Pengambilalihan Semen Padang FC Menguat, Braditi Moulevey Disebut jadi COO dan Manajer Tim Musim Depan

JAKARTA – Kondisi Semen Padang FC setelah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 mulai memunculkan berbagai dinamika baru di internal klub. Salah satu isu yang paling menyita perhatian publik adalah rencana pengambilalihan langsung manajemen klub oleh Penasihat Tim, Andre Rosiade, untuk menghadapi kompetisi musim depan. Isu tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah muncul informasi mengenai perubahan besar di struktur pengelolaan klub berjuluk Kabau Sirah itu. Andre Rosiade bahkan disebut akan turun langsung menjadi Presiden Klub Semen Padang FC pada musim depan. Menanggapi hal itu, Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey akhirnya buka suara. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Andre Rosiade terhadap kondisi tim yang sedang mengalami masa sulit usai degradasi. “Respons saya, kami dari jajaran manajemen berterima kasih atas perhatian dari Penasihat Tim, terhadap kondisi Semen Padang FC saat ini,” katanya, Kamis (14/5/2026). Meski isu perubahan manajemen terus berkembang, pria yang akrab disapa Levi itu menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini masih tertuju pada sisa pertandingan musim ini. Menurutnya, seluruh pemain dan pelatih tetap diminta tampil maksimal walaupun hasil akhir kompetisi tidak lagi memengaruhi status tim yang sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2. “Akan tetapi, musim ini belum berakhir dan masih ada pertandingan yang berlangsung, kami tetap fokus pada pertandingan sisa ini, meskipun hasilnya sudah tak berpengaruh terhadap kondisi tim ini, di mana Semen Padang FC sudah dinyatakan degradasi, akan tetapi manajemen meminta kepada pelatih atau pemain untuk fokus bermain meraih kemenangan dan mencuri poin,” katanya. Ia menilai profesionalisme pemain dan tim pelatih menjadi hal penting yang harus tetap dijaga hingga kompetisi berakhir. Karena itu, manajemen berharap seluruh elemen tim tetap menunjukkan komitmen penuh di lapangan. “Pemain-pemain dan pelatih ini adalah pemain profesional dan kami berharap mereka akan bekerja juga secara profesional,” ucap Levi. Di tengah situasi sulit yang dialami Semen Padang FC, isu perombakan skuad dan restrukturisasi manajemen memang mulai menguat. Braditi Moulevey mengakui bahwa rencana perubahan yang dibawa Andre Rosiade mendapat dukungan dari internal klub. Namun, keputusan final masih menunggu hasil RUPS yang akan datang. “Untuk musim depan, kita lihat lagi ke depannya, menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), walaupun saat ini, rencana Bang Andre Rosiade kita dukung untuk merombak pemain, dan itu dibicarakan setelah kompetisi berakhir dan hasil RUPS keluar,” katanya. Selain persoalan manajemen, perhatian juga tertuju pada laga kandang terakhir Semen Padang FC di Stadion GOR Haji Agus Salim. Stadion tersebut disebut akan segera dirobohkan dan dibangun kembali dengan tampilan baru. Karena itu, manajemen berharap suporter tetap memberikan dukungan langsung di stadion pada pertandingan terakhir musim ini, meskipun tim telah dipastikan terdegradasi. “Saat ini, tim fokus menjalani laga sisa di bulan ini dan kami selalu meminta suporter tetap meramaikan stadion gor agus salim di pertandingan terakhir, di mana stadion akan segera dirobohkan dan dibangun baru untuk tampilan yang baru,” kata Levi. Ia berharap perubahan yang akan terjadi nantinya benar-benar membawa dampak positif bagi masa depan klub yang bermarkas di Indarung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. “Mudah-mudahan, apapun hasilnya nanti, perubahan manajemen akan membawa keputusan terbaik di kedepannya nanti,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Sebelumnya, Andre Rosiade juga telah mengungkap gambaran besar mengenai susunan manajemen dan tim pelatih Semen Padang FC untuk musim depan di Liga 2. Sejumlah nama disebut sudah dipersiapkan untuk membantu proses kebangkitan Kabau Sirah. Untuk posisi COO atau manajer operasional, Andre Rosiade berencana menunjuk Braditi Moulevey. Andre menilai Braditi Moulevey merupakan sosok yang sangat mencintai sepakbola. Andre bahkan menyebut dirinya tidak perlu memberikan gaji kepada Braditi Moulevey karena kecintaannya terhadap sepakbola begitu besar. Selain itu, Andre juga mengungkap keinginannya untuk tetap mempertahankan Imran Nahumarury sebagai Pelatih Tim. “Termasuk rencana saya ingin mempertahankan Imran Nahumarury sebagai pelatih,” imbuhnya. (*)
Semen Padang FC Terpuruk, Braditi Moulevey Tegaskan Soal Posisi dan Perannya

PADANG – Situasi yang semakin sulit tengah dihadapi Semen Padang FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Rentetan hasil negatif membuat posisi tim berjuluk Kabau Sirah kian tertekan di papan bawah klasemen, sekaligus memicu sorotan tajam dari suporter terhadap manajemen, termasuk Komisaris klub, Braditi Moulevey. Di tengah tekanan tersebut, Braditi Moulevey akhirnya menyampaikan penegasan terkait perannya di dalam struktur klub, sekaligus merespons berbagai kritik yang berkembang di ruang publik, termasuk yang mengarah ke ranah personal. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya di Semen Padang FC bermula dari penugasan langsung Penasihat klub, Andre Rosiade, sejak awal musim. Dalam kapasitas sebagai Komisaris, ia memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja Direksi dan manajemen. “Di awal musim itu, memang saya ditugaskan oleh Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade untuk ikut terlibat dalam manajemen sebagai Komisaris yang tugasnya mengawasi kinerja jajaran Direksi maupun Manajemen,” katanya, Kamis (30/4/2026). Dalam perjalanannya, dirinya mengungkapkan bahwa persoalan finansial menjadi tantangan utama yang dihadapi klub. Ketergantungan terhadap sponsor mencapai sekitar 90 persen, sementara proses untuk mendapatkan dukungan tersebut tidaklah mudah. “Dan memang di internal manajemen sendiri, isu finansial menjadi persoalan utama karena sponsor itu 90 persen tim ini bergantung kepada sponsor,” katanya. Ia menambahkan bahwa berbagai persyaratan serta beban masa lalu turut menjadi faktor yang memberatkan kondisi perusahaan. “Mendapatkan sponsor sendiri itu prosesnya tidak gampang, ada beberapa hal yang harus dilengkapi dan disiapkan dan juga beban-beban di masa lalu itu memberatkan perusahaan,” kata Moulevey. Di sisi teknis, upaya pembenahan sebenarnya telah dilakukan melalui evaluasi terhadap pemain, pelatih, hingga pergantian di sejumlah posisi. Langkah tersebut diharapkan mampu membawa tim keluar dari zona degradasi. “Untuk hal pemain, pelatih dan lain sebagainya itu sudah dilakukan evaluasi dan juga pergantian dengan harapan bisa berbenah dan keluar dari zona degradasi. Ini merupakan bukti keseriusan kami, kami pun mengusulkan agar tim ini mempunyai Direktur Teknik berkualitas supaya mampu untuk bersaing dengan tim-tim yang lain. Akan tetapi hasilnya masih belum sesuai juga dengan harapan,” katanya. Namun, realitas di lapangan belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Kekalahan demi kekalahan masih terus terjadi, termasuk saat menghadapi Madura United FC pada pekan ke-30. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026), Semen Padang harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 0-1. Gol tunggal dicetak oleh Jose Brandao Junior pada menit ke-15 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif menjadi lima kekalahan beruntun. Hingga pekan ke-30, Semen Padang FC baru mengoleksi 20 poin dan masih tertahan di peringkat ke-17. Mereka tertinggal dari Persis Solo di posisi ke-16 dengan 27 poin, sementara Madura United berada di peringkat ke-15 dengan 29 poin. Kondisi ini diakui pria yang akrab disapa Levi itu sebagai situasi yang menyakitkan, tidak hanya bagi suporter, tetapi juga dirinya secara pribadi. “Ini menjadi hal yang sangat menyakitkan bukan hanya bagi suporter, bagi saya sendiripun sangat sedih,” katanya. Ia juga menegaskan komitmennya terhadap klub dengan menyebut bahwa seluruh kehadirannya dalam mendukung tim dilakukan dengan biaya pribadi, tanpa membebani perusahaan. “Setiap pertandingan yang dilakukan baik di kandang maupun tandang itu saya datang dengan biaya sendiri, mengingat saya berdomisili di Jakarta. Tidak ada sedikitpun saya membebankan ke perusahaan, dalam hal ini Semen Padang FC, saya datang dan hadir dengan biaya sendiri, saya menonton dengan biaya sendiri, saya tak menerima gaji sepersenpun dari perusahaan,” tegasnya. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatannya dilandasi tanggung jawab atas amanah, bukan kepentingan pribadi. “Ini adalah bukti dari loyalitas saya ataupun tanggungjawab saya atas amanah yang diberikan itu sebagai Komisaris,” kata Levi. Meski demikian, ia kembali mengingatkan bahwa posisi Komisaris memiliki batas kewenangan yang jelas dalam struktur organisasi klub. “Tapi sekali lagi, Komisaris ini bukan sebagai pengambil keputusan, bukan CEO atau Direktur, tugas Komisaris adalah hanya mengawasi dan memberikan masukan bukan sebagai pengambil keputusan layaknya CEO atau direktur,” ujarnya. Terkait isu yang mengaitkan dirinya dengan pencalonan Wali Kota Padang, Braditi Moulevey menegaskan bahwa hal tersebut tidak memiliki kaitan dengan perannya saat ini di klub. “Dan ini semua tidak ada hubungannya dengan pencalonan Wali Kota Padang. Terkait dengan pencalonan Wali Kota Padang itu masih jauh dan saya tidak ada menyatakan diri bahwa saya akan maju sebagai Wali Kota, silakan dicek di berita manapun,” katanya. Ia menambahkan bahwa langkahnya menyampaikan pernyataan di media sosial semata-mata merupakan bentuk tanggung jawab moral ketika tim berada dalam kondisi sulit. “Saya hanya melakukan apa tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada saya, itu yang saya lakukan, ini bukti tanggungjawab saya, saya yang berani memberikan pernyataan ataupun status di media sosial ketika tim tidak lagi baik-baik saja,” tuturnya. Sementara itu, pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang belum memuaskan. “Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” ujarnya. Ia menilai belum semua pemain mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan, meski perbaikan di berbagai aspek permainan telah dilakukan. “Saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih. Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara,” jelasnya. Dengan hanya menyisakan empat pertandingan, peluang Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi semakin menipis. Meski demikian, tim tetap berkomitmen untuk berjuang hingga akhir musim. “Secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). Namun saya punya tanggung jawab pada kondisi apapun itu. Saya akan terus sampai akhir kompetisi,” tegas Imran. Ia juga menegaskan bahwa jadwal padat bukan alasan atas hasil yang diraih. “Kelelahan karena jadwal yang ketat tidak bisa dijadikan alasan. Madura United dan tim lain juga menghadapi hal yang sama. Sekali lagi, ini terkait mentalitas,” pungkasnya. Empat pertandingan tersisa kini menjadi penentu nasib Kabau Sirah di kompetisi musim ini, di tengah tekanan besar yang datang dari berbagai arah. (*)
Wajib Menang! Braditi Moulevey Desak Semen Padang FC Tumbangkan Persis Solo demi Selamat dari Degradasi

SURAKARTA – Semen Padang FC menghadapi ujian krusial dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League Musim 2025/2026. Bertandang ke markas Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (12/4/2026) sore, Kabau Sirah berada dalam tekanan besar untuk meraih kemenangan demi menjaga peluang bertahan di Liga 1. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ia menyebut duel melawan Persis Solo sebagai penentuan nasib tim dalam persaingan keluar dari zona degradasi. “Semen Padang wajib menang melawan Persis Solo, Pertandingan sore ini adalah pertandingan yang akan menjadi pertandingan penentuan untuk bisa bersaing keluar dari zona degradasi. Hal ini dikarenakan, saingan kita, Madura United, Persijap dan PSM menang dalam pertandingan minggu ini,” katanya. Situasi klasemen semakin menekan setelah tim-tim pesaing di papan bawah berhasil meraih kemenangan pada pekan ini. Kondisi tersebut membuat Semen Padang FC tidak memiliki banyak opsi selain mengamankan tiga poin di Solo. Pria yang akrab disapa Levi itu juga meminta seluruh elemen tim untuk tampil maksimal dalam laga penting tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan determinasi tinggi demi membawa pulang hasil positif. “Jadi saya meminta kepada pemain, pelatih dan ofisial untuk bisa bermain all out dalam menghadapi pertandingan nanti sore,” lanjutnya. Selain tekanan hasil, Semen Padang FC juga mendapatkan sedikit keuntungan dalam pertandingan ini. Laga akan digelar tanpa kehadiran penonton setelah Persis Solo mendapatkan sanksi. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi tekanan bagi tim tamu. Di sisi teknis, tim asuhan Imran Nahumarury datang dengan komposisi yang belum sepenuhnya ideal. Gelandang andalan Alhassan Wakaso dipastikan absen akibat cedera, setelah sebelumnya juga tidak tampil saat Semen Padang FC kalah 0-2 dari Persib pada pekan ke-26. Selain itu, Irsyad Maulana juga tidak ikut dalam laga tandang kali ini. Namun, ada kabar baik dari ruang ganti Kabau Sirah. Sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami cedera kini telah kembali berlatih bersama tim. Armando Oropa, Jaime Giraldo, dan Samuel Christianson Simanjuntak sudah mulai bergabung dalam sesi latihan jelang pertandingan. “Jaime Giraldo sudah kembali ke tim, Oropa juga sudah kembali. Ini tentu kabar baik yang akan menambah opsi bagi kami untuk pertandingan lawan Persis Solo nanti,” ujar Imran, Sabtu (11/4/2026). Untuk Samuel Christianson Simanjuntak, pelatih memastikan pemain tersebut sudah memasuki tahap pemulihan dan tetap dibawa ke Solo agar bisa beradaptasi dengan atmosfer pertandingan. “Samuel sudah masuk tahap pemulihan dan kita akan bawa dia supaya bisa beradaptasi. Jadi saat dibutuhkan, dia sudah siap,” tambahnya. Kembalinya beberapa pemain ini menjadi suntikan moral bagi Semen Padang FC yang saat ini masih terjebak di peringkat ke-17 klasemen dengan 20 poin. Jumlah tersebut sama dengan Madura United FC di posisi ke-16. Sementara itu, Persis Solo yang akan menjadi lawan juga berada dalam situasi tidak jauh berbeda. Tim tuan rumah menempati posisi ke-15 dengan koleksi 21 poin, hanya terpaut satu angka dari Kabau Sirah. Dengan selisih poin yang tipis dan posisi klasemen yang berdekatan, pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama mengusung misi menang untuk memperbaiki posisi sekaligus menjauh dari ancaman degradasi. Imran Nahumarury mengaku cukup optimistis dengan perkembangan kondisi tim. Meski demikian, ia tetap akan mempertimbangkan kesiapan pemain hingga menit akhir sebelum menentukan susunan terbaik. Sebagai bagian dari persiapan, Semen Padang FC membawa total 22 pemain ke Solo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kedalaman skuad tetap terjaga dalam menghadapi laga penting tersebut. Pertandingan di Stadion Manahan menjadi momentum krusial bagi Kabau Sirah. Hasil positif tidak hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga menjaga harapan tim untuk tetap bertahan di kompetisi Liga 1 musim ini. (*)
Braditi Moulevey: Semen Padang FC Optimis Raih 3 Poin di Kandang Saat Hadapi Persib Bandung

PADANG – Optimisme tinggi tengah menyelimuti kubu Semen Padang FC jelang laga krusial menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Agus Salim, Minggu (5/4/2026), bukan sekadar duel biasa, melainkan momentum penting bagi Kabau Sirah untuk menjaga asa keluar dari zona degradasi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, secara tegas meminta seluruh elemen tim untuk fokus penuh menghadapi laga besar tersebut. Ia menilai pertandingan kandang ini harus dimaksimalkan untuk meraih hasil optimal di tengah tekanan kompetisi. “Kami dari jajaran Komisaris mengharapkan kepada seluruh pemain, ofisial dan jajaran pelatih untuk bisa fokus menghadapi pertandingan big match pada Minggu (5/4/2026) mendatang antara Semen Padang FC vs Persib Bandung di Stadion Agus Salim,” katanya, Jumat (3/4/2026). Ia mengatakan, meskipun secara statistik Persib Bandung berada di posisi puncak klasemen dan diunggulkan, peluang tetap terbuka lebar bagi tuan rumah. Faktor determinasi dan strategi dinilai menjadi kunci. “Apalagi ini adalah pertandingan di kandang dan ini pertandingan yang kita harapkan bisa bagi tuan rumah untuk meraih poin penuh, walaupun di atas kertas Persib Bandung merupakan tim kuat yang saat ini berada di puncak klasemen, tapi di sepakbola tidak ada yang tidak mungkin,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut. Tekanan semakin terasa karena laga ini menjadi salah satu penentu nasib Semen Padang FC di klasemen. Setiap poin yang diraih akan sangat berarti dalam upaya keluar dari zona degradasi. Dukungan suporter pun diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain. “Kita berharap bisa meraih poin di kandang dan juga dukungan dari seluruh suporter untuk bisa hadir beramai-ramai ke stadion untuk memberikan dukungan kepada Semen Padang FC,” ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Sementara itu, dari kubu lawan, Persib Bandung datang dengan sejumlah catatan penting. Tim berjuluk Maung Bandung dipastikan tidak diperkuat dua pemain bertahan andalan, Patricio Matricardi dan Frans Putros, akibat akumulasi kartu kuning. Kendati demikian, pelatih Bojan Hodak memastikan timnya tetap dalam kondisi siap tempur. Ia menegaskan kedalaman skuad menjadi kekuatan utama Persib dalam menghadapi situasi tersebut. Namun, Hodak tidak menutup mata terhadap potensi ancaman dari Semen Padang FC. Ia menilai Kabau Sirah akan tampil dengan motivasi berlipat, terutama karena bermain di kandang dan berada dalam tekanan zona degradasi. “Melawan Semen Padang laga yang sulit karena mereka bermain di kandang dan mereka saat ini berada di zona degradasi. Saya pikir mereka akan tampil 200 persen, tentu akan menjadi sulit,” ucapnya. Persib sendiri membawa misi mempertahankan tren positif sekaligus mengulang keberhasilan musim lalu saat mampu meraih hasil maksimal di Padang. Meski diunggulkan, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. “Saya harap kami menemukan cara untuk meraih hasil positif dari sana,” harap Hodak. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit. Di satu sisi, Semen Padang FC datang dengan semangat bertahan hidup di kasta tertinggi sepak bola nasional. Di sisi lain, Persib Bandung mengusung ambisi menjaga posisi puncak klasemen. Duel ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal mentalitas, strategi, dan kemampuan menghadapi tekanan. Kabau Sirah diyakini akan tampil habis-habisan di hadapan pendukungnya, sementara Persib dituntut tetap solid meski tidak tampil dengan kekuatan penuh di lini belakang. (*)
Tiga Poin Krusial dari Sleman! Braditi Moulevey Bicara Masa Depan Semen Padang FC di BRI Super League

SLEMAN – Kemenangan Semen Padang FC atas PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026 bukan sekadar tambahan tiga poin. Di balik hasil positif tersebut, terselip momen emosional yang mencerminkan harapan besar bagi masa depan Kabau Sirah di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (8/3/2026) pukul 20.30 WIB, Semen Padang FC berhasil mengamankan kemenangan penting dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan tim Kabau Sirah dicetak oleh penyerang asal Spanyol, Guillermo Fernández, yang tampil impresif sepanjang pertandingan. Hasil tersebut menjadi suntikan semangat baru bagi Semen Padang FC yang tengah berjuang keras keluar dari tekanan zona degradasi dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kemenangan tersebut sebagai momentum emosional sekaligus titik penting dalam perjalanan tim pada sisa kompetisi musim ini. “Kemenangan ini harus menjadi bahan bakar bagi seluruh elemen tim untuk terus berjuang mempertahankan posisi Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia,” katanya usai pertandingan. Moulevey juga menyoroti peran pelatih baru Semen Padang FC, Imran Nahumarury, yang dinilai memikul tanggung jawab besar untuk meracik tim agar mampu bertahan di kasta tertinggi musim depan. “Kemenangan atas PSBS Biak menunjukkan bahwa Kabau Sirah masih memiliki peluang besar untuk bangkit jika mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir musim,” katanya. Ia menegaskan bahwa tugas utama Imran Nahumarury sebagai pelatih baru adalah memastikan Semen Padang FC tetap bertahan di kompetisi teratas sepakbola Indonesia musim depan, apa pun strategi yang harus dilakukan dalam meracik komposisi tim. Braditi Moulevey menaruh harapan besar terhadap pengalaman yang dimiliki Imran di dunia sepakbola nasional. Sebelumnya, Imran dikenal sukses membawa Malut United promosi dari Liga 2 ke Liga 1 dan menjadikan klub asal Maluku Utara tersebut sebagai tim yang disegani di kompetisi nasional. “Dengan rekam jejak tersebut, kami berharap Imran mampu membawa Semen Padang FC meraih kemenangan di sisa pertandingan musim ini,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Jalannya Pertandingan Pertandingan antara PSBS Biak dan Semen Padang FC berlangsung cukup ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha membangun serangan secara terukur untuk menghindari kesalahan fatal. Sepanjang babak pertama, duel di lini tengah berlangsung sengit. Baik PSBS Biak maupun Semen Padang FC saling mencoba membuka ruang serangan, namun rapatnya pertahanan kedua tim membuat peluang yang tercipta belum mampu berbuah gol. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor masih tetap bertahan 0-0. Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Kedua tim mulai tampil lebih agresif dan berupaya mencari celah untuk memecah kebuntuan. Semen Padang FC langsung melakukan dua pergantian pemain pada menit ke-46. Muhamad Kasim Botan masuk menggantikan F. Juliansyah di posisi penyerang, sementara Kazaki Nakagawa diturunkan menggantikan Kianz Froese di lini tengah. PSBS Biak juga merespons dengan melakukan perubahan komposisi pemain. Pada menit yang sama, R. Blanco masuk menggantikan M. Hassan guna menambah variasi serangan tim tuan rumah. Pertandingan semakin memanas ketika gelandang PSBS Biak, Luquinhas, menerima kartu kuning pada menit ke-56 setelah melakukan pelanggaran. Semen Padang FC kembali melakukan pergantian pemain satu menit kemudian. Irsyad Maulana masuk menggantikan Maicon untuk memperkuat sektor penyerangan tim Kabau Sirah. Keputusan tersebut terbukti efektif. Pada menit ke-70, Semen Padang FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari umpan Irsyad Maulana, Guillermo Fernández sukses menuntaskan peluang dengan baik dan membawa Semen Padang FC unggul 1-0. Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. PSBS Biak mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan melakukan pergantian pemain. Nelson Alom masuk menggantikan Ilham Udin Armayn pada menit ke-65 untuk menambah kekuatan lini tengah. Kemudian pada menit ke-78, R. I. Siregar diturunkan menggantikan Heri Susanto guna menambah daya gedor di lini depan. Namun hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan, upaya PSBS Biak untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil. Pada menit ke-85, pemain bertahan PSBS Biak Sandro Sakho juga harus menerima kartu kuning dari wasit setelah melakukan pelanggaran. Alih-alih mencetak gol balasan, PSBS Biak justru kembali kebobolan pada masa injury time. Guillermo Fernández kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kedua pada menit 90+5. Gol tersebut memastikan Semen Padang FC memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Pertandingan pun berakhir pada menit 90+7 dengan kemenangan Semen Padang FC atas PSBS Biak. Tiga Poin Krusial Penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade, turut mengapresiasi kemenangan tim Kabau Sirah dalam pertandingan tersebut. Ia menilai kemenangan ini menjadi tiga poin yang sangat penting bagi perjuangan Semen Padang FC di sisa kompetisi musim ini. “Alhamdulillah, tiga poin krusial berhasil kita amankan di pertandingan hari ini melawan PSBS Biak. Kemenangan Semen Padang FC kali ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja keras seluruh tim di lapangan,” ujar Andre melalui unggahan di media sosialnya, Senin (9/3/2026). Andre berharap kemenangan ini dapat menjadi titik balik bagi kebangkitan Semen Padang FC dalam menghadapi sisa pertandingan BRI Super League musim 2025/2026. “Saya berharap hasil positif ini menjadi titik balik sekaligus awal kebangkitan kita untuk terus mengejar poin di sisa laga musim ini. Kita maksimalkan momentum ini dengan fokus dan konsistensi dalam setiap pertandingan ke depannya,” lanjutnya. Kemenangan atas PSBS Biak menjadi modal penting bagi Semen Padang FC untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim. Dengan sisa pertandingan yang masih harus dijalani, Kabau Sirah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan momentum kemenangan tersebut demi keluar dari zona degradasi dan tetap bertahan di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia musim depan. (*)
Braditi Moulevey Pasang Target Tinggi untuk Pelatih Baru Semen Padang FC

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memberikan tantangan langsung kepada pelatih baru tim, Imran Nahumarury, untuk membuktikan kualitasnya dengan membawa kemenangan bagi Kabau Sirah pada laga tandang melawan PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan tersebut menjadi laga debut Imran Nahumarury sejak resmi dipercaya menukangi Semen Padang FC. Laga itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (9/3/2026) malam pukul 20.30 WIB di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penunjukan Imran Nahumarury dilakukan manajemen setelah memutuskan memecat pelatih sebelumnya, Dejan Antonic. Keputusan tersebut diambil menyusul serangkaian hasil buruk yang dialami Semen Padang FC sepanjang kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. “Kini, beban besar berada di pundak Imran Nahumarury. Ia ditugaskan membawa Semen Padang FC keluar dari tekanan sekaligus menjaga peluang tim tetap bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia,” katanya, Sabtu (7/3/2026) malam. Braditi Moulevey menaruh harapan besar terhadap pengalaman yang dimiliki Imran di dunia sepakbola nasional. Sebelumnya, Imran dikenal sukses membawa Malut United promosi dari Liga 2 ke Liga 1 dan menjadikan klub asal Maluku Utara tersebut sebagai tim yang disegani di kompetisi nasional. “Dengan rekam jejak tersebut, kami berharap Imran mampu membawa Semen Padang FC meraih kemenangan di sisa pertandingan musim ini,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Saat ini, katanya, Semen Padang FC masih memiliki 10 pertandingan tersisa di kompetisi BRI Super League 2025/2026. “Untuk memastikan tetap bertahan di Liga 1 musim depan, Kabau Sirah setidaknya membutuhkan tujuh kemenangan dari pertandingan yang tersisa,” ucapnya. Target tersebut membuat tugas Imran Nahumarury terbilang cukup berat. Namun, jika ia mampu membawa Semen Padang FC bertahan di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia, peluang untuk dipermanenkan sebagai pelatih kepala terbuka lebar pada musim depan. “Keputusan tersebut nantinya akan bergantung pada hasil evaluasi yang dilakukan manajemen klub,” katanya. Imran Nahumarury sendiri bukan sosok asing dalam dunia sepakbola Indonesia. Ia merupakan mantan gelandang Tim Nasional Indonesia pada era 2000-an. Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Imran memilih melanjutkan kiprahnya di dunia sepakbola sebagai pelatih. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, ia pernah menangani sejumlah klub di kompetisi Liga 1 Indonesia, termasuk PSIS Semarang dan Dewa United. Selain itu, Imran juga sempat mencatatkan prestasi penting bersama Malut United. Ia berhasil membawa klub tersebut promosi ke kasta tertinggi sepakbola nasional pada musim 2024/2025. Meski demikian, kebersamaannya dengan Malut United tidak berlangsung lama. Kerja sama antara kedua pihak berakhir pada Juni 2025 setelah kontraknya tidak diperpanjang. Keputusan tersebut diambil karena adanya pelanggaran berat yang dinilai bertentangan dengan integritas klub. Kini, Imran Nahumarury membuka babak baru dalam perjalanan karier kepelatihannya bersama Semen Padang FC. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perubahan positif bagi Kabau Sirah yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Laga melawan PSBS Biak pun diprediksi menjadi ujian awal yang menentukan bagi Imran Nahumarury. Kedua tim sama-sama datang dengan catatan performa yang kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam lima pertandingan terakhirnya, PSBS Biak mencatatkan empat kekalahan dan satu hasil imbang. Sementara itu, Semen Padang FC hanya mampu meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang. Dua pertandingan lainnya bahkan berakhir dengan kekalahan. Kondisi tersebut membuat pertandingan antara PSBS Biak dan Semen Padang FC diperkirakan akan berlangsung sengit, karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen BRI Super League. Para pendukung Kabau Sirah kini menantikan bagaimana sentuhan pertama Imran Nahumarury dalam memimpin Semen Padang FC di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia. (*)
Braditi Moulevey: Kemenangan Semen Padang FC Kontra PSIM jadi Harga Mati

PADANG – Duel pekan ke-24 BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026 antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta bukan sekadar pertandingan biasa. Laga yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam ini menjelma menjadi partai hidup mati bagi Kabau Sirah dalam perburuan keluar dari zona degradasi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan pentingnya laga ini bagi tim. Ia menyebut pertandingan melawan PSIM sebagai momen krusial yang menentukan nasib Kabau Sirah di BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026. “Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta itu adalah penentuan, sehingga tak ada kata lain selain harus menang dan mendapatkan 3 poin, karena saat ini kita sedang berada dalam zona merah dan benar-benar berada di dalam zona degradasi,” katanya, Selasa (3/3/2026). Ia menambahkan bahwa jarak poin dengan tim lain sangat tipis dan cenderung berdekatan, sehingga kemenangan menjadi harga mati. “Tentunya, sangat tidak ada kata lain selain bisa menang dalam pertandingan tersebut dan selisih poin dengan tim lain itu sama dan cukup cenderung berdekatan,” katanya. Manajemen, lanjutnya, berharap seluruh elemen tim mampu menjaga fokus penuh sepanjang pertandingan. “Kami dari manajemen mengharapkan kepada jajaran pelatih serta pemain untuk bisa fokus memenangkan pertandingan, kita berharap supaya pertandingan melawan PSIM Yogyakarta itu bisa menang dan mendapatkan poin penuh,” ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut. Braditi Moulevey juga menekankan bahwa harapan tidak hanya datang dari internal tim, melainkan juga dari suporter serta masyarakat Sumatera Barat yang tak ingin melihat Kabau Sirah terdegradasi ke Liga 2. “Tentunya laga ini juga menjadi harapan bagi seluruh suporter dan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) di manapun berada tidak ingin melihat tim kebanggaan Ranah Minang ini terdegradasi ke Liga 2,” katanya. “Tentunya, harapan kita tertumpu kepada ke seluruh pemain dan pelatih untuk bisa memaksimalkan dan fokus meraih kemenangan pada pertandingan esok hari,” sambung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Secara statistik, situasi tak sepenuhnya berpihak kepada Semen Padang FC. Berdasarkan data Aiscore, sejak 2024 kedua tim telah bertemu tiga kali. Hasilnya, Kabau Sirah belum sekalipun meraih kemenangan. Dari tiga pertemuan itu, Semen Padang FC hanya mampu mencatatkan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta mengantongi satu kemenangan dan dua kali seri. Total gol yang tercipta dalam tiga laga tersebut hanya tiga gol, dengan rincian Semen Padang FC mencetak satu gol, sementara PSIM dua gol. Jika ditinjau dari lokasi pertandingan, Stadion Haji Agus Salim baru sekali menjadi arena pertemuan kedua tim dan berakhir imbang. Adapun dua laga lain digelar di Stadion Mandala Krida, dengan catatan satu kemenangan untuk PSIM dan satu hasil seri. Pada ajang Indonesian Liga 1, kedua tim tercatat sekali bertemu dan dimenangkan oleh PSIM Yogyakarta. Sementara di Indonesian Liga 2, dua laga lainnya berakhir tanpa pemenang. Dalam tiga pertemuan terakhir, Semen Padang FC membukukan nol kemenangan, dua hasil imbang, serta satu kekalahan. Sementara PSIM Yogyakarta mencatatkan satu kemenangan, dua imbang, dan belum pernah kalah dari Kabau Sirah. Tak hanya head to head, performa lima laga terakhir juga menunjukkan persaingan ketat. Semen Padang FC meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta mengoleksi satu kemenangan, tiga hasil seri, serta satu kekalahan. Situasi tersebut membuat laga ini diprediksi berjalan sengit. PSIM datang dengan rekor pertemuan yang lebih baik, namun Semen Padang FC memiliki keuntungan tampil di hadapan publik sendiri. Dengan catatan statistik yang belum memihak serta posisi di zona merah, Semen Padang FC benar-benar dihadapkan pada laga wajib menang. Stadion Haji Agus Salim pun akan menjadi saksi apakah Kabau Sirah mampu mematahkan tren buruk sekaligus menjaga asa bertahan di BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026. (*)
Braditi Moulevey Optimistis Semen Padang FC Amankan 3 Poin, Kazaki Nakagawa Siap Tampil Lawan Malut United

PADANG – Optimisme tinggi menyelimuti jajaran direksi dan komisaris Semen Padang Football Club (SPFC) jelang laga krusial pekan ke-22 BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Komisaris klub, Braditi Moulevey, menegaskan keyakinannya bahwa Kabau Sirah mampu mengamankan tiga poin penuh saat menjamu Malut United di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026) malam pukul 21.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar agenda rutin kompetisi sepak bola nasional. Bagi Kabau Sirah, duel kandang tersebut menjadi momentum menentukan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Saat ini, Semen Padang FC masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin, hanya terpaut dua angka dari zona aman. Kondisi itu membuat kemenangan menjadi kebutuhan mendesak. Braditi Moulevey menyampaikan bahwa kondisi tim secara keseluruhan berada dalam situasi siap tempur. Ia mengungkapkan kabar positif dari tim medis dan jajaran pelatih yang dinilai menjadi suntikan moral bagi seluruh elemen klub. “Insya Allah tim dalam keadaan siap dan semua pemain bisa dimainkan. Informasi terakhir yang kami terima dari jajaran kepelatihan dan dokter medis tim, bahwa Kazaki Nakagawa sudah bisa diturunkan dan tentunya ini merupakan kabar gembira untuk kita semua dan kami berharap kepada Dejan Antonic selaku Pelatih Kepala bisa meramu skuadnya agar bisa bermain bagus dan bisa mendapatkan 3 poin di kandang menghadapi Malut United,” ujar Braditi, Jumat siang. Kabar kesiapan Kazaki Nakagawa menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, dalam konferensi pers jelang pertandingan, pelatih kepala Dejan Antonic sempat menyampaikan bahwa gelandang asal Jepang tersebut masih dibekap cedera usai laga kontra Arema FC. “Namun perkembangan terakhir menunjukkan kondisi sang pemain telah membaik dan siap diturunkan,” katanya. Braditi menegaskan, harapan kemenangan tidak hanya datang dari manajemen, tetapi juga dari seluruh suporter dan masyarakat Minangkabau. Ia menilai laga kandang harus dimanfaatkan maksimal agar tiga poin tidak lepas begitu saja. “Tentunya, ini juga harapan seluruh suporter, masyarakat Minangkabau dan pendukung Semen Padang FC di manapun berada kita berharap anak-anak bisa bermain dengan baik, ngotot dan bisa mengikuti instruksi dari pelatih dan tentunya kita tidak ingin 3 poin ini lepas dari kandang,” katanya. Lebih jauh, jajaran Board of Directors (BoD) melihat pertandingan ini sebagai titik balik untuk mengejar ketertinggalan poin. Apalagi pada pekan sebelumnya, tim-tim di papan bawah tidak meraih kemenangan sehingga peluang untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka lebar. “Untuk itu, kami dari jajaran BoD mengharapkan kemenangan ini dan tentunya kemenangan ini bisa menambah semangat kita dan mengejar poin kita dari ketertinggalan agar bisa keluar dari zona degradasi, di mana kita ketahui pada pertandingan minggu lalu tim di klasemen bawah tidak ada yang menang dan mudah-mudahan di pertandingan kali ini kita bisa menang dan lolos dari zona degradasi,” katanya. Dari sisi teknis, Dejan Antonic menyebut evaluasi menyeluruh telah dilakukan usai kekalahan dari Arema FC. Pembenahan difokuskan pada efektivitas permainan agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang. “Pasca kekalahan melawan Arema FC, kami mencoba untuk bangkit dan berusaha memperbaiki semuanya. Secara umum para pemain sudah sangat siap bermain melawan Malut United,” ujar Dejan dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026). Meski sempat menghadapi kendala cedera, lini serang Kabau Sirah dinilai mulai menunjukkan progres dibandingkan putaran pertama. Dejan menyebut jarak poin yang kini hanya dua angka dari zona aman menjadi indikator adanya peningkatan performa tim yang baru terbentuk sekitar satu bulan tersebut. “Saya rasa tim ini, terutama lini serang, sudah ada peningkatan. Di putaran pertama jarak poin kami dengan zona aman sangat jauh, tapi sekarang sudah tinggal berjarak dua poin saja. Kalau ditanya progres, sedikit banyaknya pasti ada,” katanya. Menghadapi Malut United yang tengah bersaing di papan atas, Semen Padang FC dipastikan tidak akan menjalani laga mudah. Namun dengan suntikan optimisme dari jajaran direksi dan komisaris, serta kabar positif mengenai kesiapan Kazaki Nakagawa, Kabau Sirah membawa semangat baru. Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal angka di papan klasemen. Lebih dari itu, laga di Stadion Haji Agus Salim menjadi pertaruhan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional musim 2025/2026. Jika tiga poin berhasil diamankan, peluang keluar dari zona degradasi akan terbuka lebar dan menjadi fondasi kebangkitan Kabau Sirah di sisa kompetisi. (*)
Braditi Moulevey: Kemenangan atas Persita jadi Modal Laga Tandang Semen Padang FC vs Arema FC

PADANG – Sinyal kebangkitan mulai terlihat dari tubuh Semen Padang FC pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Setelah melewati fase awal musim dengan tekanan berat, Kabau Sirah perlahan menunjukkan kemampuan untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. Kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (8/2/2026), menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, hasil tersebut bukan sekadar menambah poin, tetapi juga menguatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi persaingan ketat papan bawah. Gol semata wayang Semen Padang FC pada laga lawan Persita Tangerang dicetak oleh Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil tersebut menjalani debut manis bersama Kabau Sirah dengan menuntaskan penalti di menit akhir pertandingan, saat tekanan berada pada level tertinggi. Eksekusi tenang eks pemain Persebaya Surabaya tersebut memastikan tiga poin krusial tetap bertahan di Padang. “Tambahan angka dari laga melawan Persita membuat Semen Padang FC kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan awal putaran kedua,” katanya, Senin (9/2/2026). Sebelumnya, tim asuhan Dejan Antonic meraih dua hasil imbang dalam laga tandang. Rangkaian hasil tersebut memberikan ruang bernapas bagi Kabau Sirah yang sejak awal musim berkutat di papan bawah klasemen. Tidak hanya sektor penyerangan yang menunjukkan progres, Braditi Moulevey juga menyoroti lini pertahanan yang juga memperlihatkan peningkatan signifikan. “Kiper Rendy Oskaria tampil menonjol melalui sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Persita Tangerang sepanjang laga. Kontribusinya menjadi fondasi penting bagi kemenangan tipis tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut. Secara klasemen, Levi tidak menampik bahwa Semen Padang FC memang masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin. Namun, dinamika persaingan mulai berubah. “Pada pekan yang sama, informasi yang saya terima bahwa Madura United harus mengakui keunggulan Persijap Jepara, sementara PSBS Biak pulang tanpa poin usai dikalahkan PSM Makassar. Situasi ini membuat jarak poin antara Kabau Sirah dan tim-tim di atasnya semakin menipis,” katanya. Persijap Jepara, katanya, kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Semen Padang FC. Meski demikian, Kabau Sirah masih unggul dalam rekor pertemuan. “Di sisi lain, hasil imbang antara Persis Solo dan PSIM turut menjaga ketatnya persaingan di zona bawah,” katanya. Dengan masih tersisa 15 pertandingan pada putaran kedua, termasuk tujuh laga kandang, peluang Semen Padang FC untuk terus memperbaiki posisi tetap terbuka. Konsistensi dalam meraih poin menjadi kunci utama agar momentum positif tidak terhenti. Tantangan berikutnya datang pada pekan ke-21 ketika Kabau Sirah dijadwalkan bertandang ke markas Arema FC. “Laga di Stadion Kanjuruhan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Arema juga sedang berada dalam tren positif setelah menundukkan Persija Jakarta,” kata Levi. Bagi Semen Padang FC, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) pertandingan tersebut bukan hanya soal mengejar poin, melainkan juga ujian mental untuk menjaga kesinambungan performa. “Jika melihat hasil terakhir, peluang membawa pulang hasil positif tetap terbuka,” ucapnya. Di tengah ketatnya kompetisi, kebangkitan Kabau Sirah di putaran kedua menjadi sinyal bahwa Semen Padang FC belum menyerah dalam perburuan bertahan. “Setiap poin kini memiliki arti besar, dan kemenangan atas Persita menjadi pengingat bahwa harapan masih menyala di Padang. Tim kebanggaan orang Sumatera Barat (Sumbar) ini harus bertahan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia,” pungkasnya. (*)
Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Laga Semen Padang FC vs Persita di Stadion Agus Salim

PADANG – Peran penonton kembali menjadi sorotan menjelang laga kandang Semen Padang FC pada putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa dukungan dari suporter dan pendukung setia Kabau Sirah dapat menjadi faktor pembeda dalam upaya tim meraih kemenangan. Dirinya mengajak seluruh elemen pendukung Semen Padang FC untuk hadir dan memenuhi Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada pertandingan kandang pertama putaran kedua menghadapi Persita Tangerang, Minggu (8/2/2026). Menurut dia, atmosfer stadion yang hidup akan memberi dorongan besar bagi para pemain di lapangan. “Saya meminta kepada seluruh suporter dan pendukung Tim Kabau Sirah untuk meramaikan dan memerahkan Stadion Haji Agus Salim pada pertandingan kandang pertama di putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 antara dengan melawan Persita Tangerang,” kata Moulevey, Sabtu (7/2/2026). Ia menyampaikan optimisme setelah tim melakukan perombakan komposisi pemain. Perubahan tersebut diyakini membawa energi baru serta meningkatkan daya saing Kabau Sirah dalam menghadapi paruh kedua kompetisi. “Tim yang sudah dirombak ini membuat kami yakin pemain akan all out dan insya Allah kami akan optimis mendapatkan tiga poin,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan penonton bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari strategi kemenangan. Menurutnya, semangat dari tribun mampu menular langsung ke lapangan dan memengaruhi mental bertanding para pemain. Tentunya, harapannya dukungan dari seluruh penonton bisa menambah semangat pemain, suporter dan pendukung ini adalah pemain ke-12 dan itu merupakan salah satu kunci kemenangan dan mudah-mudahan Stadion Agus Salim akan kembali menjadi tempat yang ditakutkan oleh lawan-lawan Semen Padang FC. Pertandingan Semen Padang FC kontra Persita Tangerang sendiri diprediksi berlangsung ketat. Berdasarkan data Aiscore, kedua tim memiliki kekuatan yang relatif seimbang jika melihat catatan pertemuan dan tren permainan terkini. Kondisi tersebut membuat duel di Padang berpotensi berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Sejak tahun 2014, kedua tim telah bertemu sebanyak sembilan kali. Hasilnya menunjukkan keseimbangan yang mencolok, dengan masing-masing mengoleksi empat kemenangan dan satu pertandingan berakhir imbang. Dari sisi produktivitas, Semen Padang FC mencetak total 11 gol, sedangkan Persita Tangerang membukukan 9 gol. Keuntungan tersendiri dimiliki Kabau Sirah saat bermain di Stadion Haji Agus Salim. Dari empat pertemuan kandang melawan Persita, Semen Padang FC mampu meraih tiga kemenangan, sementara tim tamu hanya sekali mencuri poin penuh. Catatan tersebut memperkuat keyakinan bahwa faktor kandang bisa menjadi senjata penting. Meski demikian, Persita Tangerang datang dengan kepercayaan diri setelah memenangkan pertemuan terakhir pada 4 Oktober 2025 dengan skor tipis 1-0. Hasil itu menjadi pengingat bahwa keunggulan kandang tidak otomatis menjamin kemenangan. Dari sisi performa terkini, Semen Padang FC masih berupaya keluar dari tren kurang positif. Dalam lima laga terakhir, Kabau Sirah belum meraih kemenangan, dengan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Rata-rata gol yang dicetak berada di angka 1,2 per pertandingan, sementara kebobolan mencapai 2,4 gol. Persentase kemenangan handicap tercatat 40 persen, dengan kecenderungan total gol tinggi sekitar 60 persen. Sebaliknya, Persita Tangerang menunjukkan konsistensi yang lebih baik. Mereka membukukan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir. Rata-rata gol yang dihasilkan mencapai 1,4 per pertandingan, dengan kebobolan hanya 0,8 gol. Persentase kemenangan handicap berada di angka 60 persen, sementara kecenderungan total gol tinggi relatif rendah, yakni 20 persen. Bagi Semen Padang FC, laga ini menjadi momentum penting untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan sekaligus membuka putaran kedua dengan hasil positif. Dukungan penuh dari publik Padang diharapkan menjadi katalis kebangkitan Kabau Sirah. Sementara itu, Persita Tangerang datang dengan ambisi mempertahankan konsistensi demi menjaga posisi di papan klasemen BRI Super League 2025/2026. Keseimbangan rekor pertemuan yang berpadu dengan perbedaan tren performa membuat pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka, namun tetap sarat kehati-hatian. (*)