Wajib Menang! Braditi Moulevey Desak Semen Padang FC Tumbangkan Persis Solo demi Selamat dari Degradasi

SURAKARTA – Semen Padang FC menghadapi ujian krusial dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League Musim 2025/2026. Bertandang ke markas Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (12/4/2026) sore, Kabau Sirah berada dalam tekanan besar untuk meraih kemenangan demi menjaga peluang bertahan di Liga 1. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ia menyebut duel melawan Persis Solo sebagai penentuan nasib tim dalam persaingan keluar dari zona degradasi. “Semen Padang wajib menang melawan Persis Solo, Pertandingan sore ini adalah pertandingan yang akan menjadi pertandingan penentuan untuk bisa bersaing keluar dari zona degradasi. Hal ini dikarenakan, saingan kita, Madura United, Persijap dan PSM menang dalam pertandingan minggu ini,” katanya. Situasi klasemen semakin menekan setelah tim-tim pesaing di papan bawah berhasil meraih kemenangan pada pekan ini. Kondisi tersebut membuat Semen Padang FC tidak memiliki banyak opsi selain mengamankan tiga poin di Solo. Pria yang akrab disapa Levi itu juga meminta seluruh elemen tim untuk tampil maksimal dalam laga penting tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan determinasi tinggi demi membawa pulang hasil positif. “Jadi saya meminta kepada pemain, pelatih dan ofisial untuk bisa bermain all out dalam menghadapi pertandingan nanti sore,” lanjutnya. Selain tekanan hasil, Semen Padang FC juga mendapatkan sedikit keuntungan dalam pertandingan ini. Laga akan digelar tanpa kehadiran penonton setelah Persis Solo mendapatkan sanksi. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi tekanan bagi tim tamu. Di sisi teknis, tim asuhan Imran Nahumarury datang dengan komposisi yang belum sepenuhnya ideal. Gelandang andalan Alhassan Wakaso dipastikan absen akibat cedera, setelah sebelumnya juga tidak tampil saat Semen Padang FC kalah 0-2 dari Persib pada pekan ke-26. Selain itu, Irsyad Maulana juga tidak ikut dalam laga tandang kali ini. Namun, ada kabar baik dari ruang ganti Kabau Sirah. Sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami cedera kini telah kembali berlatih bersama tim. Armando Oropa, Jaime Giraldo, dan Samuel Christianson Simanjuntak sudah mulai bergabung dalam sesi latihan jelang pertandingan. “Jaime Giraldo sudah kembali ke tim, Oropa juga sudah kembali. Ini tentu kabar baik yang akan menambah opsi bagi kami untuk pertandingan lawan Persis Solo nanti,” ujar Imran, Sabtu (11/4/2026). Untuk Samuel Christianson Simanjuntak, pelatih memastikan pemain tersebut sudah memasuki tahap pemulihan dan tetap dibawa ke Solo agar bisa beradaptasi dengan atmosfer pertandingan. “Samuel sudah masuk tahap pemulihan dan kita akan bawa dia supaya bisa beradaptasi. Jadi saat dibutuhkan, dia sudah siap,” tambahnya. Kembalinya beberapa pemain ini menjadi suntikan moral bagi Semen Padang FC yang saat ini masih terjebak di peringkat ke-17 klasemen dengan 20 poin. Jumlah tersebut sama dengan Madura United FC di posisi ke-16. Sementara itu, Persis Solo yang akan menjadi lawan juga berada dalam situasi tidak jauh berbeda. Tim tuan rumah menempati posisi ke-15 dengan koleksi 21 poin, hanya terpaut satu angka dari Kabau Sirah. Dengan selisih poin yang tipis dan posisi klasemen yang berdekatan, pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama mengusung misi menang untuk memperbaiki posisi sekaligus menjauh dari ancaman degradasi. Imran Nahumarury mengaku cukup optimistis dengan perkembangan kondisi tim. Meski demikian, ia tetap akan mempertimbangkan kesiapan pemain hingga menit akhir sebelum menentukan susunan terbaik. Sebagai bagian dari persiapan, Semen Padang FC membawa total 22 pemain ke Solo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kedalaman skuad tetap terjaga dalam menghadapi laga penting tersebut. Pertandingan di Stadion Manahan menjadi momentum krusial bagi Kabau Sirah. Hasil positif tidak hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga menjaga harapan tim untuk tetap bertahan di kompetisi Liga 1 musim ini. (*)

Braditi Moulevey: Semen Padang FC Optimis Raih 3 Poin di Kandang Saat Hadapi Persib Bandung

PADANG – Optimisme tinggi tengah menyelimuti kubu Semen Padang FC jelang laga krusial menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Agus Salim, Minggu (5/4/2026), bukan sekadar duel biasa, melainkan momentum penting bagi Kabau Sirah untuk menjaga asa keluar dari zona degradasi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, secara tegas meminta seluruh elemen tim untuk fokus penuh menghadapi laga besar tersebut. Ia menilai pertandingan kandang ini harus dimaksimalkan untuk meraih hasil optimal di tengah tekanan kompetisi. “Kami dari jajaran Komisaris mengharapkan kepada seluruh pemain, ofisial dan jajaran pelatih untuk bisa fokus menghadapi pertandingan big match pada Minggu (5/4/2026) mendatang antara Semen Padang FC vs Persib Bandung di Stadion Agus Salim,” katanya, Jumat (3/4/2026). Ia mengatakan, meskipun secara statistik Persib Bandung berada di posisi puncak klasemen dan diunggulkan, peluang tetap terbuka lebar bagi tuan rumah. Faktor determinasi dan strategi dinilai menjadi kunci. “Apalagi ini adalah pertandingan di kandang dan ini pertandingan yang kita harapkan bisa bagi tuan rumah untuk meraih poin penuh, walaupun di atas kertas Persib Bandung merupakan tim kuat yang saat ini berada di puncak klasemen, tapi di sepakbola tidak ada yang tidak mungkin,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut. Tekanan semakin terasa karena laga ini menjadi salah satu penentu nasib Semen Padang FC di klasemen. Setiap poin yang diraih akan sangat berarti dalam upaya keluar dari zona degradasi. Dukungan suporter pun diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain. “Kita berharap bisa meraih poin di kandang dan juga dukungan dari seluruh suporter untuk bisa hadir beramai-ramai ke stadion untuk memberikan dukungan kepada Semen Padang FC,” ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Sementara itu, dari kubu lawan, Persib Bandung datang dengan sejumlah catatan penting. Tim berjuluk Maung Bandung dipastikan tidak diperkuat dua pemain bertahan andalan, Patricio Matricardi dan Frans Putros, akibat akumulasi kartu kuning. Kendati demikian, pelatih Bojan Hodak memastikan timnya tetap dalam kondisi siap tempur. Ia menegaskan kedalaman skuad menjadi kekuatan utama Persib dalam menghadapi situasi tersebut. Namun, Hodak tidak menutup mata terhadap potensi ancaman dari Semen Padang FC. Ia menilai Kabau Sirah akan tampil dengan motivasi berlipat, terutama karena bermain di kandang dan berada dalam tekanan zona degradasi. “Melawan Semen Padang laga yang sulit karena mereka bermain di kandang dan mereka saat ini berada di zona degradasi. Saya pikir mereka akan tampil 200 persen, tentu akan menjadi sulit,” ucapnya. Persib sendiri membawa misi mempertahankan tren positif sekaligus mengulang keberhasilan musim lalu saat mampu meraih hasil maksimal di Padang. Meski diunggulkan, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. “Saya harap kami menemukan cara untuk meraih hasil positif dari sana,” harap Hodak. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit. Di satu sisi, Semen Padang FC datang dengan semangat bertahan hidup di kasta tertinggi sepak bola nasional. Di sisi lain, Persib Bandung mengusung ambisi menjaga posisi puncak klasemen. Duel ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal mentalitas, strategi, dan kemampuan menghadapi tekanan. Kabau Sirah diyakini akan tampil habis-habisan di hadapan pendukungnya, sementara Persib dituntut tetap solid meski tidak tampil dengan kekuatan penuh di lini belakang. (*)

Tiga Poin Krusial dari Sleman! Braditi Moulevey Bicara Masa Depan Semen Padang FC di BRI Super League

SLEMAN – Kemenangan Semen Padang FC atas PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026 bukan sekadar tambahan tiga poin. Di balik hasil positif tersebut, terselip momen emosional yang mencerminkan harapan besar bagi masa depan Kabau Sirah di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (8/3/2026) pukul 20.30 WIB, Semen Padang FC berhasil mengamankan kemenangan penting dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan tim Kabau Sirah dicetak oleh penyerang asal Spanyol, Guillermo Fernández, yang tampil impresif sepanjang pertandingan. Hasil tersebut menjadi suntikan semangat baru bagi Semen Padang FC yang tengah berjuang keras keluar dari tekanan zona degradasi dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kemenangan tersebut sebagai momentum emosional sekaligus titik penting dalam perjalanan tim pada sisa kompetisi musim ini. “Kemenangan ini harus menjadi bahan bakar bagi seluruh elemen tim untuk terus berjuang mempertahankan posisi Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia,” katanya usai pertandingan. Moulevey juga menyoroti peran pelatih baru Semen Padang FC, Imran Nahumarury, yang dinilai memikul tanggung jawab besar untuk meracik tim agar mampu bertahan di kasta tertinggi musim depan. “Kemenangan atas PSBS Biak menunjukkan bahwa Kabau Sirah masih memiliki peluang besar untuk bangkit jika mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir musim,” katanya. Ia menegaskan bahwa tugas utama Imran Nahumarury sebagai pelatih baru adalah memastikan Semen Padang FC tetap bertahan di kompetisi teratas sepakbola Indonesia musim depan, apa pun strategi yang harus dilakukan dalam meracik komposisi tim. Braditi Moulevey menaruh harapan besar terhadap pengalaman yang dimiliki Imran di dunia sepakbola nasional. Sebelumnya, Imran dikenal sukses membawa Malut United promosi dari Liga 2 ke Liga 1 dan menjadikan klub asal Maluku Utara tersebut sebagai tim yang disegani di kompetisi nasional. “Dengan rekam jejak tersebut, kami berharap Imran mampu membawa Semen Padang FC meraih kemenangan di sisa pertandingan musim ini,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Jalannya Pertandingan Pertandingan antara PSBS Biak dan Semen Padang FC berlangsung cukup ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha membangun serangan secara terukur untuk menghindari kesalahan fatal. Sepanjang babak pertama, duel di lini tengah berlangsung sengit. Baik PSBS Biak maupun Semen Padang FC saling mencoba membuka ruang serangan, namun rapatnya pertahanan kedua tim membuat peluang yang tercipta belum mampu berbuah gol. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor masih tetap bertahan 0-0. Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Kedua tim mulai tampil lebih agresif dan berupaya mencari celah untuk memecah kebuntuan. Semen Padang FC langsung melakukan dua pergantian pemain pada menit ke-46. Muhamad Kasim Botan masuk menggantikan F. Juliansyah di posisi penyerang, sementara Kazaki Nakagawa diturunkan menggantikan Kianz Froese di lini tengah. PSBS Biak juga merespons dengan melakukan perubahan komposisi pemain. Pada menit yang sama, R. Blanco masuk menggantikan M. Hassan guna menambah variasi serangan tim tuan rumah. Pertandingan semakin memanas ketika gelandang PSBS Biak, Luquinhas, menerima kartu kuning pada menit ke-56 setelah melakukan pelanggaran. Semen Padang FC kembali melakukan pergantian pemain satu menit kemudian. Irsyad Maulana masuk menggantikan Maicon untuk memperkuat sektor penyerangan tim Kabau Sirah. Keputusan tersebut terbukti efektif. Pada menit ke-70, Semen Padang FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari umpan Irsyad Maulana, Guillermo Fernández sukses menuntaskan peluang dengan baik dan membawa Semen Padang FC unggul 1-0. Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. PSBS Biak mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan melakukan pergantian pemain. Nelson Alom masuk menggantikan Ilham Udin Armayn pada menit ke-65 untuk menambah kekuatan lini tengah. Kemudian pada menit ke-78, R. I. Siregar diturunkan menggantikan Heri Susanto guna menambah daya gedor di lini depan. Namun hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan, upaya PSBS Biak untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil. Pada menit ke-85, pemain bertahan PSBS Biak Sandro Sakho juga harus menerima kartu kuning dari wasit setelah melakukan pelanggaran. Alih-alih mencetak gol balasan, PSBS Biak justru kembali kebobolan pada masa injury time. Guillermo Fernández kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kedua pada menit 90+5. Gol tersebut memastikan Semen Padang FC memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Pertandingan pun berakhir pada menit 90+7 dengan kemenangan Semen Padang FC atas PSBS Biak. Tiga Poin Krusial Penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade, turut mengapresiasi kemenangan tim Kabau Sirah dalam pertandingan tersebut. Ia menilai kemenangan ini menjadi tiga poin yang sangat penting bagi perjuangan Semen Padang FC di sisa kompetisi musim ini. “Alhamdulillah, tiga poin krusial berhasil kita amankan di pertandingan hari ini melawan PSBS Biak. Kemenangan Semen Padang FC kali ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja keras seluruh tim di lapangan,” ujar Andre melalui unggahan di media sosialnya, Senin (9/3/2026). Andre berharap kemenangan ini dapat menjadi titik balik bagi kebangkitan Semen Padang FC dalam menghadapi sisa pertandingan BRI Super League musim 2025/2026. “Saya berharap hasil positif ini menjadi titik balik sekaligus awal kebangkitan kita untuk terus mengejar poin di sisa laga musim ini. Kita maksimalkan momentum ini dengan fokus dan konsistensi dalam setiap pertandingan ke depannya,” lanjutnya. Kemenangan atas PSBS Biak menjadi modal penting bagi Semen Padang FC untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim. Dengan sisa pertandingan yang masih harus dijalani, Kabau Sirah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan momentum kemenangan tersebut demi keluar dari zona degradasi dan tetap bertahan di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia musim depan. (*)

Braditi Moulevey Pasang Target Tinggi untuk Pelatih Baru Semen Padang FC

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memberikan tantangan langsung kepada pelatih baru tim, Imran Nahumarury, untuk membuktikan kualitasnya dengan membawa kemenangan bagi Kabau Sirah pada laga tandang melawan PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan tersebut menjadi laga debut Imran Nahumarury sejak resmi dipercaya menukangi Semen Padang FC. Laga itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (9/3/2026) malam pukul 20.30 WIB di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penunjukan Imran Nahumarury dilakukan manajemen setelah memutuskan memecat pelatih sebelumnya, Dejan Antonic. Keputusan tersebut diambil menyusul serangkaian hasil buruk yang dialami Semen Padang FC sepanjang kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. “Kini, beban besar berada di pundak Imran Nahumarury. Ia ditugaskan membawa Semen Padang FC keluar dari tekanan sekaligus menjaga peluang tim tetap bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia,” katanya, Sabtu (7/3/2026) malam. Braditi Moulevey menaruh harapan besar terhadap pengalaman yang dimiliki Imran di dunia sepakbola nasional. Sebelumnya, Imran dikenal sukses membawa Malut United promosi dari Liga 2 ke Liga 1 dan menjadikan klub asal Maluku Utara tersebut sebagai tim yang disegani di kompetisi nasional. “Dengan rekam jejak tersebut, kami berharap Imran mampu membawa Semen Padang FC meraih kemenangan di sisa pertandingan musim ini,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Saat ini, katanya, Semen Padang FC masih memiliki 10 pertandingan tersisa di kompetisi BRI Super League 2025/2026. “Untuk memastikan tetap bertahan di Liga 1 musim depan, Kabau Sirah setidaknya membutuhkan tujuh kemenangan dari pertandingan yang tersisa,” ucapnya. Target tersebut membuat tugas Imran Nahumarury terbilang cukup berat. Namun, jika ia mampu membawa Semen Padang FC bertahan di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia, peluang untuk dipermanenkan sebagai pelatih kepala terbuka lebar pada musim depan. “Keputusan tersebut nantinya akan bergantung pada hasil evaluasi yang dilakukan manajemen klub,” katanya. Imran Nahumarury sendiri bukan sosok asing dalam dunia sepakbola Indonesia. Ia merupakan mantan gelandang Tim Nasional Indonesia pada era 2000-an. Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Imran memilih melanjutkan kiprahnya di dunia sepakbola sebagai pelatih. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, ia pernah menangani sejumlah klub di kompetisi Liga 1 Indonesia, termasuk PSIS Semarang dan Dewa United. Selain itu, Imran juga sempat mencatatkan prestasi penting bersama Malut United. Ia berhasil membawa klub tersebut promosi ke kasta tertinggi sepakbola nasional pada musim 2024/2025. Meski demikian, kebersamaannya dengan Malut United tidak berlangsung lama. Kerja sama antara kedua pihak berakhir pada Juni 2025 setelah kontraknya tidak diperpanjang. Keputusan tersebut diambil karena adanya pelanggaran berat yang dinilai bertentangan dengan integritas klub. Kini, Imran Nahumarury membuka babak baru dalam perjalanan karier kepelatihannya bersama Semen Padang FC. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perubahan positif bagi Kabau Sirah yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Laga melawan PSBS Biak pun diprediksi menjadi ujian awal yang menentukan bagi Imran Nahumarury. Kedua tim sama-sama datang dengan catatan performa yang kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam lima pertandingan terakhirnya, PSBS Biak mencatatkan empat kekalahan dan satu hasil imbang. Sementara itu, Semen Padang FC hanya mampu meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang. Dua pertandingan lainnya bahkan berakhir dengan kekalahan. Kondisi tersebut membuat pertandingan antara PSBS Biak dan Semen Padang FC diperkirakan akan berlangsung sengit, karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen BRI Super League. Para pendukung Kabau Sirah kini menantikan bagaimana sentuhan pertama Imran Nahumarury dalam memimpin Semen Padang FC di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia. (*)

Braditi Moulevey: Kemenangan Semen Padang FC Kontra PSIM jadi Harga Mati

PADANG – Duel pekan ke-24 BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026 antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta bukan sekadar pertandingan biasa. Laga yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam ini menjelma menjadi partai hidup mati bagi Kabau Sirah dalam perburuan keluar dari zona degradasi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan pentingnya laga ini bagi tim. Ia menyebut pertandingan melawan PSIM sebagai momen krusial yang menentukan nasib Kabau Sirah di BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026. “Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta itu adalah penentuan, sehingga tak ada kata lain selain harus menang dan mendapatkan 3 poin, karena saat ini kita sedang berada dalam zona merah dan benar-benar berada di dalam zona degradasi,” katanya, Selasa (3/3/2026). Ia menambahkan bahwa jarak poin dengan tim lain sangat tipis dan cenderung berdekatan, sehingga kemenangan menjadi harga mati. “Tentunya, sangat tidak ada kata lain selain bisa menang dalam pertandingan tersebut dan selisih poin dengan tim lain itu sama dan cukup cenderung berdekatan,” katanya. Manajemen, lanjutnya, berharap seluruh elemen tim mampu menjaga fokus penuh sepanjang pertandingan. “Kami dari manajemen mengharapkan kepada jajaran pelatih serta pemain untuk bisa fokus memenangkan pertandingan, kita berharap supaya pertandingan melawan PSIM Yogyakarta itu bisa menang dan mendapatkan poin penuh,” ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut. Braditi Moulevey juga menekankan bahwa harapan tidak hanya datang dari internal tim, melainkan juga dari suporter serta masyarakat Sumatera Barat yang tak ingin melihat Kabau Sirah terdegradasi ke Liga 2. “Tentunya laga ini juga menjadi harapan bagi seluruh suporter dan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) di manapun berada tidak ingin melihat tim kebanggaan Ranah Minang ini terdegradasi ke Liga 2,” katanya. “Tentunya, harapan kita tertumpu kepada ke seluruh pemain dan pelatih untuk bisa memaksimalkan dan fokus meraih kemenangan pada pertandingan esok hari,” sambung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Secara statistik, situasi tak sepenuhnya berpihak kepada Semen Padang FC. Berdasarkan data Aiscore, sejak 2024 kedua tim telah bertemu tiga kali. Hasilnya, Kabau Sirah belum sekalipun meraih kemenangan. Dari tiga pertemuan itu, Semen Padang FC hanya mampu mencatatkan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta mengantongi satu kemenangan dan dua kali seri. Total gol yang tercipta dalam tiga laga tersebut hanya tiga gol, dengan rincian Semen Padang FC mencetak satu gol, sementara PSIM dua gol. Jika ditinjau dari lokasi pertandingan, Stadion Haji Agus Salim baru sekali menjadi arena pertemuan kedua tim dan berakhir imbang. Adapun dua laga lain digelar di Stadion Mandala Krida, dengan catatan satu kemenangan untuk PSIM dan satu hasil seri. Pada ajang Indonesian Liga 1, kedua tim tercatat sekali bertemu dan dimenangkan oleh PSIM Yogyakarta. Sementara di Indonesian Liga 2, dua laga lainnya berakhir tanpa pemenang. Dalam tiga pertemuan terakhir, Semen Padang FC membukukan nol kemenangan, dua hasil imbang, serta satu kekalahan. Sementara PSIM Yogyakarta mencatatkan satu kemenangan, dua imbang, dan belum pernah kalah dari Kabau Sirah. Tak hanya head to head, performa lima laga terakhir juga menunjukkan persaingan ketat. Semen Padang FC meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta mengoleksi satu kemenangan, tiga hasil seri, serta satu kekalahan. Situasi tersebut membuat laga ini diprediksi berjalan sengit. PSIM datang dengan rekor pertemuan yang lebih baik, namun Semen Padang FC memiliki keuntungan tampil di hadapan publik sendiri. Dengan catatan statistik yang belum memihak serta posisi di zona merah, Semen Padang FC benar-benar dihadapkan pada laga wajib menang. Stadion Haji Agus Salim pun akan menjadi saksi apakah Kabau Sirah mampu mematahkan tren buruk sekaligus menjaga asa bertahan di BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026. (*)

Braditi Moulevey Optimistis Semen Padang FC Amankan 3 Poin, Kazaki Nakagawa Siap Tampil Lawan Malut United

PADANG – Optimisme tinggi menyelimuti jajaran direksi dan komisaris Semen Padang Football Club (SPFC) jelang laga krusial pekan ke-22 BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Komisaris klub, Braditi Moulevey, menegaskan keyakinannya bahwa Kabau Sirah mampu mengamankan tiga poin penuh saat menjamu Malut United di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026) malam pukul 21.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar agenda rutin kompetisi sepak bola nasional. Bagi Kabau Sirah, duel kandang tersebut menjadi momentum menentukan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Saat ini, Semen Padang FC masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin, hanya terpaut dua angka dari zona aman. Kondisi itu membuat kemenangan menjadi kebutuhan mendesak. Braditi Moulevey menyampaikan bahwa kondisi tim secara keseluruhan berada dalam situasi siap tempur. Ia mengungkapkan kabar positif dari tim medis dan jajaran pelatih yang dinilai menjadi suntikan moral bagi seluruh elemen klub. “Insya Allah tim dalam keadaan siap dan semua pemain bisa dimainkan. Informasi terakhir yang kami terima dari jajaran kepelatihan dan dokter medis tim, bahwa Kazaki Nakagawa sudah bisa diturunkan dan tentunya ini merupakan kabar gembira untuk kita semua dan kami berharap kepada Dejan Antonic selaku Pelatih Kepala bisa meramu skuadnya agar bisa bermain bagus dan bisa mendapatkan 3 poin di kandang menghadapi Malut United,” ujar Braditi, Jumat siang. Kabar kesiapan Kazaki Nakagawa menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, dalam konferensi pers jelang pertandingan, pelatih kepala Dejan Antonic sempat menyampaikan bahwa gelandang asal Jepang tersebut masih dibekap cedera usai laga kontra Arema FC. “Namun perkembangan terakhir menunjukkan kondisi sang pemain telah membaik dan siap diturunkan,” katanya. Braditi menegaskan, harapan kemenangan tidak hanya datang dari manajemen, tetapi juga dari seluruh suporter dan masyarakat Minangkabau. Ia menilai laga kandang harus dimanfaatkan maksimal agar tiga poin tidak lepas begitu saja. “Tentunya, ini juga harapan seluruh suporter, masyarakat Minangkabau dan pendukung Semen Padang FC di manapun berada kita berharap anak-anak bisa bermain dengan baik, ngotot dan bisa mengikuti instruksi dari pelatih dan tentunya kita tidak ingin 3 poin ini lepas dari kandang,” katanya. Lebih jauh, jajaran Board of Directors (BoD) melihat pertandingan ini sebagai titik balik untuk mengejar ketertinggalan poin. Apalagi pada pekan sebelumnya, tim-tim di papan bawah tidak meraih kemenangan sehingga peluang untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka lebar. “Untuk itu, kami dari jajaran BoD mengharapkan kemenangan ini dan tentunya kemenangan ini bisa menambah semangat kita dan mengejar poin kita dari ketertinggalan agar bisa keluar dari zona degradasi, di mana kita ketahui pada pertandingan minggu lalu tim di klasemen bawah tidak ada yang menang dan mudah-mudahan di pertandingan kali ini kita bisa menang dan lolos dari zona degradasi,” katanya. Dari sisi teknis, Dejan Antonic menyebut evaluasi menyeluruh telah dilakukan usai kekalahan dari Arema FC. Pembenahan difokuskan pada efektivitas permainan agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang. “Pasca kekalahan melawan Arema FC, kami mencoba untuk bangkit dan berusaha memperbaiki semuanya. Secara umum para pemain sudah sangat siap bermain melawan Malut United,” ujar Dejan dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026). Meski sempat menghadapi kendala cedera, lini serang Kabau Sirah dinilai mulai menunjukkan progres dibandingkan putaran pertama. Dejan menyebut jarak poin yang kini hanya dua angka dari zona aman menjadi indikator adanya peningkatan performa tim yang baru terbentuk sekitar satu bulan tersebut. “Saya rasa tim ini, terutama lini serang, sudah ada peningkatan. Di putaran pertama jarak poin kami dengan zona aman sangat jauh, tapi sekarang sudah tinggal berjarak dua poin saja. Kalau ditanya progres, sedikit banyaknya pasti ada,” katanya. Menghadapi Malut United yang tengah bersaing di papan atas, Semen Padang FC dipastikan tidak akan menjalani laga mudah. Namun dengan suntikan optimisme dari jajaran direksi dan komisaris, serta kabar positif mengenai kesiapan Kazaki Nakagawa, Kabau Sirah membawa semangat baru. Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal angka di papan klasemen. Lebih dari itu, laga di Stadion Haji Agus Salim menjadi pertaruhan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional musim 2025/2026. Jika tiga poin berhasil diamankan, peluang keluar dari zona degradasi akan terbuka lebar dan menjadi fondasi kebangkitan Kabau Sirah di sisa kompetisi. (*)

Braditi Moulevey: Kemenangan atas Persita jadi Modal Laga Tandang Semen Padang FC vs Arema FC

PADANG – Sinyal kebangkitan mulai terlihat dari tubuh Semen Padang FC pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Setelah melewati fase awal musim dengan tekanan berat, Kabau Sirah perlahan menunjukkan kemampuan untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. Kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (8/2/2026), menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, hasil tersebut bukan sekadar menambah poin, tetapi juga menguatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi persaingan ketat papan bawah. Gol semata wayang Semen Padang FC pada laga lawan Persita Tangerang dicetak oleh Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil tersebut menjalani debut manis bersama Kabau Sirah dengan menuntaskan penalti di menit akhir pertandingan, saat tekanan berada pada level tertinggi. Eksekusi tenang eks pemain Persebaya Surabaya tersebut memastikan tiga poin krusial tetap bertahan di Padang. “Tambahan angka dari laga melawan Persita membuat Semen Padang FC kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan awal putaran kedua,” katanya, Senin (9/2/2026). Sebelumnya, tim asuhan Dejan Antonic meraih dua hasil imbang dalam laga tandang. Rangkaian hasil tersebut memberikan ruang bernapas bagi Kabau Sirah yang sejak awal musim berkutat di papan bawah klasemen. Tidak hanya sektor penyerangan yang menunjukkan progres, Braditi Moulevey juga menyoroti lini pertahanan yang juga memperlihatkan peningkatan signifikan. “Kiper Rendy Oskaria tampil menonjol melalui sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Persita Tangerang sepanjang laga. Kontribusinya menjadi fondasi penting bagi kemenangan tipis tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut. Secara klasemen, Levi tidak menampik bahwa Semen Padang FC memang masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin. Namun, dinamika persaingan mulai berubah. “Pada pekan yang sama, informasi yang saya terima bahwa Madura United harus mengakui keunggulan Persijap Jepara, sementara PSBS Biak pulang tanpa poin usai dikalahkan PSM Makassar. Situasi ini membuat jarak poin antara Kabau Sirah dan tim-tim di atasnya semakin menipis,” katanya. Persijap Jepara, katanya, kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Semen Padang FC. Meski demikian, Kabau Sirah masih unggul dalam rekor pertemuan. “Di sisi lain, hasil imbang antara Persis Solo dan PSIM turut menjaga ketatnya persaingan di zona bawah,” katanya. Dengan masih tersisa 15 pertandingan pada putaran kedua, termasuk tujuh laga kandang, peluang Semen Padang FC untuk terus memperbaiki posisi tetap terbuka. Konsistensi dalam meraih poin menjadi kunci utama agar momentum positif tidak terhenti. Tantangan berikutnya datang pada pekan ke-21 ketika Kabau Sirah dijadwalkan bertandang ke markas Arema FC. “Laga di Stadion Kanjuruhan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Arema juga sedang berada dalam tren positif setelah menundukkan Persija Jakarta,” kata Levi. Bagi Semen Padang FC, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) pertandingan tersebut bukan hanya soal mengejar poin, melainkan juga ujian mental untuk menjaga kesinambungan performa. “Jika melihat hasil terakhir, peluang membawa pulang hasil positif tetap terbuka,” ucapnya. Di tengah ketatnya kompetisi, kebangkitan Kabau Sirah di putaran kedua menjadi sinyal bahwa Semen Padang FC belum menyerah dalam perburuan bertahan. “Setiap poin kini memiliki arti besar, dan kemenangan atas Persita menjadi pengingat bahwa harapan masih menyala di Padang. Tim kebanggaan orang Sumatera Barat (Sumbar) ini harus bertahan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia,” pungkasnya. (*)

Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Laga Semen Padang FC vs Persita di Stadion Agus Salim

PADANG – Peran penonton kembali menjadi sorotan menjelang laga kandang Semen Padang FC pada putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa dukungan dari suporter dan pendukung setia Kabau Sirah dapat menjadi faktor pembeda dalam upaya tim meraih kemenangan. Dirinya mengajak seluruh elemen pendukung Semen Padang FC untuk hadir dan memenuhi Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada pertandingan kandang pertama putaran kedua menghadapi Persita Tangerang, Minggu (8/2/2026). Menurut dia, atmosfer stadion yang hidup akan memberi dorongan besar bagi para pemain di lapangan. “Saya meminta kepada seluruh suporter dan pendukung Tim Kabau Sirah untuk meramaikan dan memerahkan Stadion Haji Agus Salim pada pertandingan kandang pertama di putaran kedua BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 antara dengan melawan Persita Tangerang,” kata Moulevey, Sabtu (7/2/2026). Ia menyampaikan optimisme setelah tim melakukan perombakan komposisi pemain. Perubahan tersebut diyakini membawa energi baru serta meningkatkan daya saing Kabau Sirah dalam menghadapi paruh kedua kompetisi. “Tim yang sudah dirombak ini membuat kami yakin pemain akan all out dan insya Allah kami akan optimis mendapatkan tiga poin,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan penonton bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari strategi kemenangan. Menurutnya, semangat dari tribun mampu menular langsung ke lapangan dan memengaruhi mental bertanding para pemain. Tentunya, harapannya dukungan dari seluruh penonton bisa menambah semangat pemain, suporter dan pendukung ini adalah pemain ke-12 dan itu merupakan salah satu kunci kemenangan dan mudah-mudahan Stadion Agus Salim akan kembali menjadi tempat yang ditakutkan oleh lawan-lawan Semen Padang FC. Pertandingan Semen Padang FC kontra Persita Tangerang sendiri diprediksi berlangsung ketat. Berdasarkan data Aiscore, kedua tim memiliki kekuatan yang relatif seimbang jika melihat catatan pertemuan dan tren permainan terkini. Kondisi tersebut membuat duel di Padang berpotensi berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Sejak tahun 2014, kedua tim telah bertemu sebanyak sembilan kali. Hasilnya menunjukkan keseimbangan yang mencolok, dengan masing-masing mengoleksi empat kemenangan dan satu pertandingan berakhir imbang. Dari sisi produktivitas, Semen Padang FC mencetak total 11 gol, sedangkan Persita Tangerang membukukan 9 gol. Keuntungan tersendiri dimiliki Kabau Sirah saat bermain di Stadion Haji Agus Salim. Dari empat pertemuan kandang melawan Persita, Semen Padang FC mampu meraih tiga kemenangan, sementara tim tamu hanya sekali mencuri poin penuh. Catatan tersebut memperkuat keyakinan bahwa faktor kandang bisa menjadi senjata penting. Meski demikian, Persita Tangerang datang dengan kepercayaan diri setelah memenangkan pertemuan terakhir pada 4 Oktober 2025 dengan skor tipis 1-0. Hasil itu menjadi pengingat bahwa keunggulan kandang tidak otomatis menjamin kemenangan. Dari sisi performa terkini, Semen Padang FC masih berupaya keluar dari tren kurang positif. Dalam lima laga terakhir, Kabau Sirah belum meraih kemenangan, dengan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Rata-rata gol yang dicetak berada di angka 1,2 per pertandingan, sementara kebobolan mencapai 2,4 gol. Persentase kemenangan handicap tercatat 40 persen, dengan kecenderungan total gol tinggi sekitar 60 persen. Sebaliknya, Persita Tangerang menunjukkan konsistensi yang lebih baik. Mereka membukukan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir. Rata-rata gol yang dihasilkan mencapai 1,4 per pertandingan, dengan kebobolan hanya 0,8 gol. Persentase kemenangan handicap berada di angka 60 persen, sementara kecenderungan total gol tinggi relatif rendah, yakni 20 persen. Bagi Semen Padang FC, laga ini menjadi momentum penting untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan sekaligus membuka putaran kedua dengan hasil positif. Dukungan penuh dari publik Padang diharapkan menjadi katalis kebangkitan Kabau Sirah. Sementara itu, Persita Tangerang datang dengan ambisi mempertahankan konsistensi demi menjaga posisi di papan klasemen BRI Super League 2025/2026. Keseimbangan rekor pertemuan yang berpadu dengan perbedaan tren performa membuat pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka, namun tetap sarat kehati-hatian. (*)

Braditi Moulevey: Semen Padang FC Siap Curi 3 Poin di Kandang PSM Makassar

MAKASSAR – Semen Padang FC akan menghadapi ujian penting saat melakoni laga tandang melawan PSM Makassar pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Pare-pare, Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026), dan menjadi momentum krusial bagi kedua tim yang sama-sama masih berkutat di papan bawah klasemen sementara. Laga ini tidak hanya mempertemukan dua tim dengan sejarah rivalitas panjang, tetapi juga menyajikan kontras kondisi terkini. Semen Padang FC datang dengan kepercayaan diri yang relatif terjaga, sementara PSM Makassar tengah berada dalam tekanan berat akibat tren negatif dan absennya sejumlah pemain kunci. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kondisi tim Kabau Sirah cukup ideal jelang laga penting ini. Ia memastikan hampir seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur, kecuali satu nama yang masih menjalani pemulihan cedera. “Tim bisa tampil full, semua pemain dalam kondisi siap untuk turun bertanding, kecuali Kaza yang masih cidera dan masih butuh waktu satu minggu lagi untuk tampil dan insya Allah bisa bermain di kandang ketika melawan Persita, Kazaki Nakagawa akan bisa tampil bermain,” katanya, Minggu (1/2/2026) siang. Dengan komposisi tersebut, pria yang akrab disapa Levi itu berharap pelatih Dejan Antonic mampu memaksimalkan potensi skuad untuk meraih hasil maksimal di kandang lawan. “Tentunya, dengan kondisi ini, mudah-mudahan Coach Dejan bisa memaksimalkan tim untuk mencuri 3 poin di kandang PSM Makassar,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Optimisme tersebut tidak lepas dari situasi yang tengah dihadapi PSM Makassar. Tim berjuluk Juku Eja dipastikan tidak tampil dengan kekuatan terbaik akibat kombinasi sanksi dan cedera yang menimpa beberapa pemain inti. “Karena, PSM dari sisi teknis kurang diuntungkan karena mendapatkan sanksi dari FIFA dan pemain asing yang mengatur serangan tidak bisa bermain karena kena akumulasi kartu kuning dan saya harap Coach Dejan bisa memaksimalkan kondisi ini serta bisa meraih 3 poin di Pare-pare,” ujar Levi. Sebelumnya, Kabau Sirah sukses mencuri satu poin saat bertandang ke markas Bali United pada tanggal 24 Januari 2026 lalu. Hasil tersebut menjadi suntikan moral bagi skuad Dejan Antonic yang kini telah diperkuat total 10 pemain asing, dengan tujuh di antaranya merupakan wajah baru musim ini. Sebaliknya, PSM Makassar diperkirakan harus melakukan sejumlah penyesuaian. Pemain sayap andalan mereka, Jaques Medina, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning yang diterimanya saat PSM kalah 0-2 dari Persijap Jepara. Selain itu, gelandang Ananda Raehan juga harus menjalani larangan bertanding setelah menerima kartu merah langsung pada laga melawan Bali United di pekan ke-17. Kondisi PSM kian rumit karena dua pemain asing lainnya, Gledson Paixao dan Savio Roberto, masih menjalani proses pemulihan cedera dan diragukan dapat tampil di laga ini. Meski demikian, Juku Eja tetap memiliki opsi pelapis seperti Risky Eka Pratama, Abdul Rahman, dan Gala Pagamo yang berpeluang mengisi posisi kosong di starting eleven. Dari sisi klasemen, kedua tim berada dalam situasi yang sama-sama genting. PSM Makassar menempati peringkat ke-12 dengan koleksi 10 poin dari 18 pertandingan, hasil dari empat kemenangan, tujuh kali imbang, dan tujuh kekalahan. Sementara itu, Semen Padang FC berada tepat di bawah zona aman, yakni peringkat ke-17 dengan 11 poin dari 18 laga, melalui tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan 13 kekalahan. Kondisi tersebut membuat duel di Parepare menjadi sangat penting dalam upaya menjaga peluang bertahan di kompetisi musim ini. Jika menilik data head to head yang dirilis AiScore, persaingan kedua tim terbilang ketat. Sejak 2010, PSM Makassar dan Semen Padang FC telah bertemu sebanyak 15 kali. Semen Padang unggul tipis dengan tujuh kemenangan, sementara PSM mencatatkan empat kemenangan dan empat laga lainnya berakhir imbang. Dari sisi produktivitas, kedua tim sama-sama mengoleksi 18 gol. Ketika bermain di kandang PSM Makassar, catatan pertemuan juga menunjukkan persaingan yang tidak sepenuhnya menguntungkan tuan rumah. Di Stadion Gelora BJ Habibie, kedua tim sudah delapan kali berhadapan, dengan rincian empat kemenangan untuk PSM, dua kemenangan untuk Semen Padang, dan dua hasil imbang. Sebaliknya, dominasi Kabau Sirah terlihat jelas saat laga digelar di kandang sendiri. Dari tujuh pertemuan di markas Semen Padang FC, PSM Makassar belum pernah meraih kemenangan, dengan lima kemenangan diraih tuan rumah dan dua laga berakhir imbang. Jika ditarik ke enam pertemuan terakhir, PSM Makassar memang memiliki catatan yang sedikit lebih baik dengan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Namun, tren tersebut tidak sejalan dengan performa terkini kedua tim di kompetisi. Dalam lima pertandingan terakhir, PSM Makassar mengalami periode sulit dengan catatan lima kekalahan beruntun tanpa satu pun kemenangan atau hasil imbang. Di sisi lain, Semen Padang FC mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam periode yang sama, sebuah statistik yang dinilai lebih stabil dibandingkan lawannya. Perbedaan tren performa inilah yang membuat laga di Pare-pare diprediksi berlangsung ketat dan sarat tekanan. Keunggulan bermain di kandang belum tentu menjadi jaminan bagi PSM Makassar, sementara Semen Padang FC berpeluang memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri poin penting. (*)

Semen Padang FC Rekrut Kasim Botan, Braditi Moulevey: Sesuai dengan Kebutuhan Tim

PADANG – Semen Padang FC kembali mengambil langkah strategis pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dengan mendatangkan penyerang sayap kanan Kasim Botan. Perekrutan ini bukan sekadar penambahan pemain, melainkan bagian dari upaya memperkuat variasi serangan tim jelang putaran kedua kompetisi. Manajemen menilai kehadiran Kasim Botan dapat memberikan alternatif baru di sektor sayap, terutama dalam menyesuaikan skema permainan yang akan diterapkan oleh pelatih Dejan Antonic. Pemain berusia muda itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan tim yang menginginkan keseimbangan antara kecepatan, mobilitas, dan fleksibilitas di lini depan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, membenarkan bergabungnya Kasim Botan ke dalam skuad Kabau Sirah. Ia menegaskan bahwa keputusan merekrut Kasim bukan tanpa pertimbangan matang, melainkan berdasarkan kecocokan karakter pemain dengan kebutuhan tim di putaran kedua. “Kasim Botan cocok dengan skema tim Semen Padang FC di putaran kedua,” kata Moulevey, Kamis (29/1/2026) malam. Selain memastikan kedatangan Kasim, pria yang akrab disapa Levi itu juga tidak menampik kemungkinan adanya tambahan pemain lokal lain. Namun, dirinya menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan akan dilakukan secara terukur dan diumumkan sebelum jendela transfer putaran kedua resmi ditutup. “Terkait pemain lokal lainnya, nanti akan kami informasikan secepatnya. Yang jelas sebelum bursa transfer putaran kedua ditutup,” ujarnya. Di sisi lain, kepindahan Kasim Botan ke Semen Padang FC turut dikonfirmasi oleh PSIM Jogja. Klub asal Yogyakarta itu secara resmi melepas Kasim pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, dengan pertimbangan utama agar sang pemain mendapatkan kesempatan bermain yang lebih luas. Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menyampaikan bahwa kesepakatan transfer telah dicapai oleh kedua belah pihak. Ia menjelaskan bahwa ketatnya persaingan di sektor sayap membuat Kasim kesulitan memperoleh menit bermain di putaran pertama. “Betul, kami sudah sepakat untuk transfer Kasim Botan ke Semen Padang di putaran kedua ini,” kata Razzi dalam keterangan resminya. Menurut Razzi, kebutuhan jam terbang menjadi faktor krusial dalam keputusan manajemen melepas Kasim. PSIM menilai langkah tersebut sebagai solusi terbaik agar sang pemain tetap berkembang dan menjaga performa kompetitifnya bersama klub baru. “Pertimbangan utamanya adalah kebutuhan menit bermain. Di posisinya saat ini, persaingan di PSIM memang sangat ketat,” ujarnya. Transfer ini juga berkaitan dengan strategi penyeimbangan komposisi skuad PSIM Jogja di paruh kedua musim. Setelah melepas Kasim, manajemen Laskar Mataram berencana mendatangkan satu pemain baru untuk memperkuat lini pertahanan. “Tim harus dikurangi agar kami bisa merekrut satu pemain baru. Pemain baru ini posisinya bek tengah dan dia pemain asing,” ujar Razzi. Kepindahan Kasim ke Semen Padang FC sekaligus mengakhiri kebersamaannya dengan PSIM Jogja. Kontrak sang pemain memang hanya berdurasi satu musim sehingga transfer ini menandai berakhirnya kerja sama kedua pihak. “Karena kontraknya hanya satu musim, maka kerja sama kami berakhir seiring dengan transfer ini,” tambahnya. Manajemen PSIM pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kasim selama memperkuat Laskar Mataram. Mereka berharap Kasim mampu memberikan kontribusi maksimal dan menjaga performa terbaiknya bersama Semen Padang FC hingga akhir musim kompetisi. “Harapannya dia bisa memberikan kontribusi maksimal dan menjaga performa terbaiknya hingga akhir musim,” tuturnya. (*)