kedudukan melalui sepakan Maxwell Souza pada menit ke-100. Namun, setelah kembali memeriksa VAR, wasit menganulir gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran yang dilakukan Allano dalam proses terjadinya gol. Keputusan ini memastikan kemenangan tetap menjadi milik Semen Padang FC hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut membuat Persija Jakarta gagal merebut kembali posisi kedua klasemen dari Persib Bandung. Tim Ibu Kota itu harus puas bertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 29 poin. Sementara bagi Semen Padang FC, kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan, baik secara mental maupun kompetitif, di tengah situasi berat yang sedang dihadapi Sumatera Barat. Susunan Pemain Semen Padang FC: Arthur Augusto, Angelo Meneses, Ricki Ariansyah, Rui Rampa, Samuel Christianson Simanjuntak, Alhassan Wakaso, Pedro Matos, Ripal Wahyudi, Firman Juliansyah, Irsyad Maulana, Muhamad Ridwan. Persija Jakarta: Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Dony Try Pamungkas, Jordi Amat, Rizky Ridho, Fabio Calonego, Figo Dennis, Witan Sulaeman, Allano Lima, Eksel Runtukahu, Maxwell Souza. (*)

Kabau Sirah Siap Kejutkan Persija, Braditi Moulevey Ungkap Kunci Optimisme Semen Padang FC

PADANG – Semen Padang FC menunjukkan optimisme tinggi menjelang laga krusial menghadapi Persija Jakarta pada Senin (22/12/2025) malam di Stadion GOR Agus Salim dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Meski mengalami pengurangan komposisi pemain asing dan tak dijagokan, manajemen Kabau Sirah menegaskan kesiapan tim untuk bersaing dan meraih hasil maksimal. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kondisi tim berada pada jalur yang tepat setelah menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) selama dua pekan di Jakarta. Selama periode tersebut, tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek permainan yang dinilai masih menjadi kelemahan pada laga-laga sebelumnya. “Pada prinsipnya, Semen Padang FC siap menghadapi Persija Jakarta. Meski ada pemain asing yang keluar dan masuk, kami tetap optimistis. TC di Jakarta selama dua pekan dimanfaatkan untuk mengevaluasi kekurangan tim,” ujar Braditi Moulevey, Senin (22/12/2025). Ia menambahkan, dengan sisa pertandingan pada putaran pertama musim ini, Semen Padang FC memasang target realistis namun tegas, yakni mengamankan minimal empat poin. Target tersebut dinilai penting sebagai pijakan menuju konsistensi performa dan kepercayaan diri tim. “Meskipun banyak yang tidak menjagokan Semen Padang FC, kami yakin dengan tim ini. Insya Allah kami bisa bermain bagus dan meraih poin penuh saat menjamu Persija di kandang,” kata Moulevey. Sebagai bagian dari proses pembenahan, Semen Padang FC juga aktif melakukan perombakan skuad, khususnya di sektor pemain asing. Dua pemain asing baru telah bergabung dan langsung mengikuti TC serta laga uji coba. Dari hasil evaluasi tersebut, manajemen menemukan adanya kekosongan di sektor kanan dan gelandang serang. “Selain itu, satu pemain asing tambahan didatangkan untuk mengisi posisi gelandang bertahan, serta satu pemain lagi di sektor bek tengah. Pada bulan Januari 2026, kita akan menambah pemain asing di posisi penyerang dan sayap. Insya Allah kita targetkan pada awal putaran kedua diharapkan semuanya sudah bisa bergabung dan bermain,” katanya. Langkah ini, kata Moulevey, diambil untuk menyeimbangkan komposisi tim dan memperkuat lini-lini yang dinilai masih membutuhkan kedalaman. Menurut Moulevey, keseriusan klub juga tercermin dari target yang disampaikan Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, yang menargetkan kedatangan total enam pemain asing baru. Target tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka menengah menghadapi putaran kedua kompetisi. Setelah laga kontra Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/12/2025), Semen Padang FC akan melanjutkan perjuangan dengan pertandingan tandang menghadapi Madura United pada Minggu (28/12/2025). Rangkaian laga ini diharapkan mampu menjaga tren positif performa tim. Di luar aspek teknis, Semen Padang FC juga menaruh perhatian pada aspek sosial dan empati. Moulevey mengungkapkan bahwa sebagian hasil penjualan tiket laga kandang melawan Persija akan disumbangkan kepada korban terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Dalam suasana duka tersebut, manajemen memastikan suporter tidak membawa alat-alat musik ke dalam stadion sebagai bentuk penghormatan. Kendati demikian, Moulevey tetap mengajak pendukung Kabau Sirah untuk hadir langsung memberikan dukungan moral kepada tim. “Mohon doa dari seluruh suporter Semen Padang FC di mana pun berada, khususnya yang ada di Kota Padang. Mari datang ke stadion dan berikan dukungan terbaik,” imbuhnya. Ke depan, manajemen juga terus memantau potensi pemain lokal berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim. Penambahan kekuatan dari pemain lokal dinilai penting untuk memperkokoh identitas dan daya saing Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. (*)

Menang atas Persijap Jepara, Braditi Moulevey Sebut Semen Padang FC Sudah Bangkit

JEPARA – Kemenangan Semen Padang FC atas Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 menjadi momen penting yang menghidupkan kembali optimisme di kubu Kabau Sirah. Hasil 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (20/11/2025), bukan sekadar tiga poin, tetapi titik balik yang memutus delapan kekalahan beruntun sekaligus memulihkan mental tim yang sempat terpuruk di dasar klasemen. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyambut kemenangan tersebut dengan ekspresi penuh kegembiraan. Ia menilai hasil itu sebagai awalan baik untuk menggerakkan kembali kepercayaan diri tim. “Alhamdulillah, menang 1-2,” katanya saat dihubungi, Kamis (20/11/2025) malam. Ia percaya hasil positif ini akan berlanjut, terutama menjelang laga tandang berikutnya melawan Persik Kediri pada Selasa (25/11/2025). “Kemenangan beruntun sebagai satu-satunya cara bagi Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi yang membayangi mereka sejak awal musim,” kata Moulevey. Meski demikian, pria yang akrab disapa Levi itu meminta agar tim tidak boleh langsung jumawa dan cepat berpuas diri, mengingat Kabau Sirah masih berada di zona degradasi. Ia mengatakan, kemenangan atas Persijap Jepara sebagai titik balik untuk membawa kemenangan yang telah banyak hilang pada laga sebelumnya. “Menjelang putaran kedua nanti, dibutuhkan evaluasi menyeluruh agar penampilan tim yang kita cintai bisa lebih meningkat dan mampu bertahan di BRI Super League pada musim depan,” katanya. Keyakinan serupa datang dari Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. Lewat unggahannya di platform media spasial resmi, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan merebut tiga poin di Jepara menjadi modal penting untuk membangkitkan semangat tim. Menurutnya, kemenangan tersebut membuktikan bahwa skuad asuhan Dejan Antonic mampu mengakhiri rentetan hasil buruk yang menekan mental pemain. “Alhamdulillah Semen Padang FC kembali meraih kemenangan dan naik dari posisi juru kunci,” tulis Andre. Kemenangan dramatis di Jepara berawal dari performa agresif Semen Padang sejak menit awal. Pedro Matos mencetak gol pembuka pada menit ke-27, memecah kebuntuan dan memberikan energi baru bagi permainan tim. Persijap sempat menyamakan kedudukan melalui Sudi Abdallah menjelang turun minum, namun Kabau Sirah tetap tampil disiplin dan intensif dalam menekan. Puncak momen terjadi pada menit ke-66 ketika Armando Oropa melesakkan gol penentu yang membuat seluruh stadion terdiam. Persijap berupaya keras mengejar ketertinggalan, tetapi lini belakang Semen Padang tampil kokoh hingga menit 90+7. Meski dua kartu kuning mewarnai akhir pertandingan, fokus para pemain tidak goyah dalam menjaga keunggulan. Tekanan tuan rumah yang ditopang ribuan suporter tidak mampu menggoyahkan struktur pertahanan yang hari itu tampil nyaris tanpa celah. Sementara bagi Persijap Jepara, kekalahan ini memperpanjang tren negatif menjadi enam laga tanpa kemenangan dan menambah tekanan bagi tim yang sedang berjuang bangkit. Sebaliknya, bagi Semen Padang FC, hasil ini menjadi pemantik optimisme bahwa musim 2025/2026 masih menyimpan peluang untuk memperbaiki posisi. Kemenangan di Jepara bukan hanya menghapus catatan buruk, tetapi juga memberikan keyakinan baru jelang rangkaian laga penting selanjutnya di BRI Super League. Dengan kemenangan ini, manajemen dan jajaran pembina klub melihat secercah harapan baru. Tekanan yang sebelumnya menumpuk perlahan berubah menjadi energi positif bagi Kabau Sirah untuk kembali bersaing. (*)

Tur Tandang Paling Menegangkan, Braditi Moulevey: Semen Padang FC Cinta yang Takkan Pernah jadi Mantan

JEPARA – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, keterikatan dengan Kabau Sirah menyerupai rasa yang tidak pernah putus, bak cinta yang takkan pernah menjadi mantan. Ia menggambarkan hubungan itu di tengah situasi sulit yang kini membayangi tim, saat Semen Padang FC berjuang keras keluar dari tekanan hasil negatif dan posisi buncit klasemen BRI Super League 2025/2026. Di saat klub berada pada fase paling rapuh, Moulevey menilai justru di situlah loyalitas dan komitmen diuji, bagaimana tetap berdiri bersama ketika kondisi terburuk datang bertubi-tubi. Sebagai komisaris, ia menegaskan bahwa perannya berfokus pada pengawasan dan pemberian masukan strategis kepada direksi, agar setiap kebijakan selaras dengan kebutuhan pengembangan klub. Menurut Braditi Moulevey, Semen Padang FC memiliki posisi istimewa dalam identitas masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Klub tersebut bukan hanya sekumpulan pemain yang bertanding di lapangan, tetapi lambang kebanggaan bagi warga lokal maupun perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah. Ia menilai bahwa setiap tantangan yang muncul harus dihadapi secara kolektif, karena nilai besar Kabau Sirah terletak pada solidaritas dan keteguhan pendukungnya di Ranah Minang. “Setiap hambatan harus diselesaikan bersama. Tidak ada alasan untuk menyerah, karena Kabau Sirah adalah kebanggaan Ranah Minang,” katanya jelang pertandingan Persijap Jepara vs Semen Padang FC, Kamis (20/11/2025). Pernyataan Moulevey datang pada saat yang sensitif bagi Semen Padang FC. Musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 memasuki fase penting, sementara tim masih berjuang keluar dari tekanan hasil negatif. Inkonsistensi performa dan keterpurukan di papan bawah membuat langkah mereka semakin berat. Situasi ini diperparah oleh tren tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir serta delapan kekalahan beruntun, yang menempatkan Kabau Sirah pada posisi ke-18 klasemen sementara dengan hanya empat poin dari 11 laga. Di tengah situasi yang belum stabil, Semen Padang menghadapi periode yang berpotensi menentukan arah musim. Mereka bersiap menjalani dua laga tandang yang dianggap sangat krusial. Pada pekan ke-13 ini, Kabau Sirah melawat ke Jepara menghadapi Persijap pada Kamis (20/11/2025). Seminggu setelahnya, giliran Persik Kediri yang menjadi tuan rumah pada Kamis (27/11/2025). Dua pertandingan ini dipandang sebagai ujian mental sekaligus peluang untuk menghentikan tren buruk yang membayangi tim sepanjang kompetisi. Persiapan menuju tur tandang ini dimulai sejak Selasa (18/11/2025), ketika tim asuhan Dejan Antonic terbang ke Jepara dengan membawa 22 pemain. Keputusan komposisi pemain menunjukkan kondisi sulit yang tengah dihadapi Kabau Sirah. Dua pilar asing yang selama ini menjadi penopang performa tim, Bruno Gomes dan Filipe Chaby, tidak dapat ambil bagian. Gomes mengalami cedera paha, sementara Chaby sedang sakit sehingga harus absen dari rombongan. Ketidakhadiran keduanya membuat kekuatan lini tengah dan lini depan Semen Padang berkurang signifikan. Meski demikian, skuad yang dibawa tetap mencakup pemain dari seluruh posisi. Di bawah mistar, Semen Padang mengandalkan duo penjaga gawang Arthur Augusto dan Muhammad Farel. Lini belakang diisi oleh pemain-pemain yang telah menjadi tulang punggung tim, seperti Angelo Meneses, Rui Rampa, Herwin Tri Saputra, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, dan Zidane Afandi. Mereka diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan yang menjadi salah satu sorotan sepanjang musim ini. Sementara itu, sektor gelandang terdiri dari Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Dimas Roni, Ripal Wahyudi, Ambrizal Umanailo, Pedro Matos, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Ferdiansyah, Febrian Tri Saputra, dan Armando Oropa. Banyaknya pemain di lini tengah menunjukkan upaya Antonic untuk memperkuat distribusi permainan di tengah absennya dua pemain asing yang biasanya menjadi motor serangan. Untuk lini depan, harapan gol bertumpu pada Cornelius Stewart yang akan ditemani supersub Muhammad Ridwan. Di tengah tekanan besar, pelatih Dejan Antonic menyadari betul bahwa dua laga tandang ini bisa menjadi titik balik atau justru memperburuk keadaan. Ia menekankan bahwa seluruh pemain harus tampil dengan keseriusan penuh untuk memaksimalkan peluang keluar dari zona degradasi. “Dua laga berikutnya adalah kunci untuk kita. Pertandingan lawan Persijap di Jepara akan berlangsung ketat karena sama-sama ada di papan bawah. Dua laga nanti anak-anak harus sampai 150 persen serius,” ujar Antonic. Duel melawan Persijap menjadi ujian hidup-mati bagi kedua tim yang sama-sama berjuang lepas dari tekanan papan bawah. Sementara partai melawan Persik dapat menjadi kesempatan untuk membangun momentum positif, apabila Semen Padang mampu menjaga organisasi permainan sepanjang tur tandang ini. Kondisi skuad yang tidak lengkap juga menegaskan betapa pentingnya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi taktik, mental, maupun kemampuan menghadapi tekanan. Braditi Moulevey melihat periode ini sebagai pengingat bahwa perjalanan panjang klub tidak pernah terlepas dari masa-masa sulit. Namun ia percaya bahwa kegigihan pemain, soliditas tim, serta dukungan publik Minang dapat kembali menjadi kekuatan utama Semen Padang FC. “Menjaga marwah Kabau Sirah berarti memastikan klub tetap berdiri tegak di tengah tantangan, sembari membuka jalan bagi perubahan yang lebih baik pada masa mendatang,” imbuh Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. (*)

Braditi Moulevey: Kami tak Akan Biarkan Semen Padang FC Terpuruk

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menghadiri rapat evaluasi bersama jajaran direksi dan tim pelatih Kabau Sirah di Kantor PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (4/11/2025). Pertemuan itu digelar untuk membahas rentetan hasil buruk yang diderita klub dalam tiga laga terakhir BRI Super League 2025/2026. Rapat tertutup tersebut hanya dihadiri jajaran direksi, staf teknis, serta pelatih kepala Dejan Antonic, tanpa kehadiran pemain. Dalam pertemuan itu, Moulevey menegaskan perlunya langkah konkret dan keseriusan semua unsur kepelatihan dan ofisial dalam membenahi performa tim yang kian menurun. “Rapat ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kami meminta pelatih Dejan dan timnya berjuang lebih keras agar Semen Padang FC bisa bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia,” ujar Moulevey, Kamis (6/11/2025). Moulevey juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis pemain. Menurutnya, deretan hasil negatif tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga menekan mental para pemain. Ia mengusulkan agar ofisial menyiapkan konselor atau pendamping psikologis untuk membantu menjaga stabilitas mental tim. “Pemain perlu mendapat pendampingan agar tetap fokus dan termotivasi. Kekalahan beruntun tentu memengaruhi psikologis mereka. Klub harus menyediakan konselor yang bisa membantu pemain keluar dari tekanan,” katanya. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan para pemain tetap memiliki semangat juang dan tidak larut dalam tekanan kompetisi. “Mental kuat sama pentingnya dengan strategi permainan,” katanya. Selain menyoroti aspek teknis dan mental, Moulevey menyampaikan komitmen jajaran komisaris dalam memperkuat fondasi klub, termasuk sektor finansial. Salah satu bentuk dukungan nyata ialah pengembangan store merchandise resmi Semen Padang FC sebagai sumber pemasukan baru. Ia menjelaskan, pengembangan toko resmi di pusat Kota Padang menjadi tahap awal dalam memperluas jaringan pemasaran klub. Selain itu, manajemen juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal. “Kami siap memberikan dukungan, baik berupa modal maupun kemitraan strategis. Komitmen kami jelas, Semen Padang FC harus dikelola secara profesional dan modern,” katanya. Sebagai Komisaris, Moulevey menilai tugas utamanya adalah mengawasi dan memberikan masukan kepada direksi agar setiap kebijakan mengarah pada kemajuan klub. Kehadiran Moulevey dalam rapat itu tidak lepas dari performa buruk Kabau Sirah yang belum menemukan ritme terbaiknya. Pada laga pekan ke-11 BRI Super League 2025/26, Semen Padang FC kembali menelan kekalahan 1-2 dari Arema FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (3/11/2025). Tim asuhan Dejan Antonic tertinggal dua gol di babak pertama lewat Valdeci da Silva pada menit ke-30 dan Dalberto Luan Belo di menit ke-42. Semen Padang FC hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Cornelius Stewart pada menit ke-68. Pelatih Dejan Antonic menyebut hasil itu sangat mengecewakan, terutama karena tim telah mempersiapkan diri dengan baik. “Kami sudah berlatih dengan baik, tapi di babak pertama pemain tidak menjalankan apa yang direncanakan. Di babak kedua permainan membaik dan kami punya dua peluang emas. Saya percaya kami bisa keluar dari kondisi ini,” kata Dejan. Meski demikian, ia mengakui bahwa Arema FC tampil lebih matang dan berpengalaman. “Kadang kita butuh keberuntungan. Yang terpenting saat ini adalah hasil, bukan sekadar permainan indah,” ujarnya. Kekalahan dari Arema FC menjadi kekalahan ketujuh beruntun bagi Semen Padang FC musim ini. Dari 11 pertandingan yang telah dijalani, Kabau Sirah baru mengumpulkan empat poin hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan delapan kekalahan. Capaian ini membuat Semen Padang FC terpuruk di posisi ke-18 atau dasar klasemen sementara. Kondisi itu menjadi alarm bagi manajemen untuk segera melakukan pembenahan total. Tantangan berikutnya datang dari Borneo FC Samarinda, pemuncak klasemen sementara, yang akan dijamu Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu (9/11/2025). Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Kabau Sirah untuk menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Moulevey menegaskan, meski posisi tim terpuruk, seluruh elemen klub harus tetap optimistis. “Kami semua di jajaran komisaris dan penasihat siap bekerja keras. Kami tidak akan membiarkan Semen Padang FC terus terpuruk. Klub ini kebanggaan Sumatera Barat dan para perantau Minang di manapun berada,” tuturnya. (*)

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey Sesalkan Keputusan Kontroversial Wasit usai Kabau Sirah Kalah Tipis dari Malut United

TERNATE – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan apresiasi terhadap permainan tim Kabau Sirah meskipun kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari Malut United FC pada laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (27/10/2025) malam. Moulevey menilai permainan Semen Padang FC mulai menunjukkan peningkatan di bawah arahan Pelatih Dejan Antonic, walau hasil akhir belum berpihak pada tim asal Ranah Minang itu. “Secara permainan, tim ini sudah jauh lebih baik. Kekalahan tipis 1-0 bukan karena kondisi tim, tapi karena keputusan kontroversial wasit,” ujar Moulevey, Senin (27/10/2025). Kekalahan Semen Padang FC disebut Moulevey tak lepas dari keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Dalam laga tersebut, wasit memberikan hadiah penalti kepada Malut United dan mengeluarkan kartu merah untuk Rosad Setiawan. “Saya hadir langsung menyaksikan pertandingan bersama Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, dan Pelatih Dejan Antonic yang belum bisa berada di pinggir lapangan karena masalah administrasi. Dari pengamatan saya, keputusan wasit itu sangat disayangkan,” katanya. Manajemen Semen Padang FC, lanjutnya, tengah mempertimbangkan untuk menyampaikan nota keberatan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga serta PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional. Kemenangan ini menambah catatan positif Malut United FC, yang kini membukukan empat kemenangan beruntun. Gol tunggal Tyronne del Pino di menit ke-77 dari titik penalti memastikan tiga poin bagi Laskar Kie Raha, sekaligus mengantarkan mereka ke posisi ketiga klasemen sementara dengan 17 poin. Sejak menit awal, Malut United tampil agresif dengan pola permainan menyerang, didukung penuh oleh suporter tuan rumah. Namun, pertahanan disiplin Semen Padang sempat membuat tim asuhan Hendri Susilo frustrasi. Semen Padang bahkan sempat menciptakan peluang emas melalui Armando Oropa di menit ke-31, tapi tendangan jarak jauhnya masih bisa ditepis Angga Saputro. Petaka datang di menit ke-41 ketika Rosad Setiawan menerima kartu kuning kedua, membuat Kabau Sirah harus bermain dengan 10 pemain. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Malut United untuk terus menekan hingga akhirnya memperoleh penalti yang menjadi penentu kemenangan. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Semen Padang FC menjadi enam kekalahan beruntun, membuat mereka tertahan di dasar klasemen sementara. Meski begitu, Moulevey tetap optimistis timnya bisa bangkit. “Kami percaya dengan arah pembenahan yang sedang dilakukan pelatih. Ada progres nyata. Yang kami minta hanya keadilan di lapangan,” katanya. Di sisi lain, kemenangan ini membuat Malut United semakin percaya diri bersaing di papan atas. Dengan performa yang stabil dan produktivitas yang meningkat, Laskar Kie Raha mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat musim ini. Bagi Semen Padang FC, laga berikutnya akan menjadi momentum penting untuk memutus rantai kekalahan sekaligus membuktikan bahwa semangat Kabau Sirah belum padam. (*)

Momen Haru Braditi Moulevey dan Penasihat Semen Padang FC Menangis Usai Lolos dari Degradasi Liga 1

Malang – Stadion Kanjuruhan menjadi saksi momen mengharukan ketika para petinggi Semen Padang FC tak mampu menyembunyikan kebahagiaan mereka. L Penasihat klub H Andre Rosiade, pecinta sepakbola Braditi Moulevey, dan Direktur Utama PT Semen Indonesia Indrieffouny Indra terlihat meneteskan air mata setelah tim kesayangan mereka berhasil menghindar dari ancaman degradasi Liga 1. Kemenangan telak 2-0 atas Arema FC di laga terakhir musim 2024/2025 pada Sabtu (24/5/2025) malam memastikan tim berjuluk Kabau Sirah tetap berkompetisi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia musim depan. Kegembiraan yang meluap dari tribun VIP mencerminkan betapa berartinya pencapaian ini bagi keluarga besar Semen Padang FC. Eduardo Almeida, pelatih asal Portugal yang memimpin tim, berhasil membawa anak asuhnya melewati tekanan besar dalam pertandingan krusial tersebut. Dua gol yang dicetak Filipe Chaby pada menit ke-72 dan M Ridwan di injury time babak kedua menjadi penyelamat masa depan klub yang berbasis di Sumatera Barat ini. Jalannya pertandingan di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan pengawasan ketat wasit internasional asal Yordania, Adham Mohammad Tumah Makhadmeh. Kedua tim memulai laga dengan kehati-hatian tinggi, menyadari pentingnya setiap menit yang berlalu. Babak pertama berjalan relatif seimbang tanpa gol. Peluang pertama baru muncul pada menit ke-28 ketika Firman Juliansyah mengirimkan bola lambung ke area kotak penalti Arema, namun tidak ada rekan setim yang dapat memanfaatkannya dengan baik. Empat menit kemudian, Semen Padang kembali mengancam melalui aksi Cornelius Stewart yang menerima umpan silang dari Rosad Setiawan. Sundulan striker berkebangsaan Sierra Leone itu masih meleset ke samping gawang yang dijaga Lucas Frigeri. Arema FC sempat membalas pada menit ke-33 melalui serangan cepat yang melibatkan Charles Lokolingoy dan Dalberto Belo. Namun, upaya tersebut berhasil diantisipasi dengan baik oleh Alhassan Wakaso di lini belakang Semen Padang. Babak kedua menjadi penentu nasib kedua kesebelasan. Semen Padang tampil lebih agresif dan hampir memecah kebuntuan pada menit ke-59 melalui sundulan Firman Juliansyah yang membentur mistar gawang Arema. Penjaga gawang Frigeri menunjukkan kemampuan luar biasa pada menit ke-65 dengan menggagalkan tendangan akrobatik Filipe Chaby yang hampir membuahkan gol pembuka. Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba pada menit ke-72. Chaby berhasil memanfaatkan umpan mendatar dari Cornelius Stewart untuk membobol gawang Arema dan memberikan keunggulan 1-0 bagi Semen Padang. Arema berusaha keras menyamakan kedudukan dan hampir berhasil pada menit ke-77 melalui tendangan sundul Anwar Rifai dari situasi sepak pojok. Sayangnya, bola masih melebar tipis dari sasaran. Ketika memasuki injury time, M Ridwan yang baru masuk sebagai pemain pengganti mengukir namanya di papan skor dengan menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-90+4. Gol tersebut sekaligus memastikan keselamatan Semen Padang FC dari ancaman terdegradasi ke Liga 2. Susunan pemain yang diturunkan Eduardo Almeida terdiri dari Arthur Augusto sebagai penjaga gawang, Kim Mingyu, Tin Martic, Dodi Alekvan Djin, Irkham Mila, Ricki Ariansyah, Alhassan Wakaso, Bruno Gomes, Firman Juliansyah, Cornelius Stewart, dan kapten tim Rosad Setiawan. Sementara itu, Arema FC yang sudah dipastikan tidak akan terdegradasi menurunkan Lucas Frigeri di bawah mistar, Thales Lira, Julian Guevara, Rifad Marasabessy, Anwar Rifai, Arkhan Fikri, Samuel Balinsa, Shulton Fajar, kapten Dendi Santoso, Charles Lokolingoy, dan Dalberto Belo. Kemenangan ini tidak hanya menyelamatkan status Semen Padang FC di Liga 1, tetapi juga memberikan harapan baru bagi klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepakbola Indonesia. Dukungan penuh dari manajemen dan para penggemar terbukti menjadi motivasi tambahan bagi para pemain dalam menghadapi tekanan besar sepanjang musim. Tangis kebahagiaan yang ditunjukkan oleh Braditi Moulevey, H Andre Rosiade, dan Indrieffouny Indra mencerminkan dedikasi tinggi mereka terhadap kemajuan sepakbola Sumatera Barat (Sumbar). Momen emosional tersebut menjadi bukti bahwa sepakbola bukan sekadar permainan, melainkan juga tentang kebanggaan daerah dan identitas budaya. (*)

Braditi Moulevey Gelar Nobar Semen Padang FC Bareng Hidayat, Berbuah Kemenangan Perdana Kabau Sirah oleh Kenneth Ngwoke

Semen padang menang

Perantau Minang yang juga pecinta sepakbola, Braditi Moulevey menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Semen Padang FC menghadapi PSS Sleman pada Senin (26/8/2024) sore kala menghadapi PSS Sleman. Pertandingan yang digelar di Stadion PTIK Polri, Jakarta tersebut berbuah kemenangan Semen Padang FC dengan skor 1-0 yang dicetak oleh Kenneth Ngwoke via kotak penalti. Pada kesempatan itu, Uda Levi, begitu Moulevey akrab disapa menggelar kegiatan nobar bareng Calon Wakil Wali Kota (Cawawako) Padang periode 2024-2029, Hidayat. Kegiatan nobar tersebut juga dihadiri oleh dua anggota DPRD Kota Padang periode 2024-2029 dari Fraksi Partai Gerindra, Wahyu Hidayat dan Rachmad Wijaya. “Kegiatan ini digelar mendadak dan tidak direncanakan, kebetulan saya lagi di Padang dan bertepatan dengan jadwal pertandingan Semen Padang FC melawan PSS Sleman,” kata Moulevey kepada Radarsumbar.com usai pertandingan. Braditi Moulevey yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat itu juga mengundang Hidayat untuk ikut dalam nobar tersebut. “Saya mengundang bang Dayat untuk nobar bersama sahabat dan teman-teman, baik simpatisan maupun kader Gerindra. Acaranya sederhana saja, sebagai bentuk kebersamaan kami,” kata pria yang digadang-gadang maju sebagai Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang Jakarta tersebut. Acara tersebut, kata pria kelahiran Padang, 7 Januari 1982 itu, murni digelar dan diinisiasi dirinya sendiri, mengingat ia yang merupakan sosok pecinta sepakbola. “Saya sudah sering menggelar nobar seperti ini di Jakarta dan konsisten menggelarnya, termasuk menonton langsung pertandingan Semen Padang FC, baik dalam keadaan suka maupun duka, dari Liga 2 hingga berkompetisi di Liga 1,” katanya. Pada lanjutan pertandingan Liga 1 musim kompetisi 2024/2025, berhasil mengalahkan PSS Sleman dengan skor 1–0 di Stadion STIK Jakarta, Senin (26/8/2024) sore. Adalah Kenneth Ngwoke menjadi penyelamat muka tim Kabau Sirah dengan gol penaltinya di menit ke-4. Hasil ini membuat tim Kabau Sirah memutus tren negatif tak pernah menang di dua pertandingan awal. Sejak peluit babak pertama, tim Kabau Sirah yang menjadi tuan rumah bermain tenang dan tidak terlalu banyak melakukan serangan. Begitu juga dengan tim tamu, masih terlihat santai dan memainkan ball possession. Selang empat menit, ternyata tim Kabau Sirah berhasil mengamankan satu gol. Bermula dari serangan Cornelius Stewart di sisi kiri PSS Sleman. dia dijegal oleh kiper PSS Egy Rizky di kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih. Kenneth Ngwoke yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu mengecoh Egy Rizky. Bola yang dilesatkan oleh Ngwoke di sisi kanan Egy tak mampu ditepis. Skor berubah 1-0. Ketinggalan satu gol membuat PSS Sleman mulai melakukan serangan cepat. Pola serangan dari sisi kiri dan kanan yang dilakukan oleh PSS Sleman pun membuat Hokky Caraka belum mampu menjadi gol. Sebaliknya, Semen Padang FC bermain lebih banyak di sisi pertahanan mereka. Sejumlah peluang pun belum mampu menjadi gol tambahan oleh tim Kabau Sirah. Hingga babak pertama berakhir, tim Super Elang Jawa belum mampu mengubah kedudukan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Masuk babak kedua, anak asuhan coach Hendri Susilo ini berupaya untuk menambah daya gedor dengan mengganti sejumlah pemain yang mulai terlihat kelelahan. Tapi, PSS Sleman juga tak mau mengalami kekalahan ketiga mereka di BRI Liga 1. Serangan cepat dari lini per lini dilancarkan, namun masih tertahan oleh Tin Martic dan Jan Vargas. Akhirnya, tim Kabau Sirah berpeluang menambah gol mereka melalui sayap cepat mereka yang masuk di babak kedua, yakni Ryohei Michibuchi. Menerima umpan matang dari Kenneth Ngwoke, Michibuchi melesatkan sepakan keras dari luar kotak penalti PSS Sleman. Tapi, gol di menit ke-56 tersebut dianulir wasit karena offiside. Dari keputusan VAR, Ngwoke dinyatakan terjebak offside sebelum memberikan umpan kepada Michibuchi. Skor 1-0 tetap bertahan. Hingga akhir babak kedua, skor 1-0 tidak berubah. Semen Padang FC pun naik ke papan tengah klasemen sementara BRI Liga 1 2024/25 dengan 3 poin dari tiga pertandingan. Pertandingan berikutnya, Semen Padang FC akan melakoni laga tandang melawan sesama tim promosi, Malut United FC pada 16 September 2024