Braditi Moulevey Buka Suara soal Rumor Striker Spanyol di Semen Padang FC

PADANG – Semen Padang FC kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional seiring berkembangnya rumor transfer pemain asing menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026. Klub kebanggaan asal Sumatera Barat (Sumbar) yang dikenal dengan julukan Kabau Sirah itu disebut-sebut tengah membidik striker asal Spanyol untuk memperkuat lini depan pada putaran lanjutan musim ini. Isu tersebut mencuat setelah akun media sosial Transfer News Football mengunggah informasi mengenai kemungkinan ketertarikan Semen Padang FC terhadap penyerang asal Spanyol, Koldo Obieta. Unggahan itu menyebutkan bahwa nama Obieta masuk dalam radar perekrutan pemain asing dan tengah dipantau pada bursa transfer paruh musim. Rumor tersebut dengan cepat menyebar dan memantik antusiasme pendukung Kabau Sirah. Publik menilai tambahan striker asing menjadi kebutuhan mendesak, mengingat ketatnya persaingan dan tuntutan produktivitas gol pada level kompetisi tertinggi nasional. Menanggapi kabar yang beredar, Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memberikan klarifikasi terkait isu pemain asal Spanyol tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada informasi resmi dari manajemen terkait nama yang disebutkan dalam rumor. “Mengenai rumor pemain asal Spanyol, itu tidak ada kami informasikan. Tapi memang saat ini manajemen lagi mencari tambahan 1 pemain asing untuk posisi striker untuk menambah amunisi Semen Padang FC di lini depan. Manajemen serius untuk membenahi tim agar bisa bertahan di liga 1. Kemungkinan tambahan striker ini kita lagi mencari yang berasal dari Benua Afrika,” katanya, Jumat (23/1/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus manajemen saat ini bukan pada figur tertentu, melainkan pada kebutuhan strategis tim. Penambahan striker asing dipandang sebagai langkah krusial untuk meningkatkan daya saing Kabau Sirah, terutama dalam upaya bertahan di Liga 1. Sementara itu, dalam unggahan Transfer News Football, Koldo Obieta disebut memiliki rekam jejak cukup menjanjikan. Penyerang tengah berusia 32 tahun tersebut sebelumnya memperkuat Kerala Blasters FC, klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga India. Bersama klub tersebut, Obieta dilaporkan mampu menunjukkan kontribusi positif di sektor serang. Produktivitas Obieta menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian publik. Ia disebut mencatatkan tiga gol dari tiga pertandingan, sebuah catatan yang menggambarkan efektivitasnya sebagai penyerang tengah. Statistik tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa ia berpotensi menjadi solusi atas kebutuhan gol Semen Padang FC. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Kabau Sirah terkait ketertarikan terhadap Obieta. Informasi yang beredar masih berstatus rumor dan sepenuhnya bergantung pada kebijakan klub serta dinamika negosiasi yang mungkin berlangsung di balik layar. Di luar isu tersebut, Semen Padang FC memang tengah melakukan pembenahan signifikan menjelang putaran kedua kompetisi. Sejumlah pemain asing baru telah didatangkan sebagai bagian dari strategi penyegaran skuad. Nama-nama seperti Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, dan Boubakary Diara menjadi bagian dari komposisi anyar tim. Untuk posisi penjaga gawang, manajemen masih memberikan kepercayaan kepada Arthur sebagai kiper utama. Di sektor pertahanan, pengalaman Alhasan Wakasso dan Angelo Meneses tetap menjadi andalan. Selain itu, Rendi Oscario Sroyer direkrut untuk menambah kedalaman di bawah mistar gawang. Sektor sayap juga mendapat perhatian khusus melalui perekrutan Maicon de Souza dari Borneo FC. Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan variasi serangan dan meningkatkan agresivitas permainan Kabau Sirah dari sisi lapangan. Dengan komposisi tersebut, manajemen Semen Padang FC menunjukkan optimisme untuk tampil lebih kompetitif pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Target meraih hasil maksimal, termasuk dalam laga tandang yang menantang, tetap dipasang sebagai bagian dari ambisi menjaga eksistensi klub di kasta tertinggi sepak bola nasional. Di tengah dinamika bursa transfer yang terus bergerak, para pendukung Kabau Sirah kini menanti kepastian langkah berikutnya. Apakah Semen Padang FC akan benar-benar mendatangkan striker asing baru, dan dari benua mana sosok tersebut akan berasal, menjadi salah satu cerita menarik yang menyertai perjalanan Kabau Sirah musim ini. (*)
Braditi Moulevey Optimistis, Semen Padang FC Siap Putus Kutukan Lawan Bali United

PADANG – Kehadiran pemain asing baru menjadi modal utama Semen Padang FC jelang laga berat menghadapi Bali United pada lanjutan putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Di tengah catatan historis yang tidak berpihak, manajemen Kabau Sirah memastikan seluruh persiapan tim telah mencapai tahap maksimal, termasuk kelengkapan administrasi pemain anyar yang selama ini dinantikan. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan bahwa seluruh pemain asing baru kini sudah dapat diturunkan. Hal tersebut membuka opsi taktik yang lebih luas bagi pelatih Dejan Antonic saat menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1/2026) sore. “Alhamdulillah persiapan Semen Padang FC dalam menghadapi Bali United pada Sabtu (24/1/2026) sudah maksimal dan alhamdulillah, seluruh pemain asing baru sudah bisa bermain dan tinggal nantinya kita harapkan tim bisa maksimal di lapangan, karena kita sudah bisa memainkan pemain asing baru,” ujar Braditi Moulevey, Jumat (23/1/2026). Kabar baik bagi tim tamu datang dari rampungnya dokumen administrasi salah satu pemain rekrutan anyar, Maicon Souza. Proses yang sempat menjadi kendala akhirnya tuntas setelah keluarnya Exit Permit Only (EPO) serta pencabutan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang sebelumnya terdaftar di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan terselesaikannya persoalan tersebut, seluruh komposisi pemain Semen Padang FC dipastikan siap diturunkan. Braditi Moulevey menegaskan, kini keputusan sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala untuk menentukan strategi dan susunan pemain terbaik. “Jadi, kita sudah bisa memainkan seluruh pemain dan tinggal pelatih Dejan Antonic menyiapkan strateginya atau menyusun susunan pemain pada besok sore,” katanya. “Kami dari manajemen berharap semua pemain bisa all out di lapangan. Bermain spartan dan bisa mencuri 3 poin di kandang Bali. Walaupun di atas kertas. Bali lebih diunggulkan, tapi di sepakbola tidak ada yang tidak mungkin,” sambungnya. Manajemen klub juga mengajak seluruh elemen pendukung untuk memberikan dukungan moral kepada tim. Pria yang akrab disapa Levi berharap doa dan sokongan dari masyarakat Minang di mana pun berada dapat menjadi energi tambahan bagi Kabau Sirah dalam laga tandang yang sarat tekanan tersebut. “Kami harapkan dukungan dari seluruh suporter dan doanya dari seluruh masyarakat Minang di manapun berada untuk bisa mendoakan kemenangan bagi tim kebanggaan Urang Minang, Semen Padang FC pada pertandingan besok,” ujarnya. Menghadapi putaran kedua kompetisi, Semen Padang FC melakukan perombakan signifikan dengan mendatangkan sejumlah pemain asing baru. Nama-nama seperti Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, dan Boubakary Diara menjadi bagian dari strategi penyegaran skuad. Di posisi penjaga gawang, manajemen tetap mempercayakan peran utama kepada Arthur. Sementara di lini belakang, Semen Padang FC masih mengandalkan pengalaman Alhasan Wakasso dan Angelo Meneses. Untuk menambah kedalaman skuad, klub juga merekrut Rendi Oscario Sroyer sebagai tambahan kekuatan di bawah mistar. Sektor sayap turut diperkuat dengan kedatangan Maicon de Souza yang direkrut dari Borneo FC. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan variasi serangan serta meningkatkan agresivitas Kabau Sirah dari sisi lapangan. Dengan komposisi tersebut, manajemen Semen Padang FC menaruh optimisme tinggi untuk tampil lebih kompetitif pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Target meraih hasil maksimal di laga tandang tetap dipasang, meski tantangan yang dihadapi terbilang berat. Laga Bali United vs Semen Padang FC sendiri menyita perhatian karena kuatnya dominasi historis tim tuan rumah. Sejak 2016, kedua tim telah bertemu sebanyak 10 kali di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, Bali United mencatatkan sembilan kemenangan, sementara Semen Padang hanya sekali meraih hasil positif, tanpa satu pun pertandingan berakhir imbang. Produktivitas gol semakin menegaskan jarak performa kedua tim. Dari total 34 gol yang tercipta, Bali United menyumbang 25 gol, sedangkan Semen Padang hanya mencetak sembilan gol. Rata-rata 2,5 gol per pertandingan menjadi cerminan ketajaman Serdadu Tridatu setiap kali berhadapan dengan Kabau Sirah. Dominasi Bali United juga terlihat jelas saat bermain di kandang. Dalam empat pertemuan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan ketika bertandang ke Padang, mereka mampu meraih lima kemenangan dari enam laga di Stadion Haji Agus Salim. Pada level kompetisi Liga 1, rekor Bali United atas Semen Padang terbilang sempurna. Dari tujuh pertemuan, seluruhnya berakhir dengan kemenangan bagi Serdadu Tridatu. Catatan tersebut menjadi modal psikologis yang kuat bagi tuan rumah menjelang laga Sabtu sore. Dari sisi performa terkini, Bali United juga berada dalam tren positif. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang tanpa mengalami kekalahan. Stabilitas ini menunjukkan konsistensi permainan Bali United di putaran kedua. Menariknya, kemenangan Bali United kerap diraih dengan selisih gol tipis. Persentase Total Goals Over mereka tercatat hanya 20 persen, menandakan efektivitas permainan serta solidnya organisasi pertahanan. Kondisi berbeda dialami Semen Padang FC. Dalam lima laga terakhir, Kabau Sirah hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan empat kekalahan. Persentase kemenangan mereka berada di angka 20 persen, dengan rata-rata kebobolan mencapai 2,2 gol per pertandingan. Meski persentase Total Goals Over Semen Padang mencapai 60 persen, tingginya angka tersebut lebih disebabkan oleh lemahnya sektor pertahanan dibandingkan produktivitas serangan. Kekalahan pada laga terakhir melawan Persis Solo turut memperpanjang tren negatif tim. Dengan mempertimbangkan rekor pertemuan, performa terkini, serta keuntungan bermain di kandang, Bali United diprediksi akan menguasai jalannya pertandingan. Disiplin lini belakang dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci bagi Serdadu Tridatu untuk mengamankan poin penuh. Di sisi lain, Semen Padang FC diperkirakan akan tampil lebih berhati-hati dan mengandalkan serangan balik cepat. Kehadiran pemain asing baru diharapkan mampu memberikan dimensi berbeda, meski catatan kebobolan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi Kabau Sirah. Jika mampu menjaga konsistensi, Bali United berpeluang melanjutkan dominasinya atas Semen Padang FC sekaligus mengamankan posisi penting di klasemen putaran kedua BRI Super League 2025/2026. (*)
Braditi Moulevey Ajak Suporter Padati Stadion Agus Salim Saat Semen Padang FC vs Persis Solo

PADANG – Laga penutup putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 menjadi momentum krusial bagi Semen Padang FC. Menjelang duel melawan Persis Solo yang akan digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026), Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengajak seluruh pendukung Kabau Sirah untuk memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan Ranah Minang. Ajakan tersebut disampaikan Braditi Moulevey sehari sebelum pertandingan. Ia menilai kehadiran suporter di stadion bukan sekadar formalitas, melainkan elemen penting yang dapat menentukan nasib Semen Padang FC di kompetisi tertinggi sepakbola nasional. “Dukungan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diyakini mampu menjadi pembeda, terutama dalam laga kandang yang menentukan arah perjalanan tim di BRI Super League,” katanya, Sabtu (10/1/2026). Pria yang akrab disapa Levi itu menegaskan, pertandingan melawan Persis Solo memiliki makna strategis karena menjadi penutup putaran pertama musim ini. Ia menekankan bahwa perjuangan Semen Padang FC untuk bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia membutuhkan sinergi antara pemain, manajemen, dan suporter. “Oleh karena itu, Stadion Agus Salim diharapkan menjadi rumah yang benar-benar hidup bagi Kabau Sirah dengan kehadiran suporter,” katanya. Menurut Levi, seluruh elemen tim telah menyiapkan diri secara maksimal. Ia memastikan pemain, jajaran pelatih, serta manajemen berada dalam kondisi siap tempur dan akan mengerahkan seluruh kemampuan demi mengamankan poin penuh di kandang. “Tekad untuk bermain total menjadi komitmen bersama demi menjaga asa Semen Padang FC tetap bersaing di BRI Super League musim depan,” katanya. Selain fokus pada laga terdekat, Braditi juga mengungkapkan optimisme menyongsong putaran kedua kompetisi. Ia menyebutkan bahwa Semen Padang FC akan diperkuat enam pemain asing baru pada paruh musim berikutnya. “Kehadiran amunisi tambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memompa motivasi tim untuk tampil lebih kompetitif di sisa musim,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. Target kemenangan juga ditegaskan dari sisi teknis. Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan laga kandang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam sesi pre-match press conference, Dejan menekankan pentingnya meraih tiga poin di Stadion Haji Agus Salim sebagai bagian dari upaya memperbaiki posisi tim di klasemen sementara BRI Super League. Dejan menyampaikan bahwa kondisi skuad relatif ideal. Hanya satu pemain, Rui Rampa, yang dipastikan absen pada pertandingan tersebut. Selebihnya, seluruh pemain berada dalam kondisi siap bermain. “Persis Solo memiliki materi pemain yang berkualitas, namun fokus kami tidak tertuju pada kekuatan lawan, melainkan pada kekuatan kami dan permainan sendiri,” katanya. Pendekatan tersebut, menurut Dejan, menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal. Ia menilai posisi Persis Solo di klasemen tidak menjadi acuan utama, karena yang terpenting adalah konsistensi, fokus, dan disiplin permainan selama 90 menit. “Dengan bermain di kandang, saya yakin Semen Padang FC mampu mengamankan tiga poin penting,” katanya. Optimisme serupa disampaikan oleh pemain Semen Padang FC, Pedro Matos. Ia memastikan kondisi tim dalam situasi siap tempur dan mental pemain berada pada level yang baik. “Seluruh skuad telah melupakan hasil pertandingan sebelumnya dan kini sepenuhnya memusatkan perhatian pada laga kontra Persis Solo,” katanya. Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal menutup putaran pertama, tetapi juga menjaga momentum positif sekaligus memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League musim 2025/2026. Dukungan penuh dari suporter Kabau Sirah di tribun Stadion Agus Salim diharapkan menjadi energi tambahan yang mampu mengangkat performa tim di lapangan. (*)
Braditi Moulevey: Kemenangan Semen Padang FC atas Persija jadi Pelipur Lara Masyarakat Sumbar Pasca Banjir Bandang

PADANG – Kemenangan Semen Padang FC atas Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar raihan tiga poin. Di tengah suasana duka akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) hasil tersebut dimaknai sebagai suntikan harapan bagi masyarakat Ranah Minang. Di Stadion Agus Salim Padang, Senin (22/12/2025) malam WIB, Kabau Sirah berhasil menundukkan Persija dengan skor tipis 1-0 dalam laga sarat drama dan tensi tinggi. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kemenangan tersebut sebagai kado terindah bagi masyarakat Sumbar yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam. “Keberhasilan Semen Padang FC menang dan meraih poin penuh mampu menjadi penghibur di tengah situasi sulit yang dirasakan banyak pihak,” katanya. Menurut Moulevey, hasil positif ini diharapkan dapat menguatkan mental masyarakat sekaligus memberi semangat baru bagi tim untuk terus berjuang di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. Selain bernilai emosional, kemenangan atas Persija juga membawa dampak penting secara kompetitif. Tambahan tiga poin membuat Semen Padang FC kini mengoleksi total 10 poin. Meski masih berada di peringkat ke-16 dan belum keluar dari zona degradasi, posisi Kabau Sirah semakin mendekati area aman dengan jarak dua angka. Situasi tersebut menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Dejan Antonic untuk menghadapi laga-laga berikutnya di BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan pekan ke-15 ini berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Persija Jakarta harus bermain dengan 10 pemain lebih dulu setelah Figo Dennis menerima kartu kuning kedua pada menit ke-37 akibat pelanggaran terhadap Irsyad Maulana. Unggul jumlah pemain, Semen Padang meningkatkan intensitas serangan dan berupaya menekan pertahanan tim tamu. Sejumlah peluang berhasil diciptakan tuan rumah. Salah satu kesempatan emas datang melalui sundulan Angelo Meneses, namun bola masih membentur mistar gawang. Meski kehilangan satu pemain, Persija tetap mampu memberikan perlawanan dan menjaga kedisiplinan lini belakang hingga memasuki fase akhir pertandingan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-83. Berawal dari skema serangan balik cepat, Semen Padang FC mendapat keuntungan setelah upaya Jordi Amat menghalau bola justru berujung gol bunuh diri. Gol tersebut disambut gegap gempita pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Agus Salim. Drama belum berakhir. Persija kembali harus kehilangan pemain pada masa injury time setelah Fabio Calonego diganjar kartu merah akibat menyikut pemain Semen Padang. Keputusan wasit diambil setelah melakukan peninjauan ulang melalui VAR. Situasi ini semakin menyulitkan langkah Macan Kemayoran untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit-menit akhir yang menegangkan, Persija sempat mencetak gol penyama kedudukan melalui sepakan Maxwell Souza pada menit ke-100. Namun, setelah kembali memeriksa VAR, wasit menganulir gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran yang dilakukan Allano dalam proses terjadinya gol. Keputusan ini memastikan kemenangan tetap menjadi milik Semen Padang FC hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut membuat Persija Jakarta gagal merebut kembali posisi kedua klasemen dari Persib Bandung. Tim Ibu Kota itu harus puas bertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 29 poin. Sementara bagi Semen Padang FC, kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan, baik secara mental maupun kompetitif, di tengah situasi berat yang sedang dihadapi Sumatera Barat. Susunan Pemain Semen Padang FC: Arthur Augusto, Angelo Meneses, Ricki Ariansyah, Rui Rampa, Samuel Christianson Simanjuntak, Alhassan Wakaso, Pedro Matos, Ripal Wahyudi, Firman Juliansyah, Irsyad Maulana, Muhamad Ridwan. Persija Jakarta: Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Dony Try Pamungkas, Jordi Amat, Rizky Ridho, Fabio Calonego, Figo Dennis, Witan Sulaeman, Allano Lima, Eksel Runtukahu, Maxwell Souza. (*)
Kabau Sirah Siap Kejutkan Persija, Braditi Moulevey Ungkap Kunci Optimisme Semen Padang FC

PADANG – Semen Padang FC menunjukkan optimisme tinggi menjelang laga krusial menghadapi Persija Jakarta pada Senin (22/12/2025) malam di Stadion GOR Agus Salim dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Meski mengalami pengurangan komposisi pemain asing dan tak dijagokan, manajemen Kabau Sirah menegaskan kesiapan tim untuk bersaing dan meraih hasil maksimal. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menilai kondisi tim berada pada jalur yang tepat setelah menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) selama dua pekan di Jakarta. Selama periode tersebut, tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek permainan yang dinilai masih menjadi kelemahan pada laga-laga sebelumnya. “Pada prinsipnya, Semen Padang FC siap menghadapi Persija Jakarta. Meski ada pemain asing yang keluar dan masuk, kami tetap optimistis. TC di Jakarta selama dua pekan dimanfaatkan untuk mengevaluasi kekurangan tim,” ujar Braditi Moulevey, Senin (22/12/2025). Ia menambahkan, dengan sisa pertandingan pada putaran pertama musim ini, Semen Padang FC memasang target realistis namun tegas, yakni mengamankan minimal empat poin. Target tersebut dinilai penting sebagai pijakan menuju konsistensi performa dan kepercayaan diri tim. “Meskipun banyak yang tidak menjagokan Semen Padang FC, kami yakin dengan tim ini. Insya Allah kami bisa bermain bagus dan meraih poin penuh saat menjamu Persija di kandang,” kata Moulevey. Sebagai bagian dari proses pembenahan, Semen Padang FC juga aktif melakukan perombakan skuad, khususnya di sektor pemain asing. Dua pemain asing baru telah bergabung dan langsung mengikuti TC serta laga uji coba. Dari hasil evaluasi tersebut, manajemen menemukan adanya kekosongan di sektor kanan dan gelandang serang. “Selain itu, satu pemain asing tambahan didatangkan untuk mengisi posisi gelandang bertahan, serta satu pemain lagi di sektor bek tengah. Pada bulan Januari 2026, kita akan menambah pemain asing di posisi penyerang dan sayap. Insya Allah kita targetkan pada awal putaran kedua diharapkan semuanya sudah bisa bergabung dan bermain,” katanya. Langkah ini, kata Moulevey, diambil untuk menyeimbangkan komposisi tim dan memperkuat lini-lini yang dinilai masih membutuhkan kedalaman. Menurut Moulevey, keseriusan klub juga tercermin dari target yang disampaikan Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, yang menargetkan kedatangan total enam pemain asing baru. Target tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka menengah menghadapi putaran kedua kompetisi. Setelah laga kontra Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/12/2025), Semen Padang FC akan melanjutkan perjuangan dengan pertandingan tandang menghadapi Madura United pada Minggu (28/12/2025). Rangkaian laga ini diharapkan mampu menjaga tren positif performa tim. Di luar aspek teknis, Semen Padang FC juga menaruh perhatian pada aspek sosial dan empati. Moulevey mengungkapkan bahwa sebagian hasil penjualan tiket laga kandang melawan Persija akan disumbangkan kepada korban terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Dalam suasana duka tersebut, manajemen memastikan suporter tidak membawa alat-alat musik ke dalam stadion sebagai bentuk penghormatan. Kendati demikian, Moulevey tetap mengajak pendukung Kabau Sirah untuk hadir langsung memberikan dukungan moral kepada tim. “Mohon doa dari seluruh suporter Semen Padang FC di mana pun berada, khususnya yang ada di Kota Padang. Mari datang ke stadion dan berikan dukungan terbaik,” imbuhnya. Ke depan, manajemen juga terus memantau potensi pemain lokal berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim. Penambahan kekuatan dari pemain lokal dinilai penting untuk memperkokoh identitas dan daya saing Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. (*)
Menang atas Persijap Jepara, Braditi Moulevey Sebut Semen Padang FC Sudah Bangkit

JEPARA – Kemenangan Semen Padang FC atas Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 menjadi momen penting yang menghidupkan kembali optimisme di kubu Kabau Sirah. Hasil 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (20/11/2025), bukan sekadar tiga poin, tetapi titik balik yang memutus delapan kekalahan beruntun sekaligus memulihkan mental tim yang sempat terpuruk di dasar klasemen. Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyambut kemenangan tersebut dengan ekspresi penuh kegembiraan. Ia menilai hasil itu sebagai awalan baik untuk menggerakkan kembali kepercayaan diri tim. “Alhamdulillah, menang 1-2,” katanya saat dihubungi, Kamis (20/11/2025) malam. Ia percaya hasil positif ini akan berlanjut, terutama menjelang laga tandang berikutnya melawan Persik Kediri pada Selasa (25/11/2025). “Kemenangan beruntun sebagai satu-satunya cara bagi Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi yang membayangi mereka sejak awal musim,” kata Moulevey. Meski demikian, pria yang akrab disapa Levi itu meminta agar tim tidak boleh langsung jumawa dan cepat berpuas diri, mengingat Kabau Sirah masih berada di zona degradasi. Ia mengatakan, kemenangan atas Persijap Jepara sebagai titik balik untuk membawa kemenangan yang telah banyak hilang pada laga sebelumnya. “Menjelang putaran kedua nanti, dibutuhkan evaluasi menyeluruh agar penampilan tim yang kita cintai bisa lebih meningkat dan mampu bertahan di BRI Super League pada musim depan,” katanya. Keyakinan serupa datang dari Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. Lewat unggahannya di platform media spasial resmi, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan merebut tiga poin di Jepara menjadi modal penting untuk membangkitkan semangat tim. Menurutnya, kemenangan tersebut membuktikan bahwa skuad asuhan Dejan Antonic mampu mengakhiri rentetan hasil buruk yang menekan mental pemain. “Alhamdulillah Semen Padang FC kembali meraih kemenangan dan naik dari posisi juru kunci,” tulis Andre. Kemenangan dramatis di Jepara berawal dari performa agresif Semen Padang sejak menit awal. Pedro Matos mencetak gol pembuka pada menit ke-27, memecah kebuntuan dan memberikan energi baru bagi permainan tim. Persijap sempat menyamakan kedudukan melalui Sudi Abdallah menjelang turun minum, namun Kabau Sirah tetap tampil disiplin dan intensif dalam menekan. Puncak momen terjadi pada menit ke-66 ketika Armando Oropa melesakkan gol penentu yang membuat seluruh stadion terdiam. Persijap berupaya keras mengejar ketertinggalan, tetapi lini belakang Semen Padang tampil kokoh hingga menit 90+7. Meski dua kartu kuning mewarnai akhir pertandingan, fokus para pemain tidak goyah dalam menjaga keunggulan. Tekanan tuan rumah yang ditopang ribuan suporter tidak mampu menggoyahkan struktur pertahanan yang hari itu tampil nyaris tanpa celah. Sementara bagi Persijap Jepara, kekalahan ini memperpanjang tren negatif menjadi enam laga tanpa kemenangan dan menambah tekanan bagi tim yang sedang berjuang bangkit. Sebaliknya, bagi Semen Padang FC, hasil ini menjadi pemantik optimisme bahwa musim 2025/2026 masih menyimpan peluang untuk memperbaiki posisi. Kemenangan di Jepara bukan hanya menghapus catatan buruk, tetapi juga memberikan keyakinan baru jelang rangkaian laga penting selanjutnya di BRI Super League. Dengan kemenangan ini, manajemen dan jajaran pembina klub melihat secercah harapan baru. Tekanan yang sebelumnya menumpuk perlahan berubah menjadi energi positif bagi Kabau Sirah untuk kembali bersaing. (*)
Tur Tandang Paling Menegangkan, Braditi Moulevey: Semen Padang FC Cinta yang Takkan Pernah jadi Mantan

JEPARA – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, keterikatan dengan Kabau Sirah menyerupai rasa yang tidak pernah putus, bak cinta yang takkan pernah menjadi mantan. Ia menggambarkan hubungan itu di tengah situasi sulit yang kini membayangi tim, saat Semen Padang FC berjuang keras keluar dari tekanan hasil negatif dan posisi buncit klasemen BRI Super League 2025/2026. Di saat klub berada pada fase paling rapuh, Moulevey menilai justru di situlah loyalitas dan komitmen diuji, bagaimana tetap berdiri bersama ketika kondisi terburuk datang bertubi-tubi. Sebagai komisaris, ia menegaskan bahwa perannya berfokus pada pengawasan dan pemberian masukan strategis kepada direksi, agar setiap kebijakan selaras dengan kebutuhan pengembangan klub. Menurut Braditi Moulevey, Semen Padang FC memiliki posisi istimewa dalam identitas masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Klub tersebut bukan hanya sekumpulan pemain yang bertanding di lapangan, tetapi lambang kebanggaan bagi warga lokal maupun perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah. Ia menilai bahwa setiap tantangan yang muncul harus dihadapi secara kolektif, karena nilai besar Kabau Sirah terletak pada solidaritas dan keteguhan pendukungnya di Ranah Minang. “Setiap hambatan harus diselesaikan bersama. Tidak ada alasan untuk menyerah, karena Kabau Sirah adalah kebanggaan Ranah Minang,” katanya jelang pertandingan Persijap Jepara vs Semen Padang FC, Kamis (20/11/2025). Pernyataan Moulevey datang pada saat yang sensitif bagi Semen Padang FC. Musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 memasuki fase penting, sementara tim masih berjuang keluar dari tekanan hasil negatif. Inkonsistensi performa dan keterpurukan di papan bawah membuat langkah mereka semakin berat. Situasi ini diperparah oleh tren tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir serta delapan kekalahan beruntun, yang menempatkan Kabau Sirah pada posisi ke-18 klasemen sementara dengan hanya empat poin dari 11 laga. Di tengah situasi yang belum stabil, Semen Padang menghadapi periode yang berpotensi menentukan arah musim. Mereka bersiap menjalani dua laga tandang yang dianggap sangat krusial. Pada pekan ke-13 ini, Kabau Sirah melawat ke Jepara menghadapi Persijap pada Kamis (20/11/2025). Seminggu setelahnya, giliran Persik Kediri yang menjadi tuan rumah pada Kamis (27/11/2025). Dua pertandingan ini dipandang sebagai ujian mental sekaligus peluang untuk menghentikan tren buruk yang membayangi tim sepanjang kompetisi. Persiapan menuju tur tandang ini dimulai sejak Selasa (18/11/2025), ketika tim asuhan Dejan Antonic terbang ke Jepara dengan membawa 22 pemain. Keputusan komposisi pemain menunjukkan kondisi sulit yang tengah dihadapi Kabau Sirah. Dua pilar asing yang selama ini menjadi penopang performa tim, Bruno Gomes dan Filipe Chaby, tidak dapat ambil bagian. Gomes mengalami cedera paha, sementara Chaby sedang sakit sehingga harus absen dari rombongan. Ketidakhadiran keduanya membuat kekuatan lini tengah dan lini depan Semen Padang berkurang signifikan. Meski demikian, skuad yang dibawa tetap mencakup pemain dari seluruh posisi. Di bawah mistar, Semen Padang mengandalkan duo penjaga gawang Arthur Augusto dan Muhammad Farel. Lini belakang diisi oleh pemain-pemain yang telah menjadi tulang punggung tim, seperti Angelo Meneses, Rui Rampa, Herwin Tri Saputra, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, dan Zidane Afandi. Mereka diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan yang menjadi salah satu sorotan sepanjang musim ini. Sementara itu, sektor gelandang terdiri dari Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Dimas Roni, Ripal Wahyudi, Ambrizal Umanailo, Pedro Matos, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Ferdiansyah, Febrian Tri Saputra, dan Armando Oropa. Banyaknya pemain di lini tengah menunjukkan upaya Antonic untuk memperkuat distribusi permainan di tengah absennya dua pemain asing yang biasanya menjadi motor serangan. Untuk lini depan, harapan gol bertumpu pada Cornelius Stewart yang akan ditemani supersub Muhammad Ridwan. Di tengah tekanan besar, pelatih Dejan Antonic menyadari betul bahwa dua laga tandang ini bisa menjadi titik balik atau justru memperburuk keadaan. Ia menekankan bahwa seluruh pemain harus tampil dengan keseriusan penuh untuk memaksimalkan peluang keluar dari zona degradasi. “Dua laga berikutnya adalah kunci untuk kita. Pertandingan lawan Persijap di Jepara akan berlangsung ketat karena sama-sama ada di papan bawah. Dua laga nanti anak-anak harus sampai 150 persen serius,” ujar Antonic. Duel melawan Persijap menjadi ujian hidup-mati bagi kedua tim yang sama-sama berjuang lepas dari tekanan papan bawah. Sementara partai melawan Persik dapat menjadi kesempatan untuk membangun momentum positif, apabila Semen Padang mampu menjaga organisasi permainan sepanjang tur tandang ini. Kondisi skuad yang tidak lengkap juga menegaskan betapa pentingnya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi taktik, mental, maupun kemampuan menghadapi tekanan. Braditi Moulevey melihat periode ini sebagai pengingat bahwa perjalanan panjang klub tidak pernah terlepas dari masa-masa sulit. Namun ia percaya bahwa kegigihan pemain, soliditas tim, serta dukungan publik Minang dapat kembali menjadi kekuatan utama Semen Padang FC. “Menjaga marwah Kabau Sirah berarti memastikan klub tetap berdiri tegak di tengah tantangan, sembari membuka jalan bagi perubahan yang lebih baik pada masa mendatang,” imbuh Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. (*)
Braditi Moulevey: Kami tak Akan Biarkan Semen Padang FC Terpuruk

PADANG – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menghadiri rapat evaluasi bersama jajaran direksi dan tim pelatih Kabau Sirah di Kantor PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (4/11/2025). Pertemuan itu digelar untuk membahas rentetan hasil buruk yang diderita klub dalam tiga laga terakhir BRI Super League 2025/2026. Rapat tertutup tersebut hanya dihadiri jajaran direksi, staf teknis, serta pelatih kepala Dejan Antonic, tanpa kehadiran pemain. Dalam pertemuan itu, Moulevey menegaskan perlunya langkah konkret dan keseriusan semua unsur kepelatihan dan ofisial dalam membenahi performa tim yang kian menurun. “Rapat ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kami meminta pelatih Dejan dan timnya berjuang lebih keras agar Semen Padang FC bisa bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia,” ujar Moulevey, Kamis (6/11/2025). Moulevey juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis pemain. Menurutnya, deretan hasil negatif tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga menekan mental para pemain. Ia mengusulkan agar ofisial menyiapkan konselor atau pendamping psikologis untuk membantu menjaga stabilitas mental tim. “Pemain perlu mendapat pendampingan agar tetap fokus dan termotivasi. Kekalahan beruntun tentu memengaruhi psikologis mereka. Klub harus menyediakan konselor yang bisa membantu pemain keluar dari tekanan,” katanya. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan para pemain tetap memiliki semangat juang dan tidak larut dalam tekanan kompetisi. “Mental kuat sama pentingnya dengan strategi permainan,” katanya. Selain menyoroti aspek teknis dan mental, Moulevey menyampaikan komitmen jajaran komisaris dalam memperkuat fondasi klub, termasuk sektor finansial. Salah satu bentuk dukungan nyata ialah pengembangan store merchandise resmi Semen Padang FC sebagai sumber pemasukan baru. Ia menjelaskan, pengembangan toko resmi di pusat Kota Padang menjadi tahap awal dalam memperluas jaringan pemasaran klub. Selain itu, manajemen juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal. “Kami siap memberikan dukungan, baik berupa modal maupun kemitraan strategis. Komitmen kami jelas, Semen Padang FC harus dikelola secara profesional dan modern,” katanya. Sebagai Komisaris, Moulevey menilai tugas utamanya adalah mengawasi dan memberikan masukan kepada direksi agar setiap kebijakan mengarah pada kemajuan klub. Kehadiran Moulevey dalam rapat itu tidak lepas dari performa buruk Kabau Sirah yang belum menemukan ritme terbaiknya. Pada laga pekan ke-11 BRI Super League 2025/26, Semen Padang FC kembali menelan kekalahan 1-2 dari Arema FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (3/11/2025). Tim asuhan Dejan Antonic tertinggal dua gol di babak pertama lewat Valdeci da Silva pada menit ke-30 dan Dalberto Luan Belo di menit ke-42. Semen Padang FC hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Cornelius Stewart pada menit ke-68. Pelatih Dejan Antonic menyebut hasil itu sangat mengecewakan, terutama karena tim telah mempersiapkan diri dengan baik. “Kami sudah berlatih dengan baik, tapi di babak pertama pemain tidak menjalankan apa yang direncanakan. Di babak kedua permainan membaik dan kami punya dua peluang emas. Saya percaya kami bisa keluar dari kondisi ini,” kata Dejan. Meski demikian, ia mengakui bahwa Arema FC tampil lebih matang dan berpengalaman. “Kadang kita butuh keberuntungan. Yang terpenting saat ini adalah hasil, bukan sekadar permainan indah,” ujarnya. Kekalahan dari Arema FC menjadi kekalahan ketujuh beruntun bagi Semen Padang FC musim ini. Dari 11 pertandingan yang telah dijalani, Kabau Sirah baru mengumpulkan empat poin hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan delapan kekalahan. Capaian ini membuat Semen Padang FC terpuruk di posisi ke-18 atau dasar klasemen sementara. Kondisi itu menjadi alarm bagi manajemen untuk segera melakukan pembenahan total. Tantangan berikutnya datang dari Borneo FC Samarinda, pemuncak klasemen sementara, yang akan dijamu Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu (9/11/2025). Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Kabau Sirah untuk menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Moulevey menegaskan, meski posisi tim terpuruk, seluruh elemen klub harus tetap optimistis. “Kami semua di jajaran komisaris dan penasihat siap bekerja keras. Kami tidak akan membiarkan Semen Padang FC terus terpuruk. Klub ini kebanggaan Sumatera Barat dan para perantau Minang di manapun berada,” tuturnya. (*)
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey Sesalkan Keputusan Kontroversial Wasit usai Kabau Sirah Kalah Tipis dari Malut United

TERNATE – Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan apresiasi terhadap permainan tim Kabau Sirah meskipun kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari Malut United FC pada laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (27/10/2025) malam. Moulevey menilai permainan Semen Padang FC mulai menunjukkan peningkatan di bawah arahan Pelatih Dejan Antonic, walau hasil akhir belum berpihak pada tim asal Ranah Minang itu. “Secara permainan, tim ini sudah jauh lebih baik. Kekalahan tipis 1-0 bukan karena kondisi tim, tapi karena keputusan kontroversial wasit,” ujar Moulevey, Senin (27/10/2025). Kekalahan Semen Padang FC disebut Moulevey tak lepas dari keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Dalam laga tersebut, wasit memberikan hadiah penalti kepada Malut United dan mengeluarkan kartu merah untuk Rosad Setiawan. “Saya hadir langsung menyaksikan pertandingan bersama Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, dan Pelatih Dejan Antonic yang belum bisa berada di pinggir lapangan karena masalah administrasi. Dari pengamatan saya, keputusan wasit itu sangat disayangkan,” katanya. Manajemen Semen Padang FC, lanjutnya, tengah mempertimbangkan untuk menyampaikan nota keberatan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga serta PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional. Kemenangan ini menambah catatan positif Malut United FC, yang kini membukukan empat kemenangan beruntun. Gol tunggal Tyronne del Pino di menit ke-77 dari titik penalti memastikan tiga poin bagi Laskar Kie Raha, sekaligus mengantarkan mereka ke posisi ketiga klasemen sementara dengan 17 poin. Sejak menit awal, Malut United tampil agresif dengan pola permainan menyerang, didukung penuh oleh suporter tuan rumah. Namun, pertahanan disiplin Semen Padang sempat membuat tim asuhan Hendri Susilo frustrasi. Semen Padang bahkan sempat menciptakan peluang emas melalui Armando Oropa di menit ke-31, tapi tendangan jarak jauhnya masih bisa ditepis Angga Saputro. Petaka datang di menit ke-41 ketika Rosad Setiawan menerima kartu kuning kedua, membuat Kabau Sirah harus bermain dengan 10 pemain. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Malut United untuk terus menekan hingga akhirnya memperoleh penalti yang menjadi penentu kemenangan. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Semen Padang FC menjadi enam kekalahan beruntun, membuat mereka tertahan di dasar klasemen sementara. Meski begitu, Moulevey tetap optimistis timnya bisa bangkit. “Kami percaya dengan arah pembenahan yang sedang dilakukan pelatih. Ada progres nyata. Yang kami minta hanya keadilan di lapangan,” katanya. Di sisi lain, kemenangan ini membuat Malut United semakin percaya diri bersaing di papan atas. Dengan performa yang stabil dan produktivitas yang meningkat, Laskar Kie Raha mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat musim ini. Bagi Semen Padang FC, laga berikutnya akan menjadi momentum penting untuk memutus rantai kekalahan sekaligus membuktikan bahwa semangat Kabau Sirah belum padam. (*)